Pemeriksaan Feses

Daftar Isi

Pemeriksaan feses adalah prosedur pemeriksaan yang mendeteksi secara lengkap adanya mikroorganisme patogen seperti fungi, parasit, dan bakteri yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit kronis dan disfungsi neurologis. 

Pemeriksaan feses memberikan informasi bermanfaat dan penting terhadap diagnosa keluhan dan penyakit yang diderita pasien oleh dokter, sehingga tepat pengobatannya. Tes ini juga mengevaluasi tingkat kadar bakteri menguntungkan, baik-tidaknya kekebalan usus bekerja juga kesehatan usus secara keseluruhan dan melihat adanya peradangan. 

Bila mikroorganisme di dalam usus abnormal, maka dapat menyebabkan berbagai penyakit. Penelitian menunjukkan hubungan antara saluran pencernaan, sistem neurologis, hati, dan kekebalan tubuh. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tujuan Pemeriksaan Feses

Banyak gangguan kronis berasal dari masalah pencernaan dan penyerapan nutrisi yang tidak memadai. Fungsi gastrointestinal yang tepat diperlukan untuk menghilangkan zat beracun, mikroba patogen, dan partikel makanan yang tidak tercerna dari tubuh untuk mencegah masalah kesehatan. Nutrisi membutuhkan mekanisme internal spesifik untuk dicerna dan diangkut dengan baik ke seluruh tubuh.

Dalam pemeriksaan feses, terdapat beberapa indikator yang digunakan nantinya untuk melihat apakah kondisi tubuh seseorang pasien sedang dalam kondisi sehat atau tidak. 

Memeriksa baik-tidaknya pencernaan dan penyerapan makanan

Feses diperiksa dalam laboratorium kepadatannya, warna serta kandungan di dalamnya. Dari pemeriksaan tersebut dapat ditentukan apakah pasien memiliki metabolisme pencernaan dan penyerapan makanan yang baik. Ketidakmampuan tubuh menyerap nutrisi makanan dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Memeriksa keberadaan bakteri dan fungi

Tubuh kita terutama dalam saluran pencernaan seperti usus terkandung banyak sekali mikroorganisme yang hidup dan berkembang. Mikroorganisme ini tidak semuanya menyebabkan penyakit, beberapa penting bagi tubuh untuk membantu proses pencernaan. Pemeriksaan feses dapat memeriksa seberapa banyak mikroorganisme baik yang ada dalam usus.

Pengujian parasit

Mikroorganisme lain yang juga bisa tinggal dalam tubuh adalah parasit. Parasit yang hidup bisa berupa cacing, seperti cacing pita.

Peradangan

Bila terjadi peradangan dalam saluran pencernaan, maka tanda-tandanya dapat didiagnosa di dalam feses.

Infeksi patogen

Infeksi patogen dalam tubuh dapat dideteksi melalui serangkaian prosedur pemeriksaan feses.

Siapa yang Membutuhkan Pemeriksaan Feses

Pemeriksaan feses dibutuhkan ketika seseorang memiliki tanda-tanda dan gejala infeksi pada saluran pencernaan, seperti diare yang berlangsung lebih dari beberapa hari dan mengandung darah dan/atau lendir, nyeri dan kram di perut, merasa mual, muntah dan demam.

Namun, tidak semua orang yang memiliki gejala-gejala di atas harus melakukan pemeriksaan feses. Bila pasien memiliki sistem kekebalan tubuh yang berfungsi dengan baik, infeksi ini seringkali sembuh dengan perawatan minimal dan tanpa menggunakan antibiotik. Dalam keadaan medis tertentu, pemeriksaan feses akan dilakukan pada kondisi: 

  • Memiliki gejala kronis seperti dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, dan komplikasi lainnya.
  • Pasien yang berusia sangat muda, lanjut usia, atau memiliki sistem kekebalan yang lemah.
  • Memiliki tanda dan gejala infeksi pada pencernaan yang berkepanjangan. 
  • Infeksi gastrointestinal yang disebabkan oleh makan atau lingkungan yang terkontaminasi.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan feses lebih dari sekali ketika seorang pasien telah terjangkit infeksi dari bakteri atau patogen sebelumnya pada saluran pencernaan. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa bakteri atau patogen tersebut tidak lagi terdeteksi karena dalam beberapa kasus orang dapat menjadi pembawa bakteri, dan mereka dapat menginfeksi orang lain.

