Cara Mengatasi Tantrum pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu

Cara Mengatasi Tantrum pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Menghadapi anak tantrum tidak semudah kedengarannya. Kita membutuhkan kesabaran ekstra dan strategi yang tepat agar anak dapat mengelola emosinya. Sebab itu, Anda harus tetap tenang saat menghadapi anak tantrum.

Tantrum pada anak harus kita anggap normal, karena menjadi bagian dari perkembangan. Namun, beberapa kondisi tantrum ada saatnya kita anggap tidak normal, yakni ketika anak mulai menyakiti diri sendiri atau orang lain di sekitarnya.

Orangtua harus mengetahui bagaimana cara menghadapi anak tantrum dan cara mencegahnya. Simak informasi selengkapnya tentang tantrum pada anak di bawah ini. Apabila anak menunjukkan gejala tantrum yang tidak normal, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis anak melalui Smarter Health. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Apa Itu Tantrum?

Tantrum adalah episode kemarahan dan frustrasi ekstrem dengan tanda-tanda tangisan, teriakan, dan gerakan tubuh yang kasar, termasuk melempar barang, jatuh ke lantai, dan membenturkan kepala, tangan, dan kaki ke lantai.

Kemungkinan setiap orangtua pernah menyaksikan anak mereka mengamuk pada satu waktu atau lainnya. Perilaku tantrum biasanya menurun seiring waktu ketika anak mulai belajar cara-cara yang lebih pantas secara sosial untuk menangani emosi mereka.

Kenapa Anak Mengalami Tantrum?

Gejala tantrum pada anak seperti marah, mengamuk, merengek, dan menangis hingga berteriak, menendang, memukul, dan menahan napas. Semuanya termasuk gejala umum yang terjadi pada anak laki-laki dan perempuan yang biasanya terjadi antara usia 1 hingga 3 tahun.

Beberapa anak mungkin sering mengamuk, sedangkan yang lain jarang mengalaminya. Tantrum merupakan bagian normal dari perkembangan anak, karena menjadi cara anak-anak untuk menunjukkan bahwa mereka kesal atau frustrasi terhadap suatu hal. 

Tantrum dapat terjadi ketika anak-anak lelah, lapar, atau tidak nyaman karena menginginkan sesuatu. Namun, mereka tidak bisa mendapatkan sesuatu untuk melakukan apa yang mereka inginkan. Belajar menghadapi frustrasi adalah keterampilan yang anak-anak peroleh dari waktu ke waktu.

Balita belum bisa mengatakan apa yang mereka inginkan, rasakan, atau butuhkan. Ketika anak-anak menyadari bahwa mereka tidak dapat melakukannya dan tidak dapat memiliki semua yang mereka inginkan, mereka mungkin akan mengamuk. Saat keterampilan bahasa meningkat, amukan cenderung menurun.

Apa yang Harus Dilakukan saat Anak Tantrum?

Usahakan tetap tenang saat menghadapi anak tantrum. Jangan memperumit masalah dengan rasa frustrasi atau amarah Anda sendiri, karena tugas Anda adalah membantu anak belajar tenang.

Tantrum harus kita tangani secara berbeda tergantung pada penyebab anak marah. Terkadang, Anda perlu memberikan hiburan. Sebaiknya alihkan perhatian anak dengan aktivitas baru. Saat anak sedang lelah atau lapar, mungkin inilah waktunya untuk tidur siang atau makan camilan. 

Jika anak mengamuk untuk mendapatkan perhatian orangtua, salah satu cara terbaik untuk menghadapinya adalah dengan mengabaikannya. Ketika amukan terjadi setelah anak menerima penolakan, tetaplah tenang dan jangan memberikan banyak penjelasan mengapa mereka tidak bisa mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sebaliknya, lanjutkan ke aktivitas lain bersama anak untuk mengalihkan perhatiannya.

Anak-anak prasekolah dan anak-anak yang lebih tua cenderung menggunakan amukan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan jika mereka mengetahui bahwa cara tersebut berhasil. Sebab itu, jangan mengalah dari amukan anak, karena hanya akan membuktikan kepada mereka bahwa amukan adalah cara efektif untuk mendapatkan yang mereka inginkan. 

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Anak Tantrum?

Puji anak Anda ketika berhasil memenangkan dirinya sendiri. Anak-anak mungkin sangat rentan setelah mengamuk. Saat anak Anda mulai tenang, itulah waktu yang tepat untuk memberikan pelukan dan meyakinkan anak bahwa Anda tetap mencintai mereka apa pun yang terjadi.

