insomnia

Mengatasi Insomnia Demi Menjaga Kesehatan Tubuh

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Insomnia adalah gangguan tidur yang menyebabkan Anda sulit untuk tertidur, sulit untuk tetap tidur, atau menyebabkan Anda terbangun dan tidak bisa tidur kembali. 

Kebutuhan tidur orang dewasa atau di atas 18 tahun, rata-rata 9 jam per hari, sedangkan jam tidur ideal anak (0-18 tahun) bervariasi tergantung usia.

Banyak orang dewasa yang mengalami insomnia jangka pendek, tetapi berlangsung selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu yang biasanya terjadi akibat stres. 

Sebagian lainnya mengalami insomnia jangka panjang atau kronis yang bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau lebih. Ini bisa terjadi akibat obat-obatan atau kondisi medis tertentu. 

Apabila Anda sering susah tidur di malam hari, bisa jadi Anda mengalami Insomnia. Anda ingin melakukan perubahan sederhana untuk mengatasi insomnia? Simak informasi berikut.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Gejala Insomnia

Sangat penting untuk mengetahui apa saja gejala gangguan insomnia. Beberapa gejala insomnia, yaitu:

  • Bangun terlalu pagi.
  • Terbangun di malam hari.
  • Sulit untuk tidur di malam hari.
  • Merasa khawatir saat sedang tidur. 
  • Mudah marah, cemas, atau depresi.
  • Sulit fokus dan sulit mengingat sesuatu.
  • Tidak merasa cukup setelah tidur malam.
  • Merasa lelah atau mengantuk di siang hari.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika insomnia membuat Anda sulit tidur dan mengalami penurunan konsentrasi di siang hari, segera temui dokter untuk mengidentifikasi penyebab masalah tidur Anda dan mencari cara untuk mengatasinya.

Penyebab Insomnia

Pada tahap jangka panjang atau kronis, biasanya insomnia terjadi karena Anda mengalami stres, masalah kehidupan, atau kebiasaan tertentu yang dapat mengganggu jam tidur. 

Berikut penyebab umum insomnia jangka panjang atau kronis:

  • Stres, bisa terjadi karena kekhawatiran seputar pekerjaan, kesehatan, keuangan, atau masalah keluarga yang membuat pikiran Anda tetap aktif di malam hari. Ini penyebab sulit tidur yang paling sering umum terjadi. Trauma kehidupan yang penuh dengan tekanan seperti kematian orang yang Anda cintai, perceraian, atau kehilangan pekerjaan juga bisa menjadi salah satu penyebab insomnia jangka panjang atau kronis.
  • Jet lag, merupakan gangguan tidur berupa rasa kantuk pada siang hari tetapi sulit tidur pada malam hari. Perasaan jet lag bisa timbul sesudah Anda melakukan perjalanan panjang. Gangguan tidur bisa terjadi karena ritme sirkadian jadi terganggu. Ritme sirkadian adalah proses internal tubuh untuk mengatur siklus tidur dan bangun tubuh secara berulang setiap 24 jam. 
  • Kebiasaan tidur yang buruk, merupakan penyebab insomnia jangka panjang atau kronis yang berikutnya. Apa kegiatan yang biasanya Anda lakukan sebelum tidur? Apakah menonton TV atau streaming YouTube? Kebiasaan ini dapat berpengaruh pada perubahan jam tidur. Menonton TV, bermain game, atau sekadar melihat unggahan di media sosial sebelum tidur dapat mengganggu jam biologis tubuh
  • Makan sebelum tidur, ternyata makan atau sekadar menikmati camilan ringan sebelum tidur juga dapat menyebabkan Anda merasa tidak nyaman saat berbaring. Mungkin Anda akan mengalami perut mulas atau makanan dari lambung naik ke kerongkongan setelah makan. Inilah yang membuat Anda tetap terjaga di malam hari. 
  • Gangguan kesehatan mental, mencakup kecemasan, stres, trauma, dan lain sebagainya yang dapat mengganggu jam tidur Anda. 
  • Mengonsumsi obat-obatan, seperti antidepresan, obat asma, obat penghilang rasa sakit, obat alergi, atau obat flu dapat mengganggu jam tidur. Ada pun produk penurun berat badan yang mengandung kafein dan stimulan lain yang menyebabkan Anda tetap terjaga di malam hari. 
  • Kondisi medis, seperti kondisi yang terkait dengan insomnia termasuk kanker, diabetes, asma, penyakit jantung, dan alzheimer
  • Gangguan tidur, seperti sleep apnea yang merupakan gangguan tidur dengan menyebabkan pernapasan seseorang berhenti selama beberapa saat dan bisa terjadi selama beberapa kali saat Anda tertidur. Gangguan tidur ini menyebabkan Anda gelisah padahal tubuh Anda membutuhkan istirahat di malam hari. 
  • Kafein, nikotin, dan alkohol. Minum minuman bersoda, teh, kopi, atau minuman berkafein tinggi lainnya adalah stimulan. Meminumnya di sore atau malam hari tepat sebelum Anda memutuskan untuk tidur malah menyebabkan Anda jadi sulit tertidur dan mengalami insomnia. Nikotin yang terkandung di dalam rokok tembakau dan elektrik adalah stimulan lain yang dapat mengganggu tidur. Sedangkan alkohol dapat membantu Anda tertidur, tapi mencegah tahap tidur yang lebih dalam sehingga rentan terbangun di tengah malam. 

