Aldosteron

Daftar Isi

Aldosteron adalah hormon yang diproduksi di bagian luar atau korteks dari kelenjar adrenal yang berada di atas ginjal. Aldosteron memainkan peran penting dalam pengaturan tekanan darah, terutama dengan bekerja pada organ-organ seperti ginjal dan usus besar untuk meningkatkan jumlah garam (natrium) yang diserap kembali ke dalam aliran darah dan untuk meningkatkan jumlah kalium yang diekskresikan dalam urin. Aldosteron juga menyebabkan air diserap kembali bersama dengan natrium; hal ini meningkatkan volume darah dan juga tekanan darah.

Tekanan darah tinggi biasanya tidak memiliki gejala atau tanda-tanda peringatan. Tekanan darah tinggi dapat membahayakan pembuluh darah, jantung, otak, mata, dan ginjal. Kombinasi kebiasaan yang tidak sehat, seperti merokok, pola makan yang buruk, dan kurang olahraga dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tujuan Tes Aldosteron

Tes aldosteron berguna untuk memeriksa kadar hormon aldosteron dalam tubuh. Aldosteron adalah pengatur utama natrium dan kalium dalam tubuh. Tubuh manusia membutuhkan aldosteron untuk menahan natrium dan air untuk menjaga level tekanan darah. Tetapi terlalu banyak aldosteron dapat membuat ginjal menyimpan terlalu banyak natrium dan air. Cairan tambahan itu lalu berakhir di aliran darah, yang menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Individu dengan aldosteron tingkat tinggi memiliki kondisi yang dikenal sebagai hiperaldosteronisme. Keluhan ini biasanya disebabkan oleh tumor kecil dan jinak pada kelenjar adrenal. Hiperaldosteronisme dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, kadar kalium rendah dan peningkatan volume darah yang tidak normal karena cara hormon mempengaruhi tubuh. 

Kemungkinan lain juga adalah kadar aldosteron yang rendah. Penyakit yang bisa timbul dari kurangnya kadar aldosteron adalah kekurangan adrenal primer, yang dapat menyebabkan hilangnya fungsi adrenal secara umum. Pasien yang kekurangan adrenal primer disebabkan oleh kadar aldosteron yang rendah dapat mengalami tekanan darah rendah, peningkatan kadar kalium, dan kelesuan.

Mutasi genetik juga dapat memengaruhi produksi aldosteron. Pasien dengan kelainan genetik langka ini akan mengalami gejala yang mirip dengan kekurangan adrenal primer tetapi gejalanya biasanya tidak begitu terlihat.

Siapa yang Membutuhkan Tes Aldosteron

Kekurangan serta kelebihan hormon aldosteron dapat menyebabkan berbagai keluhan medis. Dalam pengobatan, penting bagi pasien untuk selalu memonitor level aldosteron agar tekanan darah selalu dapat terjaga. Namun beberapa orang memiliki kondisi medis yang menyebabkan kadar aldosteron menjadi abnormal, sehingga membutuhkah tes aldosteron untuk dapat selalu memantau kadar aldosteron dalam tubuh. 

Sindrom Conn

Disebut juga hiperaldosteronisme primer. Sindrom Conn terjadi ketika tubuh memproduksi aldosteron terlalu banyak. Dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan level kalium menjadi rendah. Sindrom Conn biasanya merupakan akibat dari pembentukan tumor jinak kecil pada kelenjar adrenalin, bagian yang bertanggung jawab pada produksi aldosteron.

Penyakit Addison

Cara kerja hormon saling berkaitan satu sama lain. Ketika tubuh tidak cukup memproduksi hormon kortisol, dampak utamanya adalah tubuh tidak menghasilkan cukup aldosteron. Ketika ini terjadi maka akan muncul keluhan kesehatan seperti tekanan darah rendah, tingkat kalium meningkat dan rasa lelah di seluruh tubuh. Addison bisa terjadi ketika ada kerusakan pada kelenjar adrenalin.

Aldosteronisme sekunder

Kegagalan kerja organ juga dapat mempengaruhi kerja organ lainnya. Aldosteronisme sekunder dapat terjadi ketika tubuh memproduksi lebih banyak aldosteron sebagai respons terhadap masalah dengan organ lain, seperti hati, jantung, atau ginjal. Aldosteronisme sekunder dapat menyebabkan hal-hal seperti tekanan darah tinggi, kadar kalium rendah dan penumpukan cairan dalam tubuh.

