Panduan Self Quarantine: Mencegah Pandemi Virus atau Penyakit

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email

Pandemi adalah skala penyebaran suatu virus atau penyakit secara global. 

Ketika terjadi wabah, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan tertentu guna mencegah penyebaran virus atau penyakit. Salah satunya, study from home, work from home, dan self quarantine (karantina mandiri).

  • Mengapa self quarantine penting? 
  • Bagaimana dan kapan harus melakukannya? 
  • Apa saja kegiatan yang bisa dilakukan selama karantina? 

Semua akan dibahas di artikel ini. 

Jika Anda sedang melakukan karantina mandiri lalu merasa sakit, hubungi petugas medis setempat atau Smarter Health.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Apa Itu Self Quarantine?

Self quarantine adalah memisahkan diri sendiri dari keramaian dengan tidak keluar dari rumah, kamar hotel, atau akomodasi lain yang disediakan dalam periode tertentu. Kegiatan ini lazim dilakukan ketika sedang terjadi wabah besar-besaran seperti virus Corona yang telah diresmikan sebagai sebuah pandemik yang menyebar di berbagai negara dalam waktu singkat dan nyaris serentak.

Kembali lagi soal self quarantine, sebisa mungkin jangan izinkan orang lain mengunjungi rumah Anda. Anggap bahwa rumah adalah tempat yang paling aman setidaknya untuk saat ini. Hal ini bertujuan untuk melakukan social distancing dengan orang-orang di sekitar Anda. 

Cara Self Monitoring

Melakukan self quarantine akan lebih maksimal jika diikuti dengan self monitoring, yakni kegiatan untuk memantau apakah ada indikasi tertentu di dalam tubuh Anda. Berikut beberapa cara self monitoring yang bisa langsung diterapkan saat self quarantine, di antaranya:

Rutin Memantau Kondisi Tubuh

Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, yaitu setiap pagi dan malam. Pemeriksaan kesehatan dapat dilakukan dengan:

  • Mengukur dan mencatat suhu tubuh Anda dan/atau anggota keluarga.
  • Mewaspadai gejala sakit yang umum, seperti flu atau batuk.
  • Perhatikan apakah mengalami sesak napas atau tidak.

Transparan dengan Kondisi Anda

Jika dokter meminta Anda untuk melaporkan suhu tubuh Anda secara rutin, lakukanlah tanpa ada yang dikurangi atau dilebihkan. Ini akan sangat berguna jika ternyata dokter mendiagnosis adanya indikasi virus atau penyakit, sehingga bisa langsung ditangani dengan cepat. Penyebaran virus atau penyakit pun bisa diminimalisasi sejak dini.

Pahami Pola Perkembangan Virus atau Penyakit

Jika tubuh Anda memiliki beberapa gejala terinfeksi virus atau penyakit, usahakan untuk tidak panik dan lakukan langkah-langkah berikut:

  • Jangan pergi ke tempat umum.
  • Hindari kontak dengan orang lain.
  • Jangan menggunakan transportasi umum.
  • Tutup mulut dan hidung Anda dengan tisu atau lengan baju ketika batuk atau bersin.
  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air bersih selama 30 detik untuk mencegah terjadinya penyebaran virus atau penyakit.
  • Gunakan hand sanitizer apabila kondisinya tidak memungkinkan untuk cuci tangan.
  • Hubungi rumah sakit rujukan setempat (100 RS rujukan untuk COVID-19)
  • Jelaskan hasil self monitoring yang Anda lakukan selama masa self quarantine.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Self Quarantine?

Jika pandemi berasal dari luar negeri, coba ingat-ingat lagi riwayat perjalanan ke luar negeri yang Anda lakukan. Apakah Anda baru bepergian di dalam waktu dekat? Jika iya, Anda sangat dianjurkan untuk melakukan self quarantine paling tidak selama 14 hari. Untuk lebih lengkapnya, berikut contoh waktu yang tepat untuk melakukan self quarantine:

  • Baru bepergian dari luar negeri.
  • Sempat berdekatan dengan pasien yang terinfeksi.
  • Saat tinggal satu atap dengan pasien yang terinfeksi.
  • Ketika kerja di satu kantor dengan pasien yang terinfeksi.
  • Pernah melakukan kontak fisik dengan pasien yang terinfeksi.
  • Hidup dengan akrab dan sempat merawat pasien yang terinfeksi.

