Kenali Penyakit Jantung, Mulai dari Gejala Hingga Pencegahannya

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Penyakit jantung termasuk penyakit mematikan. Selain karena serangannya terjadi secara tiba-tiba, nyeri di jantung dapat menyerang siapa saja, bahkan yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya.

Faktanya, rasa nyeri di dada bagian kiri tidak selalu berkaitan dengan gangguan pada jantung.

Meski letaknya berdekatan dengan area jantung, nyeri dada seringkali merupakan indikasi dari gangguan kesehatan lain. 

Dengan kemiripan gejala penyakit jantung dengan gangguan kesehatan lain, perlu dilakukan pengenalan lebih jauh akan gejala-gejala yang sifatnya lebih khas guna menentukan penanganan yang tepat.

penyebab serangan jantung

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Kenali Bedanya Sakit Jantung Dengan Sakit Lainnya

Salah satu penyakit yang memiliki gejala mirip dengan penyakit jantung adalah GERD (gastroesophageal reflux disease) atau kondisi medis ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Meski sama-sama menimbulkan sensasi terbakar di dada dan nyeri ulu hati, kedua penyakit tersebut relatif mudah dibedakan.

Nyeri dada yang disebabkan karena gangguan pada jantung biasanya terasa menjalar hingga ke lengan, leher, atau rahang dan biasanya dipicu oleh aktivitas fisik. Sedangkan gejala GERD umumnya bersamaan dengan rasa asam pada mulut. Gejala GERD khas lainnya adalah nyeri yang muncul setelah makan atau ketika berbaring.

Tidak hanya penyakit jantung dan GERD, nyeri di dada juga dapat mengindikasikan gangguan lain. Kegelisahan yang intens atau kepanikan mendadak misalnya, mampu menimbulkan rasa tidak nyaman seperti nyeri di dada. 

Gangguan kesehatan lain yang juga memiliki gejala nyeri di dada meliputi kejang otot kerongkongan, tersumbatnya kantung empedu, atau peradangan selaput dada yang umumnya disebabkan oleh infeksi.

Gejala Serangan Jantung 

Selain sakit pada bagian dada dan nyeri yang menjalar hingga lengan dan leher, gangguan pada jantung dapat diidentifikasikan jika muncul gejala-gejala berikut secara mendadak;

  • Muncul keringat dingin.
  • Menurunnya kesadaran.
  • Nyeri dada seperti tertindih.
  • Kesulitan atau sesak bernapas.
  • Gangguan pencernaan yang ditandai dengan mual, muntah, atau sakit perut.

Serangan jantung pun ada yang tidak muncul secara mendadak, melainkan sudah terasa gejalanya beberapa hari atau beberapa minggu sebelumnya. Jika terasa nyeri pada dada sehabis beraktivitas kemudian mereda ketika beristirahat, sebaiknya melakukan pemeriksaan lebih lanjut ke dokter spesialis jantung.

Mitos tentang Penyakit Jantung

Mengingat sifatnya yang mematikan, penyakit jantung perlu segera disadari dan ditangani. Namun ada beberapa kesalahpahaman yang beredar di masyarakat mengenai penyakit jantung.

Berikut mitos-mitos seputar penyakit jantung beserta dengan fakta-fakta yang perlu diketahui.

Penyakit jantung hanya menimpa orang yang sudah berumur

Tidak jarang penyakit jantung menyerang mereka yang berusia 30 hingga 40 tahun, bahkan mereka yang masih berusia 20-an. Jika dilihat dari penyebabnya, salah satu penyebab penyakit jantung adalah adanya penyumbatan pembuluh darah jantung atau pembuluh arteri koroner. Penyumbatan pada pembuluh darah dapat disebabkan oleh lemak yang berkerak di dindingnya dan membentuk plak.

Plak tersebut bahkan bisa saja sudah terbentuk sejak di usia dini, baik itu anak-anak maupun remaja yang kemudian terakumulasi hingga di usia yang lebih tua. Jika didukung dengan pola hidup yang tidak sehat, plak ini akan lebih cepat terbentuk dan menyebabkan serangan jantung di usia muda. 

Sakit jantung merupakan penyakit turunan

Tidak bisa dipungkiri bahwa risiko penyakit jantung akan lebih tinggi jika ada faktor keturunan. Namun, hal ini tidak mutlak adanya. Sebab, risiko penyakit jantung karena riwayat keluarga dapat dikurangi dengan beberapa cara. Misalnya dengan mengontrol asupan nutrisi setiap hari, mengontrol tekanan darah dan gula darah, menjaga berat badan ideal, berolahraga rutin yang tak berlebihan, serta menjauhi rokok.

