Bilirubin

Daftar Isi

Bilirubin adalah zat kekuningan yang ada di dalam darah Ada. Zat ini terbentuk setelah sel-sel darah merah mengurai, lalu bergerang melalui organ hati, kantung empedu, dan saluran pencernaan Anda sebelum dikeluarkan. Inilah zat yang memberi warna kekuningan pada urine atau tinja. 

Meski bilirubin merupakan zat yang diproduksi secara normal oleh tubuh, tapi memiliki kadar bilirubin yang tinggi bisa berbahaya bagi tubuh. Hiperbilirubinemia adalah kondisi ketika kadar bilirubin di tubuh manusia melebihi batas normal. 

Biasanya, kadar bilirubin normal untuk orang dewasa yakni sekitar 0,3 hingga 1,2 mg/dL. Sedangkan untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun yakni sekitar 1 mg/dL. Kadar bilirubin dikatakan tinggi ketika berada di atas 1,2 mg/dL. Jika Anda mengalami kondisi ini, sangat penting untuk menindaklanjuti dengan dokter agar mendapat penanganan yang tepat.

Banyak juga bayi yang dilahirkan dengan bilirubin tinggi. Hal ini menyebabkan suatu kondisi yang disebut penyakit kuning. Gejala dari penyakit kuning pada bayi yang paling umum yaitu kulit dan mata berwarna kuning. Penyakit kuning pada bayi bisa terjadi karena organ hati belum berfungsi sepenuhnya untuk dapat memproses bilirubin. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Gejala Bilirubin Tinggi

Gejala bilirubin yang tinggi akan berbeda-beda pada setiap orang, tergantung penyebab yang mendasarinya. Mungkin saja Anda memiliki bilirubin yang cukup tinggi, tapi tidak ada gejala yang tampak sama sekali. Berikut beberapa gejala umum dari banyak penyakit yang menyebabkan tingginya kadar bilirubin di dalam tubuh, yaitu:

  • Demam.
  • Mual dan muntah.
  • Tubuh mudah lemas.
  • Dada sakit dan sesak.
  • Urine berwarna gelap.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Sakit dan nyeri di bagian perut.

Penyebab Bilirubin Tinggi

Memiliki kadar bilirubin yang tinggi dapat menjadi tanda beberapa kondisi tertentu. Jangan takut untuk periksa ke rumah sakit atau penyedia layanan, karena dokter akan mempertimbangkan gejala Anda sesuai hasil tes bilirubin. Jumlah bilirubin yang tinggi bisa disebabkan oleh:

  • Batu Empedu adalah penyakit yang bisa terjadi ketika zat-zat seperti kolesterol atau bilirubin mengeras di kantung empedu.
  • Sindrom Gilbert adalah penyakit genetik yang menyebabkan organ hati tidak mampu memproses bilirubin dengan benar, sehingga menumpuk di aliran darah.
  • Hepatitis terjadi ketika organ hati meradang karena infeksi virus. Apabila meradang, organ hati tidak mampu memproses bilirubin dengan mudah yang menyebabkan penumpukan di dalam darah.
  • Gangguan fungsi hati adalah kondisi yang memengaruhi fungsi organ hati yang dapat menyebabkan bilirubin menumpuk di dalam darah. Terjadi akibat organ hati kehilangan kemampuannya untuk mengeluarkan dan memproses bilirubin dari aliran darah.

Tujuan Melakukan Tes Bilirubin

Guna mengetahui kadar bilirubin di dalam tubuh, Anda dapat melakukan tes bilirubin untuk membantu menemukan penyebab kondisi kesehatan seperti penyakit kuning, anemia, dan gangguan fungsi hati. 

Pada anak-anak dan orang dewasa, dokter menggunakan tes bilirubin untuk mendiagnosis dan memantau adanya penyakit saluran hati dan empedu, termasuk hepatitis dan batu empedu. Ini juga sangat membantu untuk menentukan apakah Anda memiliki penyakit anemia sel sabit di mana sel darah merah dihancurkan lebih cepat daripada yang diproduksi.

Kadar bilirubin yang tinggi sering terjadi pada bayi yang baru lahir. Dokter akan memepertimbangkan jenis pengobatan yang diperlukan sesuai usia bayi dan hasil tes bilirubin. 

Tes bilirubin biasanya dilakukan untuk memeriksa kesehatan hati. Pengujian bilirubin juga dapat dilakukan untuk:

  • Mendeteksi dugaan keracunan obat.
  • Mendeteksi peningkatan kerusakan sel darah merah.
  • Mengidentifikasi adanya penyumbatan di saluran empedu.
  • Mendeteksi atau memantau perkembangan penyakit hati seperti hepatitis.
  • Mengidentifikasi penyakit kuning yang menyebabkan kulit dan bagian putih mata menguning.

Estimasi BIaya Tes Bilirubin

Ada beberapa jenis tes bilirubin yang bisa Anda pilih, seperti bilirubin total, bilirubin direct, dan bilirubin indirect. Biasanya penyedia layanan akan menawarkan paket yang sudah mencakup seluruh jenis tes bilirubin. 

