Golongan Darah

Daftar Isi

Tes golongan darah adalah sebuah tes yang dilakukan untuk mengetahui golongan darah seseorang. Tes golongan darah dilakukan agar Anda bisa dengan aman menyumbangkan darah atau menerima transfusi darah. 

Selain golongan darah Anda sendiri, sebaiknya Anda juga mengetahui golongan darah keluarga atau pasangan, supaya jika sewaktu-waktu membutuhkan transfusi darah bisa langsung ditangani dengan cepat dan aman.

Tidak sekadar mengetahui golongan darah, tes ini juga dilakukan untuk melihat apakah Anda memiliki faktor rhesus (Rh). 

Rhesus (Rh) adalah protein khusus (antigen D) pada sel darah merah. Ini karena golongan darah Anda berdasarkan ada tidaknya protein tertentu di sel darah merah Anda. 

Orang yang memiliki Rh positif (Rh+) berarti memiliki antigen rhesus, sedangkan orang yang memiliki Rh negatif (Rh-) berarti tidak memiliki antigen rhesus. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Elemen Dasar Plasma Darah

Umumnya orang memiliki sekitar 4 hingga 6 liter darah yang di dalamnya terdiri dari berbagai jenis sel yang mengapung di dalam cairan bernama plasma. Plasma darah adalah sebuah bagian dari darah yang fungsinya untuk membawa sel darah. 

Berikut elemen dasar darah:

  • Sel darah merah, berfungsi untuk mengikat oksigen untuk kemudian dikirim ke berbagai jaringan yang ada di tubuh Anda.
  • Sel darah putih, berfungsi untuk menghancurkan dengan menyerang dan melawan adanya infeksi di dalam tubuh Anda sebagai salah satu bagian dari sistem imunitas tubuh.
  • Trombosit, berfungsi untuk membantu terjadinya proses penggumpalan darah.
  • Plasma, berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah dan mengangkut zat penting lewat darah yang dialirkan ke seluruh tubuh. Di dalam plasma darah mengandung nutrisi, seperti glukosa atau gula darah. 

Adanya kombinasi unik dari molekul protein yang disebut antigen atau antibodi menyebabkan golongan darah setiap manusia berbeda-beda. Antigen dapat hidup di permukaan sel darah merah Anda dan terdapat di dalam plasma darah. Kombinasi antigen dan antibodi di dalam darah Anda inilah yang menjadi dasar dari golongan darah Anda. 

Jenis Golongan Darah

Terdapat empat jenis golongan darah utama dan delapan golongan darah yang berbeda. Ini disebut dengan sistem golongan darah ABO. Berikut macam-macam golongan darah:

  • Golongan darah A memiliki antigen A dan antibodi B.
  • Golongan darah B memiliki antigen B dan antibodi A.
  • Golongan darah AB memiliki antigen A dan B tetapi tidak memiliki antibodi A atau B.
  • Golongan darah O tidak memiliki antigen A atau B tetapi memiliki antibodi A dan B.

Selanjutnya dibagi berdasarkan faktor Rhesus (Rh) yang Anda miliki, sehingga dari keempat golongan darah yang disebutkan di atas menjadi delapan golongan darah, yaitu:

  • A positif (A+) atau A negatif (A-).
  • B Positif (B+) atau B negatif (B-).
  • AB positif (AB+) atau AB negatif (AB-).
  • O positif (O+) atau O negatif (O-).

Golongan Darah yang Paling Baik untuk Didonorkan

Golongan darah O negatif (O-) dianggap paling aman untuk diberikan kepada siapa pun dalam keadaan darurat, terutama ketika persediaan terbatas. Ini karena sel darah O- tidak memiliki antibodi terhadap antigen A, B, atau Rh. 

Orang yang memiliki golongan darah O- disebut dengan pendonor universal, karena mereka dapat menyumbangkan darah kepada siapa saja. Namun tetap saja ada risiko apabila melakukan donor jenis crossmatching ini.

Cara Tes Golongan Darah 

Diperlukan beberapa tahap saat melakukan tes golongan darah. Namun, yang paling penting adalah sampel darah Anda yang diambil dalam jumlah sedikit. Ketika Anda datang ke klinik atau rumah sakit untuk mengambil tes golongan darah, petugas medis akan menggunakan jarum yang berfungsi untuk mengambil sampel darah. Biasanya, petugas medis akan mengambil sampel darah dari salah satu ujung jari Anda. 

