Anion Gap

Daftar Isi

Tes anion gap adalah pemeriksaan ion (partikel bermuatan listrik) di dalam darah. Tes ini dapat membantu dokter atau petugas medis lainnya untuk mendiagnosis kadar asam-basa di dalam tubuh. Hasil tes akan dilihat dari kadar elektrolit dan tes darah lainnya karena di dalam darah manusia mengandung natrium, klorida, dan bikarbonat yang mengandung partikel bermuatan listrik. Anion gap juga berfungsi untuk memberitahu kita partikel lain yang dapat membuat darah menjadi netral kembali. 

Tes ini juga dapat memberikan petunjuk tentang berbagai jenis asidosis ketika darah terlalu asam sehingga dokter bisa memperkirakan kadar alkalosis yang akan diberikan supaya darah tidak asam. Asidosis khususnya dapat mengancam jiwa, jadi sangat penting untuk menemukan penyebab dan mengobatinya selekas mungkin. 

Asidosis metabolik dapat disebabkan ketika tubuh membuat terlalu banyak asam. MIsal, asidosis laktat dapat terjadi jika kita berolahraga terlalu banyak. Jika pasien menderita diabetes, bisa diberikan ketoasidosis karena tubuh mereka membuat asam yang disebut keton. Asidosis juga dapat dihasilkan dari racun tertentu, seperti methanol dan aspirin. Penyebab lainnya asidosis adalah kehilangan terlalu banyak bikarbonat. Ini bisa terjadi jika kita mengalami diare atau kondisi ginjal yang tidak mengambil bikarbonat yang cukup dan hilang dalam urin. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tujuan Tes Anion Gap

Tes anion gap berfungsi untuk mendeteksi kadar keseimbangan elektrolit dalam tubuh. Tes ini sangat berguna jika dokter mencurigai pasien memiliki ketidakseimbangan salah satu elektrolit (biasanya natrium atau kalium) atau ketidakseimbangan asam-basa. 

Siapa yang Membutuhkan Tes Anion Gap

Anda mungkin memerlukan tes anion gap jika memiliki gejala asidosis metabolik dengan gejala: kelelahan, sesak napas, mual dan muntah, detak jantung cepat, serta tekanan darah rendah. Tes ini paling sering dilakukan pasien yang mengalami perubahan status mental, gagal ginjal akut, dan penyakit akut lainnya. 

Estimasi Biaya Tes Anion Gap

Di Indonesia, biaya tes anion gap bervariasi, mulai dari Rp175.000 tergantung dengan rumah sakit atau laboratorium yang melakukan pengujian. 

Untuk estimasi biaya tes anion gap lebih rinci di dalam atau luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Tes Anion Gap

Anda tidak perlu persiapan khusus untuk tes anion gap. Jika dokter Anda menganjurkan untuk mengambil tes darah lainnya, Anda mungkin perlu berpuasa (tidak makan atau minum) selama beberapa jam sebelum tes. 

Di samping itu, dokter akan memberitahu berbagai jenis makanan dan minuman tertentu yang wajib kita hindari sebelum melakukan tes. 

Jangan lupa untuk memberitahu pula dokter jenis-jenis obat apa pun yang dikonsumsi, terutama antibiotik, karena dapat mempengaruhi hasil tes. 

Dokter biasanya akan memberitahu jika terdapat prosedur atau instruksi khusus yang harus diikuti sebelum melakukan tes. 

Selama Tes Anion Gap

Prosedur tes anion gap tidak berbeda dengan tes darah lainnya. Darah akan diambil menggunakan jarum di vena lengan, selanjutnya sampel darah akan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pengujian. 

Laboratorium akan memeriksa dengan cermat kandungan mineral yang bermuatan listrik (elektrolit) di dalam darah. Elektrolit membantu menjaga agar darah tidak terlalu asam atau tidak cukup asam. Tes anion gap mengukur seberapa seimbang muatan elektrolit ini. 

