positif corona

Ini yang Harus Dilakukan Jika Anda Positif Corona

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Diperlukan serangkaian pemeriksaan untuk mengetahui adanya infeksi virus Corona di dalam tubuh Anda. Penyedia layanan kesehatan akan melakukan pemeriksaan spesimen jika Anda memiliki gejala dan memenuhi kriteria positif Corona. Spesimen ini akan diuji di laboratorium untuk mengetahui materi genetik dari virus Corona yang diberi nama SARS-CoV-2. Hasil pemeriksaan tersebut berupa laporan positif atau negatif Corona. 

Jika hasil tes menunjukkan bahwa Anda positif Corona, itu berarti virus Corona terkandung didalam spesimen Anda. Sebaiknya jangan panik, tapi tetap waspada. Karena positif Corona, Anda wajib mengikuti anjuran dokter atau penyedia layanan. 

Di artikel kali ini, Smarter Health akan membahas apa saja mungkin yang harus Anda lakukan ketika positif Corona. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Bagaimana Perawatan Pasien Positif Corona di Rumah?

Umumnya, orang yang positif Corona hanya akan mengalami sejumlah penyakit ringan yang bisa sembuh dengan perawatan di rumah. Anda mungkin masih mengalami gejala yang khas, seperti demam, batuk, dan sesak napas ringan. Kebanyakan orang yang menderita penyakit ringan akan membaik dalam waktu satu minggu setelah gejala pertama muncul. 

Istirahat di rumah dan minum cukup air untuk memastikan urine Anda tetap berwarna bening pucat. Tidak ada perawatan antivirus khusus yang direkomendasikan untuk penyakit COVID-19. Anda dapat mengonsumsi obat-obatan yang dijual bebas jika mengalami demam atau nyeri. Pastikan dosis obat yang dikonsumsi sudah sesuai dengan petunjuk yang tertera di kemasan. Selain itu, Anda juga harus tetap minum obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter. 

Apa Perbedaan Isolasi dan Karantina?

Menurut Washington State Department of Health, terdapat perbedaan antara isolasi dan karantina yang wajib Anda ketahui, yaitu:

  • Isolasi adalah tindakan yang dilakukan jika memiliki gejala COVID-19 atau ketika dinyatakan positif Corona. Dengan menjalani isolasi, berarti Anda tetap tinggal di rumah tetapi tidak kontak dengan orang lain, termasuk anggota keluarga, selama jangka waktu yang dianjurkan oleh penyedia layanan kesehatan. Ini dilakukan untuk menghindari penyebaran penyakit. 
  • Karantina adalah tindakan yang dilakukan jika Anda terpapar COVID-19. Dengan menjalani karantina, berarti Anda harus tinggal di rumah dan jauh dari orang lain untuk jangka waktu yang disarankan oleh penyedia layanan kesehatan jika Anda terinfeksi dan berisiko menular. Karantina bisa menjadi isolasi jika Anda dinyatakan positif Corona atau mengalami gejala. 

Gejala Darurat COVID-19

Terus pantau gejala yang muncul. Jika gejala memburuk, segera hubungi penyedia layanan kesehatan untuk mendapatkan pertolongan medis. Gejala darurat COVID-19 meliputi:

  • Kesulitan bernapas.
  • Bibir atau wajah membiru.
  • Rasa kantuk yang sangat parah.
  • Nyeri dada atau tekanan di dada.
  • Kebingungan atau tidak dapat berpikir jernih. 

Jika Anda memiliki satu atau lebih gejala darurat COVID-19, Anda harus segera menghubungi rumah sakit terdekat atau layanan darurat. 

Hindari menggunakan transportasi umum. Sebaiknya Anda menggunakan kendaraan pribadi atau hubungi layanan darurat untuk dijemput dengan ambulans. Anda harus memakai masker wajah selama perjalanan menuju rumah sakit.

Kapan Penderita COVID-19 Bisa Beraktivitas di Sekitar Orang Lain?

Setiap kasus positif Corona memiliki cara penanganan yang berbeda-beda. Dilansir dalam Centers for Diseases Control and Prevention (CDC) menjelaskan kapan Anda bisa kembali beraktivitas di sekitar orang lain jika Anda diduga atau dipastikan positif Corona. Berikut ini contoh kasusnya.

Kasus 1: Saya Merasa Menderita COVID-19 dan saya memiliki gejala

Ketika Anda merasa menderita COVID-19 tapi tidak memiliki gejala, Anda diperbolehkan beraktivitas di sekitar orang lain setelah:

  • Gejala COVID-19 lainnya sudah membaik.
  • Terhitung 10 hari setelah gejala pertama kali muncul.
  • Terhitung 24 jam tidak demam tanpa menggunakan obat penurun demam.

Sedikit catatan, kehilangan kemampuan indera perasa dan indra penciuman dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan setelah masa pemulihan dan Anda tidak perlu menunda untuk memperpanjang isolasi. 

