Cara Berobat ke Luar Negeri di Masa Pandemi COVID-19

Cara Berobat ke Luar Negeri di Masa Pandemi COVID-19

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Seiring masa pandemi berjalan, beberapa pemerintah luar negeri telah memberikan pintu untuk berobat ke luar negeri. Contohnya Singapura dan Malaysia sudah menerima kedatangan warga negara asing (WNA) untuk berobat–tentunnya dengan berbagai aturan. 

Pengobatan di luar negeri kerap menjadi pilihan karena kualitas dokter spesialis dan ketersediaan teknologi medis mutakhir. Bagi Anda yang ingin berobat ke luar negeri di masa pandemi, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui terkait aturan baru yang berlaku di setiap negara. Tujuannya untuk meminimalisir penyebaran virus COVID-19.

Lalu, bagaimana cara berobat ke luar negeri di masa pandemi COVID-19? Simak informasi selengkapnya di bawah ini. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Syarat Berobat di Luar Negeri

Bagi Anda yang berencana berobat di luar negeri, terutama Malaysia dan Singapura, pahami beberapa syarat berikut ini:

  • Pada kasus evakuasi medis; pemindahan pasien dapat dilakukan dari rumah sakit Indonesia ke rumah sakit di Malaysia dan Singapura, serta pasien kritis yang membutuhkan perawatan intensif dan perawatan segera di ICU / HDU.
  • Hanya kondisi terpilih yang diizinkan masuk, yakni kondisi serius seperti kanker, kondisi jantung, atau penyakit serius lainnya.
  • Harus berkoordinasi dengan dokter untuk mendapatkan persetujuan dari komite rumah sakit dan Kementerian Kesehatan.
  • Perlu konfirmasi dari dokter Indonesia untuk menyatakan bahwa perawatan yang ditawarkan di Malaysia atau Singapura tidak tersedia di Indonesia.
  • Menjalani tes COVID-19 dan rontgen dada dalam waktu 48 jam sebelum masuk Malaysia atau Singapura.
  • Pendamping juga perlu melakukan tes COVID-19. Hasil tes perlu dikirim ke dokter atau klinik, setelah itu dokter akan mengeluarkan Sertifikat Pra-Keberangkatan kepada pasien.
  • Ambulans akan menjemput pasien langsung dari bandara atau terminal feri ke rumah sakit. 
  • Ketika di rumah sakit, pasien dan pendamping perlu melakukan tes COVID-19 lagi.
  • Jika hasilnya positif, pasien dan pendamping harus menjalani karantina di rumah sakit.
  • Jika hasilnya negatif, pasien dan pendamping akan diantar ke fasilitas Stay Home Notice (SHN) yang merupakan hotel yang ditunjuk oleh kementerian untuk melayani karantina pasien.

Berobat ke Malaysia saat Pandemi COVID-19

Sekarang sudah memungkinkan untuk menjalani pengobatan di Malaysia yang difasilitasi oleh Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC). Berikut ini persiapan sebelum berangkat, saat tiba di Malaysia, hingga sebelum pulang ke negara asal yang perlu Anda ketahui.

Persiapan Sebelum Berobat ke Luar Negeri:

  • Pasien membuat janji temu dengan dokter dan dokter bersetuju untuk merawat pasien.
  • Rumah sakit akan mengajukan permohonan izin kepada pihak Imigrasi Malaysia melalui MHTC.
  • Pasien harus melampirkan beberapa dokumen berikut:
    • Salinan paspor (berwarna) dan Kartu Keluarga.
    • Rekam medis pasien (jika ada) atau hasil pemeriksaan medis /imaging untuk rujukan dokter.
    • Surat persetujuan pasien dan pendamping.
  • Proses permohonan izin ke Imigrasi membutuhkan waktu 3 sampai 5 hari. Kemudian MHTC akan memberitahu rumah sakit terkait status diizinkan atau ditolak. 
  • Jika permohonan izin diterima, surat kelulusan kemasukan akan dikirimkan kepada pasien.
  • Pasien dan pendamping diharuskan:
    • Melakukan tes PCR COVID-19 (untuk kali pertama) 3 hari sebelum keberangkatan dan menghantar hasil negatifnya ke rumah sakit pilihan pasien sebelum berangkat.
    • Mengatur transportasi ke Malaysia (melalui air-ambulance, private jet, chartered flight atau chartered ferry).
    • Pasien dan pendamping mengunduh dan melakukan pendaftaran di dalam aplikasi MySejahtera sebelum berangkat ke Malaysia.
    • Mengonfirmasikan tanggal dan waktu keberangkatan ke Malaysia kepada rumah sakit pilihan.
  • Pasien dan pendamping disarankan untuk membawa pakaian dan perlengkapan mandi dan uang tunai yang mencukupi untuk waktu 14 hari. 

