Makanan Cepat Saji

Makanan Cepat Saji, Amankah Untuk Dikonsumsi?

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Makanan cepat saji atau fast food tentunya tidak asing bagi kita. Bagaimana tidak? Berbagai restoran cepat saji mudah ditemui di pinggir jalan maupun di pusat perbelanjaan. Walaupun makanan cepat saji sering dinilai berbahaya bagi kesehatan, nyatanya tingkat konsumsinya masih sangat tinggi. Namun, apa sebenarnya yang membuat makanan jenis ini berbahaya? Simak terus artikel ini untuk informasi selengkapnya. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Apakah Fast Food Sama dengan Junk Food?

Fast food sendiri berarti makanan yang dapat disiapkan dan dapat dihidangkan dalam waktu cepat. Fast food sendiri biasanya didapat dari restoran, fasilitas drive-thru, atau fasilitas delivery. Sedangkan, junk food adalah makanan tinggi garam/gula/lemak dengan sedikit jumlah protein/serat/vitamin/dan mineral di dalamnya.

Fast food dan junk food sering dipakai bergantian, sebab fast food sendiri merupakan bentuk siap saji dari junk food. Maka itu, tidak masalah jika Anda menggunakan istilah ini bergantian.

Contoh Makanan Cepat Saji

Ada banyak sekali contoh makanan cepat saji yang ada di dunia ini. Beberapa di antaranya adalah:

  • Berbagai jenis burger, mulai dari hamburger, cheeseburger, dan sebagainya.
  • Ayam goreng, atau lebih dikenal dengan sebutan fried chicken.
  • Soda seperti Coca Cola, Sprite, Pepsi, 7Up, Slurpee, dan sebagainya.
  • Kebab.
  • Donat dengan berbagai topping dan rasa.
  • Kentang goreng berbagai rasa.
  • Pizza dengan berbagai topping dan rasa.
  • Breakfast wrap atau makanan jenis wrap lainnya.
  • Nugget, hash brown, dan makanan sejenis.

Masih ada banyak sekali contoh makanan cepat saji, namun beberapa ini adalah yang paling umum ditemui di sekitar kita. 

Apakah Makanan Cepat Saji Buruk bagi Tubuh?

Sebenarnya, tidak ada makanan yang buruk bagi tubuh. Namun, perlu diingat bahwa Anda perlu membatasi konsumsi beberapa jenis makanan. Makanan yang tinggi kandungan sodium, lemak jenuh, dan kolesterol tentu tidak boleh dimakan berlebihan. Sebab, konsumsi berlebihan pada makanan jenis ini akan menimbulkan berbagai pernyakit seperti darah tinggi, penyakit pada hati, bahkan obesitas. Tidak hanya itu, soda yang seringkali mendampingi konsumsi makanan cepat saji pun tidak baik. Soda merupakan kalori “palsu”, sebab soda tidak memiliki kandungan kalori apapun. Mayoritas kandungan pada soda adalah gula.

Anda perlu menanamkan pola pikir bahwa makanan cepat saji bukanlah makanan yang buruk bagi tubuh, namun Anda perlu mengontrol dan membatasi konsumsinya.

Adakah Makanan Cepat Saji yang Sehat?

Beberapa restoran cepat saji menyediakan menu yang lebih “sehat”. Menu-menu ini biasanya memiliki kalori yang lebih sedikit dibanding menu yang biasa. Walaupun tidak bisa sepenuhnya dinilai sebagai menu yang lebih sehat, namun menu jenis ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mengonsumsi makanan cepat saji dengan jumlah kalori lebih sedikit. Hal ini perlu diingat terutama jika Anda adalah tipe orang yang mengonsumsi makanan cepat saji lebih dari satu kali dalam satu minggu.

