Kenali Gejala dan Cara Cegah Virus 2019-nCoV

Kenali Gejala dan Cara Cegah COVID-19 atau 2019-nCoV

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Virus korona 2019-nCoV (novel coronavirus) atau COVID-19, yang teridentifikasi pertama kali 7 Januari 2020 di kota Wuhan, Tiongkok, setidaknya sudah menyebabkan 132 orang meninggal. Selain itu, beberapa berita juga menyebutkan kemunculan kasus infeksi virus ini di wilayah Eropa, Amerika Utara, Australia serta Asia Pasifik. Jika ditotal, sudah ada 6.065 kasus infeksi virus 2019-nCoV yang terkonfirmasi. Alhasil, virus 2019-nCoV menjadi wabah global yang menjadi pusat perhatian, termasuk di Indonesia.

Di Indonesia, tercatat beberapa dugaan kasus infeksi virus 2019-nCoV. Ikuti Instagram Smarter Health untuk perkembangan novel coronavirus di Indonesia. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Kronologi penyebaran COVID-19 atau 2019-nCoV di dunia

Berikut urutan waktu penyebaran virus 2019-nCoV sejak pertama kali ditemukan:

  • 31 Desember 2019: Tiongkok memberikan sinyal kepada WHO tentang penemuan beberapa kasus pneumonia.
  • 1 Januari 2020: Pihak berwenang di Tiongkok menemukan fakta penderita pneumonia tersebut bekerja di pasar hidangan laut Huanan, di kota Wuhan.
  • 5 Januari 2020: Pemerintah Tiongkok menduga telah terjadi penyebaran kembali virus SARS, seperti yang pernah muncul di negara tersebut sekitar tahun 2002-2003.
  • 7 Januari 2020: WHO mengumumkan secara resmi keberadaan jenis virus baru yang masih segolongan dengan SARS, yakni 2019-nCoV.
  • 11 Januari 2020: Korban meninggal pertama akibat virus 2019-nCoV ditemukan di Cina. Seorang pria berusia 61 tahun diyakini terjangkit virus 2019-nCoV akibat belanja di pasar hidangan laut di kota Wuhan.
  • 13 Januari 2020: WHO melaporkan penemuan kasus serupa di Thailand. Seorang wanita yang baru kembali dari Wuhan menunjukkan gejala terjangkit virus 2019-nCoV.
  • 16 Januari 2020: Pemerintah Jepang melaporkan salah seorang penduduknya, yang juga baru pulang dari Wuhan, mengalami infeksi yang sama.
  • 26 Januari 2020: Korban kematian akibat virus 2019-nCoV mencapai 56 jiwa dari 2000 yang kasus terjadi. Kasus juga ditemukan di Amerika, Taiwan, Thailand, Singapura, Australia, Jepang dan Korea Selatan.

Apakah COVID-19 atau 2019-nCoV sudah masuk ke Indonesia?

Di Indonesia sempat muncul beberapa kasus yang diduga virus 2019-nCoV. Namun, hingga akhir Januari 2020, pemeriksaan menunjukkan hasil negatif.

Berikut ini adalah beberapa catatan kasus dugaan virus 2019-nCoV di Indonesia.

  • 26 Januari 2020: Satu orang pekerja asing asal Tiongkok, dan seorang warga Bandung yang baru pulang dari Singapura, diduga terinfeksi virus 2019-nCoV. Keduanya masih dirawat dan menunggu hasil pemeriksaan.
  • 27 Januari 2020:
    Seorang warga negara Tiongkok yang datang dari Shanghai dirawat di rumah sakit di Cilacap akibat menunjukkan gejala virus 2019-nCoV. Belum ada hasil pemeriksaan akhir yang membuktikan dugaan tersebut.

    Balita yang datang ke Nusa Tenggara Barat bersama keluarganya untuk berwisata dirawat di ruang isolasi rumah sakit karena menunjukkan gejala virus 2019-nCoV. Namun, tidak ada hasil pemeriksaan yang membuktikannya. Kondisi pasien kini sudah membaik.

    Pasien di Solo yang mengeluhkan batuk dan sesak napas sepulang dari Malaysia dan Singapura diduga terinfeksi virus 2019-nCoV tetapi hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan penyakit bronkitis.
  • 28 Januari 2020: Seorang pasien di rumah sakit di Tasikmalaya yang baru kembali dari Taiwan diduga terkena virus 2019-nCoV. Namun, pemeriksaan menunjukkan hasil negatif.

Apa itu COVID-19 atau virus 2019-nCoV?

Virus 2019-nCoV tidak baru. Para ahli menemukan bahwa virus ini masih satu golongan dengan virus SARS dan MERS (sindrom pernapasan Timur Tengah). Ketiganya sama-sama berasal dari famili Coronaviridae.

Penyebarannya terjadi melalui interaksi dengan hewan. Pada SARS, misalnya, virus mulanya berpindah dari musang ke manusia, sedangkan MERS berasal dari unta. Oleh sebab itu, muncul dugaan virus 2019-nCoV bersumber dari sebuah pasar hidangan lauk di Wuhan yang juga menjual hewan hidup.

Namun, virus 2019-nCoV juga bisa ditularkan antar manusia. Caranya lewat paparan batuk atau bersin orang yang terinfeksi. Bukan hanya secara langsung, virus juga bisa diperantarai oleh benda yang digunakan orang yang terinfeksi, misalnya tisu, sapu tangan, gelas, sendok, dan lain-lain.

Gejala COVID-19 atau virus 2019-nCoV

Gejala COVID-19 atau virus 2019-nCoV mirip dengan gejala flu pada umumnya, itulah yang membuatnya sulit diidentifikasi. Anda perlu waspada jika mengalami gejala di bawah ini selama berhari-hari dan semakin parah, apalagi jika Anda habis melakukan perjalanan ke Tiongkok atau negara lain yang terjangkit virus 2019-nCoV:

  • Sulit bernafas
  • Demam
  • Batuk
  • Radang tenggorokan
  • Hidung beringus

Ketika kondisi memburuk, orang yang terjangkit virus ini bisa menderita penyakit lain, misalnya:

  • Pneumonia
  • Sindrom pernapasan akut
  • Gagal ginjal

Cara mencegah COVID-19 atau virus 2019-nCoV

Belum ada vaksin untuk mencegah virus 2019-nCoV. Untuk melindungi diri, Anda bisa melakukan beberapa cara berikut:

  • Cuci tangan dengan cairan antiseptik minimal 20 detik
  • Hindari kontak dengan orang terinfeksi virus 2019-nCoV
  • Jangan menyentuh mata, mulut, hidung saat tangan tidak bersih
  • Tutup hidung dan mulut dengan tisu saat bersin, lalu langsung buang tisunya
  • Pakai masker N95 yang bersih
  • Jaga kebersihan barang pribadi
  • Memeriksakan diri jika baru pulang dari luar negeri

Video penjelasan medis COVID-19 atau virus 2019-nCoV

Simak penjelasan medis tentang COVID-19 oleh dr. Johny Sulistio, seorang medical doctor juga mantan senior medical advisor di Unilever Indonesia:

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Kirim Pesan WhatsApp
1
Kirim Pesan WhatsApp
Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya? Hubungi kami via WhatsApp berikut!
Powered by