Panduan Aman Berpuasa saat Hamil

Panduan Aman Puasa saat Hamil

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Ditinjau oleh: dr. Qanissa Afianti Razzqy
Publish tanggal: Apr 5, 2021
Update terakhir: Apr 5, 2021

Puasa saat hamil adalah keputusan masing-masing individu. Sebaiknya Anda membuat keputusan berdasarkan tahap kehamilan Anda dan perkembangannya. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan yaitu kapan Anda menjalani puasa. Apabila puasa terjadi selama cuaca panas, ini berisiko membuat Anda dehidrasi. 

Hukum Islam tidak mewajibkan ibu hamil untuk berpuasa dan Anda bisa menebusnya dengan fidyah. Ikuti panduan hamil saat bulan puasa Ramadhan yang sudah kami rangkum di bawah ini. 

Jika Anda merasa tidak cukup sehat untuk berpuasa, atau Anda khawatir tentang kesehatan Anda dan bayi Anda, hubungi dokter atau bidan melalui Smarter Health dan dapatkan pemeriksaan kesehatan sebelum berpuasa.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Apakah ibu hamil harus berpuasa di bulan Ramadan?

Hukum Islam memberikan izin bagi wanita hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa jika berisiko membahayakan kesehatan ibu atau bayi di dalam kandungan.

Puasa yang terlewat bisa diganti di kemudian hari, atau jika tidak memungkinkan, Anda bisa membayar ‘fidyah’ dengan menyediakan makanan bagi seseorang yang miskin untuk setiap hari yang terlewat dari puasa. 

Beberapa wanita Muslim yang hamil memutuskan untuk tetap berpuasa di bulan Ramadhan. Ini adalah keputusan yang sangat pribadi dan tergantung pada keadaan masing-masing, seperti tahap kehamilan dan masalah yang terjadi selama kehamilan. 

Sebelum berpuasa, sebaiknya diskusikan dengan bidan atau dokter spesialis kandungan sehingga Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan, mengidentifikasi potensi komplikasi yang mungkin Anda hadapi saat berpuasa, dan mendapatkan nasihat tentang apakah puasa dapat membahayakan Anda atau kesehatan bayi Anda. 

Amankah Puasa saat Hamil?

Masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut terkait keamanan puasa saat hamil. Banyak ahli percaya bahwa berpuasa selama kehamilan bukanlah ide yang baik. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa wanita hamil yang berpuasa selama bulan Ramadan mungkin memiliki plasenta yang lebih kecil atau bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), dibandingkan dengan wanita yang tidak berpuasa. 

Puasa juga dapat meningkatkan risiko dehidrasi, terutama jika bulan Ramadan jatuh selama musim panas. Ini dapat memengaruhi fungsi ginjal dan jumlah cairan di sekitar bayi Anda. 

Namun, penelitian lain belum menemukan adanya perbedaan antara bayi yang lahir dari ibu yang berpuasa dan yang tidak berpuasa. Dampak puasa selama kehamilan mungkin tergantung pada kesehatan ibu secara keseluruhan, tahap kehamilan, dan waktu terjadinya bulan Ramadan. 

Dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk memahami apa dampak puasa terhadap kesehatan dan perkembangan bayi, serta apa artinya bagi kesehatan anak di kemudian hari.

Persiapan Puasa saat Hamil

Persiapkan dengan matang apa saja yang Anda butuhkan selama berpuasa di bulan Ramadhan. Ikuti langkah-langkah persiapan puasa untuk ibu hamil berikut ini:

  • Bicaralah dengan dokter atau bidan yang dapat memeriksa kesehatan Anda. Kehamilan bisa menjadi waktu yang berat bagi tubuh jika harus berpuasa, karena Anda dan bayi Anda membutuhkan banyak nutrisi dan cairan. Dokter atau bidan dapat membantu Anda memenuhi kebutuhan diet. Anda mungkin juga perlu lebih sering melakukan pemeriksaan kandungan selama puasa.
  • Jika Anda menderita diabetes dan ingin berpuasa, sebelumnya bicarakan dengan bidan atau dokter Anda terlebih dahulu, lalu rencanakan makanan dan minuman harian Anda dengan hati-hati.
  • Jika Anda biasanya minum minuman berkafein, seperti kopi, teh, dan minuman bersoda, sebaiknya kurangi sebelum Anda berpuasa untuk mencegah sakit kepala karena gejala putus zat. Anda tidak dianjurkan mengonsumsi lebih dari 200 mg kafein sehari saat hamil, yaitu sekitar dua cangkir kopi instan. Selain kopi, minuman coklat dan teh hijau juga mengandung sedikit kafein.
  • Bicaralah dengan atasan Anda untuk mengelola pekerjaan Anda selama bulan Ramadan. Mungkin saja Anda bisa mengurangi jam kerja atau memiliki waktu istirahat ekstra.
  • Buatlah buku harian makanan, sehingga Anda tahu apa saja yang Anda makan dan minum setiap hari.
  • Mulailah mempersiapkan lebih awal dengan berbelanja dan melakukan tugas sebelum Anda berpuasa.