Penyakit yang Dapat Muncul Jika Mengonsumsi Makanan Cepat Saji Berlebihan

Semua yang dikonsumsi berlebihan tentunya tidak baik, terutama makanan tinggi kalori dan minyak jenuh. Bahaya yang dapat mengancam tubuh jika kita tidak mengontrol konsumsi makanan cepat saji adalah:

  • Kenaikan berat badan akibat kalori dan lemak yang tinggi.
  • Peningkatan kolesterol dalam darah yang dapat mengakibatkan penyakit jantung dan stroke.
  • Meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 karena munculnya gangguan pada insulin.
  • Menyebabkan kerusakan pada gigi akibat soda yang dapat menghancurkan lapisan pelindung gigi (enamel).
  • Meningkatkan risiko gangguan pernapasan seperti sesak napas, mengi, dan sleep apnea pada orang dewasa, juga asma pada anak-anak.
  • Memperbesar risiko kemunculan kanker, ditambah dengan kurangnya olahraga

Jika Anda terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, sebaiknya segera kurangi konsumsinya dan konsultasi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Untuk rekomendasi rumah sakit dan membuat janji baik dengan dokter di dalam dan luar negeri, hubungi Smarter Health. 

Tips yang Dapat Anda Lakukan untuk Mengontrol Kalori pada Makanan Cepat Saji

Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi kalori pada makanan cepat saji:

  • Ketika memesan salad, hindari mengambil terlalu banyak saus salad seperti ranch dressing atau blue cheese. Sebab, kedua jenis saus ini mengandung banyak lemak jenuh. Opsi lainnya, Anda dapat meminta wadah terpisah untuk salad dan sausnya agar Anda dapat mengontrol porsi makan.
  • Hindari mengonsumsi mayones atau saus-saus racikan spesial, gantilah dengan saus mustard, saus sambal, atau saus tomat biasa.
  • Makanan yang dinamakan dengan kata “creamy”, “crispy”, atau “goreng” biasanya mengandung banyak kalori, lemak yang tidak sehat, dan sodium.
  • Ketika memesan kebab, sandwich, roti, atau makanan sejenis, pesanlah daging tanpa lemak seperti ayam panggang atau kalkun. Daging seperti daging sapi, hamburger, steak, atau yang mengandung keju tentunya mengandung lebih banyak kalori.

Tips yang Dapat Anda Lakukan untuk Mengontrol Konsumsi Berlebih Makanan Cepat Saji

Terkadang, porsi makanan di beberapa restoran berjumlah sebanyak dua kali dari porsi makan normal. Anda dapat melakukan hal-hal ini untuk mengurangi makan berlebih:

  • Pesanlah makanan dalam porsi yang lebih kecil jika makanan tersebut memiliki pilihan ukuran seperti small, medium, large, atau extra large.
  • Jika Anda memesan makanan pelengkap seperti kentang goreng, pesan ukuran yang kecil. Cobalah untuk tidak meng-up size makanan yang Anda pesan.
  • Banyak restoran cepat saji yang membuat paket makanan berupa “combo box”, “value box”, dan sebagainya. Makanan ini biasanya diporsikan lebih banyak dengan harga yang lebih murah. Jika Anda ingin memesan menu ini, pastikan untuk membagi-bagi porsinya ke dalam dua atau tiga porsi, atau makanlah bersama dengan orang lain.
  • Jika Anda terlanjur memesan makanan dalam porsi besar dan merasa bahwa makanan tersebut terlalu banyak, Anda bisa meminta pelayan membungkusnya untuk dibawa pulang

Selain semua hal yang telah disebutkan di atas, Anda tentu selalu memiliki pilihan untuk memesan dan mengonsumsi menu-menu yang lebih sehat. Banyak restoran yang menyediakan menu sayur, salad, buah, atau sup bagi Anda yang ingin mengurangi konsumsi kalori atau lemak jenuh di restoran cepat saji. Perhatikan juga minuman yang Anda beli. Jika bisa, pesanlah air mineral atau teh hangat saja untuk mengurangi konsumsi gula.

Tidak hanya itu, ingatlah untuk membentuk pola pikir bahwa tidak ada makanan yang buruk. Semua makanan yang dikonsumsi berlebih memiliki efeknya masing-masing. Cara paling baik yang dapat Anda lakukan adalah menemukan keseimbangan antara mengonsumsi makanan yang memerlukan proses memasak yang lebih panjang dan makanan cepat saji.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?