Saat Tiba di Malaysia:

  • MHTC akan membantu pasien dan pendamping di Imigrasi Malaysia. 
  • Pasien dan pendamping akan dijemput dengan ambulan ke rumah sakit pilihan.
  • Seorang pasien dan pendamping akan melakukan tes PCR COVID-19 yang kedua dan serangkaian tes lainnya saat tiba di rumah sakit. 
  • Pasien berobat menerima perawatan di rumah sakit. Pasien dan pendamping akan menjalani isolasi selama 14 hari (atau lebih) di rumah sakit. 
  • Selesai menjalani isolasi selama 14 hari, pasien dan pendamping diizinkan untuk menginap di hotel dengan mengisi Surat Persetujuan untuk menginap di luar rumah sakit.
  • Apabila pasien harus menerima perawatan lebih dari 14 hari, rumah sakit akan mengajukan perpanjangan paspor untuk pasien dan pendamping. Biaya perpanjangan paspor yakni sekitar RM1,300 atau sekitar Rp4.435.000 untuk 3 bulan.

Saat Pulang ke Negara Asal:

  • Setelah pengobatan, pasien dan pendamping harus melakukan tes PCR COVID-19 sebelum pulang.
  • Jika hasilnya negatif, pasien dan pendamping akan diizinkan pulang ke negara asal.
  • Pasien dan pendamping mengatur sendiri transportasi untuk pulang ke negara asal.
  • Pihak MHTC akan menemani pasien dan pendamping di bandara/pelabuhan demi keamanan selama proses imigrasi.

Berobat ke Singapura saat Pandemi COVID-19

Singapura sudah menerima turis medis yang ingin menjalani pengobatan. Namun, ada aturan Stay Home Notice (SHN) terkait pencegahan penyebaran COVID-19 yang perlu Anda patuhi.

Persiapan Sebelum Berobat ke Luar Negeri:

  • Berdasarkan permintaan dari pasien dan persetujuan oleh dokter, persetujuan dari rumah sakit (Dewan atau Manajemen Senior) akan menerima pasien sebelum mengajukan Aplikasi Izin Khusus untuk Pasien WNA dengan Spesialis di Singapura kepada Kementerian Kesehatan (MOH Singapura).
  • Untuk pasien baru atau pasien dengan kondisi baru, dokter spesialis yang menanganinya wajib menyediakan dokumen yang menyatakan bahwa keahlian spesialis yang dibutuhkan untuk menangani kondisi medis baru tersebut tidak tersedia di negara tempat tinggal pasien.
  • Pasien dan pendamping harus mengisi formulir Deklarasi. 
  • Perhatikan bahwa permohonan dan persetujuan dari MOH hanya akan diberikan sekali.
  • Izin khusus yang telah disetujui hanya berlaku selama 30 hari terhitung dari tanggal persetujuan.
  • Pasien dan pendamping yang mendampinginya wajib menjalani Stay Home Notice (SHN) dan menanggung biaya SHN bila tinggal di fasilitas SHN yang telah ditetapkan.
  • Sebelum surat persetujuan izin khusus diterbitkan, pasien dan pendamping wajib membayar biaya pemeriksaan swab test COVID-19 yang dilakukan sebelum akhir masa SHN serta biaya tinggal di fasilitas SHN yang ditetapkan. 

