Amankah Bayi Memakai Masker saat Pandemi COVID-19

Amankah Bayi Memakai Masker saat Pandemi COVID-19?

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Menjaga agar bayi dan anak-anak tetap berada di dalam rumah merupakan pilihan terbaik selama masa pandemi COVID-19. Namun, kondisi tertentu membuat Anda harus membawa mereka pergi ke tempat umum yang ramai. Jika orang dewasa bisa memakai masker untuk mencegah penyebaran dan penularan COVID-19, bagaimana dengan bayi dan anak-anak?

Dilansir dalam World Health Organization (WHO), mereka membahas tentang keamanan masker jika dipakai oleh bayi dan anak-anak. Smarter Health sudah merangkum semuanya di sini. Mari simak selengkapnya. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Haruskan Bayi Memakai Masker?

WHO menyarankan Anda untuk berkonsultasi penyedia layanan terkait anjuran penerapan protokol kesehatan selama pandemi COVID-19, terutama yang terkait dengan bayi. Banyak ahli meninjau bukti penularan COVID-19 pada anak-anak dan terbatasnya bukti yang tersedia tentang bayi memakai masker. 

Faktor lain seperti kebutuhan psikososial anak, WHO dan UNICEF menyarankan anak-anak berusia di bawah 5 tahun tidak dianjurkan memakai masker. Ini berdasarkan tingkat keselamatan dan kapasitas anak untuk menggunakan masker dengan benar. Mereka menyarankan keputusan penggunaan masker untuk anak berusia 6 hingga 11 tahun sebaiknya didasarkan pada:

  • Kemampuan anak untuk menggunakan masker dengan benar dan aman.
  • Kemungkinan penularan dalam skala besar di kawasan tempat tinggal anak.
  • Risiko dampak buruk dari penggunaan masker pada perkembangan psikososial anak. 
  • Akses mendapatkan masker dan penggantian masker di tempat tertentu, seperti sekolah dan penitipan anak.
  • Pengawasan dan instruksi orang dewasa yang memadai tentang cara anak memakai dan melepas masker dengan aman.
  • Interaksi anak dan orang lain yang berisiko tinggi mengembangkan penyakit serius, seperti orang tua dan orang yang memiliki kondisi kesehatan lain yang rentan terhadap virus corona.

Berdasarkan anjuran dari WHO dan UNICEF, anak-anak berusia 12 tahun ke atas harus memakai masker seperti orang dewasa khususnya ketika mereka berada di tempat umum yang tidak memungkinkan physical distancing, setidaknya 1 meter dari orang lain dan tingginya kasus penularan di daerah tersebut. 

Jika anak berusia di bawah 2 tahun, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengatakan bahwa mereka tidak boleh memakai masker wajah. Kemungkinan besar karena bisa menyebabkan anak atau bayi tersedak. Menurut Ashanti Woods, M.D., seorang dokter spesialis anak di Baltimore’s Mercy Medical Center, siapa pun yang memakai masker harus bisa melepas masker dan itu tidak bisa dilakukan oleh anak yang berusia di bawah 2 tahun.

Haruskah Anak dengan Gangguan Kesehatan Memakai Masker?

Bayi memakai masker memang masih menjadi perdebatan. Penggunaan masker untuk anak-anak dari segala usia yang memiliki gangguan perkembangan, cacat, atau kondisi kesehatan lainnya ada anjuran tersendiri. Sebaiknya jangan wajibkan mereka menggunakan masker. Bagaimanapun, anak-anak yang menderita gangguan kognitif atau pernapasan akut yang sulit menoleransi efek samping masker, sebaiknya tidak boleh menggunakan masker. 

Sedangkan anak-anak yang memiliki gangguan kesehatan seperti cystic fibrosis atau kanker sebaiknya memakai masker medis setelah berkonsultasi dengan dokter atau penyedia layanan. Masker medis memberikan perlindungan terbaik kepada orang yang memakai masker dan mencegah penularan ke orang lain. Bagi siapa saja dengan kondisi kesehatan mendasar yang rentan terpapar virus corona, sebaiknya menggunakan masker untuk mencegah risiko penyakit yang lebih serius. 

Jenis Masker Anak

Secara umum, anak yang sehat dapat memakai masker non-medis atau masker kain. Ini dilakukan demi mencegah penyebaran virus yang ditularkan ke orang lain jika mereka terinfeksi, baik secara sadar maupun tidak. Pastikan Anda memberikan masker dengan ukuran yang benar dan mampu menutupi area hidung, mulut, dan dagu anak. 

