Ejakulasi Dini Pada Pria

Ejakulasi Dini Pada Pria, Sebab & Cara Mengatasinya

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Kualitas hubungan seksual seseorang memiliki kontribusi terhadap kebahagiaan serta kepuasan hidup seseorang. Hal ini seperti yang disebutkan oleh sebuah studi hasil keluaran Springer Science+Business Media New York pada tahun 2013. Salah satu gangguan kesehatan seksual yang dapat mempengaruhi kualitas hubungan seksual adalah ejakulasi dini pada pria. Ejakulasi dini merupakan gangguan seks yang sangat umum dirasakan oleh pria di seluruh dunia. Bahkan, sebuah studi yang diterbitkan Drug Discovery pada tahun 2016 menunjukkan bahwa sebanyak 20-30 persen pria dewasa di seluruh dunia pernah mengalami ejakulasi dini.

Untuk mengetahui apakah Anda pernah mengalami ejakulasi dini saat berhubungan seksual, kenali lebih dahulu pengertian dari ejakulasi dini.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Apa Itu Ejakulasi Dini?

Ejakulasi dini merupakan kondisi ketika pria dewasa tidak dapat mengendalikan ejakulasinya sehingga ejakulasi terjadi lebih cepat dari yang dikehendaki. Jika terjadi, risiko yang dapat terjadi dari hubungan seksual adalah berlangsung secara singkat dan tidak sesuai dengan kehendak dari dua belah pihak.

Hal ini dapat menurunkan tingkat kepuasan dari hubungan seksual tersebut. Lebih jauh lagi, tingkat antusiasme pasangan dalam berhubungan seksual ada kemungkinan untuk menurun bahkan hilang.

Dampaknya bagi pria yang mengalami ejakulasi dini, jika terjadi secara terus menerus, juga dapat menimbulkan rasa malu terhadap pasangannya.

Ejakulasi dini erat kaitannya dengan orgasme, namun merupakan dua hal yang berbeda. Umumnya, orgasme disertai dengan ejakulasi namun pada beberapa kasus, orgasme terjadi tanpa ejakulasi yang berarti mengalami kepuasan seksual tapi tidak mengeluarkan cairan sperma.

Selain orgasme tanpa ejakulasi, ada juga kemungkinan terjadinya ejakulasi tanpa orgasme. Hal ini berarti cairan sperma keluar tanpa merasakan kepuasan seksual.

Ejakulasi dini sendiri terbagi menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut:

  • Ejakulasi dini primer, atau ejakulasi dini yang dirasakan oleh seorang pria dewasa sejak pertama kali melakukan hubungan seksual atau setiap kali ia berhubungan seksual.
  • Jenis ejakulasi dini sekunder, atau ejakulasi dini yang dirasakan oleh seorang pria dewasa yang sebelumnya tidak memiliki masalah ejakulasi.

Indikator ejakulasi dini, menurut International Society of Sexual Medicine pada tahun 2014 adalah sebagai berikut:

  • Ejakulasi hampir selalu atau selalu terjadi kurang dari satu menit setelah penetrasi pada vagina. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah ejakulasi dini primer.
  • Ejakulasi terjadi kurang dari tiga menit setelah penetrasi pada vagina. Kondisi ini dikenal juga dengan istilah ejakulasi dini sekunder.
  • Kesulitan atau bahkan tidak mampu menahan ejakulasi pada hampir semua atau semua penetrasi pada vagina.
  • Mengakibatkan konsekuensi pada psikologis ke arah negatif, seperti cemas, stres, frustasi, dan cenderung menghindari hubungan seksual.

Penyebab Ejakulasi Dini 

Melihat dampaknya gangguan ejakulasi dini pada efek psikologis baik dari pria yang mengalaminya atau bahkan pasangan, tentu ejakulasi dini merupakan gangguan yang tidak ingin Anda alami. 

Kemudian muncul pertanyaan, apa sebenarnya penyebab dari ejakulasi dini? Ketahui beberapa penyebab ejakulasi dini di bawah ini agar dapat Anda hindari untuk dapat dicegah kemunculannya.

Gangguan kesehatan fisik

Ejakulasi dapat terjadi jika ada aliran darah menuju organ vital laki-laki. Dengan demikian, jika ada masalah pada kesehatan fisik pria yang mengakibatkan terhambatnya aliran darah ke organ vital, dapat menyebabkan ketidakmampuan untuk mengontrol ejakulasi atau ejakulasi dini.