Kebanyakan orang tidak perlu diuji untuk memutuskan kapan mereka bisa mengakhiri isolasi dan kembali beraktivitas di sekitar orang lain. Namun, jika penyedia layanan kesehatan COVID-19 merekomendasikan untuk melakukan pengujian, mereka akan memberi tahu kapan Anda dapat kembali beraktivitas di sekitar orang lain berdasarkan hasil tes terbaru Anda. 

Namun, ini tidak berlaku bagi penderita COVID-19 yang sangat parah atau penderita yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah (immunocompromised). 

Kasus 2: Saya menderita COVID-19 yang parah dan memiliki sistem kekebalan tubuh yang sangat rendah

Penderita COVID-19 yang sakit parah mungkin perlu menjalani isolasi mandiri di rumah lebih dari 10 hingga 20 hari setelah gejala pertama kali muncul. Begitu pula penderita yang mengalami gangguan kekebalan tubuh. Mereka mungkin memerlukan pengujian khusus untuk menentukan kapan mereka bisa kembali beraktivitas di sekitar orang lain. 

Sebaiknya bicarakan dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan untuk mengetahui informasi lebih lanjut. Dokter mungkin akan bekerja sama dengan ahli penyakit menular untuk menentukan apakah diperlukan pengujian sebelum mengizinkan Anda kembali beraktivitas di sekitar orang lain. 

Kasus 3: Saya pernah berada di sekitar penderita COVID-19

Bagi siapa pun yang pernah melakukan kontak dekat dengan seseorang yang positif Corona harus menjalani isolasi mandiri di rumah selama 14 hari setelah terakhir kali melakukan kontak dengan penderita. Namun, Anda tidak perlu menjalani isolasi mandiri jika memenuhi kriteria berikut ini:

  • Sudah sembuh dari virus Corona.
  • Terinfeksi virus Corona dalam 3 bulan sebelumnya.
  • Tidak memiliki gejala terinfeksi virus Corona, seperti batuk dan sesak napas.

Kasus 4: Saya adalah seorang profesional perawatan kesehatan

Jika Anda adalah seorang profesional perawatan kesehatan yang menduga atau mengetahui bahwa Anda positif Corona, Anda harus mengikuti cara yang sama dengan apa yang sudah dijelaskan sebelumnya agar Anda dapat segera kembali beraktivitas di sekitar orang lain di luar tempat kerja Anda. 

Cara Mencegah Penyebaran COVID-19

Positif Corona membuat Anda harus bekerja ekstra untuk mencegah penyebaran virus tersebut. Berikut ini cara mencegah virus Corona yang bisa Anda terapkan:

  • Tutup mulut saat Anda batuk dan bersin, kemudian buang tisu bekas dan cuci tangan Anda.
  • Jika tidak tersedia sabun dan air, gunakan hand sanitizer yang mengandung setidaknya 60% alkohol.
  • Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, setidaknya selama 20 detik setiap mencuci tangan. 
  • Jangan berbagi barang pribadi dengan siapa pun. Barang ini termasuk piring, gelas, peralatan makan, handuk, atau tempat tidur.
  • Bersihkan permukaan benda yang sering disentuh setiap hari, seperti gagang pintu, meja, handphone, perlengkapan kamar mandi, atau toilet.
  • Memakai masker wajah saat Anda berada di sekitar orang atau hewan peliharaan, serta sebelum Anda memasuki ruang penyedia kesehatan. 

Hubungi dokter atau penyedia layanan kesehatan untuk mengetahui kapan Anda bisa kembali beraktivitas di sekitar orang lain. Selama melakukan isolasi di rumah, pastikan Anda mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter dan berusaha mencegah penyebaran COVID-19 dengan anggota keluarga lainnya.

Terus pantau gejala yang Anda alami dan lakukan tele-konsultasi bersama dokter dari rumah sakit di dalam dan luar negeri lewat Smarter Health. Tele-konsultasi menjadi pilihan terbaik di masa pandemi.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

2 pemikiran pada “Ini yang Harus Dilakukan Jika Anda Positif Corona”

  1. hari rabu dan kamis saya swab, hari jum’at dinyatakan positif, saya punya riwayat asma, saya langsung isolasi di kamar, anggota klg ada di rmh istri, 3 anak dan bpk mertua umur 85 th. semua pake masker, protokol kesehatan tetap diterapkan, swab untuk anggota klg msh nunggu dari dinkes, apakah cara saya sdh betul, kondisi saya selama ini baik, kalaupun seseg cuman biasa spt dulu-dulu sebelum ada corona dan bisa tertanggulangi dg baik… mhn saran.

    Balas
    • Jika bapak sudah melakukan swab dan hasilnya positif, serta memiliki riwayat asma dan terasa sesak sekali, kami sarankan untuk melakukan perawatan di ruangan isolasi di fasilitas kesehatan terdekat. Jika gejalanya minimal dan tidak ada keluhan bapak bisa melakukan isolasi mandiri. Namun, melihat anggota keluarga bapak merupakan kelompok rentan, sebaiknya bapak melakukan isolasi mandiri di rumah/kamar yang tidak terdapat anggota keluarga dengan usia rentan. Untuk menghindari terjadinya penularan pada anggota keluarga usia rentan. Terima kasih.

      Balas

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?