Manfaat Vitamin C

Manfaat Vitamin C di Masa Pandemi Covid-19

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Lebih dari pada sebelumnya, vitamin C menjadi sumber nutrisi yang dibutuhkan saat ini untuk melindungi diri dari tertularnya virus COVID-19. Sebab, sistem kekebalan tubuh yang kuat dapat membuat virus mati dan tidak menempel pada tubuh, tidak terkecuali virus COVID-19. Dalam hal meningkatkan sistem kekebalan tubuh, kandungan manfaat vitamin C menjadi salah satu yang dapat diandalkan.

Setelah pandemi ini telah usai nanti, vitamin C tetap memegang peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat vitamin C bagi tubuh dan mengapa Anda tetap perlu mengonsumsi vitamin C, baik saat sedang sehat atau sakit.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Pentingnya Mengonsumsi Vitamin C

Vitamin C atau yang sering disebut asam askorbat merupakan jenis nutrisi yang tidak diproduksi dalam tubuh dan mudah larut dalam air. Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan, sehingga dapat membantu melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas serta meningkatkan daya tubuh.

Dengan alasan itulah, setiap orang perlu mengonsumsi vitamin C setiap hari. Bahkan, orang dewasa memiliki kebutuhan vitamin C yang perlu dipenuhi setiap hari untuk tubuh. 

Dalam kondisi sehat, orang dewasa membutuhkan sekitar 90 mg vitamin C per hari atau yang setara dengan 2 buah jeruk. Meski demikian, kebutuhan vitamin C setiap orang berbeda-beda, tergantung dari usia, jenis kelamin, dan faktor lainnya.

Berdasarkan panduan yang dibuat oleh The Institute of Medicine asal Amerika Serikat, berikut dosis kebutuhan vitamin C per hari berdasarkan usia dan kondisi:

  • Anak usia 1-3 tahun membutuhkan 15 mg
  • Anak usia 4-8 tahun membutuhkan 25 mg
  • Remaja usia 9-13 tahun membutuhkan 45 mg
  • Remaja usia 14-18 tahun membutuhkan 65-75 mg
  • Wanita dewasa usia sama dengan atau di atas 19 tahun membutuhkan 75 mg
  • Pria dewasa usia sama dengan atau di atas 19 tahun membutuhkan 90 mg
  • Ibu hamil usia di atas 19 tahun membutuhkan 85 mg
  • Ibu menyusui di atas 19 tahun membutuhkan 120 mg

Jika Anda perokok aktif, Anda membutuhkan 35 mg asupan vitamin C tambahan.

Jika Anda sedang mengalami infeksi atau sehabis menjalankan operasi dengan teknik pembedahan, vitamin C akan membantu proses penyembuhannya. Oleh karena itu, kebutuhan vitamin C Anda juga akan meningkat dibandingkan dengan yang tertera di atas.

Manfaat dalam Kandungan Vitamin C

Berikut adalah manfaat yang dapat dirasakan tubuh dengan mengonsumsi vitamin C:

  • Meningkatkan daya tahan tubuh. Berbagai macam keluhan kesehatan dapat dicegah dengan mencukupi kebutuhan harian vitamin C Anda, seperti batuk dan pilek. Tidak hanya untuk mengatasi penyakit, konsumsi vitamin C secara berkala juga dapat mencegah kemungkinan tertular penyakit seperti demam berdarah.
  • Sebagai antioksidan. Antioksidan dapat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Dengan demikian, risiko penuaan dini, perkembangan penyakit kanker, serta penyakit jantung dapat dihambat.
  • Meningkatkan penyerapan zat besi. Beberapa jenis makanan mengandung zat besi dan vitamin C mempermudah zat besi dalam makanan untuk terserap ke dalam tubuh. 
  • Merawat kesehatan organ tubuh. Organ tubuh yang dimaksud seperti tulang, tulang rawan, gigi, pembuluh darah, jantung, serta empedu.
  • Memproduksi kolagen. Kolagen merupakan protein yang dibutuhkan dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Selain itu, kolagen juga baik untuk kesehatan dan kecantikan kulit, mulai dari memperlambat proses penuaan, mencegah keriput, serta mencerahkan kulit.
  • Menurunkan kolesterol. Vitamin C dapat mengurangi kolesterol jahat pada tubuh. Kolesterol berkurang, risiko terkena penyakit jantung juga akan berkurang. 
  • Menjaga kemampuan berpikir dan daya ingat. Kemampuan berpikir serta daya ingat cenderung menurun seiring bertambahnya usia. Namun, asupan vitamin C yang rutin dapat menjaga kerja otak agar tidak turun secara drastis. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa kekurangan vitamin C merupakan salah satu penyebab demensia atau penyakit penurunan daya ingat dan cara berpikir.

