5 Hal yang Harus Diperhatikan Jika Memelihara Hewan di Rumah

Memelihara Hewan di Rumah, Perhatikan 5 Hal Ini

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Ditinjau oleh: dr. Qanissa Afianti Razzqy
Publish tanggal: Feb 2, 2021
Update terakhir: Feb 2, 2021

Punya hewan peliharaan tentu menyenangkan. Kucing dan anjing merupakan jenis hewan peliharaan yang paling favorit. Jika Anda memiliki rencana atau saat ini sedang memelihara hewan di rumah, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan demi menjaga kebersihan dan keamanan. Berikut ini 5 hal yang harus Anda perhatikan jika memelihara hewan di rumah.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

1. Alat Rumah Tangga Berbahaya

Umumnya, rumah seringkali penuh dengan barang-barang yang berpotensi membahayakan hewan peliharaan. Misalnya Anda membuang pisau cukur lama ke tempat sampah kamar mandi, hewan peliharaan mungkin bisa masuk ke dalamnya dan berisiko menyebabkan luka.

Saat Anda membuat keputusan untuk memelihara hewan di rumah, usahakan untuk menjaganya tetap aman adalah bagian dari tanggung jawab Anda. Anda harus meluangkan waktu untuk meneliti dan memahami barang apa saja di sekitar yang berisiko menyakiti mereka. Berikut ini daftar alat rumah tangga yang berbahaya bagi hewan peliharaan:

  • Baterai.
  • Deterjen.
  • Antibeku.
  • Tembakau.
  • Insektisida.
  • Kapur barus.
  • Minyak tanah.
  • Listrik yang terbuka.
  • Resep dan obat bebas.
  • Pembersih rumah tangga.
  • Racun dan perangkap tikus.
  • Pupuk dan makanan nabati.
  • Pisau cukur dan peralatan tajam.
  • Tali, karet gelang, dan benang gigi.
  • Benda kecil yang menimbulkan bahaya tersedak.

Semua item di atas dapat menyebabkan masalah jika hewan peliharaan memainkannya. Beberapa di antaranya adalah barang sehari-hari yang perlu Anda simpan, tetapi Anda dapat menyimpannya di tempat yang tidak terjangkau oleh hewan peliharaan.

2. Keamanan Pangan untuk Hewan Peliharaan

Hewan tidak dapat mencerna semua makanan yang dimakan manusia dengan baik. Beberapa makanan akan menyebabkan penyakit hingga kematian segera setelah mereka menelan makanan tersebut. Ada pula makanan lain yang tidak baik bagi hewan jika dikonsumsi secara teratur. 

Sebagian besar makanan dapat menyebabkan sakit perut, muntah, dan diare, sehingga perlu ditangani oleh dokter hewan. Pelajari daftar makanan di bawah ini dan jauhkan semua makanan ini dari jangkauan hewan peliharaan Anda untuk menghindari penyakit:

  • Kopi.
  • Telur.
  • Susu.
  • Jamur.
  • Garam.
  • Anggur.
  • Alkohol.
  • Alpukat.
  • Cokelat.
  • Pasta gigi.
  • Adonan ragi.
  • Permen karet.
  • Hiasan lemak.
  • Bawang putih.
  • Makanan basi.
  • Tulang daging.
  • Daging mentah.
  • Pemanis buatan.
  • Makanan kucing.
  • Kacang Macadamia.
  • Bawang bombai, bawang prei, lokio.

Jika hewan peliharaan Anda menelan sesuatu yang beracun, langkah pertama Anda adalah menghubungi dokter hewan. Mereka akan memberi gambaran yang jelas tentang seberapa serius kondisinya. 

3. Keamanan untuk Hewan Khusus 

Meskipun anjing dan kucing adalah hewan peliharaan yang paling umum, ikan sebenarnya adalah salah satu hewan peliharaan yang tidak kalah populer. Berikut ini beberapa tip untuk hewan peliharaan yang umumnya hidup di dalam kandang dan tangki.

Keamanan untuk Ikan

Gambaran umum tentang ikan mas dalam fish bowl perlu dihapus dari benak Anda. Ikan membutuhkan lebih banyak ruang dan air daripada fish bowl. Anda harus bersedia menyediakan akuarium yang lebih besar jika Anda berencana memelihara ikan. Selain akuarium, Anda juga membutuhkan filter untuk menjaga kebersihan air dan pertimbangkan untuk membeli beberapa tanaman untuk akuariumnya.

Anda harus berkomitmen pada pemeliharaan akuarium secara teratur. Ganti sekitar seperempat air di dalam tangki setiap sebulan sekali dan awasi termometer di tangki Anda untuk memastikan suhu air tetap pada tingkat yang ideal. Selain itu, pastikan untuk membersihkan ganggang yang menumpuk setiap sebulan sekali atau lebih.

Keamanan untuk Burung

Untuk burung, ruang pertama yang perlu Anda perhatikan adalah sangkar burung. Pastikan ruangnya cukup besar agar burung tinggal dengan nyaman. Jeruji cukup rapat untuk mencegah burung melarikan diri atau kepalanya terjebak di antara keduanya. 