Anak-anak yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, seperti cystic fibrosis, kanker, atau imunosupresi, sebaiknya menggunakan masker medis sesuai yang dianjurkan oleh dokter atau penyedia layanan. Masker medis sangat efektif untuk mengontrol penyebaran virus dan memberikan perlindungan kepada orang yang memakainya. Jenis masker medis diprioritaskan bagi siapa saja yang berisiko lebih tinggi mengalami sakit parah akibat COVID-19.

Bagaimana Cara Anak Memakai Masker yang Benar?

Anak-anak harus mengikuti cara menggunakan masker yang benar seperti orang dewasa. Ini termasuk protokol kesehatan lain, seperti mencuci tangan dengan air dan sabun setidaknya 40 detik atau 20 detik jika menggunakan hand sanitizer sebelum memakai masker.

Pastikan ukuran masker sudah tepat, serta mampu menutupi area hidung, mulut, dan dagu anak. Anda harus mengajarkan anak bagaimana cara memakai masker dengan benar, termasuk tidak menyentuh bagian depan masker dan tidak menariknya ke bawah dagu atau ke dalam mulutnya. Masker harus disimpan ke dalam tas atau wadah dan tidak berbagi satu masker dengan orang lain. 

Haruskah Anak Memakai Masker di Rumah?

Selama penerapan social distancing, kemungkinan besar anak Anda akan menghabiskan banyak waktu di rumah. Lalu, haruskah anak memakai masker meski mereka beraktivitas di dalam rumah?

WHO menjelaskan bahwa setiap anak yang memiliki gejala seperti COVID-19 harus memakai masker medis. Anak harus diisolasi dan berkonsultasi dengan dokter apabila mereka mulai merasa tidak enak badan meskipun gejalanya ringan. Seluruh anggota keluarga dan pengasuh yang berada dalam jarak 1 meter dari anak yang sakit di rumah juga harus memakai masker.

Adanya anggota keluarga yang sakit atau positif COVID-19 harus diisolasi dari orang lain jika kondisinya memungkinkan. Apabila posisi anak berada dalam jarak 1 meter dari orang yang sakit di rumah, orang dewasa dan anak tersebut harus memakai masker. 

Haruskah Anak Memakai Masker saat Beraktivitas Fisik?

Berolahraga dan beraktivitas fisik membutuhkan banyak energi, termasuk pasokan oksigen. Saat anak beraktivitas fisik, WHO menyebutkan bahwa anak tidak perlu menggunakan masker, seperti saat berlari, melompat, atau bermain taman bermain, sehingga pernapasannya tidak terganggu.

Saat mengajak anak untuk berolahraga dan beraktivitas fisik, Anda perlu memastikan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak dengan orang lain setidaknya 1 meter, membatasi jumlah anak yang bermain bersama, dan menyediakan akses ke fasilitas kebersihan (tempat cuci tangan atau hand sanitizer). 

Tindakan ini dilakukan demi mencegah penyebaran dan penularan COVID-19 saat anak tidak memakai masker. 

Alternatif Selain Masker

Dalam mencegah penyebaran COVID-19, beberapa anak tidak dapat memakai masker karena disabilitas atau situasi tertentu, seperti saat berolahraga dan beraktivitas fisik agar tidak mengganggu pernapasan. Dalam kasus ini, face shield dianggap sebagai alternatif selain masker. Namun, face shield tidak memberikan perlindungan yang setara dengan masker untuk mencegah penularan virus ke orang lain. 

Jika Anda memberikan face shield kepada anak, pastikan pelindung tersebut menutupi seluruh area wajah anak, melingkari sisi wajah, hingga ke bawah dagu. Bantu anak memakai face shield untuk menghindari cedera yang dapat membahayakan mata atau wajah anak. 

Apa yang Sebaiknya Dikenakan Bayi di Tempat Umum?

Pilihan terbaik adalah dengan tidak membawa anak ke tempat umum yang ramai, tapi terkadang itu tidak mungkin dilakukan. Jika Anda harus membawa bayi ke tempat umum, sebaiknya Anda melakukan hal berikut:

  • Gunakan kereta dorong yang memiliki penutup. 
  • Menutup kursi mobil dengan kain yang memungkinkan untuk bernapas bisa membantu mencegah bayi terpapar virus.
  • Jika anak masih terlalu kecil untuk masuk ke dalam gendongan bayi, posisikan tubuh mereka menghadap ke arah Anda dan usahakan tetap dekat dengan tubuh Anda.

Punya pertanyaan seputar bayi memakai masker? Tulis di kolom komentar. Lakukan tele-konsultasi bersama dokter spesialis anak terkemuka dari dalam dan luar negeri melalui Smarter Health.

Tele-konsultasi menjadi solusi untuk mengakses layanan kesehatan di tengah pandemi COVID-19 tanpa perlu membawa anak keluar rumah.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?