ibu hamil berpuasa

Amankah Ibu Hamil Berpuasa? Dokter Menjawab Begini

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Ramadan tiba, seluruh muslim tidak ingin melewatkannya, termasuk ibu hamil.  Namun, amankah ibu hamil berpuasa?

Secara umum, Ibu hamil yang sehat diperbolehkan menjalani puasa, asalkan kecukupan gizi dan nutrisi janin tetap terpenuhi. 

Ada waktu-waktu yang perlu diperhatikan ibu hamil ketika ingin berpuasa, khususnya selama trimester pertama dan kedua.

Bagaimana detilnya? Smarter Health mengutip jawabannya dari pendapat beberapa dokter spesialis di artikel ini.

Meskipun begitu, kami tetap sarankan Anda konsultasi langsung ke dokter spesialis kandungan, karena kondisi medis setiap ibu hamil berbeda.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Pendapat Dokter Spesialis Tentang Ibu Hamil Berpuasa

dr. Amaal Schroeder, dokter spesialis kandungan dari Afrika Selatan, menyarankan ibu hamil tidak berpuasa, terutama di trimester pertama kehamilan. 

Alasannya, karena pada usia kehamilan tersebut perkembangan dan pertumbuhan bayi sedang terjadi. Momen ini perlu didukung dengan asupan gizi dan nutrisi yang cukup agar kestabilannya tetap terjaga.

Glukosa menjadi sumber energi utama janin. Ketika Anda berpuasa, tubuh Anda akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kadar glukosa di dalam tubuh. 

dr. Amaal Schroeder menyebutkan bahwa selama kehamilan ada beberapa waktu di mana tubuh Anda berusaha memastikan pasokan glukosa yang konstan. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mempertahankan keseimbangan kadar glukosa darah agar tetap normal selama berpuasa.

Menurut dr. Amaal Schroeder, ibu hamil mungkin boleh menjalani puasa jika kondisi tubuh mendukung, tetapi ia lebih menyarankan untuk tidak puasa sama sekali selama sembilan bulan kehamilan. 

Amankah Ibu Hamil Puasa di Trimester Pertama?

Pada trimester pertama kehamilan, ketika usia kandungan antara 1 hingga 12 minggu, biasanya banyak ketidaknyamanan yang dirasakan ibu hamil. Misalnya, morning sickness atau mual saat hamil

Kondisi morning sickness memiliki gejala mual, tubuh lemas, dan kepala terasa pusing akibat perubahan hormon tubuh. Kondisi ini berisiko memicu ibu hamil menjadi dehidrasi, padahal janin membutuhkan asupan gizi dan nutrisi yang cukup untuk memaksimalkan proses tumbuh kembang. 

Memaksakan diri untuk tetap berpuasa pada trimester pertama cukup berbahaya. Kondisi tubuh ibu hamil yang dehidrasi dan janin kekurangan gizi bukan masalah yang bisa dianggap sepele. 

Hasil penelitian dari Universitas Columbia menemukan jika ibu hamil berpuasa di trimester pertama, maka akan memengaruhi bobot lahir bayi dan berisiko mengganggu kesehatannya. 

Di sisi lain, kondisi janin di usia kehamilan antara 1 hingga 12 minggu masih sangat lemah dan rentan keguguran. 

dr. Nisa Fathoni, Sp.OG, IBCLC, seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan sekaligus konsultan laktasi, menyampaikan agar ibu hamil tidak perlu memaksakan diri berpuasa. 

dr. Nisa menyebut ada beberapa kondisi, yang menjadi tanda bagi ibu hamil agar menunda berpuasa:

Trimester Pertama

Ibu hamil perlu menunda puasa jika mengalami salah satu kondisi berikut di trimester pertama kehamian:

  • Muntah berlebihan hingga lebih dari 3 kali.
  • Tubuh lemas dan gemetar, pusing, sakit kepala, dan mata berkunang-kunang,
  • Tanda-tanda dehidrasi: Sangat haus, mulut terasa kering, urine berwarna kuning pekat, buang air kecil kurang dari 6 kali selama 24 jam. 