Di Indonesia, biaya tes bilirubin sekitar mulai dari Rp350.000 tergantung lokasi pemeriksaan. 

Untuk mengetahui harga tes bilirubin di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Tes Bilirubin

Untuk tes bilirubin, Anda dianjurkan untuk tidak makan atau minum apa pun selain air mineral selama kurang lebih 4 jam sebelum tes dilakukan. Ada dapat meminum air dalam jumlah normal sebelum pergi ke laboratorium atau penyedia layanan tes. 

Mungkin dokter meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi obat tertentu sebelum tes dilakukan. Contoh obat yang dapat memengaruhi kadar bilirubin yaitu antibiotik seperti Penicillin G Procaine, fenobarbital, dan teofilin. Masih banyak lagi obat yang dapat memengaruhi kadar bilirubin. Bicarakan dengan dokter Anda sebelum melakukan tes untuk mengetahui apakah Anda perlu berhenti atau melanjutkan minum obat.

Selama Tes Bilirubin

Saat di laboratorium atau penyedia layanan, petugas medis akan mengambil darah Anda menggunakan jarum kecil yang disuntikkan ke dalam vena di area lengan Anda. Darah yang diambil akan dikumpulkan ke dalam sebuah tabung sebagai sampel. Setelah proses pengambilan darah selesai, dokter akan mengirim sampel darah Anda ke laboratorium untuk dianalisis.

Sebelum tes, pastikan Anda sudah memberitahu dokter Anda tentang apa saja obat-obatan yang sedang Anda konsumsi agar tidak memengaruhi hasil tes bilirubin. 

Setelah Tes Bilirubin

Setelah tes, Anda bisa melakukan aktivitas seperti biasa. Untuk hasil tes, biasanya penyedia layanan akan memberi informasi kapan Anda harus kembali untuk mengambil hasil tes. Biasanya hasil tes akan keluar dalam satu hari kerja.

Jika hasil tes menunjukkan kadar bilirubin tinggi, dokter akan menyarankan Anda untuk mengikuti serangkaian jenis tes lainnya guna mengidentifikasi penyebab tingginya kadar bilirubin di dalam tubuh Anda.

Selain itu, kemungkinan dokter akan meminta Anda untuk melakukan tes bilirubin secara rutin. Tujuannya untuk memantau efektivitas perawatan yang sedang Anda jalani.

Memahami Hasil Tes Bilirubin

Hasil tes bilirubin diperlihatkan berdasarkan jenis tes yang Anda lakukan sebelumnya, yaitu bilirubin total, bilirubin direct, atau bilirubin indirect.

  • Bilirubin indirect adalah bilirubin yang terbentuk akibat kerusakan sel darah merah yang bergerak dari dalam darah ke organ hati.
  • Bilirubin direct adalah bilirubin di dalam organ hari yang mengalami perubahan kimia, bergerak ke usus sebelum dibuang melalui urine atau tinja.

Hasil tes menunjukkan kadar bilirubin normal untuk orang dewasa yakni sekitar 0,3 hingga 1,2 mg/dL. Sedangkan untuk anak-anak di bawah usia 18 tahun yakni sekitar 1 mg/dL. Adanya keadaan tidak normal ketika kadar bilirubin berada di atas 1,2 mg/dL. Hasil ini mungkin sedikit berbeda pada setiap laboratorium atau penyedia layanan. Faktor yang memengaruhinya bisa dari makanan tertentu, obat-obatan, atau olahraga berat. 

Biasanya, kadar bilirubin yang lebih rendah dari normal tidak menjadi masalah. Lain halnya dengan peningkatan kadar yang mengindikasikan adanya kerusakan organ hati atau jenis penyakit lainnya. Kadar bilirubin yang lebih tinggi dari batas normal mungkin saja mengindikasikan organ hati yang kehilangan fungsinya untuk membersihkan dan menyaring bilirubin dengan benar. 

Efek Samping Tes Bilirubin 

Selama tes bilirubin berlangsung, darah Anda akan dikumpulkan di dalam tabung. Mungkin sesaat Anda akan merasakan sakit seperti cubitan tangan di area lengan Anda. Setelah jarum dikeluarkan, Anda mungkin merasakan adanya sensasi berdenyut.

Petugas medis akan meminta Anda untuk terus memberikan tekanan ke area bekas suntikan. Mereka juga akan menempatkan perban di atas bekas suntikan. Tetap tekan perban setidaknya selama 10-20 menit.

Meski tes bilirubin tergolong cepat, tapi ada beberapa risiko yang sangat langka terjadi jika Anda melakukan tes ini, seperti:

  • Kepala terasa pusing atau pingsan.
  • Mengalami hematoma, yaitu memar di area bekas suntikan.
  • Terjadi infeksi, bisa dicegah dengan membersihkan kulit sebelum jarum dimasukkan.
  • Pendarahan yang berlebihan atau pendarahan untuk jangka waktu yang lama setelah melakukan tes. Segera hubungi dokter atau penyedia layanan untuk mendapat penanganan yang tepat.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?