Efek Samping Insomnia

Insomnia tentu memiliki risiko yang berdampak bagi kesehatan tubuh Anda, mulai dari dampak kecil sampai besar. Berikut beberapa efek samping insomnia bagi kesehatan tubuh Anda:

  • Memiliki gangguan kesehatan mental atau gangguan kesehatan fisik juga akan berdampak pada munculnya insomnia. 
  • Apabila Anda berusia di atas 60 tahun, pasti akan mengalami perubahan pola tidur dan juga kesehatan. Hal ini memicu munculnya gangguan insomnia seiring bertambahnya usia. 
  • Sedang berada di bawah banyak tekanan dan stres menyebabkan insomnia jangka pendek. Namun, tidak menutup kemungkinan akan berubah menjadi insomnia jangka panjang atau kronis ketika Anda mengalami stres berkepanjangan.
  • Ketika Anda beraktivitas tanpa jadwal, misalnya Anda bekerja di malam hari karena merasa ide cemerlang hanya muncul saat itu ternyata dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh.
  • Apabila Anda seorang wanita, pergeseran hormon siklus menstruasi dan menopause bisa terganggu oleh insomnias. Selama menopause, keringat berlebihan di malam hari dapat mengganggu tidur yang nyenyak. Gangguan insomnia juga sering terjadi pada masa kehamilan.  

Cara Mengatasi Insomnia

Terjebak pada kebiasaan tidur yang buruk merupakan pemicu munculnya gangguan insomnia. Ada berbagai macam cara yang dapat Anda lakukan demi meningkatkan kualitas tidur di malam hari:

  • Hindari makan dan minum besar sebelum tidur.
  • Jaga waktu tidur dan bangun agar tetap konsisten dari hari ke hari, termasuk pada akhir pekan. 
  • Melakukan aktivitas secara teratur dapat membantu Anda untuk menciptakan tidur malam yang nyenyak loh.
  • Hindari atau batasi konsumsi minuman berkafein, alkohol, dan nikotin untuk mengembalikan jam tidur yang ideal. 
  • Coba periksa obat-obatan yang sedang Anda konsumsi dan cari tahu apakah ada obat yang menyebabkan sulit tidur sebagai salah satu efek sampingnya. 
  • Buat kamar tidur Anda terasa nyaman agar kamu menjadi betah tidur pun nyenyak. Dijamin tubuh Anda akan terasa segar saat bangun di pagi hari.
  • Sebaiknya hindari atau batasi kebiasaan tidur siang. Ketika tubuh Anda merasa sudah cukup tidur, itulah saat-saat di mana Anda rentan mengalami insomnia. 
  • Buat ritual spesial yang santai sebelum tidur, misalnya mandi air hangat, membaca novel. atau mendengarkan musik yang menenangkan. Anda juga bisa menyalakan lilin aromaterapi yang harumnya menenangkan pikiran Anda. 

Dengan mengikuti beberapa cara mengatasi insomnia di atas, diharapkan jam tidur Anda kembali normal dan kesehatan tubuh pun terjaga.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?