Kenali Ciri-ciri Anak Tumbuh Gigi

Kenali Ciri-ciri Anak Tumbuh Gigi

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Menunggu anak tumbuh gigi mungkin sangat Anda nantikan. Tumbuh gigi bisa terasa menyakitkan bagi bayi Anda. Ada bisa memperhatikannya melalui gejala yang mungkin muncul saat anak tumbuh gigi. Namun, di usia berapa bayi tumbuh gigi? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Apabila anak Anda belum tumbuh gigi hingga usia 1 tahun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis gigi anak melalui Smarter Health untuk mengetahui penyebabnya. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Kapan Bayi Tumbuh Gigi? 

Pertumbuhan gigi mulai pada sekitar umur 4 hingga 8 bulan di gigi depan bawah dan berlanjut hingga usia 30 hingga 36 bulan saat gigi geraham terakhir muncul. 

Selama masa pertumbuhan gigi, anak mungkin menunjukkan gejala mudah tersinggung, gangguan tidur, bengkak atau radang pada gusi, mengeluarkan air liur, kehilangan nafsu makan, ruam di sekitar mulut, suhu tubuh sedang, masalah pencernaan seperti diare, sering menggigit, dan sering menggosok gusi bahkan menggosok telinga. 

Ada banyak variasi kapan gigi pertama bayi muncul. Beberapa bayi mungkin tidak memiliki gigi hingga usia 1 tahun. Sekitar usia 3 bulan, bayi akan mulai menjelajahi dunia dengan mulutnya dan mengalami peningkatan air liur, mereka mulai memasukkan tangan ke dalam mulut. 

Banyak orang tua mempertanyakan apakah bayi yang belum punya gigi hingga 1 tahun sehat atau tidak, karena gigi pertama biasanya muncul sekitar usia 6 bulan. Biasanya, gigi pertama yang tumbuh adalah gigi depan bawah (gigi seri tengah bawah). Rata-rata anak sudah memiliki semua gigi susu pada usia 3 tahun.

Mengapa Gejala Tumbuh Gigi Mirip Gejala Pilek?

Penelitian menunjukkan bahwa tumbuh gigi mulai pada sekitar usia 6 bulan. Ini bersamaan dengan kekebalan bayi yang mulai tumbuh dari ibunya melalui plasenta mulai menurun. Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan bayi sedang berkembang. 

Bayi cenderung rentan terhadap infeksi ringan. Karena saat anak tumbuh gigi dan penurunan kekebalan tubuh dari plasenta mulai menurun terjadi secara bersamaan, gejala tumbuh gigi sering dianggap sebagai penyakit ringan atau pilek. 

Ini menjelaskan mengapa hanya 70% hingga 80% orangtua melaporkan gejala tumbuh gigi kepada dokter spesialis gigi anak. Mungkin 20% hingga 30% orangtua mengaitkan gejala tumbuh gigi dengan gejala penyakit ringan atau pilek. 

Ciri-ciri Anak Tumbuh Gigi

Anak tumbuh gigi bisa Anda perhatikan melalui tanda dan tanda dan gejala berikut ini:

1. Mudah Marah

Anak menjadi mudah marah karena rasa tidak nyaman pada gigi yang tumbuh di gusi. Biasanya gigi pertama dan gigi geraham yang paling tidak nyaman. 

Cara membantu bayi agar tidak lekas marah yaitu dengan memeluk mereka. Setiap bayi dapat menggunakan waktu berpelukan dengan baik ketika mereka mengalami kesulitan akibat tumbuh gigi. 

Waktu ekstra yang dihabiskan bersama bayi Anda dapat membantu meringankan rasa sakitnya. Mereka akan terhibur dan yakin bisa melalui rasa sakit tersebut. 

2. Peningkatan Air Liur dan Ruam di Kulit

Tumbuh gigi dapat merangsang air liur. Inilah yang membuat bayi Anda mengalami peningkatan air liur. 

Bayi yang mengeluarkan air liur berlebihan dapat menyebabkan ruam di sekitar mulut, pipi, dagu, dan leher, karena bakteri dari air liur terpapar di kulit. Usahakan untuk menjaga kebersihan area tersebut dan jaga agar tetap kering dengan menyeka area tersebut secara berkala. Mengoleskan krim pelindung dapat membantu mengatasi kulit kering, pecah-pecah, dan sakit.

