Angka Positif COVID-19 Melonjak Setelah Tahun Baru

Angka Positif COVID-19 Melonjak Setelah Tahun Baru

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Data yang dibagikan di halaman Satgas Penanganan COVID-19, menunjukkan adanya lonjakan kasus positif COVID-19 setelah tahun baru. Karena tentu saja, libur panjang natal dan tahun baru banyak digunakan sebagai momen pergi berlibur bersama teman atau keluarga. Namun, hal ini justru membuat kasus positif naik drastis. Simak informasi selengkapnya di bawah ini. 

Hubungi penyedia layanan kesehatan lewat Smarter Health jika Anda atau keluarga memiliki gejala COVID-19 agar mendapat penanganan yang tepat dan mencegah penyebarannya. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Angka Positif COVID-19 Melonjak Setelah Tahun Baru

Libur panjang natal dan tahun baru 2021 banyak ditunggu-tunggu. Tak jarang, orang-orang menggunakan libur panjang ini untuk pergi berlibur ke luar kota. Namun, libur panjang natal dan tahun baru 2021 berimbas pada melonjaknya angka kasus positif COVID-19. Jumlah kasus naik drastis hingga kembali mencetak angka tertinggi di Indonesia. 

Jubir Satgas Penanganan COVID-19, Wiku Adisasmito, memberikan keterangannya bahwa kondisi kenaikan angka positif COVID-19 terjadi karena imbas dari libur panjang. Pembelajaran dari beberapa libur panjang sebelumnya ternyata belum berhasil untuk memperbaiki keadaan. Menurut Wiku, Ini merupakan kondisi yang sangat mengkhawatirkan dan harus segera dihentikan. 

Dilansir dari CNBC Indonesia, ketaatan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan juga menurun pada akhir September hingga akhir Desember 2020. Presentasi tentang ketaatan masyarakat memakai masker menurun 28%, sedangkan ketaatan menjaga jarak dan menghindari kerumunan menurun 20,6%. Padahal memakai masker, menjaga jarak fisik dengan orang lain, menghindari kerumunan, dan mencuci tangan sangat penting untuk mencegah penyebaran COVID-19.

Penambahan kasus positif harian pasca tahun baru merupakan angka tertinggi sejak awal pandemi, kata Wiku. Kemungkinan angka ini terus meningkat sebanyak 500 kasus hanya dalam waktu satu hari. 

Gubernur DKI, Anies Baswedan, mengumumkan akan menarik ‘rem darurat’ untuk pengetatan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), karena meningkatnya jumlah kasus positif COVID-19 di Indonesia yang naik drastis. Anies menjelaskan bahwa saat ini Jakarta sedang berada di titik kasus aktif tertinggi.

Data Kasus Positif COVID-19 Setelah Tahun Baru

Hingga hari ini (17/01/2021), angka terkonfirmasi COVID-19 naik sebanyak 14,224 kasus, 143,517 kasus aktif, 727,358 sembuh, dan 25,767 meninggal dunia. Data ini bisa Anda akses langsung dari Satgas Penanganan COVID-19 di website covid19.go.id.

Untuk melihat lonjakan angka positif COVID-19 setelah tahun baru, baca tabel di bawah ini. 

Kasus TerkonfirmasiSembuhMeninggal
1 Januari 2021+8,072+6,839+191
2 Januari 2021+7,582+7,203+226  
3 Januari 2021+6,877+6,419+179
4 Januari 2021+7,166+6,753+177
5 Januari 2021+7,445+6,643+198
6 Januari 2021+8,854+6,767+187
7 Januari 2021+9,321+6,924+224
8 Januari 2021+10,617+7,446+233
9 Januari 2021+10,046+6,628+194
10 Januari 2021+9,640+7,513+182
11 Januari 2021+8,692+7,715+214
12 Januari 2021+10,047+7,068+302
13 Januari 2021+11,278+7,657+306
14 Januari 2021+11,557+7,741+295
15 Januari 2021+12,818+7,491+238

Tempat Tidur di RS Rujukan Terisi 90%

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan bahwa tingkat hunian di RS rujukan saat ini sudah mencapai 90%. Berdasarkan World Health Organization (WHO), angka ini masih ideal, yaitu 50%.

Siti Nadia Tarmizi mengatakan kepada BBC News Indonesia, saat ini bed occupancy rate masih 90%, itu artinya fasilitas pelayanan kesehatan masih bisa meningkatkannya. Caranya dengan mengubah beberapa tempat rawat inap menjadi tempat untuk menampung pasien dalam jumlah yang lebih banyak.

