Glukosa Darah Puasa

Daftar Isi

Glukosa darah puasa adalah serangkaian tes untuk mengukur kadar glukosa di dalam darah. 

Glukosa adalah monosakarida dan merupakan metabolit utama untuk produksi energi dalam tubuh. Karbohidrat yang dikandung di dalam makanan dipecah dalam sistem pencernaan menjadi glukosa dan monosakarida lainnya, seperti fruktosa atau galaktosa, sebelum diserap di usus kecil. 

Glukosa diangkut ke dalam sel melibatkan protein transpor spesifik dan membutuhkan penyerapan ion natrium secara bersamaan. Dalam sirkulasi darah, konsentrasi glukosa diatur secara ketat oleh berbagai hormon seperti insulin, kortisol, dan glukagon. 

Glukagon adalah hormon pengatur masuknya glukosa ke dalam sel, yang memengaruhi berbagai proses metabolisme seperti glikolisis, glukoneogenesis, dan glikogenolisis. 

Tubuh membutuhkan glukosa sebagai energi. Glukosa berasal dari makanan yang kita makan. Namun, tubuh tidak menggunakan semua energi yang kita serap tersebut. Insulin memungkinkan untuk menyimpan dan menggunakannya sesuai kebutuhan. 

Untuk tes glukosa darah puasa, pasien tidak diperbolehkan makan dan minum apa pun kecuali air putih selama delapan jam sebelum tes. 

Melakukan tes glukosa darah puasa sebaiknya dijadwalkan pada pagi hari sehingga tidak harus berpuasa di siang hari. Metode tes ini lebih umum karena memberikan hasil yang lebih akurat dan lebih mudah dianalisa. 

Ada berbagai metode tes gula darah lainnya seperti tes gula darah dua jam dan tes gula darah acak. Tes gula darah dua jam seringkali dilakukan setelah tes gula darah puasa untuk mendapatkan akurasi yang tepat terhadap kadar glukosa. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tujuan Tes Glukosa Darah Puasa

Tujuan utama tes glukosa darah puasa untuk mengukur seberapa banyak kandungan kadar glukosa di dalam darah. 

Dengan pengukuran yang akurat, maka dapat diketahui apakah pasien berpotensi terserang penyakit diabetes atau tidak, sehingga bisa dilakukan tahapan-tahapan pencegahan bila kadarnya dirasa tinggi. 

Tes glukosa darah puasa juga dilakukan oleh penderita diabetes untuk melihat seberapa efektif pengobatan yang sudah dilakukannya. Ada dua jenis diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. 

  • Diabetes tipe 1 dapat terjadi pada berbagai usia, tetapi paling sering terjadi pada anak-anak dan remaja. Bagi penderita diabetes tipe 1, tubuh memproduksi sangat sedikit atau bahkan tidak ada insulin, yang berarti memerlukan suntikan insulin setiap hari untuk menjaga kadar glukosa darah tetap terkendali.
  • Diabetes tipe 2 lebih umum pada orang dewasa dan menyumbang sekitar 90% dari semua kasus diabetes. Penderita diabetes tipe 2 tidak mampu menghasilkan insulin dengan baik. Landasan pengobatan diabetes tipe 2 adalah gaya hidup sehat, termasuk peningkatan aktivitas fisik dan diet sehat. Namun, seiring waktu sebagian besar orang dengan diabetes tipe 2 akan membutuhkan obat-obatan oral dan atau insulin untuk menjaga kadar glukosa darah mereka terkendali.

Estimasi Biaya Tes Glukosa Darah Puasa

Biaya yang dibutuhkan untuk tes gula darah puasa relatif terjangkau. Di Indonesia, estimasi biaya melakukan tes gula darah puasa mulai dari Rp15.000. Tiap rumah sakit atau klinik menetapkan tarif yang berbeda.

Untuk estimasi biaya melakukan tes gula darah puasa atau tes lainnya di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health.

Sebelum Tes Glukosa Darah Puasa

Selain berpuasa, pasien perlu memberitahu dokter tentang obat yang sedang digunakan, termasuk resep, obat bebas, dan suplemen herbal. 

Obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi kadar glukosa darah. Dokter mungkin dapat meminta pasien untuk berhenti minum obat tertentu atau mengubah dosis sebelum test sementara.