Sampel darah yang sudah diambil akan dicampur dengan antigen tipe A dan B. Dari situ akan terlihat apakah sel darah akan menggumpal atau tidak. Jika sel darah menggumpal, itu artinya darah dapat bereaksi dengan salah satu antigen. 

Setelah itu bagian plasma darah dicampurkan dengan golongan darah A dan B, karena golongan darah A memiliki antigen A dan antibodi B. Golongan darah B memiliki antigen B dan antibodi A. Kemudian golongan darah AB memiliki antigen A dan B tetapi tidak memiliki antibodi A atau B. Serta golongan darah O tidak memiliki antigen A atau B tetapi memiliki antibodi A dan B.

Untuk pemeriksaan Rhesus (Rh) biasanya dilakukan sekaligus dengan tes golongan darah, yakni dengan mencampurkan antigen D ke dalam sampel darah Anda yang sudah diambil sebelumnya. 

Estimasi Biaya Tes Golongan Darah

Seandainya Anda ingin melakukan tes golongan di klinik atau rumah sakit, biayanya pun tentu  berbeda-beda. Di Indonesia, biaya tes golongan darah mulai dari sekitar Rp30.000 untuk satu kali tes. Anda dapat memilih 2 jenis penggolongan darah, yaitu sistem ABO dan sistem Rhesus (Rh). 

Untuk estimasi biaya tes golongan daran di dalam atau luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Tes Golongan Darah

Sebenarnya tidak ada persiapan khusus yang harus Anda lakukan sebelum melakukan tes golongan darah. Anda tidak perlu melakukan puasa atau apa pun itu. Cukup datang ke klinik atau rumah sakit yang menyediakan layanan tes golongan darah, kemudian pilih tipe penggolongan darah yang Anda inginkan. 

Selama Tes Golongan Darah

Jika sudah memilih tipe penggolongan darah, petugas medis akan mengambil sampel darah Anda lewat salah satu ujung jari Anda yang disuntik dengan jarum terlebih dahulu. Anda akan merasa sedikit nyeri pada bagian ini, apalagi jika Anda tidak terbiasa melakukan pemeriksaan dengan jarum suntik. Kalau sampel darah sudah berhasil diambil, jarum suntik akan ditarik keluar dan titik kulit yang disuntik akan ditutup dengan kapas dan diberi plester agar darah yang keluar bisa berhenti. 

Setelah itu sampel darah Anda akan dibawa untuk diperiksa dengan melakukan pencampuran darah dengan antigen tipe A dan B. Dari situ terlihat apakah sel darah Anda akan menggumpal atau tidak.

Setelah Tes Golongan Darah

Setelah selesai melakukan rangkaian tes golongan darah, Anda bisa langsung menerima hasil pemeriksaan dalam hitungan menit. Memang, tes golongan darah tidak membutuhkan waktu yang lama, sehingga Anda tidak perlu menunggu sampai berjam-jam atau berhari-hari lamanya. Kalau sudah mengetahui golongan darah, Anda dapat mendonorkan darah atau menerima transfusi darah sesuai dengan golongan darah yang cocok dengan Anda. 

Efek Samping Tes Golongan Darah

Melakukan tes golongan darah, berarti Anda sudah siap untuk diambil darahnya sebagai sampel. Sebenarnya tes ini sangat minim menimbulkan efek samping, tetapi berikut beberapa risiko yang mungkin terjadi setelah Anda melakukan tes golongan darah:

  • Merasa pusing atau pingsan.
  • Mengalami pendarahan yang berlebihan.
  • Mengalami infeksi di bagian tusukan jarum.
  • Mengalami hematoma atau perdarahan di bawah lapisan kulit.

Agar transfusi darah menjadi aman dan efektif, sangat penting bagi pendonor dan penerima darah untuk memiliki golongan darah yang cocok. Orang yang memiliki golongan darah A dapat dengan aman mendinirkan dan menerima donor dari orang yang memiliki golongan darah A. Begitu juga dengan orang golongan darah B, AB, dan O.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?