Ini Gejala yang Dialami Penderita OCD

Ini Gejala OCD yang Perlu Diketahui

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Ditinjau oleh: dr. Qanissa Afianti Razzqy
Publish tanggal: Feb 1, 2021
Update terakhir: Feb 1, 2021

Gejala obsessive-compulsive disorder (OCD) berbeda dengan perfeksionis. Gejala OCD mungkin sampai mengganggu aktivitas sehari-hari Anda. Jika demikian, sebaiknya cari perawatan yang tepat untuk menyingkirkan gejala. 

Dapatkan bantuan profesional melalui Smarter Health jika Anda memiliki gejala OCD, baik obsesi, kompulsi, atau keduanya.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Apa Itu OCD?

Obsessive-compulsive disorder (OCD) adalah pola pikiran dan ketakutan yang tidak diinginkan (obsesi) yang membuat Anda melakukan perilaku berulang (kompulsi). Obsesi dan kompulsi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan menyebabkan tekanan yang signifikan.

Anda mungkin mencoba untuk mengabaikan atau menghentikan obsesi, tetapi itu justru meningkatkan kecemasan Anda. Pada akhirnya, Anda merasa terdorong untuk melakukan tindakan kompulsif untuk mencoba meredakan stres. 

Meskipun Anda berusaha mengabaikan atau menyingkirkan pikiran atau dorongan yang mengganggu, pikiran tersebut terus datang dan mungkin mengarah pada perilaku yang lebih ritualistik.

OCD sering kali berpusat pada tema tertentu, misalnya rasa takut yang berlebihan akan terkontaminasi oleh kuman sehingga Anda selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan secara kompulsif hingga terasa sakit dan pecah-pecah.

Gejala OCD

OCD biasanya mencakup obsesi dan kompulsi. Tetapi mungkin juga hanya memiliki gejala obsesi atau hanya gejala kompulsi saja. 

Anda mungkin tidak menyadari bahwa obsesi dan kompulsi Anda berlebihan atau tidak masuk akal, karena menghabiskan banyak waktu, mengganggu rutinitas harian, mengganggu fungsi sosial, sekolah atau pekerjaan Anda.

Gejala OCD terbagi dua, yaitu gejala obsesi dan gejala kompulsi. Berikut ini masing-masing gejalanya.

Gejala Obsesi

Obsesi OCD berulang, pikiran yang terus-menerus, dan tidak kita inginkan, dapat menyebabkan kecemasan. Anda dapat mencoba menyingkirkannya dengan melakukan perilaku atau ritual kompulsif. Obsesi ini biasanya mengganggu saat Anda mencoba memikirkan atau melakukan hal lain. Gejala obsesi biasanya memiliki tema tersendiri, seperti:

  • Takut terkontaminasi atau kotoran.
  • Membutuhkan hal-hal yang teratur dan simetris.
  • Meragukan dan kesulitan menoleransi ketidakpastian.
  • Pikiran yang tidak kita inginkan, termasuk agresi atau subjek seksual atau agama.
  • Pikiran agresif atau mengerikan tentang kehilangan kendali dan merugikan diri sendiri atau orang lain.

Contoh tanda dan gejala obsesi meliputi:

  • Memikirkan gambar seksual yang tidak menyenangkan.
  • Ragu Anda telah mengunci pintu atau mematikan kompor.
  • Membayangkan Anda mengemudikan mobil Anda ke kerumunan orang.
  • Menghindari situasi yang dapat memicu obsesi, seperti berjabat tangan.
  • Takut terkontaminasi dengan menyentuh benda yang tersentuh orang lain.
  • Stres yang intens ketika ada objek tidak teratur atau menghadap ke arah tertentu.
  • Pikiran tentang meneriakkan kata-kata kotor atau bertindak tidak pantas di depan umum.

Gejala Kompulsi

Kompulsi OCD adalah perilaku berulang yang membuat Anda merasa terdorong untuk melakukannya. Perilaku berulang atau tindakan mental ini bertujuan untuk mengurangi kecemasan terkait obsesi Anda atau mencegah terjadinya sesuatu yang buruk. Namun, melakukan kompulsi tidak membawa kesenangan dan mungkin hanya menawarkan kelegaan sementara dari kecemasan yang sedang Anda rasakan. 

Anda mungkin membuat aturan atau ritual tertentu untuk diikuti yang membantu mengendalikan kecemasan saat Anda memiliki pikiran obsesif. Kompulsi ini berlebihan dan seringkali tidak secara realistis. 

Sama seperti gejala obsesi, gejala kompulsi biasanya juga memiliki tema, seperti:

  • Ketertiban.
  • Memeriksa.
  • Perhitungan.
  • Menuntut kepastian.
  • Mencuci dan membersihkan.
  • Mengikuti rutinitas yang ketat.

Contoh tanda dan gejala kompulsi meliputi:

  • Menghitung dengan pola tertentu.
  • Cuci tangan sampai kulit pecah-pecah.
  • Menata makanan Anda dengan cara yang sama.
  • Mengulangi doa, kata atau frase secara diam-diam.
  • Memeriksa kompor berulang kali untuk memastikannya sudah mati.
  • Memeriksa pintu berulang kali untuk memastikan pintu sudah terkunci.

