Panduan Merawat Bayi BBLR (Berat Badan Lahir Rendah)

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Sebagai orang tua, Anda pasti khawatir jika anak Anda yang baru lahir mengalami kekurangan berat badan. Kondisi ini dikenal dengan sebutan berat badan lahir rendah (BBLR). Ada banyak faktor yang menjadi alasan mengapa bayi bisa kekurangan berat badan. Bisa dari faktor kesehatan ibu maupun kesehatan bayi itu sendiri.

Konsultasikan kondisi bayi dengan dokter spesialis kandungan untuk mencari solusi terbaik bagaimana cara merawat bayi dengan berat badan lahir rendah agar kebutuhan gizinya terpenuhi dan kesehatannya tetap terjaga. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Apa Itu BBLR

Berat badan lahir bayi rendah atau BBLR adalah kondisi bayi pada saat lahir memiliki berat badan lebih rendah dari rata-rata berat bayi lainnya. Seorang bayi dinyatakan BBLR jika beratnya kurang dari 2,5 kg, karena berat normal bayi yang baru lahir yakni sekitar 2,5 hingga 3 kg. 

Menurut data dari Badan Litbang Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2014, ada sekitar 10% bayi yang lahir dengan berat badan rendah. Pada saat itu jumlah paling tinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Tengah, yakni sekitar 17%. 

BBLR dapat terjadi pada bayi yang mengalami gangguan perkembangan dan pertumbuhan di dalam kandungan. Selain itu, bayi yang lahir secara prematur juga berisiko mengalami BBLR, yakni bayi yang sudah lahir sebelum memasuki minggu ke-37. 

Penyebab BBLR

Banyak faktor yang menjadi penyebab BBLR. Namun, yang paling utama karena bayi lahir secara prematur. Hal ini terjadi karena bayi prematur memiliki waktu lebih sebentar untuk tumbuh, berkembang, dan bertambah berat badan di rahim ibu. Sebagian besar berat badan bayi baru naik selama minggu terakhir usia kehamilan. 

Penyebab lain dari BBLR adalah suatu kondisi yang disebut dengan intrauterine growth restriction (IUGR). Kondisi ini ditandai ketika bayi tidak tumbuh dengan baik selama masa kehamilan. Bisa jadi karena terdapat masalah dengan plasenta, faktor kesehatan ibu, atau faktor kesehatan bayi itu sendiri. Bayi yang mengalami IUGR berisiko:

  • Full term. Istilah untuk bayi yang lahir setelah 37 hingga 41 minggu usia kehamilan. Bayi ini mungkin secara fisik sudah matang, tetapi ukuran tubuhnya lebih kecil dari bayi lainnya.
  • Prematur. Bayi yang lahir sebelum usia kandungan memasuki minggu ke-37 ini akan memiliki tubuh yang sangat kecil dan belum matang secara fisik.

Ada pula penyebab BBLR lainnya yang perlu diwaspadai Anda sebagai orangtua, yaitu:

  • Janin terkena dampak kondisi medis bawaan ibu.
  • Ibu mengalami malnutrisi atau gizi tidak seimbang.
  • Usia ibu masih terlalu muda, yakni kurang dari 15 tahun.
  • Ibu tidak bisa mengontrol emosi selama masa kehamilan.
  • Komplikasi selama masa kehamilan, misalnya tekanan darah tinggi.
  • Ibu menggunakan NAPZA dan mengonsumsi minuman beralkohol selama masa kehamilan. 
  • Bayi kembar kerap lahir dengan berat badan di bawah rata-rata dan prematur, karena kekurangan ruang untuk tumbuh dan berkembang di dalam janin.

Cara Merawat Bayi yang Mengalami BBLR

Terdapat berbagai pilihan cara untuk merawat bayi yang mengalami BBLR. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda. Berikut beberapa cara yang bisa Anda terapkan:

Jaga Suhu Tubuh Tetap Hangat

Bayi prematur dan bayi yang mengalami kondisi BBLR mengalami kesulitan dalam menjaga suhu tubuh mereka. Mereka sangat mudah merasakan hipotermia yang mengancam nyawa di dalam kondisi terburuk. Usahakan untuk selalu menjaga suhu tubuh bayi agar tetap hangat berapapun berat atau usianya. Selain itu, bayi yang mengalami BBLR harus mendapatkan perawatan khusus seperti:

