Osteoartritis

Kebenaran di Balik 5 Mitos Osteoartritis

Sok Chuen Tan - Dokter Tulang Singapura - Orthopaedic Surgery (Bone) - Not Otherwise Specified (NOS)
Penulis:
Dokter spesialis tulang di Singapura

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Mengingat prevalensi osteoartritis adalah 1 dari 2 orang dewasa akan mengalami kondisi ini, tidak heran jika terdapat beberapa kesalahpahaman yang umum terjadi tentang penyakit sendi degeneratif ini. Di sini, kami akan memisahkan antara mitos dan fakta.

Osteoartritis disebabkan oleh kerusakan tulang rawan yang melindungi ujung tulang anda yang berlangsung dengan seiringnya waktu. Reputasinya sebagai kondisi kronis pada sendi yang paling sering terjadi telah berkontribusi pada banyak mitos yang mengelilingi penyakit ini. 

Di sini, kami menemukan 5 kesalahpahaman umum tentang penyakit degeneratif yang menyakitkan ini.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

1. Suplemen Glukosamin menyembuhkan osteoartritis

Chondroitin dan glukosamin muncul secara alami di tulang rawan yang sehat, dan tidak mengherankan bahwa senyawa buatan laboratorium dalam bentuk sulfat ini umumnya digunakan sebagai suplemen untuk mengobati osteoarthritis. 

Meskipun beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa mereka dapat memberikan penghilang rasa sakit sederhana untuk beberapa pasien dengan penyakit sendi degeneratif ini, hal tersebut tidak menyembuhkan osteoartritis. 

Sebuah penelitian pada tahun 2010 pada orang-orang yang menderita sakit punggung kronis yang berkaitan dengan osteoartritis membuktikan bahwa glukosamin meredakan rasa sakit seperti halnya plasebo. 

Journal of American Medical Association. Osteoarthritis Research Society International dan U.S. National Institute for Health and Care mengeluarkan pernyataan bahwa mereka masih kekurangan bukti untuk menyatakan glukosamin sebagai obat untuk penyakit degenerasi tulang rawan pada sendi. 

Walaupun begitu, para ilmuwan menyarankan agar para pasien yang membaik – meskipun itu sebuah plasebo ataupun nyata – setelah mengkonsumsi suplemen ini untuk terus meminumnya.

2. Merokok melindungi anda dari osteoartritis

Beberapa studi telah menemukan jumlah kasus osteoartritis yang lebih rendah pada perokok bila dibandingkan dengan mereka yang tidak merokok. 

Para peneliti kemudian mengaitkannya dengan beberapa faktor yang tidak diketahui terkait nikotin dan pada fakta bahwa perokok pada umumnya memiliki kadar BMI yang lebih rendah daripada orang yang tidak merokok. 

Namun, harus ditekankan bahwa sebagian besar penelitian membuktikan hal sebaliknya. Dua penelitian pada tahun 2007 dan 2009 tentang pria perokok yang diterbitkan oleh Annals of the Rheumatic Diseases and Rheumatology, masing-masing mengungkapkan bahwa para perokok dua kali lebih berpotensi untuk kehilangan tulang rawannya dibandingkan mereka yang tidak merokok. 

Lagi pula, bila merokok dapat mencegah osteoartritis, mengingat efek berbahaya rokok bagi kesehatan, tidak akan ada dokter yang merekomendasikannya sebagai metode pengobatan!

3. Berlari memperburuk osteoartritis

Tidak seperti yang dipercaya masyarakat umum, penelitian medis menunjukkan bahwa berlari tidak menyebabkan atau memperburuk penyakit tulang degeneratif. 

Faktanya, para ahli medis justru merekomendasikan para penderita osteoartritis untuk tetap menjaga keaktifan dengan berolahraga. Termasuk olahraga lari rekreasi, yang membantu menjaga berat badan yang sehat, meningkatkan fleksibilitas sendi dan jangkauan pergerakan yang lebih luas. Selain itu, memperkuat otot di sekitar sendi anda yang akan membantu melawan artritis dan bukan sebaliknya. 

Namun, jika anda menderita osteoartritis akut, pertimbangkan untuk memulai olahraga dengan tekanan yang rendah seperti berenang, berjalan dan bersepeda, serta harap berkonsultasi dengan dokter anda sebelum anda memulai berolahraga.

4. Knuckle Cracking atau “Mengkretekkan” buku-buku jari (atau sendi) menyebabkan osteoartritis

Mungkin menjengkelkan bagi sebagian orang, tetapi “mengkretekkan” buku-buku jari anda atau mungkin sesekali mendengar suara letupan dari lutut anda – tanpa rasa sakit – adalah hal yang tidak berbahaya dan tidak menyebabkan randang sendi. 

“Mengkretekkan” sendi tanpa rasa sakit dapat menghasilkan suara karena gelembung gas nitrogen yang terperangkap dalam cairan sinovial sendi anda pecah saat anda memberikan tekanan ringan. 

Suara letupan juga dapat terdengar ketika tendon anda membentur jaringan saat mereka menyesuaikan jalur luncurnya. 

Namun, jika “kretekkan” disertai dengan rasa sakit, anda perlu menemui dokter karena mungkin hal tersebut merupakan indikasi kelainan pada sendi anda, seperti tulang rawan yang longgar, ligamen yang terluka, bursitis (radang bursa, atau kantung berisi cairan di antara jaringan) atau tendinitis (radang tendon). 

Tetap saja, anda sebaiknya menghentikan kebiasaan tersebut karena sebuah laporan dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa “mengkretekkan” buku-buku jari dapat mengurangi kekuatan genggaman seseorang.

5. Osteoartritis tidak dapat dihindari seiring bertambahnya usia

Memang sulit melawan efek penuaan pada tubuh. Namun untungnya, penyakit tulang degeneratif bukanlah konsekuensi yang tak bisa dihindari dari bertambahnya usia. 

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Best Practice and Research: Clinical Rheumatology menekankan bahwa walaupun penuaan menyebabkan perubahan dalam sistem muskuloskeletal yang meningkatkan risiko menderita osteoartritis, faktor risiko lain seperti cedera yang sudah ada sebelumnya, obesitas, genetika dan fitur anatomi alami seseorang yang mempengaruhi mekanika sendi akan memainkan peran yang lebih besar dalam menyebabkan penyakit sendi degeneratif. 

Dengan kata lain, mempertahankan gaya hidup aktif dan diet seimbang adalah kesempatan terbaik anda untuk mencegah osteoartritis di tahun tahun emas anda.

Penulis: dr. Sok Chuen Tan, dokter spesialis tulang di Singapura. Diterjemahkan dari artikel The Truth Behind 5 Osteoarthritis Myths.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?