mengobati cedera tulang

Mengobati Cedera dan Kondisi Medis Tulang (Ortopedi)

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Dengan penuaan populasi saat ini, apa operasi ortopedi yang paling umum untuk kelompok umur ini? Pencegahan dan rehabilitasi yang Anda sarankan untuk pembaca kami?

Dengan penuaan populasi saat ini, kita melihat banyaknya kasus osteoarthritis sendi dan penyakit degeneratif tulang belakang juga keretakan osteoporotik pada pinggang, tulang belakang, dan pergelangan tangan. Sebagai dampaknya, lebih banyak tindakan penggantian lutut dan pinggang akan dilakukan bersama dengan perawatan lain untuk keretakan osteoporotik dan penyakit tulang belakang.

Ukuran pencegahan terhadap penyakit sendi degeneratif meliputi penghindaran aktivitas-aktivitas berat berlari dan menggantinya dengan berjalan. Berenang, bersepeda, berjongkok, dan menaiki tangga akan sangat sulit untuk lansia dengan osteoarthritis. Nutrisi yang baik, kalsium, vitamin D, dan suplemen glukosamin sangat penting untuk mengatasi masalah osteoarthritis dan osteoporosis.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Apakah Anda melihat adanya peningkatan operasi ortopedi pada anak muda, terutama dengan National Service di Singapura dan popularitasnya baru-baru ini di bidang olahraga? Apa saja cedera yang umum dan bagaimana cedera tersebut bisa dicegah?

National Service telah ada sejak lama. Mereka adalah bagian dari kehidupan masyarakat Singapura. Apa yang kita ketahui adalah, dengan meningkatnya minat dan partisipasi masyarakat dalam olahraga, baik itu muda maupun tua, terjadi pula peningkatan pada berbagai tipe cedera jaringan pada lutut dan pergelangan kaki seperti sobekan pada meniscus, sobekan pada ligamen lutut dan pergelangan kaki, dislokasi bahu, dan sobekan pada rotator cuff. Cedera tulang rawan pada persendian juga termasuk umum.

Cedera seperti yang disebutkan di atas bisa dikurangi dengan menerapkan pola pelatihan yang tepat serta mempelajari teknik yang benar dengan perlengkapan olahraga yang layak serta latihan pemanasan.

Apa operasi paling menantang yang pernah Anda lakukan?

Selama 20 tahun saya praktik sebagai konsultan bedah ortopedi senior di TTSH (Tan Tock Seng Hospital) dan kini di klinik saya sendiri di AP Centre for Joint Reconstruction di Pusat Spesialis Mount Elizabeth Novena, saya telah melakukan banyak tipe operasi, dari operasi ringan pinggang, lutut, bahu, siku, dan pergelangan kaki hingga operasi pembetulan pinggang dan lutut yang sangat kompleks dengan deformitas dan kehilangan tulang yang masif. 

Salah satu operasi yang paling menantang yang pernah saya lakukan adalah untuk seorang wanita dengan rheumatoid arthritis yang melibatkan seluruh sendi dalam tubuhnya. Ini terjadi sekitar awal 90-an ketika saya baru saja kembali dari pelatihan selama 2 tahun di Mayo Clinic sebagai Anggota Rekonstruksi Dewasa saat saya mempelajari berbagai macam penggantian pinggang dan lutut. 

Wanita yang kurang beruntung ini telah menggantungkan hidupnya pada kursi roda selama 3 tahun, dengan arthritis parah pada pergelangan tangan, siku, pinggang, dan lutut. 

Pinggang sebelah kanannya mengalami dislokasi dan kedua lututnya telah menyatu secara permanen membentuk sudut 90 derajat dan mengalami dislokasi parsial juga. Ia diberi rujukan pada saya oleh ahli reumatologi-nya dan kemudian anak-anaknya membawa wanita itu ke klinik saya. Mereka bertanya apakah saya bisa membuat ibunya berjalan kembali? Pada saat itu, rasanya saya seperti diminta untuk menghidupkan orang mati karena ia telah diperiksa banyak ahli bedah ortopedi senior yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak mungkin karena deformitas tulangnya yang terlalu parah dan melibatkan terlalu banyak persendian. 

Selain itu, otot-ototnya juga telah melemah secara kronis setelah berada di kursi roda selama 3 tahun. Saya menghabiskan begitu banyak waktu dengannya, memeriksanya dengan hati-hati dan mengevaluasi semua persendian, kekuatan otot, dan potensi rehabilitasi. Saya juga perlu diagnosis kondisi psikologis dan tekadnya selama 2 minggu penuh. Proses ini membutuhkan dukungan keluarga karena akan menjadi proses yang sangat panjang dengan operasi kompleks berulang kali. 

Karena tidak ada dokter bedah di Singapura yang pernah menangani pasien sesulit ini, saya menulis surat pada mentor saya di Mayo Clinic dan meminta pendapatnya, saya mulai mengoperasi lutut kanan, diikuti oleh lutut kiri 2 minggu berikutnya. Langkah ini diikuti dengan rehabilitasi fisioterapi intensif selama berbulan-bulan sebelum berlanjut dengan operasi penggantian pinggang sebelah kanan. 

