7 Manfaat Susu Soya bagi Kesehatan Tubuh

7 Manfaat Susu Soya bagi Kesehatan Tubuh

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Berbagai produk susu selain susu sapi semakin banyak di pasaran, salah satunya susu soya. Ini menjadi alternatif sumber nabati yang bisa Anda dapatkan dengan mudah dan harga yang terjangkau. Lalu apa manfaat susu soya?

Manfaat susu soya bagi kesehatan tubuh tidak perlu diragukan lagi. Kemungkinan alergi juga lebih rendah dibandingkan susu sapi. Apa saja manfaat susu soya bagi kesehatan serta nilai gizi yang terkandung di dalamnya? Simak informasi selengkapnya di bawah ini. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Apa Itu Susu Soya

Susu soya adalah minuman nabati yang terbuat dari kedelai, biasanya dijadikan sebagai pengganti susu sapi. Banyak produk susu soya yang mengklaim kandungan vitamin dan mineral, seperti vitamin D dan kalsium. 

Menurut Julieanna Hever, RD, seorang ahli diet di Los Angeles dan penulis “The Vegiterranean Diet”, susu soya menawarkan keragaman kuliner dengan tekstur yang lembut dan kandungan nutrisi yang menyehatkan. Nutrisi ini termasuk asam lemak omega-3 esensial dan flavonoid yang bersifat antioksidan, anti-inflamasi, dan kardioprotektif. 

Nilai Gizi Susu Soya

Ada banyak produk susu soya yang dijual di pasaran dengan jumlah kalori dan gula yang berbeda-beda. Selalu periksa label nilai gizi yang tertera di kemasan. Berikut ini adalah nilai gizi untuk secangkir susu soya tanpa pemanis:

  • Kalori: 80 kal.
  • Serat: 2 gram.
  • Protein: 7 gram.
  • Lemak: 4 gram.
  • Lemak jenuh: 0,5 gram.
  • Karbohidrat: 3 gram.
  • Gula: 1 gram (0 gram gula tambahan).

Susu Soya vs Susu Sapi

Ada begitu banyak alasan mengapa Anda sebaiknya beralih dari susu sapi ke susu kedelai untuk melengkapi kopi, smoothie, atau sereal di pagi hari. Anda mungkin tidak menyukai rasa susu sapi dan lebih memilih susu soya daripada alternatif non-susu lainnya. 

Bagi Anda yang ingin menghindari produk susu karena berbagai alasan yang mendasari, susu soya adalah pilihan yang tepat. Manfaat susu soya yang paling umum yaitu baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan menurunkan berat badan. 

Beberapa orang tidak mampu mentoleransi laktosa. Mereka mengalami kesulitan saat mencerna laktosa, yaitu karbohidrat yang ditemukan di dalam susu sapi. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai efek samping pendarahan saluran pencernaan (gastrointestinal) yang memicu rasa tidak nyaman. Sebab itu, minum susu soya yang berbahan dasar nabati merupakan pilihan terbaik.

Manfaat Susu Soya

Banyak orang menyukai kelezatan susu soya. Selain kelezatannya, susu soya sengaja dipilih karena bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Apa saja manfaat susu soya dibandingkan susu sapi?

1. Mengandung Protein Nabati

Protein nabati bermanfaat untuk mencegah kehilangan kalsium melalui ginjal. Menu makanan yang kaya akan hewani, termasuk protein susu, dapat meningkatkan risiko osteoporosis. 

2. Tidak Mengandung Laktosa

Dilansir dalam Soya.be, sekitar 75% orang di dunia tidak dapat mentolerir laktosa. Beberapa kelompok etnis lebih merasakan efek sampingnya daripada yang lain. Misalnya 75% orang Afrika dan 90% orang asia tidak mampu mentoleransi laktosa.

Susu soya mengandung prebiotic sugars stachyose and raffinose yang bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan dan membantu mengurangi zat beracun di dalam tubuh Anda. 

3. Lebih Sedikit Orang yang Alergi Susu Soya

Dibandingkan dengan susu sapi, jumlah orang yang alergi susu soya lebih sedikit. Persentasenya sekitar 0,5% anak alergi susu kedelai dan 2,5% anak alergi susu sapi. Itulah mengapa susu soya sebaiknya dimasukkan ke dalam menu makanan sehari-hari. 