Sumber Vitamin C

Vitamin C dapat diperoleh dari jenis-jenis makanan berikut ini:

  • Buah-buahan seperti jeruk, kiwi, mangga, pepaya, nanas, stroberi, jambu biji, blackcurrant, lemon, leci, kesemek
  • Sayur-sayuran seperti brokoli, paprika merah, paprika hijau, paprika kuning, tomat, cabai merah, kangkung, bunga kol, kubis brussel, bayam sawi, kale
  • Suplemen vitamin C

Apakah Aman Mengonsumsi Vitamin C Tiap Hari?

Meski vitamin C bermanfaat dan diperlukan untuk kesehatan, Anda harus memperhatikan jumlah konsumsinya agar tidak berlebihan. Vitamin C yang dikonsumsi secara berlebihan akan mungkin memunculkan berbagai masalah pencernaan, seperti mual, muntah, diare, dan nyeri di bagian ulu hati.

Tidak hanya itu, vitamin C yang berlebihan juga dapat berbahaya bagi ginjal. Produk vitamin C yang tidak terserap tubuh akan mengalir menuju ginjal dan memperberat kerjanya. Jika dikonsumsi berlebihan terus menerus, ada kemungkinan akan terbentuk batu oksalat pada ginjal.

Oleh sebab itu, sebaiknya Anda mengonsumsi vitamin C dalam batas wajar. Jika diperlukan, konsultasikan dosis yang baik bagi Anda dan sumber makanan untuk mendapatkannya dengan dokter.

Agar tidak mengonsumsi vitamin C secara berlebihan, perhatikan batas asupan vitamin C harian maksimal di bawah ini:

  • Rentang usia 1-3 tahun maksimal 400 mg/hari
  • Kisaran usia 4-8 tahun maksimal 650 mg/hari
  • Jarak usia 9-13 tahun maksimal 1200 mg/hari
  • Antara usia 14-18 tahun maksimal 1800 mg/hari
  • Dan usia 19 tahun ke atas maksimal 2000 mg/hari

Sistem Pelepasan Berkala

Jika Anda memilih suplemen sebagai sumber tubuh mendapatkan vitamin C, pilih suplemen yang memiliki sistem pelepasan berkala atau time release. 

Sistem ini membuat vitamin C dilepas ke aliran darah dan diserap secara berkala sepanjang hari. Dengan demikian, penyerapan vitamin C aman bagi lambung, dapat mengurangi efek samping yang mungkin timbul seperti sakit perut serta kembung, dan juga dapat meringankan kerja ginjal.

Interaksi Vitamin C dengan Obat Lain

Jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan lain, ada baiknya Anda memperhatikan jenis obat dan mengurangi konsumsi vitamin C selama beberapa saat. Hal ini disebabkan konsumsi vitamin C bersamaan dengan obat lain dapat menimbulkan reaksi tertentu yaitu sebagai berikut:

  • Manfaat vitamin C menurun jika dikonsumsi bersamaan dengan aspirin
  • Efektivitas pil KB dan fluphenazine menurun
  • Efektivitas obat kemoterapi, obat golongan statin, vitamin B3 (niacin) serta warfarin menurun
  • Risiko jantung keracunan zat besi meningkat jika dikonsumsi bersamaan dengan deferoxamine

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?