Adapun gangguan kesehatan yang meliputi ketidakmampuan darah mengalir secara sempurna adalah penyakit kolesterol, diabetes, darah tinggi, serta pengerasan pada arteri. Juga prostatitis kronis atau peradangan prostat menahun, gangguan tiroid atau kondisi kelenjar tiroid yang terlalu aktif.

Aktivitas refleks yang tidak normal pada sistem ejakulasi atau penis yang terlalu sensitif juga dapat menyebabkan ejakulasi dini.

Disfungsi ereksi

Ejakulasi dini akan teramplifikasi jika pria sering mengalami masalah dalam mempertahankan ereksi. Berdasarkan pengalaman tersebut, ada kemungkinan muncul kekhawatiran dalam mempertahankan ereksi yang secara tidak sadar menyebabkan ejakulasi dini baik secara sadar maupun tidak.

Gangguan saraf

Selain kesehatan tubuh secara umum, cedera atau penyakit yang mengganggu sistem saraf juga dapat menyebabkan ejakulasi dini pada pria dewasa. Kondisi tersebut misalnya cedera tulang belakang, operasi prostat, atau stroke.

Konsumsi substansi tertentu

Ejakulasi dini juga dapat terjadi jika pria dewasa mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping gangguan seksual, alkohol yang berlebihan, rokok, serta narkoba.

Gangguan psikologis

Selain gangguan pada fisik, gangguan pada psikologis juga dapat menjadi penyebab ejakulasi dini. Gangguan pada psikologis yang dimaksud adalah banyak pikiran atau stres. Alasannya, karena beban pikiran ini dapat mengalihkan perhatian dari hubungan seksual

Bagaimana Cara Mengatasi Ejakulasi Dini?

Ejakulasi dini tidak memerlukan konsultasi ke dokter dan dapat dicoba diatasi dari rumah. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menurunkan sensitivitas penis. Misalnya dengan menarik nafas dalam secara singkat untuk menghentikan refleks ejakulasi dan memakai kondom yang cukup tebal.

Apabila beberapa usaha tersebut tidak membuahkan hasil positif, silakan hubungi dokter untuk diberikan resep, terapi, atau perawatan tertentu. Dokter biasanya akan membutuhkan beberapa informasi seperti frekuensi terjadinya ejakulasi dini, sudah berapa lama terjadi, dan apakah mengganggu hubungan seksual, serta berhubungan intim dengan posisi wanita di atas.

Pemeriksaan penunjang, pada beberapa kasus juga diperlukan, seperti tes urine untuk mengetahui apakah ada infeksi atau tes darah untuk mengecek level hormon pria. Juga pemeriksaan fisik secara langsung yang memeriksa area perut, fungsi saraf, tungkai bawah, serta alat kelamin.

Untuk rekomendasi rumah sakit serta membuat janji dengan dokter baik di dalam maupun luar negeri, hubungi Smarter Health.

Pengobatan yang akan dilakukan jika Anda melakukan konsultasi dengan dokter mengenai ejakulasi dini adalah sebagai berikut:

Psikoterapi

Terapi psikologis berupa konseling. Jenis terapi ini merupakan bentuk pengobatan utama untuk ejakulasi dini. Namun, waktu yang dibutuhkan relatif cukup lama dengan biaya yang juga tidak sedikit.

Psikoterapi cocok dilakukan jika ejakulasi dini disebabkan oleh faktor psikologis sebagai penyebab utamanya. Psikoterapi juga pada beberapa kasus dikombinasikan dengan jenis obat-obatan tertentu.

Pemberian anestesi topikal

Adalah krim pada kepala penis untuk menurunkan sensasi akibat stimulus seksual. Kekurangan dari metode pengobatan ini adalah krim lidokain yang dioleskan juga dapat diserap oleh vagina sehingga wanita juga dapat mengalami penurunan sensasi seksual. Oleh karena itu, pemberian anestesi ini lebih ideal dilakukan bersamaan dengan pemakaian kondom.

Pemberian antidepresan

Obat-obatan tertentu dapat bekerja pada area otak untuk memperpanjang waktu sejak pria dewasa terangsang hingga ejakulasi. Obat-obatan ini cukup berbahaya mengingat berfungsi di otak manusia oleh karena itu, penggunaannya terbatas jika ada resep dari dokter. Metode ini juga dapat dikatakan metode terakhir setelah pemberian metode lain tidak berhasil.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?