Makan Makanan Bergizi Seimbang saat Sahur dan Buka Puasa

Ada banyak kebutuhan yang harus Anda penuhi selama masa kehamilan, termasuk kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh. Jika Anda berencana untuk ikut berpuasa saat hamil, pastikan Anda sudah memberi tahu bidan atau dokter spesialis kandungan sehingga mereka dapat memberi beberapa saran dan melakukan pemeriksaan kesehatan yang diperlukan. 

Jika Anda memutuskan untuk berpuasa selama bulan Ramadan, pertimbangkan untuk berpuasa pada beberapa hari saja, bukan setiap hari dalam sebulan. Misalnya Anda hanya berpuasa di akhir pekan.

Saat sahur dan buka puasa, sebaiknya makan makanan yang memiliki kandungan air tinggi, seperti buah-buahan, sayuran, sup, semur, dan bubur. Daftar makanan tersebut dapat membantu menjaga tubuh Anda tetap terhidrasi. Sebaiknya hindari mengonsumsi terlalu banyak makanan asin, terutama di pagi hari, karena dapat membuat Anda semakin merasa haus.

Pastikan Anda tetap mengonsumsi suplemen asam folat dan vitamin D, serta makan makanan bergizi seimbang yang sehat selama bulan Ramadhan, sehingga Anda mendapatkan semua nutrisi dibutuhkan oleh tubuh Anda dan bayi. 

Usahakan juga untuk makan makanan yang melepaskan energi secara perlahan atau makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti pasta wholemeal, roti gandum, oatmeal, dan kacang-kacangan, terutama saat sahur.

Cegah Dehidrasi dengan Memenuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Jika Anda berpuasa, dehidrasi adalah hal yang harus diwaspadai, terutama jika Anda berpuasa saat musim panas yang panjang. Rasa haus atau memiliki urine berwarna gelap bisa menjadi tanda awal dehidrasi. Gejala lain mungkin termasuk pusing, sakit kepala, kelelahan, mulut kering dan jarang buang air kecil.

Apabila Anda merasa pusing, lemas, lemas, bingung atau lelah saat berpuasa, bahkan setelah istirahat, maka Anda harus berbuka puasa dengan minuman manis untuk menggantikan gula dan cairan yang hilang atau camilan asin untuk menggantikan garam yang hilang. 

Untuk mengurangi risiko dehidrasi, usahakan tetap berada di tempat sejuk atau teduh, jangan memaksakan diri, dan cobalah minum banyak cairan setelah Anda berbuka puasa dan pada waktu sahur. Memenuhi kebutuhan cairan sangat penting selama kehamilan, karena jumlah cairan yang Anda butuhkan bisa bertambah satu atau dua gelas sehari. 

Kapan Harus ke Dokter?

Hubungi dokter jika Anda merasakan salah satu dari gejala berikut ini:

  • Merasa sangat haus, buang air kecil lebih sedikit dari biasanya, dan urine berwarna gelap. Ini adalah tanda dehidrasi dan dapat membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK) atau komplikasi lainnya.
  • Mual atau muntah.
  • Sakit kepala, nyeri, atau demam.
  • Kekurangan berat badan atau berat badan menurun saat hamil.
  • Anda merasakan nyeri seperti kontraksi. Ini bisa menjadi pertanda persalinan prematur.
  • Ada perubahan nyata pada gerakan bayi Anda, seperti bayi Anda tidak banyak bergerak atau bayi lebih sering menendang.
  • Merasa pusing, lemas, bingung, lelah, atau pingsan, bahkan setelah Anda beristirahat dengan baik. 

Jika Anda mengalami gejala di atas, segera berbuka puasa dan minumlah air yang mengandung garam dan gula atau larutan rehidrasi oral. Secara umum, wanita hamil disarankan untuk tidak berpuasa selama trimester pertama dan trimester ketiga kehamilan.

Hubungi dokter spesialis kandungan di dalam dan luar negeri melalui Smarter Health jika Anda sedang hamil atau berencana hamil saat bulan puasa Ramadan. 

Layanan konsultasi online (telekonsultasi) di Smarter Health memungkinkan Anda untuk mengakses layanan kesehatan kapan pun Anda membutuhkannya. Buat janji konsultasi sekarang!

Referensi:
Baby Centre UK (2020). Fasting in pregnancy.
Sana Altaf (2018). Khaleej Times. Should pregnant women fast during Ramadan?
British Nutrition Foundation (2015). Ramadan and pregnancy.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?