VCT (Voluntary Counselling and Testing)

Daftar Isi

VCT (voluntary counselling and testing) adalah tes untuk mengetahui apakah seseorang memiliki HIV/AIDS atau tidak. Penyakit HIV/AIDS adalah salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan dunia sejak akhir abad 20 hingga saat ini. HIV/AIDS terjadi di seluruh dunia dan telah mempengaruhi berbagai macam sisi kehidupan.

Tes VCT merupakan landasan awal terhadap layanan pencegahan dan perawatan HIV/AIDS. Tes VCT perlu dianjurkan dan diimplementasikan pada tingkat yang bertahap karena tes ini memiliki peran konstruktif dalam menangani berbagai masalah dan komplikasi yang dihadapi oleh masyarakat. Mayoritas orang yang hidup dengan HIV/AIDS tidak mengetahui status HIV mereka. 

Sesuai namanya, tes VCT mengandalkan kesadaran diri seseorang untuk memeriksakan status kesehatan mereka. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Tujuan Tes VCT

Tes VCT memiliki peranan penting dalam pencegahan, perawatan, dan pengobatan terhadap HIV. 

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai macam upaya VCT telah dilaksanakan, seperti tes dan konseling di klinik, menggunakan kendaraan untuk menjangkau berbagai tempat dan tes di rumah. Konseling mempromosikan berbagai tindakan yang dapat mengurangi angka penularan HIV, sehingga diharapkan akan mempercepat deteksi HIV dan menurunkan jumlah infeksi baru. 

VCT juga berguna untuk menurunkan infeksi penyakit kelamin dan meningkatkan perilaku hidup sehat. 

Siapa yang Membutuhkan Tes VCT

Ada berbagai pertimbangan mengapa tes VCT diperlukan sebagai sebuah tindakan medis. Umumnya, tes VCT digunakan oleh orang-orang yang melakukan tindakan atau aktivitas yang beresiko tinggi terjangkit HIV. Berikut adalah beberapa pertimbangan tersebut:

  • Pengguna jarum tato yang tidak steril.
  • Seseorang yang pernah melakukan hubungan seks tanpa proteksi, terlebih bila dilakukan dengan individu yang memiliki HIV.
  • Seseorang yang menggunakan jarum suntik bergantian, hal tersebut sering terjadi dalam lingkarang pecandu narkoba.
  • Wanita hamil yang merencanakan kehamilan dan yang beresiko terinfeksi HIV.

Estimasi Biaya Tes VCT

Biaya tindakan tes VCT tergantung pada rumah sakit atau klinik yang menyediakan prosedur tersebut. Tiap-tiap rumah sakit dan klinik biasanya memiliki berbagai paket pelayanan yang bisa dipilih oleh pasien tergantung pada kebutuhan diagnosis juga kemampuan finansial pasien. 

Di Indonesia, umumnya biaya tes VCT berkisar mulai dari Rp150.000.

Untuk mendapatkan detail biaya tes VCT di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health.  

Sebelum Melakukan Tes VCT

Secara umum, tidak ada persiapan khusus sebelum melakukan prosedur tes VCT. Namun pasien tetap perlu melakukan berbagai tahap, baik itu administratif maupun medis.  

  • Pasien perlu membuat janji dengan dokter untuk melakukan prosedur VCT. Pasien dan dokter juga bisa berkonsultasi mengenai prosedur ini. 
  • Informasikan kepada dokter aktivitas beresiko yang pernah dilakukan dalam rentang waktu tiga bulan.
  • Mengisi lembar persetujuan tertulis sebelum melakukan tes VCT.
  • Bila sudah pernah melakukan tes VCT sebelumnya dengan dokter di rumah sakit yang berbeda, maka pasien perlu memberikan informasi hasil tes dan waktu tesnya untuk mendapatkan gambaran akurat mengenai perubahan kondisi pasien.

Masa inkubasi HIV biasanya terjadi pada rentang waktu 2 hingga 3 bulan setelah terinfeksi. VCT sebaiknya dilakukan setelah 2 minggu pasca kegiatan beresiko tersebut. Jika aktivitas tersebut adalah hubungan seks yang beresiko, VCT bisa dilakukan 3 bulan sekali dan jika konsisten menggunakan kondom bisa dilakukan minimal 1x dalam setahun. 

