Anak Suka Makanan Manis, Ketahui Dampak dan Cara Membatasinya

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Anak Anda suka makanan manis? Makanan manis memang sudah dicap buruk bagi kesehatan lantaran konsumsinya yang memang perlu dibatasi pada orang dewasa. Mungkin Anda sudah familiar dengan gangguan kesehatan yang mungkin muncul jika gula dikonsumsi secara berlebihan. Diabetes, misalnya.

Sebelum Anda melarang anak Anda untuk menjauhi makanan kesukaannya, sebaiknya ketahui dulu sejauh apa pembatasan konsumsi gula pada anak perlu dilakukan. Cari tahu juga jawaban akan pertanyaan berikut–apakah gula hanya membawa dampak negatif pada tubuh anak? Atau jangan-jangan, gula dalam kadar tertentu sebenarnya dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak?

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Pentingnya Gula bagi Anak

Menurut seorang pakar gizi yang juga merupakan Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dr. dr. Saptawati Bardosino, M. Sc., justru diet gula tidak disarankan khususnya bagi anak-anak yang berusia 3-6 tahun.

Alasannya, gula merupakan bahan bakar untuk otak sehingga memaksimalkan kerja otak untuk berpikir. Anak-anak juga membutuhkan kalori yang didapat dari karbohidrat dan gula sebagai sumber energi.

Bahaya Gula bagi Anak

Meski memang diperlukan, konsumsi gula yang berlebihan dapat menjadi bumerang dan berakibat buruk bagi kesehatan anak. Berikut ini Smarter Health merangkum gangguan kesehatan yang mungkin muncul pada anak akibat konsumsi gula yang berlebihan.

Rentan flu, batuk, dan alergi

Seorang dokter anak asal Nemours Children’s Hospital di Orlando, Julie L Wei, menyebutkan bahwa konsumsi gula berlebihan pada anak-anak dapat menyebabkan hidung yang kemerahan, produksi lendir yang berlebihan, batuk, bahkan gejala infeksi sinusitis.

Obesitas

Dengan mengonsumsi terlalu banyak gula, anak dapat mengalami peningkatan berat badan yang tidak sehat yang dapat berujung pada obesitas. Jika sudah mengalami obesitas, perlu kerja ekstra serta komitmen tinggi untuk menurunkan berat badan anak.

Pasalnya, obesitas dapat terbawa hingga anak beranjak dewasa dan memiliki risiko terkena diabetes tipe-2 serta penyakit jantung di masa depan yang lebih tinggi. Juga penyakit kolesterol, gangguan tulang, serta tekanan darah tinggi.

Tidak hanya berakibat pada kesehatan fisik, obesitas juga dapat berpengaruh pada kesehatan mental anak, seperti mengurangi tingkat kepercayaan diri anak dan membuat anak lebih rentan terhadap stres.

Hiperaktif

Pernah mendengar istilah sugar rush? Sugar rush mengacu pada kondisi anak yang menjadi hiperaktif lantaran kebanyakan mengonsumsi gula. 

Hal ini masih menjadi perdebatan di ranah sains namun mengonsumsi makanan manis yang mengandung glisemik tinggi dapat meningkatkan kadar gula darah pada anak. Kadar gula darah inilah yang memunculkan energi berlebih pada anak. 

Anak pun juga dapat mengalami kesulitan menaruh perhatian. Meski demikian, naiknya kadar gula darah ini berlangsung relatif cukup cepat dan akan kembali normal tidak lama setelahnya.

Seorang dokter anak sekaligus penulis buku The Family Nutrition Book, William Sears mencatat bahia anak memiliki tingkat sensitivitas terhadap gula yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang dewasa.

Kadar sensitivitas inilah yang mempengaruhi perilaku serta kemampuan anak untuk berkonsentrasi jika mengonsumsi gula melebihi batas wajar.

Inflamasi saluran pernapasan

Pada beberapa kasus, anak-anak terlihat segar bugar namun pada malam hari, mereka mengalami kesulitan bernapas serta batuk-batuk. Salah satu penyebabnya, setelah diobservasi, adalah konsumsi susu coklat yang berlebihan setiap hari. 

Kombinasi antara susu dan gula cenderung lebih sulit untuk dicerna sehingga bersifat asam yang tinggi dalam tubuh. Hal ini dapat merusak jaringan di tenggorokan lantaran makanan seringkali kembali ke tenggorokan karena pencernaan yang terlalu asam.

Daya tahan tubuh lemah

Konsumsi gula yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan jumlah bakteri baik dan jahat dalam tubuh. Padahal, bakteri baik cukup penting untuk kesehatan tubuh anak mengingat fungsinya untuk mencerna makanan, memproduksi vitamin, serta membangun sistem imunitas tubuh.

Hal ini yang menyebabkan anak yang gemar makan makanan manis cenderung lebih mudah terkena pilek.

Kadar Gula yang Wajar bagi Anak

Anak membutuhkan gula untuk tumbuh kembangnya, tapi harus dalam batas yang wajar agak tidak membahayakan tubuhnya. Lantas seberapa konsumsi gula pada anak yang masih terbilang wajar?

Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) mencatat bahwa kebutuhan gula pada anak berada di angka 10% dari total kebutuhan energi yang diperlukan oleh anak.

Dengan demikian, kadar konsumsi gula yang wajar bagi anak beragam tergantung dari usia anak.

Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi Indonesia, anak dalam rentang usia 1-3 tahun membutuhkan energi 1000 kilo kalori. Sehingga maksimal kondisi gula yang dibutuhkan tidak lebih dari 25 gram atau setara dengan 5 sendok teh gula dalam sehari.

Sedangkan bagi anak dengan rentang usia 4-6 tahun, kadar konsumsi gula yang wajar berada pada 5-8 sendok teh gula. 

Cara Membatasi Porsi Gula pada Anak 

Agar anak tetap mendapat asupan gula yang seimbang, dianjurkan untuk menyuguhkan makanan sumber karbohidrat yang mengandung gula alami. Gula alami dapat ditemui pada sayur, buah, dan susu.

Pemilihan susu sebaiknya susu 0% sukrosa atau susu bebas gula agar mencegah kelebihan konsumsi gula.

Selain bebas gula, sebaiknya pilih susu yang mengandung nutrisi-nutrisi lain, seperti

  • DHA, untuk membantu perkembangan otak serta kognitif anak.
  • Vitamin B kompleks seperti B2, B3, B6 hingga B12, untuk membantu meningkatkan sistem metabolisme tubuh, menjaga kesehatan saraf serta sirkulasi darah.
  • Beta glucan, untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak.
  • Prebiotik, untuk menjaga kesehatan pencernaan.
  • Zinc, untuk menjaga keseimbangan berat badan dan pertumbuhan anak.

Jika memang diperlukan, Anda dapat berkonsultasi dengan nutrisionis yang akan memberikan meal plan untuk anak Anda. Nutrisionis akan memberikan penjelasan yang komprehensif serta rancangan makan yang telah disesuaikan dengan kondisi kesehatan anak Anda.

Untuk rekomendasi serta membuat janji dengan nutrisionis baik dalam maupun luar negeri, hubungi Smarter Health.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?