gangguan makan anak

Daftar Gangguan Makan Pada Balita dan Solusinya

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Si balita mulai pilih-pilih makan? Hanya mau makanan tertentu? Hati-hati, bisa jadi itu gejala ada gangguan makan anak.

Pola makan tidak normal pada balita dapat mengganggu pertumbuhannya. 

Dalam dunia medis, 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) sangat menentukan arah tumbuh kembang anak. Masa 1000 HPK terhitung sejak terbentuknya embrio hingga anak berusia 2 tahun. 

Masa 1000 HPK juga disebut masa emas pertumbuhan.

dr. Nur Aisyah Wijaya Sp.A, seorang dokter spesialis anak konsultan nutrisi dan penyakit metabolik, mengatakan 80% otak terbentuk pada masa 1000 HPK. 

Gangguan makan pada masa tersebut, berpengaruh pada perkembangan intelektual, kemampuan fokus, fungsi memori, kemampuan mengambil keputusan, serta kecerdasan emosi anak di kemudian hari.

Apa saja jenis gangguan makan yang terjadi pada balita? 

Smarter Health telah merangkum daftar gangguan makan yang sering menimpa anak terutama di usia balita, beserta gejala dan cara menanganinya.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

1. Picky Eater (Pemilih Makanan)

Picky eater adalah kondisi ketika anak menjadi selektif terhadap apa yang ia makan dan cenderung memilih-milih makanan. Umumnya, gangguan makan ini terjadi ketika anak berusia 2 hingga 3 tahun dan ada kemungkinan berlanjut sampai mereka berusia 6 tahun.

Di Indonesia, cukup banyak anak yang mengalami kesulitan makan kategori picky eater

Menurut penelitian tahun 2015 oleh Sudibyo Supardi, peneliti dari Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan RI, 33,6 persen anak usia pra-sekolah di Jakarta mengalami gangguan makan jenis ini. 

44,5 persen di antaranya terkena malnutrisi ringan, dan 79,2 persen dari anak-anak tersebut telah mengalami kesulitan makan picky eater lebih dari 3 bulan. 

Jika anak terlihat enggan mengonsumsi makanan yang disajikan, Anda dapat memperhatikan jenis makanan yang bisa dan tidak bisa dilahap anak. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui preferensi anak Anda dalam memilih makanan. 

Misalnya, anak Anda hanya mau makanan yang manis atau hanya mau makanan yang teksturnya lembek, dan lain sebagainya.

Anda tidak perlu khawatir jika anak Anda terlihat pilih-pilih makanan mengingat pada rentang usia tersebut, anak memang sedang melalui periode memilih makanan. 

Selain itu, pada usia balita, anak juga sedang mengalami perkembangan pada area psikis, serta sudah mampu menyampaikan opininya. 

Solusi anak picky eater

Solusi jika balita Anda termasuk picky eater, lakukan hal-hal berikut:

  • Tetap berusaha untuk mengenalkan anak dengan makanan yang memiliki rasa, tekstur, bentuk, dan warna yang berbeda-beda agar anak Anda dapat mengeksplor jenis makanan yang ia sukai dan tidak.
  • Jika Anda sudah mengetahui makanan apa yang menjadi preferensi anak, coba selingi dengan makanan lain di luar kelompok itu dan sajikan dengan menarik agar selera makan anak meningkat. Siasati juga dengan menyajikannya dengan perlengkapan makanan dengan motif favoritnya.
  • Tetap buat suasana makan jadi menyenangkan. Jangan sampai anak merasa tertekan dan terpaksa untuk makan dan hindari memaksa apalagi menghukum anak.

Selain karena selektif, bisa jadi anak Anda mengalami problem picky eater karena sedang mengalami gangguan pada area mulutnya, seperti gangguan motorik oral atau sensori. 

Ada kemungkinan juga anak Anda sedang merasa sakit. Untuk mengetahui alasan pastinya, lebih baik Anda langsung melakukan konsultasi dengan dokter spesialis anak atau ahli gizi.

2. Mengemut Makanan

Pada balita, ada kecenderungan anak tidak mengunyah dan mengemut makanan yang masuk ke mulutnya. Hal ini dapat membuat proses makan menjadi lebih lama dan makanan yang tidak terkunyah dengan baik cenderung tidak baik jika langsung ditelan.

Penyebab dari anak yang suka mengemut beragam. 

