Hand Sanitizer untuk Anak, Amankah Untuk Digunakan?

Hand Sanitizer untuk Anak, Amankah Untuk Digunakan?

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Hand sanitizer menjadi pilihan alternatif jika kondisi Anda tidak memungkinkan untuk cuci tangan pakai air dan sabun, termasuk hand sanitizer untuk anak. Ini merupakan cara terbaik untuk membasmi kuman, termasuk meminimalisir penyebaran COVID-19 pada anak. Gunakan hand sanitizer yang setidaknya mengandung alkohol 60%.

Namun, anak yang menelan sedikit cairan hand sanitizer dapat menyebabkan keracunan alkohol. Umumnya mereka mengandung etanol, etil alkohol, atau isopropanol. Pantau kondisi anak jika menunjukkan gejala seperti mengantuk, gula darah rendah, kejang, koma, dan gejala fatal lainnya. 

Untuk mencegah hal tersebut, simak informasi lengkap seputar hand sanitizer anak berikut ini atau hubungi Smarter Health untuk melakukan tele-konsultasi bersama dokter spesialis anak. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Selalu Periksa Label Kemasan Hand Sanitizer

Food and Drug Administration (FDA) mulai mengizinkan perusahaan yang biasanya tidak memproduksi hand sanitizer untuk membuat dan menjualnya selama pandemi COVID-19. Saat membeli hand sanitizer, orang tua harus memastikan adanya label informasi di kemasan yang mencantumkan bahan, peringatan, dan tindakan pencegahan. 

Untuk mengurangi kemungkinan anak-anak minum hand sanitizer, sebaiknya produsen menambahkan bahan lain agar terasa pahit. Bahan pahit ini bisa berasal dari denatonium benzoate, sucrose octaacetate, atau butanol. Langkah ini sangat penting untuk mencegah anak-anak memakan atau meminum produk tersebut.

Beberapa produk dibuat dengan isopropanol. Berhati-hatilah saat menggunakan hand sanitizer ini di sekitar anak-anak, karena bisa lebih beracun daripada yang dibuat dengan etanol atau etil alkohol.

Di Usia Berapa Anak Boleh Menggunakan Hand Sanitizer?

Menurut National Capital Poison Control Center (NCPCC), menjilat hand sanitizer tidak akan berakibat fatal bagi anak-anak atau orang lain. Sebaliknya, meminum terlalu banyak hand sanitizer berbahan dasar alkohol bisa menyebabkan mabuk. Hal ini karena hand sanitizer mengandung 60% hingga 95% alkohol yang jumlahnya lebih tinggi daripada bir (5% hingga 7%), anggur (10% hingga 15%), dan vodka (40%). 

Hand sanitizer anak berbahan dasar alkohol harus disimpan jauh dari jangkauan anak-anak, termasuk minuman keras, obat kumur, atau skin care yang mengandung alkohol. 

Menjilat sedikit seharusnya tidak berbahaya. Namun, Anda mungkin bertanya-tanya pada usia berapa bayi atau anak dapat menggunakan hand sanitizer. Menurut FDA, sebaiknya hand sanitizer tidak digunakan pada bayi, terutama yang berusia di bawah 1 tahun. 

Jika Anda memiliki kekhawatiran atau kebutuhan khusus terkait kesehatan anak Anda, sebaiknya diskusikan dengan dokter spesialis anak atau penyedia layanan kesehatan lain melalui Smarter Health. 

Seberapa Efektif Penggunaan Hand Sanitizer Anak?

Seberapa efektif dan seberapa sering anak mencuci tangan dengan air dan sabun tentu menjadi salah satu faktor utama keberhasilan pencegahan COVID-18. Hand sanitizer tidak mampu bekerja untuk tangan yang berlumuran lumpur atau berminyak. Namun, hand sanitizer anak bisa dijadikan sebagai pilihan alternatif saat bepergian dan perlindungan ekstra selama musim pilek. 

Dilansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), banyak penelitian telah menemukan bahwa hand sanitizer dengan konsentrasi alkohol sekitar 60% hingga 95% lebih efektif dalam membunuh kuman. Ini lebih baik daripada produk hand sanitizer yang memiliki konsentrasi alkohol lebih rendah atau non-alkohol.

Cara mencuci tangan yang baik harus diajarkan kepada anak sejak usia dini. Penggunaan hand sanitizer yang aman dan efektif juga berdampak besar dalam pencegahan penyebaran kuman, termasuk virus penyebab COVID-19.