Momen yang sangat mengharukan terjadi ketika saya bertemu kembali dengan pasien saya itu dan seluruh keluarganya ketika ia bisa berjalan menuju klinik saya setelah operasi penggantian 2 lutut dan 1 pinggang serta fisioterapi selama berbulan-bulan.

Apa perbedaan antara praktek umum dan swasta dan bagaimana praktisi swasta lebih baik pada operasi ortopedi?

Di institusi umum seperti TTSH, kita punya beban kerja yang sangat berat. Saya dulu harus memeriksakan 35 hingga 45 pasien setiap harinya, yang berarti kita hanya punya waktu sekitar 5 menit untuk setiap pasien. Jadi kita harus mendelegasikan banyak edukasi dan rehabilitasi pasien pada pihak lain. Tidak hanya beban kerja saja yang berat, kita juga harus melakukan tugas-tugas administratif, mengajar, dan melakukan penelitian.

Di klinik saya sendiri, saya punya lebih banyak waktu untuk evaluasi pra-operasi, menghibur, mengawasi, dan mengajari pasien saya tantang rehabilitasi pasca-operasi secara personal. Saya melihat pasien-pasien saya pulih lebih cepat dan lebih puas. Saya bisa mempraktikkan obat “pasien yang utama” yang saya pelajari dan Mayo Clinic.

Masalah pada lutut sepertinya sangat umum. Ketika perawatan lain tidak berhasil, operasi apa yang akan Anda rekomendasikan?

Ini tergantung pada tipe masalah lutut yang dialami. Jika itu adalah cedera olahraga pada usia dewasa dan rekonstruksi ligamen yang lebih muda, maka perawatan yang tepat adalah stabilisasi sendi dan rekonstruksi meniscus.

Untuk pasien yang lebih tua kami memiliki berbagai macam tipe penggantian sendi seperti artoplasti unicompartmental dan penggantian patellofemoral di samping penggantian sendi total. Kami juga memiliki teknik bervariasi untuk meningkatkan ketepatan operasi dengan bantuan navigasi komputer. Jig yang spesifik untuk pasien dibuat berdasarkan pengukuran MRI atau CT scan, juga menggunakan sistem robotik seperti Robo-Doc. untuk penggantian lutut total, dan makoplasti untuk penggantian unicompartmental.

Apakah ada pengembangan baru pada penggantian pinggang, lutut, siku, dan bahu yang bisa Anda bagikan? Apa diagnosis yang harus diwaspadai dan bagaimana pembaca kami memberi saran pada pasien mereka?

Seperti yang sudah dikatakan, kami memiliki sistem robotik bervariasi untuk melakukan penggantian lutut. Sistem-sistem tersebut menghasilkan teknik yang lebih tepat untuk operasi berbasis CT scan atau MRI pada anggota badan bagian bawah dan lutut untuk mengukur arah lutut, penyeimbangan ligamen dan rotasi komponen untuk memperoleh fungsi lutut yang lebih optimal.

Kami mengerti bahwa Anda memiliki spesialisasi di bidang operasi revisi. Bisakah Anda menceritakan lebih banyak tentang hal itu?

Sama seperti semua bidang kedokteran, spesialiasi, dan sub-spesialisasi, sebagian besar dokter spesialis bedah tulang (ortopedi) membaginya menjadi operasi rekonstruksi dewasa, tangan, tulang belakang, olahraga, serta kaki dan pergelangan kaki. Sub-spesialis pertama yang akan terbentuk di Singapura adalah operasi tangan yang merupakan residensi terpisah di Singapura, tidak seperti di AS yang mengkategorikan tangan menjadi bagian dari residensi bidang ortopedi dan beasiswa pasca-residensi. Saya adalah orang Singapura pertama yang menjalani pelatihan di sub-spesialis untuk Rekonstruksi Dewasa di Mayo Clinic. 

Selama 2 tahun menjadi Anggota Rekonstruksi Dewasa di sana, saya belajar dan melakukan sejumlah tipe operasi penggantian dan revisi pinggang, lutut, bahu, dan siku di bawah pengawasan para ahli Rekonstruksi Dewasa kelas dunia. Setelah pelatihan yang sangat intens, saya mampu menerapkan ilmunya di TTSH, saya memiliki kesempatan baik untuk melakukan dan mengajarkan kepada sesama residen tentang bagaimana melakukan operasi revisi pada penggantian sendi yang gagal. 

Operasi revisi jauh lebih kompleks dan sulit dibandingkan dengan penggantian sendi utama karena kita harus berurusan dengan kehilangan tulang masif, ligamen, ketidakcukupan, dan seringnya infeksi yang sudah ada. Pengalaman panjang ini telah menjadikan saya seperti hari ini, sehingga saya harus mengapresiasi dan mewaspadai semua kemungkinan komplikasi pra-operasi dan melakukan pengukuran untuk mencegahnya selama operasi revisi.

Penulis: Dr Lai Choon Hin, dokter spesialis tulang di Singapura. Diterjemahkan dari artikel Treating Orthopaedic Injuries and Conditions.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Dokter Tulang

Parkway East Hospital

Lihat Profil

Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Kirim Pesan WhatsApp
1
Kirim Pesan WhatsApp
Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya? Hubungi kami via WhatsApp berikut!
Powered by