Ada beberapa obat-obatan yang dapat mempengaruhi gula darah, di antaranya:

  • Pil KB
  • Lithium
  • Diuretik
  • Fenitoin
  • Antipsikotik
  • Sulfonylurea
  • Kortikosteroid
  • Aspirin (Bufferin)
  • Obat terapi hormon
  • Antidepresan trisiklik
  • Epinephrine (Adrenalin)
  • Monoamine oxidase inhibitors (MAOIs)

Stres juga bisa menjadi penyebab tingginya gula darah dalam tubuh sehingga dokter perlu diinformasikan perihal tersebut. 

Selama Tes Glukosa Darah Puasa

Ketika pasien sudah berada di ruangan test, maka penyedia layanan kesehatan akan segera melakukan berbagai tindakan pemeriksaan. Tahapan-tahapannya adalah: 

  • Mengambil sampel darah dengan tusukan ke jari pasien. Jika pasien memerlukan tes lain, dokter mungkin memerlukan pengambilan darah dari vena. Sebelum mengambil darah, penyedia layanan kesehatan yang melakukan pengambilan darah membersihkan area luar kulit dengan antiseptik untuk membunuh kuman apa pun. 
  • Mereka selanjutnya mengikat pita elastis di lengan atas pasien, untuk membuat pembuluh darah pasien membengkak dengan darah. Setelah vena ditemukan, mereka memasukkan jarum steril ke dalamnya. Darah kemudian ditarik ke dalam tabung yang melekat pada jarum.
  • Pasien mungkin merasakan sedikit rasa sakit hingga ketika jarum masuk, pasien bisa mengurangi rasa sakit dengan melemaskan lengannya.
  • Ketika pengambilan darah selesai, penyedia layanan kesehatan melepaskan jarum dan menempatkan perban di atas lokasi tusukan. Tekanan akan diterapkan ke lokasi tusukan selama beberapa menit untuk mencegah memar.
  • Sampel darah kemudian dikirim ke laboratorium untuk pengujian. Dokter akan menindaklanjuti sampel tersebut untuk mendiskusikan hasilnya.

Memahami Hasil Tes Glukosa Darah Puasa

Ketika hasil sudah keluar, maka dokter atau penyedia layanan medis lainnya akan membacakan hasil tersebut lalu menjelaskan pada pasien arti dari angka-angka dan istilah medis yang terdapat dari tes tersebut. 

Ada beberapa penggolongan test yang perlu diketahui oleh pasien: 

  • Hasil glukosa normal
    Implikasi hasil pasien akan tergantung pada jenis tes glukosa darah yang digunakan. Untuk tes glukosa puasa, kadar glukosa darah normal adalah antara 70 dan 100 miligram per desiliter (mg/dL). 
  • Hasil glukosa tidak normal
    Jika pasien menjalani tes glukosa darah puasa, hasil berikut ini tidak normal dan menunjukkan pasien mungkin menderita prediabetes atau diabetes:
    • Tingkat glukosa darah 100-125 mg/dL menunjukkan bahwa pasien menderita pradiabetes.
    • Tingkat glukosa darah 126 mg/dL dan lebih tinggi menunjukkan bahwa pasien menderita diabetes.

Bila pasien memiliki hasil yang dianggap abnormal tersebut, bahkan terindikasi terkena diabetes, maka pasien harus segera berkonsultasi untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Yang juga penting bila hasil tes mengindikasikan hasil yang abnormal adalah menjaga asupan makanan dan segera mengurangi makanan dan minuman yang mengandung gula.

Pengaruh tinggi rendahnya gula darah pada seseorang

pengaruh tinggi rendahnya gula darah

Efek Samping Tes Glukosa Darah Puasa

Ada kemungkinan yang sangat rendah bahwa pasien akan mengalami masalah selama atau setelah tes glukosa darah puasa. Resiko yang mungkin terjadi sama dengan semua tes darah, seperti:

  • Infeksi pada luka.
  • Pusing atau pingsan.
  • Hematoma, atau pengumpulan darah di bawah kulit Anda.
  • Perdarahan yang berlebihan yang terjadi pada luka jalur darah keluar.
  • Bila dokter kesulitan menemukan pembuluh darah vena, maka mereka akan mencoba berbagai lokasi kemungkinan sehingga dapat menyebabkan beberapa luka tusukan jika sulit menemukan pembuluh darah vena.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?