Pemerintah pusat telah mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan fasilitas isolasi mandiri untuk pasien tanpa gejala (OTG). Banyak yang sudah disiapkan, seperti hotel atau tempat-tempat isolasi mandiri yang tidak dilakukan di rumah sakit, kata Siti. Beliau juga mengimbau masyarakat untuk menunda rencana liburan di situasi pandemi seperti saat ini.

Bukan hanya jumlah tempat tidur, tapi jumlah perawat dan dokter yang menangani pasien di RS rujukan juga penting untuk diperhatikan. 

Jumlah Tempat Tidur Pasien Rumah Sakit Ditambah

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, meminta jumlah tempat tidur di RS rujukan ditambah sekitar 30% sampai 40% untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus positif COVID-19 setelah tahun baru. 

“Saya tadi baru tanda tangan meminta agar RS vertikal di bawah Kemenkes karena ada lonjakan tinggi, harus meningkatkan kapasitasnya dari sekitar 20 persenan alokasi buat pasien covid menjadi 30 atau 40 persen,” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR secara virtual, Selasa (12/1/2021). 

Menurut Budi, setelah libur panjang natal dan tahun baru, kasus baru COVID-19 naik secara drastis, yakni sekitar 30% hingga 40% kasus. Padahal jumlah tempat tidur yang tersedia di rumah sakit belum bertambah. 

Dilansir dari Kompas.com, kebutuhan jumlah tempat tidur saat ini semakin meningkat, dari 15.000 tempat tidur menjadi 36.000 tempat tidur. Budi meminta kepada pihak rumah sakit untuk segera melakukan penambahan jumlah tempat tidur agar cukup untuk menampung lonjakan pasien COVID-19.

Rencana Pemerintah Indonesia Menghadapi COVID-19 di Tahun 2021

Indonesia saat ini masih mampu menjalankan roda kehidupan meski banyak bagian yang terdampak pandemi. Masyarakat juga mampu beradaptasi dengan cara-cara baru agar wabah ini dapat segera teratasi dan satu per satu dampak ekonomi yang ditimbulkan dapat berangsur pulih. 

Presiden RI Joko Widodo optimistis Indonesia mampu bangkit dan menghasilkan banyak inovasi di tahun 2021. Begitu pula dengan kondisi ekonomi yang berangsur membaik. Hal ini mulai terasa pada triwulan III dan IV tahun 2020.

Investasi baru mulai bermunculan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat dan industri ke depan, sehingga kesempatan kerja semakin meningkat dan kesejahteraan masyarakat semakin baik. 

Untuk mewujudkan rencana tersebut, semua pihak harus berkomitmen untuk bisa segera menghentikan wabah ini. Karena itu, pemerintah akan terus berupaya untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 dan melaksanakan program vaksinasi pada tahun 2021 untuk menghentikan penyebarannya. 

Di sisi masyarakat, Presiden Joko Widodo meminta peningkatan disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan yang berlaku, seperti memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara teratur, serta tidak memandang sebelah mata penyebaran COVID-19. Karena itulah mengapa setiap orang harus disiplin melaksanakan protokol kesehatan. 

Punya pertanyaan seputar COVID-19? Tulis di kolom komentar atau hubungi penyedia layanan kesehatan di dalam dan luar negeri melalui Smarter Health.

Smarter Health memungkinkan Anda untuk mengakses layanan kesehatan kapan pun Anda membutuhkannya, karena menyediakan layanan telekonsultasi, konsultasi offline, membantu mencari rekomendasi rumah sakit, mencari dokter spesialis, dan menghitung estimasi biaya pengobatan di dalam dan luar negeri. 

Referensi:
Muhammad Irham (2020). BBC Indonesia. Natal dan tahun baru: Tingkat hunian RS Covid-19 hampir 100%, epidemiolog desak 'tindakan luar biasa' pemerintah.
Emin Yanwardhana (2020). CNBC Indonesia. Akhirnya Terungkap! Ini Biang Kerok Ledakan Kasus Covid-19 RI.
Kementerian Luar Negeri (2020). Welcoming 2021, President: Indonesia is Able to Rise.
Haryanti Puspa Sari (2020). Kompas. Sepekan Ini, Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Catat Rekor 3 Hari Berturut-turut.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?