4. Mampu Mengurangi Kolesterol

Kandungan lemak jenuh dalam susu sapi tidak menyehatkan karena meningkatkan kolesterol Anda. Protein dalam susu sapi tidak memiliki manfaat yang berkaitan dengan kolesterol. 

Food and Drug Administration of US (FDA) menegaskan bahwa protein dari susu soya dapat menurunkan kadar kolesterol sebagai bagian dari diet rendah lemak dan rendah kolesterol. Kandungan protein ini dapat mengurangi risiko jantung koroner secara signifikan. FDA merekomendasikan untuk memasukkan setidaknya 25 gram protein kedelai ke dalam menu harian Anda.

5. Tidak Mengandung Hormon

Susu sapi mengandung hormon alami dan hormon sintetis yang dapat memengaruhi fungsi tubuh Anda. Hormon sintetis rBGH (rekombinan hormon pertumbuhan) meningkatkan produksi ASI sebanyak 20%.

6. Tidak Menyebabkan Diabetes

Meskipun belum ada kesepakatan dari para ilmuwan, beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara minum susu sapi di awal pertumbuhan dan perkembangan diabetes karena insulin. Hubungan ini tidak ditemukan pada susu soya.

7. Kaya Akan Isoflavon

Isoflavon menjadi manfaat terpenting dari susu soya. Setiap cangkir susu soya mengandung sekitar 20 mg isoflavon, terutama genistein dan daidzein. Kandungan ini tidak ditemukan dalam susu sapi. 

Ada banyak manfaat isoflavon bagi kesehatan tubuh, termasuk menurunkan kolesterol, meredakan gejala menopause, mencegah osteoporosis, dan mengurangi risiko kanker tertentu, seperti kanker prostat dan kanker payudara. Kasus penyakit kanker sangat rendah di negara dengan asupan produk kedelai yang tinggi, termasuk susu kedelai. Isoflavon juga kaya akan antioksidan yang melindungi sel dan DNA dari oksidasi. 

Berapa Jumlah Aman Susu Soya Per Hari?

Perhatikan aturan tentang seberapa banyak susu soya yang bisa Anda minum dalam sehari. American Institute for Cancer Research (AICR) merekomendasikan konsumsi kedelai dalam jumlah sedang. Sebaiknya Anda mengonsumsi 1 hingga 2 porsi makanan kedelai utuh setiap hari, termasuk susu kedelai. 

Jika Anda berencana menumis tahu untuk makan malam, Anda masih bisa menambahkan secangkir susu soya ke dalam smoothie di pagi hari. AICR mencatat hasil penelitian yang menunjukkan bahwa konsumsi susu soya hingga 3 porsi dalam sehari terbukti aman. 

Susu soya tetap bisa dikonsumsi oleh ibu hamil dalam jumlah sedang, begitu pula bagi Anda yang pernah menderita kanker payudara, tapi hindari susu soya jika Anda alergi kedelai. 

Amankah Susu Kedelai untuk Penderita Kanker Payudara?

Selama bertahun-tahun, kedelai kerap dicap buruk. beberapa orang mungkin beranggapan bahwa kedelai berpotensi meningkatkan kanker yang sangat berbahaya bagi penderita kanker payudara. 

Perbedaan pendapat ini berasal dari penelitian pada hewan. Ketika hewan mengonsumsi isoflavon dosis tinggi, mereka berpotensi mengembangkan kanker payudara. Seperti yang ditunjukkan oleh American Cancer Society, bahwa cara hewan pengerat memproses kedelai berbeda dari manusia dan belum ada hasil yang sama belum terlihat pada manusia. 

Apabila Anda ingin mengonsumsi makanan sehat untuk mengurangi risiko kanker, makanan berbahan dasar kedelai utuh adalah pilihan yang cerdas. Makanan kedelai utuh telah terbukti mampu mengurangi kekambuhan dan kasus kematian penderita kanker payudara. Kedelai juga mampu mengurangi risiko kanker payudara dan kanker prostat.

Jika Anda punya alergi kedelai atau kondisi kesehatan tertentu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Gunakan layanan tele-konsultasi gratis bersama dokter di dalam dan luar negeri dari Smarter Health. Tele-konsultasi menjadi solusi terbaik untuk mengakses layanan kesehatan di tengah pandemi COVID-19 tanpa perlu keluar rumah.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?