Contoh Obsesi yang Umum

Berikut ini beberapa tema dan gejala obsesi yang paling umum.

  • Takut pada kuman atau kotoran. Anda mungkin takut menyentuh benda yang disentuh orang lain, seperti gagang pintu atau Anda tidak ingin memeluk atau berjabat tangan dengan orang lain.
  • Kebutuhan ekstrim akan ketertiban. Anda merasa stres saat ada benda yang tidak pada tempatnya. Sangat sulit bagi Anda untuk meninggalkan rumah sampai Anda telah mengatur berbagai hal dengan cara tertentu.
  • Takut melukai diri sendiri atau orang lain. Saat Anda memikirkan sesuatu yang sama sekali berbeda, Anda memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri atau orang lain.
  • Keraguan atau ketakutan yang berlebihan untuk berbuat kesalahan. Anda membutuhkan dorongan atau kepastian terus-menerus dari orang lain bahwa apa yang Anda lakukan itu benar.
  • Takut akan perasaan malu. Anda takut meneriakkan kata-kata makian di depan umum atau berperilaku buruk dalam situasi sosial.
  • Takut pada pikiran jahat atau bermusuhan, termasuk gagasan menyesatkan tentang seks atau agama. Anda membayangkan skenario seksual yang mengganggu atau tidak sopan.

Contoh Kompulsi yang Umum

Seperti obsesi, kompulsi juga memiliki tema dan gejala umum.

  • Mencuci atau membersihkan. Anda mencuci tangan atau mandi berulang kali.
  • Memeriksa. Anda memeriksa berulang kali untuk memastikan peralatan dapur dimatikan atau pintu terkunci saat Anda pergi.
  • Menghitung. Anda mengucapkan angka dalam pola tertentu dengan lantang atau pada diri Anda sendiri.
  • Ketertiban. Anda merasa perlu makan makanan tertentu dengan urutan tertentu. Anda mengatur semua pakaian atau item dapur Anda dengan cara tertentu.
  • Rutin. Anda mengatakan atau melakukan sesuatu beberapa kali dengan cara tertentu sebelum meninggalkan rumah.
  • Mengumpulkan atau menimbun. Rumah Anda penuh dengan barang-barang yang tidak Anda gunakan atau butuhkan.

Tingkat Keparahan OCD dapat Bervariasi

OCD biasanya dimulai pada masa remaja atau dewasa muda, tetapi bisa dimulai sejak masa kanak-kanak. Gejala biasanya dimulai secara bertahap dan cenderung bervariasi dalam tingkat keparahannya.

Jenis obsesi dan kompulsi yang Anda alami juga dapat berubah seiring waktu. Gejala umumnya memburuk saat Anda mengalami stres yang lebih besar. OCD, biasanya dianggap sebagai gangguan seumur hidup dengan gejala ringan, sedang. hingga parah dan memakan waktu sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ada perbedaan antara perfeksionis dengan orang yang menderita OCD. Pikiran OCD merupakan kekhawatiran berlebihan tentang masalah nyata di dalam hidup Anda, keinginan untuk membersihkan segala sesuatu, atau mengatur segala sesuatu dengan cara tertentu.

Cara Mengatasi Gejala OCD di Rumah

Mengatasi gejala OCD mungkin terasa menantang. Berikut ini beberapa cara untuk membantu mengatasi gejala OCD di rumah:

  • Mempelajari kondisi Anda untuk memotivasi diri agar tetap berpegang pada rencana perawatan.
  • Tetap fokus pada tujuan dan ingat bahwa pemulihan dari OCD adalah proses panjang yang berkelanjutan.
  • Berkomunikasi dengan orang lain yang menghadapi tantangan serupa dapat memberikan dukungan dan membantu Anda mengatasi gejala OCD.
  • Temukan cara sehat untuk menyalurkan energi Anda, seperti hobi dan aktivitas rekreasi. Olahraga secara teratur, makan makanan yang sehat, dan jam tidur cukup.
  • Pelajari metode relaksasi dan manajemen stres, seperti meditasi, relaksasi otot, pijat, pernapasan dalam, yoga atau tai chi.
  • Cobalah untuk tidak menghindari aktivitas yang berarti. Pergilah bekerja atau sekolah seperti biasa. Habiskan waktu bersama keluarga dan teman. Jangan biarkan OCD mengganggu hidup Anda.

Jika obsesi dan kompulsi Anda memengaruhi kualitas hidup, temui dokter atau ahli kesehatan mental untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Smarter Health memungkinkan Anda untuk mengakses layanan kesehatan kapan pun Anda membutuhkannya, karena menyediakan layanan telekonsultasi, konsultasi offline, membantu mencari rekomendasi rumah sakit, mencari dokter spesialis, dan menghitung estimasi biaya pengobatan di dalam dan luar negeri.

Referensi:
Mayo Clinic (2020). Obsessive-compulsive disorder (OCD).
Web MD. How Do I Know if I Have OCD?

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?