Kreatinin

Daftar Isi

Kreatinin adalah molekul limbah yang berasal dari metabolisme pada otot-otot tubuh dan konsumsi daging dari keratin. Kreatin adalah molekul kimia yang ada di dalam tubuh dan disimpan di dalam otot untuk produksi energi. Zat ini mengalir melalui pembuluh darah dan disaring oleh organ ginjal untuk dikeluarkan bersama urine. 

Setiap orang memiliki kreatinin di dalam aliran darahnya. Kadar normal kreatinin di dalam tubuh tergantung jenis kelamin, usia, dan ukuran tubuh Anda. Kreatinin dapat menjadi acuan baik atau tidaknya fungsi organ ginjal, karena ginjal merupakan organ yang menjaga kadar kreatinin tetap normal. Terjadinya peningkatan kadar kreatinin di dalam tubuh dapat menjadi salah satu penanda adanya gangguan fungsi ginjal atau penyakit ginjal. 

Untuk memantau kadar kreatinin di dalam tubuh, sebaiknya Anda mengambil tes kadar kreatinin yang diikuti dengan Basal Urea Nitrogen (BUN) untuk mengukur jumlah urea nitrogen yang terkandung di dalam darah. Dari tes tersebut akan terlihat bagaimana kerja ginjal Anda, karena ginjal yang sehat dapat menjaga kadar kreatinin agar tetap di batas normal. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Gejala Kreatinin Abnormal

Berikut beberapa gejala yang mungkin Anda rasakan jika kadar kreatinin di dalam darah melebihi batas normal:

  • Demam.
  • Pingsan.
  • Sakit kepala.
  • Sesak napas.
  • Kencing darah.
  • Jumlah urine berkurang.
  • Tubuh lemas dan cepat lelah.
  • Nyeri di bagian punggung atau pinggang.

Tujuan Tes Kreatinin

Setiap ginjal memiliki jutaan nefron untuk menyaring darah melalui sekelompok kecil pembuluh darah yang dikenal sebagai glomeruli. Struktur ini menyaring produk limbah, cairan, dan kotoran yang terkandung di darah. Kemudian racun yang sudah disaring akan disimpan di dalam kandung kemih dan dibuang bersama urine. 

Kreatinin merupakan salah satu zat yang biasanya dibuang melalui ginjal. Tes darah kreatinin dilakukan untuk mengukur tingkat kreatinin di dalam darah. 

Dokter melakukan tes kreatinin untuk melihat seberapa banyak kadar kreatinin di dalam darah sekaligus memeriksa fungsi ginjal. Jumlah kreatinin yang tinggi dapat mengindikasikan penyakit ginjal atau ginjal yang tidak berfungsi dengan baik. 

Seberapa sering Anda melakukan tes kreatinin tergantung kondisi yang mendasarinya dan munculnya risiko kerusakan ginjal. Berikut beberapa contoh kondisi yang mengharuskan Anda untuk melakukan tes kreatinin:

  • Jika Anda menderita diabetes tipe 1 atau tipe 2, dokter akan merekomendasikan tes kreatinin setidaknya setahun sekali.
  • Jika Anda menderita penyakit ginjal, dokter akan merekomendasikan tes kreatinin secara berkala untuk memantau kondisi ginjal Anda.
  • Jika Anda menderita penyakit yang berdampak pada fungsi ginjal Anda, seperti hipertensi, diabetes, atau konsumsi obat-obatan tertentu. Dokter akan merekomendasikan tes kreatinin untuk memantau kondisi ginjal Anda.

Estimasi Biaya Tes Kreatinin

Tes kreatinin biasanya dilakukan bersamaan dengan tes lain untuk pemeriksaan fungsi ginjal, seperti tes urine, ureum darah, dan glomerular filtration rate (GFR). 

Kisaran biaya tes kreatinin di Indonesia sekitar mulai dari Rp70.000. Harga tes kreatinin sangat bervariasi, tergantung lokasi rumah sakit atau penyedia layanan dan frekuensi tes yang dilakukan. 

Untuk mengetahui estimasi biaya tes kreatinin di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Melakukan Tes Kreatinin

Anda tidak perlu melakukan banyak persiapan sebelum menjalani tes kreatinin. Puasa makan dan minum juga tidak diperlukan. Justru Anda dianjurkan untuk makan dan minum seperti biasa untuk mendapatkan hasil tes yang akurat. 

Namun, Anda perlu memberi tahu dokter tentang obat-obatan apa saja yang sedang Anda konsumsi. Hal ini dikarenakan beberapa jenis obat dapat meningkatkan kadar kreatinin di dalam darah dan menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Kondisi tersebut dapat memengaruhi hasil tes kreatinin Anda. Beri tahu dokter jika Anda sedang mengonsumsi:

  • Obat untuk kemoterapi.
  • Cimetidine, yaitu obat untuk mengontrol produksi asam lambung berlebih.
  • Sefalosporin, yaitu antibiotik yang digunakan untuk membunuh bakteri dengan menghambat terbentuknya dinding sel bakteri. 
  • NSAID, yaitu obat non-steroid anti-inflamasi untuk mengobati adanya gangguan muskuloskeletal, seperti nyeri, demam, dan peradangan. 

