Kemoterapi & Masalah Jantung

Pengobatan Kemoterapi & Risiko Terhadap Masalah Jantung

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Tahukah Anda berbagai jenis pengobatan kemoterapi seperti radiasi, terapi target dan imunoterapi dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, detak jantung abnormal, serangan jantung atau bahkan gagal jantung. Banyak risiko yang dapat menyebabkan kesehatan setelah melakukan kemoterapi khususnya pada pasien pengidap kanker. Namun jangan khawatir, perkembangan medis dalam praktik kemoterapi telah berkembang dengan baik seperti yang dikatakan oleh dr Chan Wan Xian beberapa waktu lalu di Facebook Live Q&A bersama Smarter Health Indonesia.

Lalu seperti apa kemoterapi pada pasien kanker? Apa saja risiko kemoterapi bagi pasien pengidap kanker? Lalu bagaimana mencegah atau perawatan jika pasien mengalami komplikasi jantung selama pengobatan kanker? Beberapa pertanyaan tersebut akan kami rangkum dalam artikel berikut ini.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Apa itu Pengobatan Kemoterapi?

Kemoterapi adalah jenis pengobatan kanker yang sejauh ini memiliki tingkat keberhasilan paling tinggi di dalam praktik medis. Kemoterapi pada penyakit kanker pada dasarnya berguna untuk meringankan dan mengendalikan pertumbuhan sel kanker. Seiring berjalannya waktu, pengobatan ini dapat membantu penyembuhan kanker.

Cara yang dilakukan kemoterapi adalah dengan menghancurkan semua sel kanker secara sempurna dan melakukan pencegahan kanker yang dapat berkembang kembali di dalam tubuh. 

Kemoterapi terdiri dari:

  • Memperkecil kanker yang mengakibatkan rasa sakit.
  • Mencegah penyebaran kanker dan menghancurkan sel kanker yang berkembang ke bagian tubuh lain.
  • Menyembuhkan semua sel kanker sampai sempurna dan mencegah kekambuhan kanker.

Namun kemoterapi dapat memengaruhi bagian sel-sel dalam tubuh seperti rambut misalnya. Kerusakan pada sel rambut sering terjadi setelah pasien melakukan kemoterapi. Maka dari itu, kita sering melihat pasien kanker setelah melakukan kemoterapi mengalami kebotakan pada rambut. Hal tersebut sebenarnya umum terjadi dan akan segera menghilang setelah pengobatan kemoterapi telah selesai.

Kapan Sebaiknya Melakukan Pengobatan Kemoterapi pada Pasien Kanker

Seringkali terjadi beberapa kemungkinan ketika kemoterapi dilakukan bersamaan, sebelum atau sesudah operasi kanker seperti terapi radiasi misalnya. Lalu kapan sebaiknya melakukan kemoterapi?

  • Lakukan kemoterapi sebelum melakukan operasi untuk memperkecil ukuran kanker.
  • Dapat melakukan kemoterapi setelah operasi untuk menghancurkan sel kanker yang masih tersisa di dalam tubuh.
  • Melakukan kemoterapi bersamaan operasi kanker untuk memaksimalkan efeknya.

Bagaimana jika pasien masih muda melakukan pengobatan kemoterapi?

Pada dasarnya, usia bukan faktor tepat atau tidaknya melakukan kemoterapi, baik itu operasi radiasi maupun risiko mengalami gangguan pada masalah jantung setelah kemoterapi. Namun, jika dibandingkan dengan pasien berusia tua, risiko atau efek samping masalah jantung lebih dominan terhadap pasien berusia tua. Maka dari itu, pengawasan dokter adalah salah satu faktor yang paling penting setelah melakukan kemoterapi ataupun operasi kanker.

Pasien Masih Muda Lebih Rentan Terkena Masalah Jantung Saat Kemoterapi. Benarkah?

