Panduan Diet Bergizi untuk Penderita GERD

Panduan Diet Bergizi untuk Penderita GERD

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD) kronis tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Dibutuhkan perawatan seperti diet bergizi yang tepat dari dokter spesialis gastroenterologi untuk mendapatkan hasil diagnosis yang akurat. Pengobatan tanpa resep dokter hanya mampu meredakan gejala jangka pendek, tetapi dapat menutupi penyakit yang mendasari jika digunakan dalam jangka panjang.

Perawatan untuk penderita GERD mungkin termasuk obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter, perubahan pola makan, perubahan gaya hidup tertentu, atau kombinasi dari beberapa metode pengobatan. 

Sebelum melakukan perubahan pola makan dan gaya hidup, Anda harus tahu apa saja makanan yang direkomendasikan dan makanan yang perlu dihindari, ini termasuk kebutuhan gizi untuk penderita GERD. Dengan begitu Anda dapat mengurangi pemicu dan menghindari munculnya gejala GERD

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Makanan yang Harus Dihindari Penderita GERD

Berikut ini beberapa jenis makanan dan kandungannya harus dihindari oleh penderita GERD, meliputi:

  • Kafein.
  • Coklat.
  • Alkohol.
  • Bawang.
  • Permen.
  • Makanan tinggi lemak. 
  • Makanan olahan jeruk dan tomat. 

Lakukan perubahan pola makan dan gaya hidup sehat yang tepat, sehingga Anda tahu apa yang terbaik untuk Anda. Namun, tidak semua gejala dan metode perawatan akan memberikan dampak yang sama bagi semua orang. 

Kapan Anda makan juga tak kalah penting dari jenis makanan yang Anda makan. Jenis makanan tertentu yang menyebabkan refluks saat dimakan 3 hingga 4 jam sebelum tidur mungkin tidak berbahaya di pagi hari. 

Bagaimana Diet Bergizi dapat Mencegah dan Meredakan GERD?

Diet bergizi dengan memenuhi gizi untuk penderita GERD merupakan salah satu pilihan yang perlu Anda coba. Anda dapat mencegah dan meredakan GERD dengan mengonsumsi menu makanan sehat yang tepat. Mungkin Anda perlu menghindari makanan dan minuman tertentu yang berpotensi memicu gejala. 

Pada dasarnya, makanan sehat dan bergizi seimbang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Contoh perubahan pola makan yang dapat mencegah dan meredakan GERD yaitu mengurangi makanan berlemak dan makan dalam porsi kecil, lebih sering daripada tiga kali makan besar. 

Diet Bergizi untuk Penderita GERD

Untuk mengatasi GERD bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsi semua makanan favorit Anda. Memodifikasi menu makanan sederhana pada diet bergizi Anda saat ini sudah cukup membantu dalam mengurangi gejala. 

Meskipun belum ada diet GERD yang terbukti, usahakan penuhi gizi untuk penderita GERD, antara lain:

1. Sayur dan Buah-buahan

Ada beberapa jenis buah dan sayuran yang harus dihindari oleh penderita GERD.

  • Sayuran. Pilih variasi sayuran. Sebaiknya hindari atau kurangi saut yang tinggi lemak atau mengandung bahan iritan lainnya, seperti tomat dan bawang. 
  • Buah-buahan. Pilih jenis buah selain jeruk, seperti apel, melon, pisang, dan pir. Sebaiknya hindari buah jeruk dan lemon, baik yang dimakan langsung maupun yang diolah menjadi jus. 

2. Protein

Protein dibutuhkan oleh sel-sel tubuh supaya berfungsi dengan baik. Struktur dan fungsi tubuh Anda bergantung pada protein. Ini termasuk pengaturan sel tubuh, jaringan, dan organ yang tidak mampu bekerja tanpa asupan protein.

  • Telur. Merupakan makanan tinggi protein. Namun, jika telur dapat menyebabkan gangguan kesehatan bagi Anda, sebaiknya pilih bagian putih telur saja dan hindari kuning telur yang memiliki kandungan lemak lebih tinggi, sehingga berisiko memicu gejala. 
  • Daging tanpa lemak. Makanan berlemak tinggi dan makanan yang digoreng cenderung menurunkan tekanan sfingter esofagus bagian bawah atau lower esophageal sphincter (LES). Jenis makanan tersebut juga menunda pengosongan perut dan meningkatkan risiko refluks. Pilih daging tanpa lemak yang diolah dengan cara dipanggang atau direbus. 