Estimasi Biaya Tes Aldosteron

Biaya tindakan tes aldosteron tergantung pada rumah sakit atau klinik yang menyediakan prosedur tersebut. Tiap-tiap rumah sakit dan klinik biasanya memiliki berbagai paket pelayanan yang bisa dipilih oleh pasien tergantung pada kebutuhan diagnosa juga kemampuan finansial pasien. 

Di Indonesia, umumnya tes aldosteron berkisar mulai dari Rp75.000. Beberapa rumah sakit ada yang menawarkan harga di atas rentang tersebut, dengan pertimbangan opsi yang lebih beragam tentunya. Perhitungan tersebut belum termasuk obat-obatan yang nantinya digunakan untuk mengobati keluhan pasien.

Untuk mendapatkan detail biaya tes aldosteron di dalam dan luar negeri, silakan hubungi Smarter Health.  

Sebelum Tes Aldosteron

Secara umum, tidak ada persiapan khusus sebelum melakukan prosedur tes aldosteron. Namun pasien tetap perlu melakukan berbagai tahap, baik itu administratif maupun medis.  

  • Pasien individu perlu membuat janji dengan dokter untuk melakukan prosedur tes aldosteron, terutama bila tes ini adalah salah satu rangkaian dari tes lain yang akan dijalani pasien.
  • Informasikan tentang riwayat kesehatan yang dimiliki pasien kepada dokter. Karena ada beberapa penyebab dari abnormalnya level tekanan darah, aldosteron adalah salah satunya.
  • Bila sudah pernah melakukan tes aldosteron sebelumnya dengan dokter di rumah sakit yang berbeda, maka pasien perlu memberikan informasi hasil tes dan waktu tesnya untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai keadaan kondisi pasien.

Selama Tes Aldosteron

Tes aldosteron hampir seperti tes darah pada umumnya. Seorang dokter atau perawat spesialis akan mengambil darah dari pembuluh darah, biasanya di bagian dalam siku atau punggung tangan pasien.

Pertama, dokter akan membersihkan bagian kulit di atas vena dengan antiseptik. Selanjutnya, dokter melilitkan semacam pita atau gelang elastis di lengan yang dapat membendung aliran darah, menyebabkan pembuluh darah pasien sedikit menonjol keluar. Dokter kemudian memasukkan jarum kecil ke dalam pembuluh darah dan mengumpulkan darah pasien dalam botol steril.

Sesudah Tes Aldosteron

Setelah dokter mengumpulkan sampel darah pasien, dokter akan melepaskan pita atau gelang elastis itu di lengan dan meminta pasien untuk memberi tekanan pada tempat tusukan dengan kain kasa menggunakan tangan. Mungkin juga menggunakan selotip atau perban untuk menahan kain kasa di atas lokasi suntikan. Proses tersebut biasanya dilakukan tidak sampai lima menit.

Memahami Hasil Tes Aldosteron

Ketika hasil tes sudah keluar, maka dokter akan membacakan pada pasien apa maksud dari tes tersebut serta diagnosanya. Secara singkat, hasil tes dapat digambarkan seperti ini:

  • Jika tes menunjukkan tingkat aldosteron yang tinggi, tingkat renin yang rendah dan tingkat kortisol normal, dokter dapat mendiagnosis pasien memiliki Sindrom Conn atau hyperaldosteronism.
  • Jika hasil pasien menunjukkan aldosteron tingkat tinggi dan renin tingkat tinggi, pasien mungkin memiliki aldosteronisme sekunder.
  • Jika kadar aldosteron dan kortisol lebih rendah dari normal, dan kadar renin tinggi, pasien mungkin didiagnosis menderita penyakit Addison.
  • Jika kadar aldosteron dan renin rendah, sementara tingkat kortisol tinggi, pasien mungkin didiagnosis menderita sindrom Cushing.

Resiko Melakukan Tes Aldosteron

Tes ini bisa dilakukan rutin karena memiliki risiko rendah, tetapi ada kemungkinan sedikit komplikasi dari pengambilan darah:

  • Perdarahan yang berlebihan
  • Pusing pada kepala
  • Memar atau infeksi di lokasi tusukan

Tes aldosteron dapat membantu dokter dalam menganalisa kadar aldosteron dalam tubuh pasien, yang berguna untuk melihat level tekanan darah yang dimiliki oleh pasien. 

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?