alergi

Bisakah Sembuh dari Alergi Makanan?

Lim Keng Hua - Dokter THT Singapura - Otorhinolaryngology/ENT - Otorhinolaryngology/ENT
Penulis:
Dokter spesialis THT di Singapura

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Ketika seorang anak didiagnosis memiliki alergi makanan, salah satu pertanyaan pertama yang diajukan oleh orang tua adalah “akankah anak saya sembuh?”. dr. Lim Keng Hua, dokter spesialis THT di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura, menjelaskan lebih luas kepada kita tentang alergi makanan di masa kecil.

Alergi makanan terjadi ketika sistem imun Anda salah mengartikan komponen kimia tertentu di dalam makanan sebagai sesuatu yang berbahaya, dan mencoba untuk melindungi tubuh Anda terhadap komponen tersebut. 

Tubuh Anda melakukan perlindungan dengan melepaskan zat kimia seperti histamin, yang bisa menyebabkan peradangan. 

Sebagian besar reaksi alergi diklasifikasikan ringan dan tidak membahayakan nyawa. Namun, pada kasus yang lebih parah, alergi bisa menyebabkan anafilaksis, reaksi alergi yang serius dan mengancam nyawa.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Gejala reaksi alergi ringan meliputi:

  • Diare.
  • Muntah.
  • Gatal-gatal atau ruam.
  • Saluran hidung tersumbat.
  • Gatal tenggorokan.
  • Mata berair atau gatal.

Pemicu alergi makanan

Makanan yang menyebabkan reaksi alergi dikelompokkan sebagai pemicu. Makanan berikut ini menyebabkan hingga 90% alergi makanan:

  • Telur.
  • Ikan.
  • Susu.
  • Gandum.
  • Kerang.
  • Kedelai.
  • Kacang-kacangan.
  • Kacang pohon (walnut, pecan, almond).

Bagaimana merawat reaksi alergi ringan?

Ketika tubuh bereaksi pada makanan yang Anda makan, langkah pertama yang harus diambil adalah berhenti mengkonsumsi makanan tersebut. Paparan yang berulang terhadap alergen akan membuat kondisi semakin parah. 

Antihistamin seperti benadryl dapat membantu meringankan gejala seperti gatal-gatal pada reaksi alergi ringan.

Perbedaan antara alergi makanan dan intoleransi

Alergi makanan cenderung kurang umum dan lebih berbahaya jika dibandingkan dengan intoleransi makanan. Orang dengan alergi makanan disarankan untuk benar-benar menghindari alergen. 

Namun, orang yang memiliki intoleransi makanan masih boleh mengkonsumsi makanan yang bersangkutan dalam jumlah kecil.

Anak-anak dan orang dewasa bisa mengembangkan intoleransi pada beberapa jenis makanan berbeda seperti:

  • Laktosa – karbohidrat utama dalam produk olahan susu (intoleransi laktosa).
  • Gluten – protein yang ditemukan dalam gandum, rye, dan barley (intoleransi gluten).
  • Aditif makanan seperti bahan pengawet yang digunakan untuk memperpanjang masa penggunaan, pewarna makanan, dan perisa makanan (intoleransi aditif makanan).

Gejala intoleransi makanan meliputi

  • Perut begah.
  • Kembung.
  • Diare.
  • Sakit kepala.
  • Mual.
  • Ruam.
  • Serangan asma (hanya terjadi pada penderita asma yang sensitif terhadap sulfit).

Adakah cara untuk mencegah alergi makanan?

Pada beberapa kasus, memperkenalkan pemicu, juga dikenal dengan alergen, seperti kacang-kacangan pada anak pada usia dini (sebelum satu tahun) bisa menurunkan kemungkinan alergi pada makanan tersebut.

Mungkinkah alergi makanan sembuh?

Secara umum, namun tidak selalu demikian, anak-anak akan sembuh dari alergi terhadap susu, telur, gandum, dan kedelai dengan sendirinya. Namun, studi menunjukkan hanya 25% persen anak saja yang bisa sembuh dari alergi kacang.

Mungkinkah alergi baru muncul?

Meski sebagian besar alergi makanan muncul saat kecil, alergi juga bisa tumbuh saat dewasa. Alergi makanan yang paling umum pada orang dewasa adalah kerang, kacang pohon, kacang tanah, dan ikan.

Kapan saat yang tepat mencari pertolongan medis darurat?

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang serius dan mengancam nyawa. Reaksi anafilaksis yang umum adalah pada makanan, sengatan serangga, pengobatan, dan lateks.

Gejala reaksi anafilaksis meliputi

  • Tekanan darah rendah.
  • Ruam parah.
  • Napas tersengal-sengal.
  • Pembengkakan pada lidah atau tenggorokan.

Jika Anda mengalami reaksi alergi seperti ini, segera telepon ambulans. Jika dibiarkan saja tanpa perawatan, kondisi ini bisa mengancam nyawa.

Penulis: dr. Lim Keng Hua, dokter spesialis THT di Singapura. Diterjemahkan dari artikel Can You Outgrow a Food Allergy?

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?