glaukoma kongenital primer

Glaukoma Kongenital Primer: Penyebab Kebutaan Mata Anak

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Penyakit mata tidak hanya menyerang orang dewasa atau lansia, tetapi juga anak-anak atau bayi yang baru lahir. 

Salah satu penyakit mata yang sering menjangkit anak-anak adalah glaukoma kongenital primer; yang termasuk dari kategori penyakit glaukoma.

Glaukoma adalah gangguan penglihatan akibat kerusakan saraf mata dan tekanan tinggi pada mata. 

Waspadai jika anak mengalami gejala sulit membuka mata, area mata memerah, dan keluar cairan, bisa jadi anak Anda mengidap glaukoma kongenital. Segera hubungi dokter spesialis anak agar anak mendapat penanganan yang tepat. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Jenis Penyakit Glaukoma

Ada banyak jenis penyakit mata glaukoma. Setiap jenis memiliki gejala dan penyebab yang berbeda-beda. Glaukoma dapat dibagi menjadi:

  • Glaukoma sudut tertutup, yaitu kondisi iris menonjol ke depan dan menghalangi sudut drainase yang sebelumnya dibentuk oleh kornea dan iris, sehingga cairan tersumbat karena tidak bisa mengalir lewat mata yang menyebabkan tekanan meningkat.
  • Glaukoma sudut terbuka, yaitu gangguan di saluran mata meski struktur mata terlihat normal, ini disebut trabecular meshwork. Kondisi ini menyebabkan tekanan pada mata terus meningkat yang akhirnya merusak saraf optik. Pengidap glaukoma sudut terbuka terkadang tidak menyadari penyakit tersebut, karena proses kerusakan mata terjadi sangat lambat.
  • Glaukoma sekunder, yaitu penyakit akibat peradangan di lapisan tengah mata (uveitis) atau cedera pada bagian mata.
  • Glaukoma kongenital primer, yaitu penyakit akibat tingginya tekanan cairan pada mata hingga menyebabkan kerusakansan saraf optik. Penyakit ini banyak diderita oleh anak-anak atau bayi, karena biasanya anak didiagnosa mengidap penyakit ini saat lahir atau tidak lama setelah waktu kelahiran. 

Penyebab Glaukoma Kongenital

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), sebanyak 2,78% gangguan penglihatan di seluruh dunia disebabkan oleh penyakit glaukoma. 

Jika dilihat dari beberapa kasus kebutaan, penyakit glaukoma menjadi penyebab kedua terbesar setelah katarak

Hingga saat ini, terjadinya glaukoma kongenital primer belum diketahui secara pasti. Namun, ada faktor tertentu yang diduga kuat menjadi penyebabnya, yaitu faktor genetik atau penyakit warisan orang tua yang mengidap glaukoma sejak lahir. 

Glaukoma kongenital primer lebih berisiko tinggi dialami oleh anak laki-laki daripada anak perempuan.

Dapat dikatakan, penyebab dasar penyakit glaukoma kongenital primer pada anak atau bayi yang baru lahir yaitu kegagalan fungsi sistem ekskresi pada bilik mata bagian depan sehingga meningkatkan tingginya tekanan pada mata. 

Jika peningkatan tekanan pada mata tersebut dibiarkan, lambat laun akan merusak sel saraf dan berisiko menyebabkan kebutaan.

Gejala Glaukoma Kongenital Primer

Meski penyebab glaukoma kongenital primer belum diketahui pasti hingga saat ini, tetapi Anda bisa mengenali penyakit ini lewat gejala berikut:

  • Mata anak sering berair.
  • Mata anak terlihat memerah.
  • Kornea mata anak tampak berkeruh.
  • Anak kesulitan membuka kelopak mata.
  • Blefarospasme, kelainan kontraksi otot kelopak mata yang terasa kaku.
  • Satu atau kedua mata anak terlihat lebih besar daripada ukuran normal. 
  • Sensitivitas cahaya terang, di mana anak menutup satu atau kedua mata saat berada di tempat terang.

Jika anak Anda mengalami gejala di atas, sebaiknya segera cari perawatan medis untuk pemeriksaan dan penanganan mata anak secara profesional. Tubuh masing-masing anak berbeda, sehingga Anda perlu mengontrol kesehatan mata anak secara rutin. 

Cara Mendiagnosis Glaukoma Kongenital Primer

Dokter akan memulai pemeriksaan setelah mengetahui gejala yang dialami oleh anak Anda, mencari tahu adanya riwayat kelahiran, riwayat pertumbuhan dan perkembangan, serta riwayat penyakit glaukoma yang mungkin saja diwariskan dari keluarga. 