3. Batuk

Air liur berlebih yang dihasilkan selama tumbuh gigi sesekali dapat menyebabkan batuk atau muntah. Jika batuk bayi berlanjut atau disertai dengan demam tinggi dan gejala pilek atau flu, segera hubungi dokter spesialis anak. Demam tinggi disertai gejala pilek dan flu tidak ada hubungannya dengan gejala tumbuh gigi, tapi menandakan bahwa bayi sedang sakit. 

4. Menggigit

Tekanan saat menggigit benda atau jari bisa mengurangi tekanan dari bawah gusi. Untuk mengurangi rasa sakit, Anda bisa memasukkan air ke dalam kantong makanan bayi dan membekukannya untuk membuat es buah atau sayuran. Selain es, Anda bisa membeli cincin gigi tumbuh dan mainan tumbuh gigi lainnya yang bisa dibeli di pasaran. Ini dapat membantu rasa sakit akibat tekanan dari bawah gusi. 

5. Menggosok Pipi dan Telinga

Anak tumbuh gigi merasakan nyeri di gusi. Rasa nyeri ini dapat menjalar ke pipi dan telinga, terutama saat gigi geraham mulai tumbuh. Bayi akan sering menggosok pipi dan telinga. Cobalah menggosok dan memijat gusi dengan jari yang bersih selama 1 hingga 2 menit untuk membantu mengatasi rasa nyeri dan tidak nyaman. 

Perlu diingat bahwa menarik atau menggosok telinga juga bisa menjadi tanda infeksi telinga. Sebaiknya hubungi dokter spesialis anak jika gejala ini masih berlanjut atau disertai demam tinggi.

6. Diare

Banyak yang percaya bahwa peningkatan produksi air liur selama tumbuh gigi dapat menyebabkan diare. Munculnya diare bisa menjadi tanda infeksi yang lebih serius. Jadi, hubungi dokter spesialis anak jika tinja menjadi encer, karena bayi Anda berisiko terkena infeksi dan dehidrasi. Waspadai juga jika bayi Anda menderita diare yang disertai dengan muntah atau demam tinggi.

7. Demam Ringan

Dikategorikan sebagai demam ringan jika temperaturnya berkisar antara 36°C sampai 37°C. Hal itu dapat disebabkan oleh bayi yang memasukkan tangan kotor ke dalam mulutnya. Jika demam melebihi 38°C dan masih berlanjut, sebaiknya hubungi dokter anak Anda. Dikhawatirkan demam ringan mungkin bukan gejala tumbuh gigi, melainkan gejala penyakit yang lebih serius.

Untuk mengatasi demam ringan akibat anak tumbuh gigi, gunakan obat penghilang rasa sakit yang sesuai dengan usia. Konsultasikan juga dengan dokter untuk mengetahui dosis yang tepat.

Amankah Menyikat Gigi Anak dengan Pasta Gigi Berfluoride?

Setelah anak tumbuh gigi, Anda harus menyikat gigi mereka dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride seukuran 1 butir beras, terutama setelah mereka minum atau makan terakhir hari itu untuk mencegah kerusakan gigi sejak dini.

Setelah anak berusia 3 tahun, Anda bisa menggunakan pasta gigi berfluoride seukuran kacang polong saat menyikat gigi anak. Jika anak sudah mampu, ajari dia untuk membuang sisa pasta gigi. 

Sebaiknya Anda menemani anak sikat gigi sampai dia berusia sekitar 6 tahun. Orangtua harus memantau dan membantu anak saat menyikat gigi sampai berusia sekitar 7 atau 8 tahun. Ketika anak Anda dapat menulis namanya dengan baik, dia juga memiliki kemampuan untuk menyikat dengan baik.

Cobalah untuk membuat janji temu dengan dokter spesialis gigi anak saat gigi pertama tumbuh dan pada ulang tahun pertamanya. Jika punya pertanyaan lebih lanjut, hubungi dokter spesialis gigi anak melalui Smarter Health.

Smarter Health siap membantu Anda dalam mencari rekomendasi rumah sakit dan dokter, membuat janji konsultasi dengan dokter, melakukan telekonsultasi, dan menghitung estimasi biaya berobat di dalam dan luar negeri.

Referensi:
Children Hospital Los Angeles (2020). Your Infant is Teething: Know the Signs and Symptoms.
Dina DiMaggio (2020). Healthy Children from American Academy of Pediatrics. Baby’s First Tooth: 7 Facts Parents Should Know.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?