Medical Check Up Sampai ke Luar Negeri, Apa Perlu?

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Hidup di era modern, meski nyaman ternyata ada risiko kesehatannya. 

Kebiasaan masyarakat kota yang sering bepergian pakai kendaraan bermotor dan duduk bekerja di ruangan ber-AC selama berjam-jam, tubuh jadi terbiasa jarang bergerak. Belum lagi pola makan yang berantakan dan pilihan makanan yang semakin beragam, namun perlu dipertanyakan kandungan nutrisinya. 

Gaya hidup seperti itu tidak sehat. Secara tak langsung juga memupuk bibit penyakit yang mungkin baru muncul di masa depan. 

Untuk itu, medical check up atau pemeriksaan kesehatan menyeluruh perlu rutin dilakukan. Minimal satu kali setiap tahun, meskipun tidak ada keluhan kesehatan.

Bagi yang sedang sakit, medical check up menjadi cara mencari second opinion. Sebab, diagnosis dokter bisa saja berbeda-beda. Tak heran, ada orang Indonesia yang check up sampai ke negara tetangga, seperti Singapura dan Malaysia. Kok mau ya? 

Apakah karena medical check up di luar negeri lebih murah? 

Perlu banget ya medical check up sampai ke luar negeri?

Sebelum menjawab pertanyaan itu, Smarter Health akan menjelaskan dulu mengapa Anda mesti rutin medical check up.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Kenapa Harus Rutin Medical Check Up?

Mendeteksi penyakit sejak dini

Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Medical check up dapat mendeteksi kemungkinan terjadinya penyakit sehingga pencegahan dapat dilakukan bahkan sebelum penyakit tersebut menghampiri. 

Mengingat hampir semua jenis penyakit cenderung lebih sulit disembuhkan jika sudah mencapai tingkat kronis, oleh sebab itu diagnosis penyakit sejak dini ini mempermudah penyembuhan penyakit dan mencegahnya berlanjut ke tahap yang lebih serius.

Menekan biaya medis jangka panjang

Biaya medical check up cenderung lebih murah dibanding biaya untuk mengobati penyakit yang kadung kompleks. Selain karena penyakit yang sudah parah akan cenderung lebih sulit disembuhkan, mengobati penyakit kronis juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Mengetahui riwayat kesehatan

Dengan medical check up, Anda akan mengetahui kondisi tubuh Anda secara menyeluruh serta mendapatkan datanya. Data ini dapat menjadi acuan jika suatu saat Anda terserang penyakit dan ingin menentukan bentuk penanganan yang akan dilakukan.

Memupuk kesadaran untuk hidup sehat

Melakukan kontrol kesehatan secara rutin akan menyadarkan kita untuk menerapkan pola hidup yang lebih sehat. Dengan mengetahui kondisi kesehatan terbaru, kita akan terpacu untuk mengoreksi gaya hidup yang selama ini tidak baik bagi tubuh. 

Ditambah lagi, medical check up mempertemukan kita dengan tenaga ahli medis yang dapat memberi masukan mengenai aktivitas yang harus dilakukan serta hal-hal yang seharusnya dihindari yang berkaitan dengan kesehatan.

Apa Perlu Medical Check Up ke Luar Negeri?

Meski dapat dilakukan di rumah sakit di Indonesia, beberapa memilih melakukan medical check up ke luar negeri. Lantas apa yang membuat orang pilih medical check up, misalnya ke Singapura atau Malaysia, dibandingkan di Indonesia?

Bebas Memilih Dokter Spesialis

Di Singapura, pasien bebas memilih dokter mana pun untuk konsultasi, dan bebas memilih di rumah sakit mana pasien ingin berobat. Sebab, dokter di Singapura bukanlah karyawan rumah sakit tertentu. Sistem ini berbeda dengan Indonesia dan Malaysia.

Teknologi Medis Lebih Unggul

Kembali mengambil contoh sistem kesehatan di Singapura. Survey yang dilakukan Future Health Index, Singapura menduduki peringkat ke-3 dalam pemanfaatan Artificial Intelligence setelah China dan Saudi Arabia dalam layanan kesehatannya. Bahkan dalam hal ini, Singapura mengalahkan Amerika Serikat dan Australia.

Selain untuk mendiagnosis, teknologi juga digunakan dalam sistem administratif seperti pencatatan rekam medis pasien terpusat, penugasan staf medis hingga pengaturan jadwal konsultasi dokter dengan pasien. Dengan pemanfaatan teknologi, efisiensi dalam pelayanan kesehatan Singapura lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia.

Proporsi Tenaga Medis Memadai 

Di Singapura, kembali sebagai basis data pembanding, data dari Kementerian Kesehatan Singapura mencatat bahwa negeri singa tersebut memiliki 13.766 dokter. Untuk jumlah penduduk sebanyak 5,5 juta jiwa, proporsi tenaga medis dengan penduduk setara dengan 1 dokter menangani 400 orang.

Indonesia, jumlah tenaga ahli medis mencapai 205.597 dokter. Jelas 14x lebih banyak ketimbang Singapura. Namun, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 260 juta jiwa. Hal ini berarti 1 dokter di Indonesia menangani 1.264 orang. 

Rumah Sakit Standar Internasional

Layanan kesehatan yang telah memenuhi standar internasional bisa ditandai dengan akreditasi dari Joint Commission International (JCI). 

Di Indonesia, per tahun 2017, ada 24 dari total sekitar 2.601 rumah sakit atau sekitar 1% rumah sakit di Indonesia yang terakreditasi JCI. 

Di Singapura, per tahun 2018, terdapat 9 dari total 28 atau sekitar 32% rumah sakit di Singapura telah terakreditasi JCI. 

Di Malaysia, juga di tahun 2018, memiliki 16 dari total sekitar 384 atau 4% rumah sakit di Malaysia telah terakreditasi JCI.

Ada Subsidi Pemerintah

Contohnya di Malaysia, pemerintahnya memberikan subsidi dan membuat aturan pengecualian pajak untuk pembelian peralatan medis. Artinya, modal rumah sakit di Malaysia untuk beroperasi jadi lebih murah, sehingga menurunkan biaya berobat pasien. Selain itu, ada pula hukum yang mengatur tarif dokter untuk menghindari diskriminasi harga.

Mendapat second opinion 

Melakukan medical check up ke luar negeri juga dapat menjadi bentuk usaha pasien dalam mendapatkan second opinion atau diagnosis pembanding. 

Mengapa ada yang perlu second opinion? Umumnya, pasien bertujuan mencari kepastian dan menghindari kesalahan diagnosis.

Di sinilah Singapura mengungguli Indonesia dan Malaysia, berkat independensi tiap dokter yang tak terikat dengan rumah sakit. Meskipun, umumnya, pasien merasa cukup mencari second opinion ke dokter di Malaysia atau dokter di Indonesia, asalkan dari rumah sakit berbeda.

Sekalian Liburan

Dengan mengunjungi negara tetangga saat melakukan medical check up, Anda dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk berlibur ke destinasi wisata yang ada di negara yang Anda kunjungi. Sambil menyelam minum air, sambil medical check up sambil beristirahat sejenak dari rutinitas sehari-hari. 

Apakah medical check up sampai ke luar negeri worth it? Menurut Anda?

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?