Sesudah Tes Anion Gap

Setelah melakukan tes anion gap, bagian lengan Anda mungkin akan sedikit memar atau nyeri. Tapi, jangan khawatir karena ini sangat normal dan Anda hanya perlu mengistirahatkan bagian tubuh yang nyeri.  Dokter akan mengizinkan Anda pulang setelah usai tes dan Anda dapat menjalankan aktivitas seperti biasanya. 

Setelah hasil tes keluar, dokter akan menghubungi Anda dan menjelaskan dengan tepat hasil tes anion gap. Perlu diingat bahwa meskipun anion gap Anda tinggi atau rendah, itu tidak berarti Anda memiliki masalah kesehatan yang serius. Misal, nomor anion gap antara 3 dan 10 dianggap normal, tetapi rentang normal bervariasi dari orang ke orang, dan tergantung juga pada metode yang digunakan laboratorium. 

Memahami Hasil Tes Anion Gap

Nilai normal untuk anion gap adalah sekitar tiga hingga 10 mEq / L (rata-rata enam mEq / L) tetapi dapat bervariasi sesuai dengan laboratorium yang melakukan pengujian. Ingatlah bahwa ketika menghitung anion gap, nilai CO2 dari panel metabolisme pasien sering digunakan sebagai nilai setara untuk HCO3- dari gas darah arteri. 

Total kandungan CO2 termasuk serum bikarbonat serta bentuk karbon dioksida yang tersedia, dan serum HCO3- terdiri sekitar 95% dari total keseluruhan CO2. Oleh karena itu, pengukuran ini biasa dilakukan untuk memperkirakan kadar HCO3.

Jika hasil Anda menunjukkan anion gap yang tinggi, Anda mungkin menderita asidosis, yang berarti kadar asam lebih tinggi dari normal dalam darah. Asidosis mungkin merupakan tanda dehidrasi, diare, atau terlalu banyak berolahraga. Ini juga dapat menunjukkan kondisi yang lebih serius seperti penyakit ginjal atau komplikasi diabetes. Asidosis juga bisa disebabkan oleh terlalu banyak olahraga.

Jika hasil Anda menunjukkan anion gap yang rendah, itu mungkin berarti Anda memiliki kadar albumin, protein dalam darah yang rendah. Albumin rendah dapat mengindikasikan masalah ginjal, penyakit jantung, atau beberapa jenis kanker tertentu. Karena hasil anion gap yang rendah jarang terjadi, pengujian ulang sering dilakukan untuk memastikan hasilnya akurat. 


Jika dokter Anda mendiagnosis Anda dengan kondisi berdasarkan hasil tes anion gap yang tinggi atau rendah, dokter akan segera menganjurkan untuk melakukan pengobatan atau perawatan lanjutan. 

Pengobatan diarahkan untuk membalikkan penyebab. Beberapa perawatan yang mungkin untuk asidosis metabolik termasuk detoksifikasi jika disebabkan oleh obat atau racun dan insulin jika kondisinya disebabkan oleh diabetes. 

Hemodialisis diperlukan untuk gagal ginjal dan kadang-kadang untuk keracunan etilen glikol, metanol, dan salisilat. Ketika asidosis metabolik terjadi akibat hilangnya bikarbonat, seperti pada asidosis anion gap normal, terapi bikarbonat biasanya sangat disarankan karena aman dan efektif. 

Namun, pengobatan dengan natrium bikarbonat untuk asidosis anion gap tinggi masih menjadi kontroversi karena bisanya hanya digunakan kasus asidosis metabolik yang parah ketika bikarbonat sangat rendah dan pH di bawah 7,1. 

Resiko Tes Anion Gap

Mengambil sampel darah dengan jarum membawa risiko yang meliputi pendarahan, infeksi, memar, atau merasa pusing. Ketika jarum menusuk lengan Anda, Anda mungkin merasakan sedikit sensasi atau rasa sakit. 

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?