3. Karbohidrat Kompleks

Karbohidrat kompleks terdiri dari molekul gula yang kompleks. Biasanya terkandung di dalam kacang polong, kacang-kacangan, biji-bijian, dan sayuran. Karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks akan diolah menjadi glukosa yang digunakan sebagai energi tubuh. Glukosa juga bermanfaat untuk sel-sel tubuh dan otak. 

Makanan berkarbohidrat kompleks menyediakan vitamin, mineral, dan serat yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk gizi untuk penderita GERD. 

  • Oatmeal dan roti gandum. Kedua jenis makanan tersebut merupakan sumber karbohidrat yang sehat. Tambahkan asupan serat dari biji-bijian utuh dan beras merah ke dalam menu makanan Anda.
  • Kentang dan umbi-umbian lainnya. Ini merupakan sumber karbohidrat sehat dan kaya serat yang bagus untuk pencernaan. Pastikan Anda tidak menambahkan bawang bombay dan bawang putih ke dalam masakan, karena ini adalah penyebab iritasi GERD.

4. Lemak Sehat

Lemak adalah sejenis nutrisi tinggi kalori, tetapi merupakan bagian penting dari diet bergizi GERD Anda. Tidak semua jenis lemak diciptakan sama. Bagi penderita GERD, hindari atau kurangi lemak jenuh yang biasanya terkandung dalam daging dan produk susu, serta lemak trans yang biasanya terkandung dalam makanan olahan dan margarin. Sebaiknya ganti dengan lemak tak jenuh dari tumbuhan atau ikan, seperti:

  • Lemak tak jenuh tunggal. Seperti minyak zaitun, wijen, canola, bunga matahari, alpukat, kacang tanah, selai kacang, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 
  • Lemak tak jenuh ganda. Seperti safflower, kedelai, jagung, biji rami, kenari, tahu, dan ikan berlemak seperti salmon.

Tips Diet Bergizi GERD Lainnya

Ikuti tips diet GERD berikut ini. 

  • Mengunyah permen karet untuk meningkatkan produksi air liur dan mengurangi jumlah asam di esofagus. Jangan pilih spearmint dan peppermint, karena dapat mengendurkan LES. 
  • Hindari minum alkohol, karena alkohol dapat mengiritasi, melemahkan LES, dan memicu gejala refluks. Beberapa orang mungkin mengalami peningkatan gejala setelah satu gelas alkohol, sedangkan yang lainnya dapat mentolerir jumlah sedang. 
  • Pertahankan postur tubuh yang baik selama dan setelah makan. Sebaiknya makan sambil duduk dan hindari berbaring telentang setidaknya dua jam setelah makan. Berdiri dan berjalan setelah makan dapat mendorong cairan lambung supaya mengalir ke arah yang benar. 
  • Hindari makan sebelum tidur, karena pencernaan yang sedang bekerja dapat meningkatkan jumlah asam lambung di perut. Saat Anda berbaring, kemampuan LES untuk mencegah isi perut naik ke esofagus berkurang. Saat itu pula banyak asam lambung dan posisi baring adalah penyebab terjadinya refluks. Kapan jarak antara makan dan tidur berbeda-beda bagi setiap orang. Umumnya, makan kurang dari 3 sampai 4 jam sebelum tidur tidak dianjurkan bagi penderita GERD. 

Diet GERD bukan berarti Anda harus berhenti mengonsumsi semua jenis makanan favorit Anda. Membuat beberapa modifikasi sederhana pada diet bergizi Anda saat ini sudah cukup untuk mengurangi gejala GERD, terutama jika Anda memenuhi gizi yang dibutuhkan. 

Pada dasarnya, tujuan diet GERD untuk menciptakan pola makan berdasarkan variasi makanan sehat, seperti sayur, buah-buahan, protein tanpa lemak, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat. 

Bicarakan dengan dokter spesialis gastroenterologi untuk mengetahui apa saja makanan yang dapat memperburuk gejala GERD Anda. Supaya lebih aman dan praktis, lakukan tele-konsultasi bersama dokter spesialis gastroenterologi melalui Smarter Health. 

Smarter Health akan membantu Anda dalam mencari rekomendasi rumah sakit terbaik dan menghitung estimasi biaya pengobatan GERD di dalam dan luar negeri.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?