Pastikan anak cukup tidur, karena kurangnya jam tidur menyebabkan anak menjadi hiper, tidak menyenangkan, dan berperilaku ekstrem. Tidur yang cukup dapat mengurangi amukan. Cari tahu berapa lama waktu tidur yang dibutuhkan sesuai usia anak Anda, karena setiap anak memiliki kebutuhan tidurnya sendiri.

Cara Mencegah Tantrum pada Anak

Berikut ini beberapa tips yang mungkin dapat membantu mencegah tantrum pada anak, di antaranya:

  • Berikan banyak hadiah berupa pujian dan perhatian atas perilaku positifnya.
  • Pertimbangkan dengan hati-hati ketika anak Anda menginginkan sesuatu untuk mencegah tantrum. 
  • Jika anak sedang lelah, ini bukanlah waktu terbaik untuk berbelanja atau mencoba melakukan satu tugas lagi.
  • Tawarkan pilihan kecil seperti saat memilih minum jus apel atau jus jeruk atau ingin menyikat gigi sebelum atau sesudah mandi. Dengan begitu, Anda memberi anak-anak kendali atas hal-hal kecil. 
  • Alihkan perhatian anak Anda dengan menawarkan sesuatu yang lain untuk menggantikan apa yang tidak dapat mereka miliki. Mulailah aktivitas baru untuk menggantikan aktivitas yang membuat frustasi. 
  • Bantu anak-anak mempelajari keterampilan baru dan berikan pujian untuk membantu mereka merasa bangga atas apa yang mereka lakukan. Mulailah dengan sesuatu yang sederhana sebelum melanjutkan ke tugas yang lebih menantang.
  • Jauhkan objek yang tidak boleh dimainkan anak dari pandangan dan jangkauan mereka untuk memperkecil kemungkinan amukan. Namun, hal ini tidak selalu memungkinkan, terutama di luar rumah yang lingkungannya tidak dapat dikendalikan.

Bagaimana Jika Tantrum Anak Menjadi Berbahaya? 

Pada kondisi tertentu, anak akan menyakiti diri sendiri atau orang di sekitarnya saat tantrum. Perilaku tersebut tentu berbahaya dan harus segera diatasi. Jika amukan semakin meningkat, keluarkan anak dari situasi tersebut dan berikan waktu istirahat, seperti:

  • Dudukkan anak Anda di tempat yang membosankan, seperti di kursi di ruang tamu atau di lantai di lorong dan tunggu sampai tenang. Pertimbangkan untuk memberikan satu menit waktu istirahat.
  • Jika anak mulai berkeliling sebelum batas waktu berakhir, kembalikan anak ke tempat yang ditentukan. Jangan menanggapi apa pun yang dikatakan anak selama waktu istirahat.
  • Ketika anak sudah tenang, diskusikan secara singkat alasan mengapa Anda menerapkan waktu istirahat dan mengapa perilaku mengamuk tidak pantas dilakukan. Kemudian kembali ke aktivitas Anda yang biasa. Namun, jangan gunakan terlalu banyak waktu tunggu agar tetap bekerja secara efektif. 

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Saat pengendalian diri anak meningkat, kemungkinan amukan menjadi lebih jarang. Kebanyakan anak mulai mengalami perubahan perilaku amukan pada usia 3 ½ tahun. 

Jika anak Anda melukai dirinya sendiri atau orang lain, menahan napas saat mengamuk hingga pingsan, atau amukan semakin memburuk setelah usia 4 tahun, diskusikan kekhawatiran Anda dengan dokter spesialis anak. Dokter mungkin mempertimbangkan adanya masalah fisik atau psikologis yang dapat menyebabkan tantrum.

Punya pertanyaan seputar tantrum pada anak? Tulis di kolom komentar atau hubungi dokter spesialis anak melalui Smarter Health jika anak Anda mengalami gejala tantrum yang membahayakan diri sendiri atau orang di sekitarnya. 

Smarter Health memungkinkan Anda mengakses layanan kesehatan kapan pun Anda membutuhkannya. Tersedia layanan telekonsultasi, konsultasi offline, membantu mencari rekomendasi rumah sakit, mencari dokter spesialis, dan menghitung estimasi biaya pengobatan di dalam dan luar negeri. 

Referensi:
Encyclopedia of Children's Health. Tantrums.
Kids Health for Nemours, Reviewed by Lauren M. O'Donnell (2018). Temper Tantrums.
Mayo Clinic (2020). Temper tantrums in toddlers: How to keep the peace.
Amy Morin (2020). Very Well Family. What Is a Tantrum?

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?