Perkiraan Biaya dan Hal lainnya

  • Perkiraan biaya sebagai berikut:
    • Biaya swab test COVID-19: sampai dengan $200 atau sekitar Rp2.090.000.
    • Fasilitas SHN yang ditetapkan (SDF) – single room: $2000 atau sekitar Rp20.900.000.
    • Fasilitas SHN yang ditetapkan (SDF) – shared room: $1300 per orang atau sekitar Rp13.585.000.
  • Sebelum surat persetujuan ijin khusus dapat diterbitkan, pasien dimohon mengisi formulir di https://go.gov.sg/mohshnpayment.
  • Setelah surat ijin khusus diterbitkan, pasien dan pendamping harus melakukan pemeriksaan pra-keberangkatan:
    • Pasien dan pendamping harus menjalani satu kali tes PCR COVID-19 dengan hasil negatif dalam waktu 48 jam terhitung sejak tanggal/waktu pemeriksaan sampai tanggal/waktu keberangkatan.
    • Pasien tidak boleh dicurigai suspek pneumonia pada pencitraan dada yang dilaksanakan dalam waktu 48 jam terhitung sejak tanggal/waktu pemeriksaan sampai tanggal/waktu keberangkatan.
    • Pemeriksaan swab COVID-19 dan ronsen dada harus dilaksanakan dalam waktu 48 jam dari keberangkatan.
    • Jika semua pemeriksaan pra-keberangkatan negatif, dokter harus mengisi sertifikasi formulir hasil tes pra-keberangkatan dan mengirimkannya kepada pasien. Pasien harus mencetak formulir pada kertas putih dan menyerahkannya bersama dengan surat ijin khusus untuk diperiksa di pos pemeriksaan Singapura.
  • Pasien dan pendamping wajib menyerahkan deklarasi kesehatan elektronik/e-health declaration ke ICA dalam waktu 3 hari sebelum tanggal tiba di Singapura. 

Saat Tiba di Singapura:

  • Menggunakan ambulance khusus milik rumah sakit.
  • Tes PCR COVID-19 akan dilakukan dua kali, dengan jarak 24 jam setelah waktu swab test pertama.
  • Jika hasil tes pasien atau pendamping salah satunya atau keduanya positif COVID-19, pasien dan pendamping akan dirawat di rumah sakit.
  • Jika kedua tes menunjukkan hasil negatif pasien akan dipulangkan ke lokasi Stay Home Notice (SHN) untuk menjalani SHN, sesuai ketentuan SHN yang berlaku. 
  • Bila kedua hasil tes negatif tapi pasien membutuhkan rawat inap di sepanjang masa SHN, rumah sakit penerima wajib melakukan exit swab sebelum akhir masa SHN sesuai dengan ketentuan SHN yang berlaku saat ini.
  • Setelah keluar dari RS, pasien dapat mulai menghadiri janji temu medis mereka dengan dokter spesialis yang ditunjuk selama masa SHN mereka.

Cara Berobat ke Luar Negeri Lewat Smarter Health

Ada punya rencana berobat di Malaysia atau Singapura? Smarter Health sebagai solusi berobat di dalam dan luar negeri siap membantu Anda. Berikut ini cara berobat ke luar negeri melalui Smarter Health:

  • Buka situs smarterhealth.id untuk mencari rekomendasi dokter spesialis atau rumah sakit di luar negeri.
  • Di menu utama, pilih ‘Rekomendasi dokter/rumah sakit’.
  • Isi form yang tersedia, seperti nama lengkap. nomor WhatsApp (handphone), dan alamat email.
  • Pilih negara tujuan yang tersedia, yaitu Singapura, Malaysia, dan Indonesia.
  • Tentukan jadwal konsultasi dengan dokter.
  • Tulis keluhan atau pesan untuk dokter di kolom yang tersedia.
  • Pilih centang untuk informasi promo dan lainnya.
  • Jika formulir sudah diisi dengan lengkap, klik ‘Kirim Pesan’.

Selain rekomendasi dokter spesialis dan rumah sakit, Smarter Health juga menyediakan layanan gratis untuk membuat janji konsultasi, menghitung estimasi biaya berobat, dan membantu Anda dalam mencari paket medical check up

Hubungi Smarter Health jika Anda berencana berobat di Malaysia atau Singapura dan ingin mendapat persetujuan melalui dokter atau Kementerian Kesehatan. Smarter Health akan membantu merekomendasikan dokter yang sesuai dengan kondisi Anda hingga menyusun rencana perawatan di luar negeri.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?