Tahukah Anda beberapa jenis kemoterapi, radiasi, terapi target, dan imunoterapi bisa menyebabkan atau memperparah tekanan darah tinggi, detak jantung abnormal, serangan jantung dan bahkan gagal jantung?Tapi apakah benar bahwa pasien berusia muda lebih rentan terhadap efek samping ini?Simak jawaban dari dr. Chan Wan Xian, dokter jantung dari Asian Heart & Vascular Centre – AHVC Singapura dalam video berikut.Punya pertanyaan tentang penyakit jantung, atau masalah jantung akibat pengobatan kanker? Tuliskan di kolom komentar. dr. Chan akan menjawabnya untuk Anda.===dr. Chan Wan Xian mendapat pelatihan di layanan Women’s Heart Health, Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, Amerika Serikat dan Ottawa Heart Institute, Ottawa, Kanada. Dia merupakan mantan konsultan senior dan co-direktur layanan Women’s Heart Health di National University Heart Centre, Singapura.Ingin tele-konsultasi dengan dr. Chan atau dokter jantung lain dari Asian Heart & Vascular Centre? Isi form di tautan berikut https://www.smarterhealth.id/event/facebook-live-cara-melindungi-jantung-selama-pengobatan-kanker-bersama-dr-chan-wan-xian/Kami akan bantu hubungkan Anda dengan dokter.

Posted by Smarter Health Indonesia on Thursday, September 24, 2020

Lalu bagaimana pasien kanker yang lebih rentan terkena masalah jantung?

Masalah jantung sebenarnya dapat terjadi pada pasien kanker apapun. Pada dasarnya, yang memengaruhi pasien lebih rentan terkena masalah jantung saat kemoterapi adalah bagaimana perawatan yang dijalani oleh pasien itu sendiri seperti obat kemoterapi yang dikonsumsi atau kemungkinan penggunaan radioterapi. 

Semakin tinggi kandungan toksik pada pengobatan yang dijalani, semakin lama durasi dan semakin tinggi dosisnya, maka akan semakin tinggi pula risikonya. Jadi, intinya mengapa pasien kanker lebih rentan terkena masalah jantung adalah karena perawatan kanker yang dijalani pasien itu sendiri.

Pasien Kanker Apa yang Lebih Rentan Kena Masalah Jantung?

Beberapa jenis pengobatan kanker, seperti kemoterapi, radiasi, terapi target, dan imunoterapi bisa menimbulkan masalah jantung. Tapi apakah ada jenis kanker tertentu yang lebih rentan terhadap masalah jantung?dr. Chan Wan Xian, dokter jantung dari Asian Heart & Vascular Centre – AHVC Singapura menjawabnya dalam video berikut.Punya pertanyaan tentang penyakit jantung, atau masalah jantung akibat pengobatan kanker? Tuliskan di kolom komentar. dr. Chan akan menjawabnya untuk Anda.===dr. Chan Wan Xian mendapat pelatihan di layanan Women’s Heart Health, Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, Amerika Serikat dan Ottawa Heart Institute, Ottawa, Kanada. Dia merupakan mantan konsultan senior dan co-direktur layanan Women’s Heart Health di National University Heart Centre, Singapura.Ingin tele-konsultasi dengan dr. Chan atau dokter jantung lain dari Asian Heart & Vascular Centre? Isi form di tautan berikut https://www.smarterhealth.id/event/facebook-live-cara-melindungi-jantung-selama-pengobatan-kanker-bersama-dr-chan-wan-xian/Kami akan bantu hubungkan Anda dengan dokter.

Posted by Smarter Health Indonesia on Wednesday, September 23, 2020

Risiko Kemoterapi Saat Pengobatan Kanker

Pada dasarnya, kemoterapi adalah pengobatan kanker yang paling efektif. Namun efektivitas tersebut memiliki efek samping atau risiko yang diterima oleh pasien tergantung pasien itu sendiri sebab setiap pasien memiliki reaksi yang berbeda pada setiap pengobatan kanker.

Pengobatan Kanker Yang Memiliki Risiko Tertinggi Masalah Jantung?

Tahukah Anda beberapa jenis kemoterapi, radiasi, terapi target, dan imunoterapi bisa menyebabkan atau memperparah tekanan darah tinggi, detak jantung abnormal, serangan jantung dan bahkan gagal jantung?Tapi apakah ada satu jenis pengobatan kanker yang punya risiko paling tinggi memberi efek samping masalah jantung?Simak jawaban dari dr. Chan Wan Xian, dokter jantung dari Asian Heart & Vascular Centre – AHVC Singapura dalam video berikut.Punya pertanyaan tentang penyakit jantung, atau masalah jantung akibat pengobatan kanker? Tuliskan di kolom komentar. dr. Chan akan menjawabnya untuk Anda.===dr. Chan Wan Xian mendapat pelatihan di layanan Women’s Heart Health, Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, Amerika Serikat dan Ottawa Heart Institute, Ottawa, Kanada. Dia merupakan mantan konsultan senior dan co-direktur layanan Women’s Heart Health di National University Heart Centre, Singapura.Ingin tele-konsultasi dengan dr. Chan atau dokter jantung lain dari Asian Heart & Vascular Centre? Isi form di tautan berikut https://www.smarterhealth.id/event/facebook-live-cara-melindungi-jantung-selama-pengobatan-kanker-bersama-dr-chan-wan-xian/Kami akan bantu hubungkan Anda dengan dokter.