Orang yang mempunyai penyakit jantung tidak boleh berolahraga

Sebaliknya, justru mereka yang sudah pernah mengalami serangan jantung disarankan untuk olahraga. Olahraga yang dimaksud tentu bukan olahraga berat dan kompetitif yang dapat memicu adrenalin seperti sepak bola, bulu tangkis, dan basket. Olahraga yang bersifat aerobik seperti jalan kaki, jogging, yoga, dan bersepeda santai lebih dianjurkan.

Sering minum kopi dapat memicu serangan jantung

Meski kafein dalam kopi seringkali dapat meningkatkan denyut jantung setelah dikonsumsi dan meningkatkan kewaspadaan, beberapa studi menyangkal mitos ini. 

Sebuah penelitian dari Queen Mary University di London membuktikan bahwa orang yang minum kopi setiap hari dan dalam jumlah yang cukup signifikan tidak mengalami kekakuan arteri. Dapat diartikan bahwa kopi tidak meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. 

Kuncinya dengan mengonsumsi dalam batas aman, yaitu 400 miligram per hari yang setara dengan 4 hingga 10 cangkir kopi hitam per hari.

Rekomendasi Makanan Penangkal Penyakit Jantung

Makanan berikut dapat meningkatkan kesehatan pada jantung dan mengurangi risiko terkena serangan jantung:

  • Sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, sawi hijau

Sebagai sumber vitamin K yang tinggi, mengonsumsi sayuran hijau dapat melindungi arteri. Selain itu, sayuran hijau juga kaya akan kandungan vitamin, mineral, serta antioksidan.

  • Tomat

Pigmen warna merah pada tomat yang bernama likopen memiliki sifat antioksidan kuat yang mampu menetralisir zat radikal bebas berbahaya.

  • Alpukat

Alpukat mampu menurunkan kadar kolesterol dalam darah karena kaya akan lemak tak jenuh tunggal. Alpukat juga mengandung kalium yang merupakan nutrisi penting untuk fungsi optimal jantung.

  • Ikan berlemak

Ikan yang kaya dengan asam lemak omega-3 seperti salmon, tuna, makarel, dan sarden mempunyai manfaat untuk meningkatkan fungsi arteri, mengurangi trifliserida darah, serta menurunkan tekanan darah.

  • Biji chia 

Sering dimakan bersamaan dengan yogurt atau campuran jus, biji chia mengandung asam amino yang tinggi sehingga dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Tidak hanya itu, biji chia juga dapat menurunkan tekanan darah serta kolesterol. Biji chia dapat dikonsumsi dengan mencampurnya di dalam air putih.

Makanan Pemicu Penyakit Jantung

Beberapa makanan yang harus dihindari karena dapat memicu penyakit jantung adalah sebagai berikut.

  • Makanan tinggi gula, garam, dan lemak.
  • Daging olahan seperti sosis, nugget, bacon karena tinggi garam, kalori, dan lemak.
  • Daging merah pada sapi, domba, atau babi karena tinggi lemak jenuh dan kolesterol.
  • Minuman bersoda karena kadar gula dari pemanis buatan yang tinggi.
  • Mie instan karena mengandung natrium dan lemak jenuh dalam kadar tinggi.
  • Makanan yang digoreng dengan teknik penggorengan konvensional atau deep fry karena menghasilkan lemak trans. Lemak trans terbukti dapat meningkatkan jumlah kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik dalam tubuh. Tingginya kadar kolesterol dalam darah dapat berkontribusi terhadap penyakit jantung.

Rekomendasi Gaya Hidup Penangkal Penyakit Jantung

Meski seringkali serangannya datang tiba-tiba, penyakit jantung dapat dihindari dengan menerapkan gaya hidup sehat seperti yang tertulis di bawah ini.

cara mencegah serangan jantung
  • Rutin berolahraga

Olahraga secara rutin dapat membantu mengontrol berat badan agar mencegah terjadinya obesitas yang juga dapat berujung pada penyakit jantung. Lebih dari itu, olahraga pada dasarnya membantu meningkatkan kebugaran jantung dan menurunkan kolesterol. Tidak ada batasan jenis olahraga yang perlu dilakukan. Bahkan, jika olahraga terasa tidak memungkinkan, perbanyak pergerakan aktivitas tubuh juga dapat membantu. Jika Anda bekerja sambil duduk, jadwalkan istirahat pendek untuk bangun dari tempat duduk dan lakukan pemansaran ringan untuk memastikan jantung terus terpompa.