Jangan Membuat Hand Sanitizer Sendiri

Meskipun banyak toko dan apotek yang menjual hand sanitizer, tetapi barang ini menjadi langka selama masa pandemi COVID-19. Meski begitu, FDA tidak menyarankan Anda membuat hand sanitizer sendiri. Jika terjadi kesalahan pada proses produksi, hand sanitizer tidak akan bekerja efektif membunuh kuman, atau lebih buruk. Misalnya menimbulkan luka bakar dari hand sanitizer buatan sendiri.

Menambahkan alkohol ke dalam hand sanitizer non-alkohol kemungkinan besar tidak akan menghasilkan produk yang efektif. Menggunakan semprotan atau tisu desinfektan pada kulit dapat menyebabkan iritasi kulit dan mata. Semprotan dan tisu desinfektan dibuat untuk membersihkan permukaan barang, bukan manusia atau hewan.

Untungnya, baru-baru ini FDA mengembangkan panduan untuk persiapan sementara hand sanitizer oleh apoteker tertentu dan perusahaan lain selama kondisi darurat kesehatan masyarakat di tengah COVID-19. Jadi, meskipun banyak yang membagikan resep DIY (do it yourself) hand sanitizer, sebaiknya jangan membuat sendiri. 

Menjauhkan Anak dari Risiko Keracunan

Saat banyak keluarga mulai membeli dan menyetok hand sanitizer selama pandemi COVID-19, National Poison Data System mendapatkan banyak laporan tentang paparan yang tidak disengaja pada anak-anak. Pada awal tahun 2020, ada 46% lebih banyak kasus yang dilaporkan terkait hand sanitizer dibandingkan tahun lalu. 

Ketika keluarga mulai membeli lebih banyak pembersih tangan selama pandemi COVID-19, Sistem Data Racun Nasional mulai mendapatkan lebih banyak laporan tentang paparan yang tidak disengaja pada anak-anak, terutama pada anak berusia di bawah 5 tahun. 

Pakar kesehatan merekomendasikan penggunaan hand sanitizer anak yang mengandung alkohol 60% hingga 95% untuk membunuh virus corona. Sedangkan minuman alkohol biasanya hanya mengandung 5% hingga 40% alkohol.

American Academy of Pediatrics menganjurkan orang tua untuk menjauhkan hand sanitizer dari jangkauan anak-anak. Orang tua dan pengasuh juga harus mengawasi anak-anak berusia 5 tahun ke bawah saat mereka menggunakan hand sanitizer. Ini termasuk hand sanitizer di tas bepergian, ransel, dan mobil. 

Tips Aman Menggunakan Hand Sanitizer Anak

Untuk mencegah penyebaran COVID-19, ajak anak untuk mencuci tangan dengan air dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Anda juga bisa menggunakan hand sanitizer berbahan dasar alkohol jika air dan sabun tidak tersedia. Ikuti tips aman menggunakan hand sanitizer anak berikut ini:

  • Simpan hand sanitizer jauh dari jangkauan anak-anak.
  • Perhatikan adanya gejala dan tanda-tanda yang muncul.
  • Selalu awasi anak-anak saat mereka menggunakan hand sanitizer
  • Selalu baca dan ikuti petunjuk yang tertera di kemasan hand sanitizer.
  • Ajarkan anak Anda cara menggunakan hand sanitizer yang baik dan benar supaya aman. 
  • Jika hand sanitizer tertelan oleh anak, segera hubungi layanan darurat atau bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. 
  • Anak-anak tidak boleh menggunakan hand sanitizer yang mengandung etanol tingkat tinggi. Sebab itu, selalu periksa label kemasan untuk memastikan produk tidak mengandung etanol tingkat tinggi.
  • Jika Anda membekali hand sanitizer anak saat mereka beraktivitas di luar rumah, sebaiknya hindari produk yang dikemas dalam wadah menyerupai wadah makanan atau minuman untuk menghindari kebingungan anak terhadap produk yang bisa dimakan. 

Hand sanitizer ada di mana-mana, karena termasuk desinfektan yang murah, efektif, dan mudah dibawa ke mana saja. Meski begitu, Anda perlu memperhatikan bahayanya bagi anak-anak. Bicarakan dengan dokter spesialis anak di dalam dan luar negeri melalui Smarter Health. 

Smarter Health juga menyediakan layanan tele-konsultasi yang mempermudah Anda untuk mengakses layanan kesehatan di tengah pandemi COVID-19 tanpa perlu keluar rumah.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?