VCT dapat dilakukan pada berbagai layanan kesehatan yang menyediakan tes HIV seperti rumah sakit, puskesmas dan klinik. Pemerintah saat ini sudah memperbanyak layanan CST (Care, Support and Treatment) sehingga pengobatannya lebih mudah.

Yang perlu diingat adalah jika pada tes pertama hasilnya negatif, bukan berarti pasien terbukti terbebas dari HIV. Tubuh biasanya akan mulai membentuk antibodi sekitar tiga minggu sampai 3 bulan setelah pertama kali terjangkit virus HIV. Dengan demikian, perlu dilakukan tes dan pemeriksaan secara berkala.

Selama Melakukan Tes VCT

VCT terdiri dari tiga tahapan, yaitu konseling pra-tes, tes HIV, dan konseling pasca-tes.

Konseling Pra-Tes

Proses pertama dari tes VCT adalah konseling. Konseling bertujuan untuk mempersiapkan mental pasien terhadap tes HIV dan membantu untuk memahami hasilnya. Pemandu konseling tes VCT adalah seorang konselor terlatih yang akan menanyakan seputar alasan mengikuti prosedur tes VCT ini. 

Konselor akan menjelaskan tentang apa itu HIV, bagaimana penularannya, seberapa besar risiko penularan, hingga menjelaskan mengenai pemeriksaan, pengobatan, dan pencegahan HIV. 

Namun konseling sebelum tes HIV ini tidaklah bersifat memaksa. Tahapan konseling pada tes VCT berdasarkan kesukarelaan dan memerlukan persetujuan dari pasien itu sendiri.

Tes HIV


Ada tiga jenis tes antibodi HIV yang umum dilakukan: 

  • Tes Elisa.
  • Tes Western Blot.
  • Rapid test. 

Tes Elisa dan tes Western Blot hampir seperti tes darah pada umumnya. Seorang dokter atau perawat spesialis akan mengambil darah dari pembuluh darah, biasanya di bagian dalam siku atau punggung tangan pasien, lalu sampel darah akan diteliti di laboratorium. 

Sementara rapid tes dapat dilakukan dengan pengambilan setetes darah oleh petugas dengan menusuk jari. Setetes darah ini akan ditempatkan di bidang kaca untuk kemudian diteteskan bahan kimia khusus. Hasil dari tes itu akan keluar dalam 15 menit. Jika hasil tes adalah positif, maka tes yang sama akan dilakukan lagi untuk benar-benar memastikan diagnosisnya.

Konseling Pasca Tes

Konselor akan membantu pasien untuk memahami hasil dari tes yang sudah dilakukan. Konselor juga akan memberikan dukungan moral bila hasil yang didapat adalah positif.

Sesudah Tes VCT

Sangat penting bagi pasien untuk langsung melakukan penanganan medis bila terbukti positif dalam tes yang dilakukan. Rumah sakit atau klinik tempat pemeriksaan mungkin akan memberikan rujukan tempat pengobatan. 

Saat konseling pasca tes, konselor mungkin akan menganjurkan pasien untuk mulai melakukan pola hidup dan sehat demi mencapai kestabilan kekebalan tubuh. Yang terpenting adalah kesiapan mental dari pasien sendiri dalam menerima hasil apapun dari tes tersebut.

Memahami Hasil Tes VCT

Selain hasil tes positif dan negatif yang definisinya mutlak, ada hasil tes lain yang disebut reaktif. Hasil tes reaktif adalah hasil positif memerlukan konfirmasi ulang dengan tes tambahan. Diagnosis HIV tidak akan dapat diputuskan sampai hasil dari tes darah lanjutan keluar dan diterima dokter.

Resiko Tes VCT

Tes VCT sangat penting dilakukan bagi orang yang beresiko terkena HIV/AIDS agar dapat dilakukan penanganan yang tepat bisa diagnosis terbukti positif. 

Resiko yang terjadi pada tes HIV sendiri adalah resiko yang umum pada tes yang melakukan pengambilan darah, resiko tersebut seperti:

  • Pusing pada kepala.
  • Perdarahan yang berlebihan.
  • Memar atau infeksi di lokasi tusukan.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?