Pastikan sangkar burung Anda memiliki tempat bertengger untuk burung beristirahat dengan nyaman sepanjang hari. Jaga pula kebersihan kandang dan penampung air secara teratur.

Saat Anda melepaskan burung dari kandang, waspadalah terhadap apa saja yang mungkin burung hadapi saat terbang. Pastikan kipas di plafon dimatikan dan jaga jendela agar burung tidak mencoba terbang melewatinya. 

Batasi ruangan yang bisa diakses burung, seperti kamar mandi dan dapur karena berisiko menimbulkan bahaya keamanan. Lalu jauhkan dari hewan peliharaan lain yang bisa berbahaya bagi burung, seperti kucing.

Keamanan Reptil dan Amfibi 

Kura-kura, katak, iguana, ular, tokek, kodok, salamander, dan bunglon adalah hewan peliharaan yang penuh warna, eksotis, dan pendiam. Hewan peliharaan ini biasanya membutuhkan pemeliharaan yang lebih rendah daripada anjing atau kucing yang berkeliaran di rumah Anda. Akan tetapi, bukan berarti keamanannya selalu terjaga.

Jika Anda memiliki reptil atau amfibi, pastikan Anda menciptakan lingkungan tempat tinggal yang layak. Baik itu gurun, hutan, semi-akuatik, atau lingkungan akuatik dami kesejahteraan hewan peliharaan Anda.

Selain itu, pastikan kandang hewan peliharaan Anda memenuhi persyaratan sebagai berikut: 

  • Tahan panas.
  • Jejak melarikan diri.
  • Tahan kelembapan.
  • Pencahayaan yang baik.
  • Ukurannya sebesar mungkin.

Risiko utama memiliki reptil atau amfibi adalah risiko terserang bakteri Salmonella, yaitu bakteri yang menyebabkan penyakit serius dan terkadang fatal pada manusia. Penyu biasanya membawa Salmonella di kulit luar dan cangkangnya, tetapi bakteri sejenis juga ditemukan di banyak reptil dan amfibi lainnya.

Orang yang terinfeksi bakteri Salmonella mungkin mengalami diare, demam, sakit perut, mual, muntah, dan sakit kepala dalam 6 hingga 72 jam setelah kontak dengan bakteri. Gejala berlangsung sekitar 2 hari hingga 1 minggu. Kebanyakan orang dapat sembuh tanpa pengobatan, tetapi beberapa menjadi sakit parah sehingga perlu dirawat di rumah sakit.

4. Pelatihan Hewan Peliharaan

Jika Anda berencana memelihara hewan peliharaan seperti kucing atau anjing, training atau pelatihan hewan peliharaan, termasuk kepatuhan dan perilaku, merupakan sesuatu yang tidak boleh dilewatkan. 

Salah satu pelatihan dasar adalah latihan pispot. Tidak ada metode yang menjamin kesuksesan dalam latihan pispot. Anda harus meluangkan waktu dan tenaga di selama pelatihan. 

Misalnya Anda memelihara anjing, mereka perlu diajari agar berperilaku baik atau mereka akan menghancurkan isi rumah dan meninggalkan kekacauan besar untuk yang perlu dibersihkan. Hamster, kelinci, atau burung adalah jenis hewan peliharaan yang tidak membutuhkan banyak pelatihan.

5. Menjaga Kebersihan Hewan Peliharaan

Hewan peliharaan bisa buang air besar dan air kecil setiap hari. Kotoran tersebut dapat membuat rumah Anda bau dan kotor. Meskipun tidak boleh menggunakan sampo hewan peliharaan terlalu sering, mencuci cepat bagian tubuhnya dengan air bisa Anda lakukan.

Jaga tubuh hewan peliharaan yang masih lembap terbatas pada satu area, sebaiknya di atas lantai yang mudah dibersihkan, seperti ruang cuci atau dapur. Lebih baik lagi jika Anda keringkan tubuhnya secara menyeluruh setelah mandi hewan peliharaan yang tidak bisa basah. 

Sebaiknya cuci cepat hewan peliharaan Anda dengan benar menggunakan sampo khusus hewan. Tergantung pada jenisnya, mereka mungkin juga membutuhkan pemangkasan atau pelepasan. Jika tidak bisa melakukan sendiri, Anda bisa menggunakan jasa memandikan hewan peliharaan profesional. 

Itu dia hal yang harus diperhatikan jika memelihara hewan di rumah. Hubungi dokter hewan jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut. 

Smarter Health memungkinkan Anda untuk mengakses layanan kesehatan kapan pun Anda membutuhkannya, karena menyediakan layanan telekonsultasi, konsultasi offline, membantu mencari rekomendasi rumah sakit, mencari dokter spesialis, dan menghitung estimasi biaya pengobatan di dalam dan luar negeri. 

Referensi:
Lora Morris (2020). Expertise: Home Safety Guide for Pet Owners.
Abby Driver (2017). 9 Tips to Keep Your House Super Clean with Pets.
Pet Backer (2018). 7 Important Things to Consider Before Getting a Pet.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?