  • Sediakan sumber panas tambahan di ruangan tempat bayi prematur dirawat.
  • Jangan mandikan bayi BBLR setidaknya sampai 48 jam setelah dilahirkan dan selalu gunakan air hangat. 
  • Lakukan pemberian ASI sedini mungkin dan beri asupan makanan bayi setidaknya setiap dua jam sekali.
  • Setelah dilahirkan, letakkan bayi di dada ibu agar bisa melakukan kontak skin-to-skin. Ini dinamakan dengan metode kanguru.
  • Selimuti tubuh bayi dengan selimut ekstra tebal yang terbuat dari kapas. Satu hal yang perlu diingat bahwa kepala bayi harus tertutup dengan benar. Dikutip dari Postnatal Care Modul, lebih dari 90% bayi BBLR kehilangan suhu panas melalui kepala yang dibiarkan terbuka. 

Terapkan Metode Kanguru

Kangaroo Mother Care (KMC) atau metode kanguru adalah sebuah metode yang digunakan saat ibu menggendong bayi dengan memposisikan tubuh bayi ke dalam baju khusus atau kain gendongan. Sebenarnya metode ini diterapkan sebagai pengganti alternatif perawatan inkubator yang dibutuhkan oleh bayi prematur.

Metode kanguru melibatkan kontak skin-to-skin antara ibu dan bayi, dengan memposisikan gendongan di dada ibu atau orang yang bertanggung jawab lainnya jika ibu tidak bisa melakukannya sepanjang waktu. 

Bukti metode kanguru sangat baik untuk mendukung bayi prematur dan bayi yang mengalami BBLR, yakni dengan menunjukkan stabilitas denyut jantung dan pernapasan bayi. Tingkat risiko infeksi juga lebih rendah dan memungkinkan kenaikan berat badan. Sedangkan manfaatnya untuk ibu adalah peningkatan pasokan ASI dan berhasil memberikan ASI eksklusif kepada anak.

Cara Memberi ASI Pada Bayi Prematur dan BBLR

Menyusui adalah pekerjaan berat bagi bayi prematur. Jangan lupa berikan jeda agar bayi beristirahat sejenak selama menyusui.

ASI yang diproduksi oleh ibu dari bayi prematur lebih bergizi daripada ASI yang diproduksi oleh ibu yang lahir secara normal. Sehingga ASI yang diproduksi tidak boleh sampai terbuang, karena tidak ada susu lain yang dapat menggantikan manfaatnya.

ASI dapat disimpan pada suhu kamar hingga enam jam, tapi dengan catatan suhu ruangan tidak terlalu panas dan cairan ASI disimpan dalam wadah yang sudah disterilkan. Anda juga bisa menyimpannya di lemari es agar lebih tahan lama.

Di mana pun ada menyimpan ASI, susu harus dihangatkan sampai suhunya hangat sebelum diberikan kepada bayi. Cara menghangatkan ASI yang disimpan yaitu letakkan wadah ke dalam mangkuk berisi air hangat. Jangan pernah merebus ASI, karena dapat merusak nutrisi dan antibodi yang terkandung di dalamnya. 

Cara Mencegah Bayi Mengalami BBLR

Kemajuan teknologi di bidang kedokteran mampu meningkatkan kemungkinan hidup bayi prematur meski mereka dilahirkan lebih awal dengan ukuran tubuh yang sangat kecil. Tetapi sebaiknya Anda melakukan tindak pencegahan kelahiran prematur sejak dini. 

Perawatan prenatal secara teratur adalah cara terbaik untuk mencegah kelahiran prematur dan BBLR. Pada saat konsultasi, dokter akan memeriksa kesehatan Anda dan bayi Anda. Ikuti diet sehat selama kehamilan yang akan membantu Anda menambah berat badan ideal supaya bayi tumbuh dan berkembang dengan sehat. Selain itu, jangan mengonsumsi minuman beralkohol, merokok, atau menggunakan narkoba. 

Anda mungkin akan mengalami kesulitan pada minggu pertama saat merawat bayi dengan BBLR, karena Anda harus menyesuaikan bayi dengan serangkaian perawatan khusus yang harus dijalani. Apabila Anda membutuhkan bantuan, segera hubungi dokter spesialis kandungan Anda. Jangan sampai ibu menjadi stres dan penat selama merawat bayi.

Punya masalah dengan berat badan lahir bayi Anda? Tulis di kolom komentar atau hubungi Smarter Health.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?