  • Rutin mengecek tekanan darah

Tekanan darah terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko terkena serangan jantung dan stroke. Kadar tekanan darah yang normal jika angka menunjukkan di bawah 120/80 mmHg. Saat angka sistolik atau angka di atas berada di kisaran 120 hingga 139 dan angka diastolik atau angka di bawah berada di kisaran 80 hingga 89, berarti Anda mengalami prehipertensi atau tekanan darah tinggi dalam batas normal.

Dengan rutin mengecek tekanan darah, Anda dapat mengetahui kecenderungan tekanan darah Anda sehari-hari agar dapat melakukan pencegahan sedini mungkin.

  • Belajar mengelola perasaan negatif seperti stres

Stres dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan. Saat sedang berada di bawah tekanan, tubuh memproduksi adrenalin sehingga kerja jantung menjadi lebih keras. Hal ini juga dapat mengakibatkan tekanan darah naik.

Jika stres yang Anda rasakan sudah dirasa berlebihan, usahakan cari jalan untuk menyiasatinya, seperti berbicara ke orang terdekat maupun tenaga profesional, serta mencoba meditasi atau teknik pernapasan dalam.

Gaya Hidup Pemicu Penyakit Jantung 

Selain pola makan, gaya hidup juga menentukan risiko terserang penyakit jantung. Berikut gaya hidup yang harus dihindari lantaran dapat memicu penyakit jantung.

  • Makan berlebihan

Selain karena mengonsumsi makanan yang tidak sehat seperti yang tertulis di atas, makan secara berlebihan juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Porsi makan yang melewati batas wajar dapat memicu obesitas dan obesitas dapat menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah koroner jantung.

  • Merokok

Nikotin dalam rokok tembakau dan rokok elektrik mempunyai kemampuan untuk membuat pembuluh darah bengkak dan beku. Kandungan karbon monoksida dalam rokok yang dihisap masuk ke dalam tubuh juga dapat merusak lapisan dalam pembuluh darah. Meski serangan jantung lebih sering menyerang perokok aktif, perokok pasif yang terus-terusan terpapar asap rokok juga ada kemungkinan terserang penyakit jantung.

  • Duduk dalam jangka waktu lama 

Sebuah studi dalam American Journal of Preventive Medicine mencatat bahwa wanita usia pertengahan yang duduk lebih dari 11 jam per hari memiliki risiko terkena serangan jantung lebih tinggi. Pasalnya, terlalu lama duduk menyebabkan tubuh kurang bergerak dan memicu terjadinya pembekuan darah pada jangka panjang.

Waktu yang Tepat untuk Cek Kesehatan Jantung

Meski belum terdiagnosis terserang penyakit jantung atau belum merasakan gejala-gejala penyakit jantung, medical check up tetap perlu dilakukan. 

Bagi laki-laki, sebaiknya mulai melakukan pemeriksaan ketika menginjak usia 30 tahun, apalagi bagi pria yang memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kelebihan berat badan. 

Bagi perempuan, risiko penyakit jantung baru tinggi setelah mengalami menopause. Meski demikian, tidak ada salahnya melakukan pemeriksaan dini di usia 30-an.

Pemeriksaan untuk orang yang tidak mengalami gejala klinis meliputi pengecekan kolesterol total, tekanan darah sistolik, dan pengecekan risiko penyakit kardiovaskular. Dari hasil pengecekan tersebut, dokter akan memberikan obat untuk mencegah serangan jantung jika dirasa perlu.

Pertolongan Pertama Penyakit Jantung

Jika tiba-tiba mengalami gejala serangan jantung, hal pertama yang perlu dilakukan adalah;

  1. Berusaha tetap tenang. 
  2. Duduk dengan menekuk lutut. Duduk merupakan posisi yang dapat meredakan ketegangan pada jantung. Selain itu, duduk dan bersandar dapat mencegah cedera jika pingsan.
  3. Longgarkan pakaian.
  4. Hubungi rumah sakit terdekat.
  5. Sembari di perjalanan atau sembari menunggu bala bantuan, konsumsi obat golongan aspirin sebanyak dua sampai empat tablet dengan dosis 80 hingga 100 miligram per tablet. Obat ini hanya dapat dikonsumsi bagi yang tidak memiliki riwayat alergi pada aspirin atau pendarahan.

Ingin konsultasi seputar penyakit jantung? Tulis di kolom komentar.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?