Jika tubuh Anda sehat, tidak memiliki gejala apa pun yang menunjukkan indikasi terinfeksi, dan tidak termasuk dalam salah satu kategori risiko di atas, sebenarnya Anda tidak perlu melakukan self quarantine

Namun, Anda harus mulai menerapkan social distancing dan melakukan self monitoring untuk melihat munculnya tanda dan gejala, seperti demam, batuk, dan sesak napas.

Tips Agar Tetap Semangat Saat Self Quarantine

Berdiam diri di rumah selama beberapa minggu mungkin membosankan untuk sebagian orang. Berikut beberapa tips yang bisa dipraktikkan agar Anda tetap semangat saat menjalankan self quarantine, di antaranya:

  • Pahami penularan dan pencegahan virus atau penyakit untuk mengurangi kecemasan.
  • Ajarkan anak-anak, dengan bahasa sesuai usianya, supaya memahami apa itu virus atau penyakit yang mewabah dan bagaimana cara agar menjaga kebersihan.
  • Mempertahankan rutinitas normal meski work from home.
  • Yakinkan diri bahwa Anda bisa mengatasi masa sulit ini seperti saat Anda mengatasi masalah sulit di masa lalu. Ingat bahwa self quarantine tidak akan bertahan lama.
  • Tetap berkomunikasi dengan anggota keluarga, sahabat, dan rekan kantor lewat telepon, e-mail, atau media sosial.
  • Olahraga secara teratur di rumah. Anda bisa memutar video YouTube atau DVD olahraga, menari, yoga, dan lain sebagainya. Ketahuilah bahwa olahraga dapat meminimalisasi risiko stres atau depresi.

Daftar Kegiatan Seru Saat Self Quarantine

Sebagai makhluk sosial yang hampir setiap hari berinteraksi dengan orang lain, melakukan social distancing dan self quarantine tidak selalu mudah dilakukan. 

Namun, Anda tidak perlu khawatir bakal mati kutu di rumah, karena ada beberapa kegiatan yang direkomendasikan untuk membuang jenuh saat self quarantine, yaitu:

  • Tetap berkomunikasi dengan orang terdekat. Tujuannya supaya tidak merasa kesepian. Anda dapat menghubungi lewat telepon, pesan singkat, atau sekadar saling sapa di media sosial.
  • Mencoba resep masakan baru. Kalau yang ini sangat cocok buat kamu yang punya hobi masak. Menghabiskan waktu berhari-hari di dalam rumah pasti membosankan. Mau pesan makanan dari luar pun belum tentu terjamin kebersihannya. Tidak ada salahnya berinovasi dengan mencoba dan membuat resep masakan baru. Dengan begitu, perut kenyang dan kesehatan tubuh tetap terjaga.
  • Streaming film favorit. Berbagai judul film siap menemani hari-hari Anda selama menjalani self quarantine. Anda tidak perlu datang ke bioskop, karena bisa mengakses situs streaming legal secara gratis atau berlangganan sesuai ketentuan yang berlaku. 
  • Melakukan meditasi di rumah. Meditasi adalah kegiatan relaksasi dengan melepaskan seluruh beban pikiran yang ada. Kegiatan ini berfungsi untuk mengosongkan pikiran dan merenungkan permasalah dalam keadaan tanpa beban. Alhasil, tubuh Anda rileks dan pikiran jadi fresh kembali.
  • Membereskan barang-barang. Selain bikin rumah jadi bersih, kegiatan beres-beres juga membantu Anda untuk menghilangkan pikiran yang kusut. Salah satunya yakni dengan menata ulang lemari pakaian. Pisahkan pakaian yang sudah tidak terpakai lagi supaya lemari tidak sumpek.
  • Belajar bahasa asing. Daripada berdiam diri, jadikan momen self quarantine untuk belajar bahasa baru. Anda dapat mengakses informasi lewat aplikasi dan situs web yang menyediakan jasa belajar bahasa asing gratis atau berbayar. Ini akan sangat berguna untuk memperluas jangkauan bisnis.
  • Membaca novel atau berita online. Mengunjungi perpustakaan atau toko buku tidak disarankan untuk saat ini demi menjaga social distance. Tenang saja, Anda tetap bisa memperoleh informasi lewat internet.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

  • Rekomendasi dokter/rumah sakit
  • Buat janji dokter spesialis
  • Hitung estimasi biaya berobat
  • Cari paket medical check up

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Kirim Pesan WhatsApp
1
Kirim Pesan WhatsApp
Cari rekomendasi dokter, cek jadwal atau estimasi biaya? Hubungi kami via WhatsApp berikut!
Powered by