Trimester Kedua

Selama trimester kedua, ibu hamil mesti menunda puasa jika mengalami:

  • Berat badan menurun.
  • Kontraksi teratur atau konstan.
  • Gerakan janin mulai terasa, yakni kurang dari 10 kali selama 12 jam. 
  • Tanda-tanda dehidrasi: Sangat haus, mulut terasa kering, bibir pecah-pecah, urine berwarna kuning pekat, buang air kecil kurang dari 6 kali selama 24 jam.

Disarankan untuk membuat jadwal konsultasi rutin dengan dokter kandungan selama ibu hamil berpuasa. Ini merupakan cara utama menjaga kehamilan selama berpuasa. 

Jangan paksakan diri bila merasa fisik ibu hamil tidak kuat.

Tips Aman Berpuasa Saat Hamil

Menjalani puasa selama masa kehamilan bukan hal yang mudah, tapi bukan tidak mungkin untuk dilakukan. 

Ikuti tips puasa saat hamil berikut ini guna menjaga stamina tubuh dan kecukupan gizi janin.

Persiapan Ibu Hamil Sebelum Puasa

  • Persiapkan makanan selama puasa sejak awal.
  • Bicarakan dengan dokter atau bidan Anda akan adanya kemungkinan komplikasi yang rentan saat puasa, terutama jika Anda menderita diabetes dan anemia. Lakukan pemeriksaan lebih sering selama puasa untuk memantau kadar gula darah. 
  • Kurangi jam kerja di bulan Ramadhan agar jam istirahat lebih banyak.
  • Minta bantuan dokter, bidan, atau ahli gizi untuk membantu Anda merancang menu makanan sehat saat puasa.
  • Siapkan buku dan alat tulis untuk mencatat makanan dan minuman yang Anda konsumsi setiap sahur dan berbuka.
  • Terbiasa minum kopi atau teh? Eliminasi minuman tersebut dari menu puasa, karena minuman berkafein sebaiknya dikurangi, bahkan sebelum Anda mulai puasa. Pastikan konsumsi kafein tidak lebih dari 200 mg per hari.

Selama Ibu Hamil Berpuasa

  • Hindari pemicu stres. Perubahan rutinitas seperti kurang makan dan minum cenderung memicu stres. Apalagi wanita hamil memiliki kadar hormon kortisol yang lebih tinggi saat berpuasa. 
  • Buat hati dan pikiran tenang. Maknai bulan Ramadhan dengan momen indah. Tidak perlu sungkan saat Anda ditawarkan bantuan dari keluarga yang ingin menjaga Anda.
  • Saling bertukar pengalaman dengan keluarga atau teman yang pernah puasa saat hamil. Minta tips dan saran sebanyak-banyaknya dari mereka.
  • Usahakan tidak berjalan jauh dan membawa barang berat selama berpuasa, termasuk pekerjaan rumah tangga dan apa pun yang melelahkan.
  • Tetap tenang saat Anda mengalami dehidrasi. Kondisi ini memang tidak baik untuk kesehatan Anda dan janin. Jika sudah mengkhawatirkan, segera hubungi dokter. 

Kapan Ibu Hamil Harus Membatalkan Puasa?

Meski sudah mengikuti tips puasa saat hamil, kendala saat berpuasa mungkin saja datang. Segera batalkan puasa dan hubungi dokter jika:

  • Perut terasa mual dan ingin muntah.
  • Anda mengalami sakit kepala, mata berkunang-kunang, tubuh lemas, hingga demam.
  • Bayi di dalam rahim tidak banyak bergerak atau menendang, ini menandakan kondisi abnormal.
  • Berat badan Anda kurang dari jumlah BMI yang ideal. Sangat penting bagi Anda untuk memantau berat badan selama berpuasa.
  • Anda merasa pusing dan ingin pingsan, bahkan setelah Anda cukup istirahat. Segera batalkan puasa dan minum segelas air putih, kemudian hubungi dokter.
  • Perut terasa sakit seperti kontraksi, karena ini bisa menjadi tanda persalinan prematur. Sebaiknya perkaya pengetahuan seputar jenis-jenis kontraksi agar Anda tidak salah mengambil tindakan.
  • Anda sangat haus, urine berwarna kuning pekat cenderung gelap, dan urine berbau kuat, karena ini adalah gejala dehidrasi. Kondisi ini rentan terhadap infeksi saluran kemih atau komplikasi lain.

Punya pertanyaan seputar menjalani puasa bagi ibu hamil? Tinggalkan di kolom komentar.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?