Salah satunya, gigi anak sedang tumbuh, anak mengalami sariawan, sakit gigi, atau bahkan radang tenggorokan. Juga ada kemungkinan anak mengalami masalah sensorik di area mulut atau bahkan masalah pada sistem pencernaan.

Alasan lain yang mungkin membuat anak hanya mengemut makanannya adalah ia merasa bosan dengan makanan yang disajikan. Bisa juga karena ia seringkali kena omelan pada saat makan, ia akan menganggap makan menjadi proses yang berat dan dapat menimbulkan trauma. Akhirnya anak memilih mengemut makanan agar merasa aman.

Solusi anak yang suka mengemut makanan

Jika anak Anda tidak mau mengunyah makanan yang ia makan dan hanya mengemutnya, coba lakukan solusi-solusi berikut:

  • Hindari bersikap terlalu keras pada anak dan memaksa mereka mengunyah dan menelan makanan. Sebaliknya, Anda dapat memberi pengertian dengan nada dan intonasi yang ramah dan menerangkan pentingnya mengunyah makanan sebelum ditelan.
  • Perkecil porsi makan anak sehingga anak tidak merasa kewalahan harus menghabiskan makanan dalam porsi yang banyak. Jika anak masih disuapi, berikan porsi yang lebih kecil dalam setiap suapan.
  • Tetap berkreasi dalam menyajikan makanan, mulai dari variasi jenis dan tampilan yang menarik agar meningkatkan nafsu makan anak. Namun hindari menyajikan makanan yang dapat memicu rasa mual, seperti makanan yang mengandung rempah-rempah kuat, atau makanan yang memiliki bau yang kuat.
  • Konsultasi dengan dokter spesialis anak agar mengetahui apakah anak mengalami masalah pada area gigi, mulut, dan tenggorokan.

3. Fussy Eating (Menolak Makan)

Menurut dokter asal Amerika Serikat, dr. Bradley C. Riemann, PhD, sekitar 20 persen anak balita mengalami fussy eating atau menolak makan. 

Penyebabnya beragam, di antaranya tidak menyukai rasa, tekstur, aroma, serta tampilan makanan yang disajikan. 

Fussy eating adalah gangguan makan pada anak setingkat lebih parah dibandingkan dengan picky eater. Pada tahap ini, anak biasanya sepenuhnya menolak makan sama sekali atau yang sering disebut dengan gerakan tutup mulut.

Ada alasan yang lebih serius di balik anak yang mengalami fussy eating

Bisa jadi anak pernah mempunyai pengalaman yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan makan. Misalnya, pernah tersedak makanan kenyal sehingga ia cenderung takut dan menghindari semua makanan yang bertekstur kenyal untuk mencegah peristiwa tersedak tersebut.

Solusi anak yang fussy eating

Cara penanganan bagi anak yang mengalami fussy eating, kurang lebih masih sama dengan dua gangguan makan sebelumnya, seperti: 

  • Menyediakan makanan dengan tampilan menarik. 
  • Memperkenalkan anak dengan makanan dalam berbagai variasi.
  • Memperkecil porsi makan anak tapi memperbanyak frekuensi makan.

Apa Penyebab Gangguan Makan Anak?

Sebagian besar penyebab anak mengalami gangguan makan berakar dari kurangnya pengetahuan orang tua mengenai cara pemberian makan yang benar.

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam memberi makan anak yaitu: 

  • Tepat waktu. 
  • Menjaga kuantitas dan kualitas makanan. 
  • Penyajian makanan yang higienis. 
  • Pemberian makanan yang disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang anak.

Kurang tegasnya orang tua dalam menemani anak makan juga berpengaruh pada kebiasaan anak makan. 

Hindari membiarkan anak makan sambil bermain, pastikan anak makan secara teratur, dan jangan biarkan anak makan dalam durasi yang terlalu lama. 

Meski harus tegas dalam pemberian makan pada anak, perlu diingat bahwa Anda harus menciptakan suasana makan menjadi suasana yang menyenangkan. Hal ini untuk mencegah anak merasa tertekan setiap kali makan. 

Tantangannya memang menemukan keseimbangan antara ketegasan yang tetap membangun, bukannya membuat anak tertekan.

Apakah anak Anda mengalami gangguan makan jenis lainnya? Ceritakan di kolom komentar.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?