Glaukoma kongenital primer bisa dideteksi melalui pemeriksaan mata secara menyeluruh. Namun, pemeriksaan dilakukan tergantung usia dan kemampuan kooperatif anak. 

Biasanya pemeriksaan untuk anak atau bayi berusia di bawah 3 tahun akan dilakukan di ruang operasi. 

Pemeriksaan mata anak terdiri dari:

  • Pemeriksaan fiksasi penglihatan. Mencari tahu apakah mata anak bisa fokus pada satu objek dan mengikuti arah bergerak objek tersebut. Aktivitas ini dilakukan untuk mengevaluasi kemampuan pergerakan bola mata anak. 
  • Refraksi atau pengukuran pembiasan. Tes ini dilakukan untuk mengukur rabun jauh, rabun dekat, atau silinder (astigmatisme). Dalam kasus glaukoma  kongenital primer, tekanan yang tinggi pada mata berisiko menyebabkan gangguan rabun jauh (miopi) dan silinder yang disebabkan adanya goresan atau pembengkakan selaput bening (kornea). 
  • Tonometri. Tes tonometri dilakukan untuk mengukur tingkat tekanan pada mata yang disebut dengan tekanan intraokular (TIO). Dokter biasanya menggunakan tonometri untuk memeriksa pasien glaukoma atau penyakit mata yang berisiko menyebabkan kebutaan karena kerusakan saraf optik. Tes ini juga bisa dilakukan untuk mengukur ketebalan kornea yang meregang akibat tekanan tinggi. 
  • Pemeriksaan jaringan trabekular. Gonioskopi dibutuhkan untuk pemeriksaan jaringan tuberkular, karena gonioskopi bisa melihat apakah area tempat keluarnya cairan mata terbuka atau tertutup (sudut drainase). Anak akan diminta menggunakan lensa kontak khusus yang diberikan dokter, kemudian dilihat apakah sudut jaringan trabekular terbuka, menyempit, atau tertutup.
  • Oftalmoskopi. Pemeriksaan saraf optik ini dilakukan untuk melihat adanya kerusakan saraf optik akibat glaukoma. Pelebaran pupil diperlukan untuk memastikan pandangan yang lebih baik. Dokter akan memberi obat tetes mata untuk melebarkan pupil mata. Biasanya oftalmoskopi dilakukan di klinik mata, tetapi tak jarang dokter memeriksa secara menyeluruh di ruang operasi dengan bius umum yang diikuti dengan tindakan operasi. 

Apakah Glaukoma Kongenital Primer Bisa Disembuhkan?

Glaukoma kongenital primer bisa disembuhkan melalui serangkaian tindakan operasi. Namun, tindakan ini terlalu berisiko karena harus membius bayi, sehingga dokter hanya melakukan operasi jika hasil diagnosis telah dipastikan.

Jika glaukoma menyerang kedua mata anak atau bayi, dokter akan mengoperasi sekaligus untuk keduanya. 

Tidak semua kondisi anak atau bayi memungkinkan untuk menjalani tindakan operasi. Jika operasi tidak bisa dilakukan segera, dokter akan memberikan resep obat tetes mata, obat minum, atau kedua-duanya untuk menurunkan tekanan cairan di dalam bola mata. 

Jenis obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati penyakit glaukoma kongenital primer yakni golongan beta blockers yang banyak dipakai dalam menangani penyakit jantung dan menurunkan tekanan darah. 

Misalnya timolol dan carbonic anhydrase inhibitors seperti acetazolamide. Obat-obatan tersebut bisa berbentuk obat tetes, obat minum, atau kombinasi keduanya. 

Setelah Operasi Pengobatan Glaukoma

Setelah berhasil menjalani operasi glaukoma, kondisi mata anak atau bayi harus tetap dipantau secara berkala. Mungkin di masa mendatang mereka membutuhkan kacamata atau lensa kontak untuk membantu penglihatannya jika mengalami gangguan penglihatan. 

Jika operasi biasa tidak berhasil, dokter akan melakukan operasi laser untuk menghancurkan bagian mata yang terus memproduksi cairan dan menyebabkan tekanan tinggi. Dokter juga mungkin akan meresepkan obat khusus untuk mengontrol tinggi tekanan mata pasca operasi. 

Kenali gejala glaukoma kongenital primer sejak dini agar bisa segera ditangani oleh dokter. Dengan begitu, kualitas penglihatan anak tetap terjaga. Jangan lupa untuk terus mengontrol kondisi kesehatan mata anak secara rutin ke dokter spesialis anak.

Punya pertanyaan seputar kesehatan mata anak? Tulis di kolom komentar.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?