facial

Iritasi Pasca-Facial: Mengapa Itu Terjadi dan Apa yang Harus Anda Lakukan

Liew Hui Min - Dokter Kulit Singapura - Dermatology (Skin) - Not Otherwise Specified (NOS)
Penulis:
Dokter spesialis kulit di Singapura

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Bagi sebagian besar dari kita, ungkapan bahwa segala sesuatu akan menjadi sangat buruk sebelum membaik memang sangat menenangkan. 

Ini adalah sebuah sentimen yang kita gunakan saat terjadi perubahan iklim, sekuel yang mengecewakan dari sebuah film trilogi, dan akibat mengerikan setelah facial yang melibatkan prosedur ekstraksi. 

Anda tahu itu: kompleksi kulit yang sangat merah, teriritasi, dan sangat sensitif, menandakan outbreak yang hampir melewati ambangnya atau yang disebut dengan purging

Purging dipercaya sebagai respon alami kulit terhadap pengangkatan sumbatan pada pori dan jerawat. Meski kondisi ini tidak menyerang setiap orang, namun mereka yang terdampak sering kali menyepelekannya sebagai respon “normal” dari perawatan facial.

Mungkin memang kami para jurnalis kecantikan yang skeptis. Apakah ini benar-benar sesuatu yang dimaksud dengan tidak ada kebahagiaan sebelum kesakitan? Pada titik apa kondisi ini menjadi sebuah masalah, bukannya hasil perawatan yang sudah diprediksi? Jika pikiran ini melintasi pikiran Anda satu atau dua kali, maka Anda datang ke tempat yang tepat.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Apakah iritasi pasca-facial itu “nyata”?

Sayangnya, iya. 

Breakout dan kemerahan pada kulit seringkali muncul jika facial melibatkan ekstraksi,” jelas dr. Liew Hui Min, dokter spesialis kulit dan pendiri HM Liew Skin & Laser Clinic. 

“Mereka yang memiliki kulit sensitif bisa mengalami outbreak jerawat yang menyebabkan bekas luka.” dr. Sejal Shah dari spesialis kulit SmarterSkin setuju, menekankan pada sebuah wawancara dengan The Zoe Report bahwa whitehead, blackhead, pustula, papula, dan kistis juga bisa terbentuk.

Apa yang menyebabkan iritasi pasca-facial?

Facial menstimulasi kulit dan merangsangnya,” jelas Sharon Holtz, direktur spa di Terranea Resort dalam sebuah wawancara dengan Self. 

“Respon kulit menunjukkan bahwa ia berfungsi dan sehat.” 

Seringnya, efek akan memudar dalam satu atau dua hari. Semua yang berlangsung lebih lama dari itu bisa dikaitkan dengan pori-pori kulit yang tidak dibersihkan secara menyeluruh selama ekstraksi. 

“Apabila pori-pori tidak dibersihkan secara menyeluruh saat ekstraksi, Anda akan melihat munculnya jerawat setelah facial, sebagai hasil dari penumpukan isi yang secara alami terangkat ke permukaan,” jelas dr. Shah. 

Pemicu lainnya termasuk eksfoliator kimia seperti hydroxy acid juga komponen berat anti penuaan seperti retinol karena mereka mempercepat regenerasi sel kulit. Semua komponen tersebut mempercepat semua proses alamiah, termasuk kemunculan jerawat, pustula, dan lain lain. 

“Pada beberapa situasi, produk perawatan wajah juga bisa menimbulkan iritasi,” tambah dr. Liew. 

“Ketika eksfoliator pada sebuah produk terlalu kuat atau terlalu banyak, maka bisa menyumbat pori. Seringkali, saya menemukan bahwa penyebabnya adalah teknik yang terlalu kuat selama proses ekstraksi.”

Apakah ada facial yang meningkatkan sejenis iritasi pasca-facial?

Segala sesuatu yang melibatkan retinoid dan hydr.oxyl acids seperti yang sudah disebutkan di atas, bersamaan dengan perawatan yang mengandung zat eksfolian, peeling kimia, dan benzoyl peroxide

Mereka yang menderita kondisi kulit seperti eksim, jerawat, kulit sensitif, dan sejenisnya juga berada dalam resiko yang lebih besar untuk mengalami iritasi pasca-facial.

Apa yang bisa dilakukan untuk menghindari reaksi tersebut?

Sama halnya seperti semua jenis facial, pastikan Anda memberitahu ahli kecantikan Anda bahwa Anda sedang mengkonsumsi obat tertentu, baik itu pil atau topikal. Telah diketahui secara luas bahwa krim steroid dan isotretinoin, misalnya, bisa membuat kulit lebih rentan untuk terluka akibat ekstraksi.

Berapa lama seharusnya kulit bisa “pulih” dari efek facial?

“Kemerahan kulit dan iritasi pasca-facial seharusnya tidak lebih dari 24 jam,” kata dr. Liew. 

“Jika lebih, ini merupakan indikasi bahwa kulit telah mengembangkan iritasi atau dermatitis kontak.”

Apakah Anda harus menduga adanya iritasi pasca-facial?

Ada sebuah konsensus: hanya karena sesuatu adalah hal yang umum, bukan berarti itu normal. Tidak peduli seberapa sensitif kompleksitas kulit Anda, sebagian besar profesional dalam perawatan kulit setuju bahwa mengalami iritasi ekstrim lebih dari sehari setelah facial adalah sesuatu yang harus dikhawatirkan.

Apa yang harus Anda lakukan jika Anda mengalami iritasi pasca-facial?

“Saya merekomendasikan penggunaan sabun wajah dan pelembab yang ringan untuk menjaga kulit tetap terhidrasi selama beberapa hari,” ujar dr. Liew. 

“Hindari paparan sinar matahari berlebih dan gunakan tabir surya. Jika Anda menggunakan produk anti penuaan, atau sedang dalam pengobatan anti jerawat topikal, hentikan penggunaannya setelah facial. Lanjutkan rutinitas perawatan normal Anda setelah iritasi kulit mereka. Jika kondisi Anda tidak membaik dalam waktu 48 jam, disarankan untuk mencari solusi medis dari dokter spesialis kulit.”

Penulis: dr. Liew Hui Min, dokter spesialis kulit di Singapura. Diterjemahkan dari artikel Post-Facial Irritation: Why It Happens And What You Should Do About It.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?