Hemokromatosis

Daftar Isi

Hemokromatosis adalah kondisi medis yang disebabkan oleh penyerapan zat besi yang berlebihan dari makanan yang dikonsumsi, yang mengarah ke konsentrasi zat besi yang berlebihan di dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, karena tubuh manusia tidak memiliki cara untuk menyingkirkan kelebihan zat besi. 

Ada dua jenis hemokromatosis: primer dan sekunder. 

Hemokromatosis primer disebabkan oleh cacat pada gen yang mengontrol berapa banyak zat besi yang diserap dari makanan. Hemokromatosis sekunder biasanya merupakan akibat dari penyakit atau kondisi lain yang menyebabkan kelebihan zat besi.

Kebanyakan orang yang menderita hemokromatosis primer diwariskan dari orang tua. Jika seseorang mewarisi dua gen hemokromatosis, seperti diwariskan dari kedua belah pihak orang tua yaitu ibu dan ayah, maka ada resiko yang menandakan serta gejala kelebihan zat besi. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tes Hemochromatosis

Dua tes utama untuk mendeteksi kelebihan zat besi adalah:

  • Serum Transferrin Saturation
    Tes ini mengukur jumlah zat besi yang terikat pada protein (transferin) yang membawa zat besi dalam darah. Bila nilai saturasi transferin lebih besar dari 45 persen, maka dianggap terlalu tinggi.
  • Serum Ferritin
    Tes ini mengukur jumlah zat besi yang tersimpan di organ hati. Jika hasil tes serum transferin saturation lebih tinggi dari normal, dokter akan memeriksa kadar serum ferritin.

Beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan peningkatan feritin. Kedua tes darah biasanya sebaiknya dilakukan setelah berpuasa. Peningkatan pada satu atau semua tes darah untuk zat besi ini dapat menjadi indikasi kelainan lain. Pasien kemungkinan perlu melakukan tes berulang untuk hasil yang lebih akurat.

Siapa yang Membutuhkan Tes Hemokromatosis

Beberapa orang yang memiliki hemokromatosis tidak pernah memiliki gejala. Tanda dan gejala awal sering tumpang tindih dengan gejala umum lainnya.

Tanda dan gejala yang mungkin terjadi adalah:

  • Diabetes
  • Kelelahan
  • Gagal hati
  • Sakit perut
  • Nyeri sendi
  • Gagal jantung
  • Ingatan memudar
  • Hilangnya gairah seks
  • Warna kulit perunggu atau abu-abu

Komplikasi dapat timbul pada organ bila menyimpan zat besi berlebih. Kerusakan ini terjadi seiring waktu. Organ-organ yang terdampak adalah:

  • Hati
    Kerusakan hati dapat menyebabkan sirosis, yang merupakan kerusakan jaringan permanen pada bagian hati.
  • Pankreas
    Kerusakan pankreas dapat menyebabkan perubahan kadar insulin, yang lalu dapat menyebabkan diabetes.
  • Jantung
    Masalah sirkulasi darah dapat menyebabkan gagal jantung.
  • Kulit
    Kelebihan zat besi dapat menyebabkan kulit berubah menjadi perunggu atau abu-abu.

Resiko komplikasi dapat dikurangi jika pengobatan dimulai segera setelah mengalami gejala hemokromatosis. Jika seseorang menderita hemokromatosis, maka harus menghindari suplemen zat besi, suplemen vitamin C yang meningkatkan penyerapan zat besi dan alkohol

Estimasi Biaya Tes Hemokromatosis

Biaya tindakan tes hemokromatosis bermacam-macam tergantung dari pada rumah sakit dan klinik yang menyediakan prosedur tersebut. Tiap-tiap rumah sakit dan klinik biasanya memiliki berbagai paket pelayanan yang bisa dipilih oleh pasien tergantung pada kebutuhan diagnosa juga kemampuan finansial pasien. 

Di Indonesia, biaya tes hemokromatosis berkisar mulai dari Rp150.000. Beberapa rumah sakit ada yang menawarkan harga di atas rentang tersebut, dengan pertimbangan opsi yang lebih beragam tentunya. 

Untuk mendapatkan detail biaya tes hemokromatosis di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Melakukan Tes Hemokromatosis

Seseorang yang akan melakukan tes hemokromatosis biasanya perlu berpuasa selama 10 hingga 12 jam sebelum tes. Dengan demikian, kebanyakan orang lebih suka melakukan tes mereka di pagi hari. Sebagian besar klinik, laboratorium swasta dan rumah sakit dapat melakukan tes ini. Secara umum, tes hemokromatosis hampir sama dengan serangkaian prosedur tes medis lainnya, yang memerlukan tahapan konsultasi dan administrasi. 