Estimasi Biaya Pemeriksaan Feses

Biaya tindakan tes pemeriksaan feses tergantung pada rumah sakit atau klinik yang menyediakan prosedur tersebut. Tiap-tiap rumah sakit dan klinik biasanya memiliki berbagai paket pelayanan yang bisa dipilih oleh pasien tergantung pada kebutuhan diagnosa juga kemampuan finansial pasien. 

Di Indonesia, umumnya pemeriksaan feses berkisar mulai dari Rp100.000. Beberapa rumah sakit ada yang menawarkan harga di atas rentang tersebut, dengan pertimbangan opsi yang lebih beragam tentunya. Perhitungan tersebut belum termasuk obat-obatan yang nantinya digunakan untuk mengobati keluhan pasien.

Untuk mendapatkan detail biaya pemeriksaan feses di dalam dan luar negeri, silakan hubungi Smarter Health.  

Sebelum Pemeriksaan Feses

Secara umum, tidak ada persiapan khusus sebelum melakukan prosedur pemeriksaan feses. Namun pasien tetap perlu melakukan berbagai tahap, baik itu administratif maupun medis.  

  • Pasien individu perlu membuat janji dengan dokter untuk melakukan prosedur pemeriksaan feses.
  • Informasikan tentang riwayat kesehatan yang dimiliki pasien kepada dokter. 
  • Informasikan pada dokter gejala-gejala yang dirasakan, seperti diare, konsentrasi feses yang tidak padat.
  • Informasikan pada dokter pola makan yang biasa dilakukan, serta jenis makanannya.
  • Informasikan pada dokter bila sedang berada dalam satu pengobatan tertentu, karena beberapa obat dapat menyebabkan diare.
  • Bila sudah pernah melakukan pemeriksaan feses sebelumnya dengan dokter di rumah sakit yang berbeda, maka pasien perlu memberikan informasi hasil tes dan waktu tesnya untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai keadaan kondisi pasien.

Selama Pemeriksaan Feses

Pengambilan sampel feses yang dibutuhkan biasanya dilakukan sendiri di rumah. Hal ini dilakukan agar pasien lebih santai dan tanpa tekanan karena dapat dilakukan kapanpun. Feses diambil secukupnya ditempatkan dalam satu wadah khusus. 

Setelah wadah tersebut ditutup, beri identifikasi pada wadah tersebut seperti nama dan waktu detil sampel feses diambil seperti hari dan jamnya. Pengambilan sampel bila dilakukan lebih dari sekali sesuai kebutuhan.

Sesudah Pemeriksaan Feses

Setelah sampel diambil, maka sampel tersebut harus segera diberikan ke dokter. Pemeriksaan terhadap sampel yang segar dapat meningkatkan keakuratan tes tersebut. Sampel tersebut lalu akan diteliti di dalam laboratorium. Ada beberapa metode pemeriksaan, seperti pemeriksaan makroskopik, mikroskopik, pemeriksaan darah samar dan kultur feses. 

Memahami Hasil Pemeriksaan Feses

Ketika hasil tes sudah keluar, maka dokter akan membacakan pada pasien apa maksud dari tes tersebut serta diagnosanya. Dokter akan meresepkan pasien dengan antibiotik bila bakteri menjadi penyebab keluhan medis yang dialami oleh pasien. Untuk keluhan lain seperti infeksi dan parasit, maka kemungkinan akan dilakukan tindakan medis berlanjut. 

Yang terpenting bagi pasien adalah untuk selalu menjaga pola makan sehat dan teratur agar terhindar dari berbagai penyakit pencernaan. Makanan berserat seperti buah dan sayuran adalah jenis makanan terbaik bagi pencernaan, Sementara makanan tambahan seperti yoghurt sangat baik untuk menjaga metabolisme usus. Hindari minuman beralkohol dan konsumsi daging merah terlalu banyak. Penting juga untuk menjaga makanan tetap higienis dan bersih agar terhindar dari masuknya parasit, bakteri dan berbagai mikroorganisme yang bisa merusak tubuh.

Resiko Pemeriksaan Feses

Tes ini bisa dilakukan rutin karena tidak memiliki resiko apapun. Pengambilan sampel dapat mengikuti metabolisme pembuangan tubuh sehingga tidak perlu memaksakan feses keluar. Itu sebabnya sampel sebaiknya diambil di rumah. Keuntungan utama dari tes ini adalah dapat digunakan sebagai diagnosa akurat kondisi pencernaan, khususnya usus. Pemeriksaan feses sangat bisa diandalkan dalam memeriksa patogen, parasit dan peradangan.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?