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk berhenti mengonsumsi obat-obatan tertentu atau mengurangi dosis penggunaan obat sebelum melakukan tes. Tujuannya agar hasill tes kreatinin yang Anda lakukan bisa lebih akurat. Tetap ikuti instruksi dari dokter sampai tes kreatinin selesai.

Selama Melakukan Tes Kreatinin

Tes kreatinin adalah tes sederhana dengan pengambilan darah sebagai sampel untuk diteliti lebih lanjut. Pertama-tama petugas medis akan meminta Anda untuk menarik lengan baju, mensterilkan area lengan dengan antiseptik, dan mengikat tangan Anda dengan tourniquet supaya pembuluh darah lebih mudah ditemukan. 

Begitu pembuluh darah vena ditemukan, mereka akan memasukkan jarum ke dalamnya untuk mengambil sejumlah sampel darah. Selama proses pengambilan darah, Anda mungkin akan merasakan sedikit sakit dan nyeri. 

Setelah sampel darah terkumpul, petugas medis akan mengeluarkan jarum, menutup bekas suntikan dengan kapas atau kain kasa, dan meminta Anda untuk menekan area bekas suntikan guna menghentikan pendarahan.

Setelah Melakukan Tes Kreatinin

Sampel darah yang sudah diambil akan dikirim ke laboratorium untuk dianalisis. Rasa nyeri pada area suntikan akan berangsur pulih dan Anda bisa segera kembali melakukan aktivitas seperti biasa. 

Dalam beberapa kasus, dokter juga meminta Anda untuk melakukan tes urine guna mengukur kadar kreatinin di dalam urine. Dokter akan meminta Anda untuk mengumpulkan urine di dalam wadah khusus dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dianalisis lebih lanjut. Tes kreatinin urine dapat membantu dokter mendiagnosa lebih akurat adanya gangguan ginjal atau tidak.

Memahami Hasil Tes Kreatinin

Setelah menerima hasil tes kreatinin, penting untuk diingat bahwa kategori kadar kreatinin normal dan abnormal dapat bervariasi di setiap laboratorium. Hal ini bisa terjadi karena beberapa laboratorium menggunakan pengukuran dan cara pengujian sampel yang berbeda.

Untuk memahami hasil tes kreatinin, Anda harus selalu melakukan konsultasi dengan dokter untuk membahas hasil tes secara lebih rinci. Dokter akan membantu Anda memahami hasil tes dan memberi tahu Anda jika memerlukan serangkaian tes lainnya, serta menentukan jenis perawatan yang tepat sesuai kondisi kesehatan ginjal Anda.

Hasil tes kreatinin juga dapat bervariasi tergantung usia, jenis kelamin, dan bentuk tubuh. Orang yang berotot cenderung memiliki kadar kreatinin yang lebih tinggi. Secara umum, kadar kreatinin normal berkisar antara 0,9 hingga 1,3 mg/dL pada pria dan 0,6 hingga 1,1 mg/dL pada wanita yang berusia 18 hingga 60 tahun. Semakin tinggi kadar kreatinin di dalam darah menunjukkan bahwa ginjal tidak berfungsi dengan baik. Ada pun beberapa kondisi yang menyebabkan kadar kreatinin lebih tinggi dari batas normal, seperti:

  • Dehidrasi.
  • Diet tinggi protein.
  • Saluran kemih yang tersumbat.
  • Masalah ginjal, seperti kerusakan ginjal atau infeksi.
  • Gagal jantung atau komplikasi diabetes yang menyebabkan aliran darah ke ginjal berkurang.

Peningkatan kreatinin bisa saja hanya terjadi sementara tergantung penyebab yang mendasarinya, seperti dehidrasi dan diet tinggi protein. Orang yang melakukan cuci darah atau dialisis juga memiliki kemungkinan untuk menurunkan kadar kreatinin di dalam darah.

Risiko Tes Kreatinin

Hasil tes kreatinin biasanya keluar setelah beberapa hari pengujian. Sambil menunggu hasil tes, Anda bisa langsung melakukan aktivitas seperti biasa, namun ada beberapa risiko kecil yang mungkin terjadi setelah Anda menjalani tes kreatinin, seperti:

  • Pusing atau vertigo.
  • Rasa sakit atau nyeri di area bekas suntikan.
  • Timbul memar atau kemerahan di area bekas suntikan.
  • Infeksi, bisa terjadi akibat kesalahan pada saat pengambilan sampel darah.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?