  • Pasien perlu membuat janji dengan dokter untuk melakukan prosedur tes hemokromatosis. Pasien dan dokter juga bisa berkonsultasi mengenai prosedur ini. 
  • Informasikan kepada dokter jika memiliki peka atau alergi terhadap obat apa pun, 
  • Informasikan pada dokter riwayat kesehatan dan perawatan serta pengobatan apa saja yang sudah pernah dilakukan.
  • Bila sudah pernah melakukan tes hemokromatosis sebelumnya dengan dokter di rumah sakit yang berbeda, maka pasien perlu memberikan informasi hasil tes dan waktu tesnya untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai perubahan kondisi pasien.
  • beberapa obat yang dapat mempengaruhi hasil tes dengan meningkatkan atau menurunkan kadar zat besi. Misalnya adalah pil KB yang dapat mempengaruhi kadar zat besi. 
  • Dokter mungkin menginstruksikan pasien untuk sementara waktu menghentikan minum obat yang akan mempengaruhi tes. Jika pasien tidak bisa berhenti minum obat, dokter akan mempertimbangkan efek obat tersebut ketika menginterpretasikan hasil tes.

Selama Melakukan Tes Hemokromatosis

Tes hemokromatosis hampir seperti tes darah pada umumnya. Seorang dokter spesialis atau perawat akan mengambil darah dari pembuluh darah, biasanya di bagian dalam siku atau punggung tangan pasien.

Pertama, dokter akan membersihkan bagian kulit di atas vena dengan antiseptik. Selanjutnya, dokter melilitkan semacam pita atau gelang elastis di lengan yang dapat membendung aliran darah, menyebabkan pembuluh darah pasien sedikit menonjol keluar. Dokter kemudian memasukkan jarum kecil ke dalam pembuluh darah dan mengumpulkan darah pasien dalam botol steril.

Sesudah Tes Hemokromatosis

Setelah dokter mengumpulkan sampel darah pasien, dokter akan melepaskan pita atau gelang elastis itu di lengan dan meminta pasien untuk memberi tekanan pada tempat tusukan dengan kain kasa menggunakan tangan. Mungkin juga menggunakan selotip atau perban untuk menahan kain kasa di atas lokasi suntikan. Proses tersebut biasanya dilakukan lima hingga sepuluh menit.

Memahami Hasil Tes Hemokromatosis

Kadar zat besi diukur dalam mikrogram zat besi per desiliter darah (mcg/dL). Berikut ini adalah indikator utama kisaran normal untuk uji besi serum:

  • Zat besi: 60 hingga 170 mcg/dL.
  • Transferrin: 25 persen hingga 35 persen.
  • Total kapasitas pengikatan besi (TIBC): 240 hingga 450 mcg/dL.

Transferrin adalah protein dalam darah yang mengangkut zat besi ke seluruh tubuh. Memeriksa berapa banyak zat besi dalam protein transferin dapat memberi tahu dokter jika pasien memiliki terlalu banyak atau terlalu sedikit zat besi dalam darah.

Perawatan yang menjadi pilihan untuk hemokromatosis adalah dengan phlebotomy yaitu proses mengeluarkan darah dari tubuh. Pasien mungkin perlu melakukan phlebotomy secara teratur untuk menghilangkan kelebihan zat besi. Saat pertama kali memulai perawatan phlebotomy, pasien mungkin akan melakukannya selama dua kali seminggu. Setelah perawatan awal, pasien dapat kembali empat hingga enam kali selama setahun. 

Bagi pasien yang menolak melakukan proses phlebotomy, obat pengkelat bisa digunakan. Jenis obat ini dapat disuntikkan oleh dokter atau dikonsumsi dengan pil. Obat ini membantu tubuh mengeluarkan zat besi berlebih melalui urin dan feses. Perawatan ini juga digunakan untuk orang dengan komplikasi jantung dan kontraindikasi lain untuk proses mengeluarkan darah.

Resiko Tes Hemokromatosis

Tes ini bisa dilakukan rutin karena memiliki risiko rendah, tetapi ada kemungkinan sedikit komplikasi dari pengambilan darah:

  • Pusing pada kepala.
  • Perdarahan yang berlebihan.
  • Memar atau infeksi di lokasi tusukan.

Tes hemokromatosis dapat membantu dokter dalam menganalisa kadar zat besi dalam darah pasien, yang berguna untuk melihat berapa persentase zat besi dalam darah pasien. Keputusan untuk melakukan tes ini tentu sudah dipertimbangkan oleh dokter baik-buruk resikonya. Tes ini juga berguna untuk melihat apakah pengobatan berdampak dengan baik atau tidak.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?