Posted by Smarter Health Indonesia on Thursday, September 24, 2020

Risiko Masalah Jantung Karena Obat-obatan

Biasanya risiko kemoterapi seperti masalah jantung muncul karena obat-obatan yang dikonsumsi oleh pasien. Dokter Chan Wan Xian sendiri mengatakan berdasarkan pengamatannya, obat kemoterapi yang paling sering menimbulkan masalah pada jantung adalah Anthracycline. Selain obat tersebut, beberapa obat imunoterapi tertentu juga memiliki risiko menimbulkan penyakit jantung. Karena ketika obat imunoterapi tertentu ini menargetkan sistem imun tubuh untuk menyerang sel kanker, ada kemungkinan terjadi efek samping, misalnya peradangan otot jantung.

Risiko Nyeri Dada Setelah Kemoterapi

Apabila setelah kemoterapi pasien mengalami nyeri dada atau jantung berdebar, sebaiknya segera temui dokter jantung untuk memeriksakan kondisi jantung. Beberapa obat kemoterapi memang bisa menimbulkan penyumbatan arteri dan detak jantung abnormal.

Dalam kondisi ini, dokter akan memberi saran terbaik mengingat mengobati kondisi jantung sama pentingnya dengan menangani kanker. Kadang-kadang pasien tidak perlu sampai harus menghentikan pengobatan, melainkan mengurangi dosis atau mengganti perawatan.

Nyeri Dada Setelah Kemoterapi. Apa Penyebabnya?

Mengapa seorang pasien kanker bisa merasakan nyeri dada setelah kemoterapi? Ini merupakan kondisi yang harus diwaspadai. Beberapa jenis kemoterapi, radiasi, terapi target, dan imunoterapi bisa menyebabkan atau memperparah masalah jantung, seperti tekanan darah tinggi, detak jantung abnormal, serangan jantung dan bahkan gagal jantung.Simak jawaban dari dr. Chan Wan Xian, dokter jantung dari Asian Heart & Vascular Centre – AHVC Singapura dalam video berikut.Punya pertanyaan tentang penyakit jantung, atau masalah jantung akibat pengobatan kanker? Tuliskan di kolom komentar. dr. Chan akan menjawabnya untuk Anda.===dr. Chan Wan Xian mendapat pelatihan di layanan Women’s Heart Health, Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, Amerika Serikat dan Ottawa Heart Institute, Ottawa, Kanada. Dia merupakan mantan konsultan senior dan co-direktur layanan Women’s Heart Health di National University Heart Centre, Singapura.Ingin tele-konsultasi dengan dr. Chan atau dokter jantung lain dari Asian Heart & Vascular Centre? Isi form di tautan berikut https://www.smarterhealth.id/event/facebook-live-cara-melindungi-jantung-selama-pengobatan-kanker-bersama-dr-chan-wan-xian/Kami akan bantu hubungkan Anda dengan dokter.

Posted by Smarter Health Indonesia on Wednesday, September 23, 2020

Risiko Lemas dan Sesak Napas Karena Leukimia

Risiko lemas dan sesak napas biasanya tergantung tingkat keparahannya. Leukemia sendiri bisa menimbulkan gejala seperti sesak napas dan kelelahan, namun ini juga bisa merupakan efek samping perawatan kanker.

Jika ini terjadi, pasien harus memeriksakan kondisi paru-paru dan jantungnya untuk memastikan obat kemoterapi yang digunakan bukanlah sumber kondisi tersebut.

Apa Penyebab Lemas dan Sesak Napas Pada Penderita Leukemia yang Menjalani Kemoterapi?

Apa yang menyebabkan seorang penderita leukemia merasa lemas dan sesak napas sehabis kemoterapi. Apakah ini efek samping kemoterapi? Atau kondisi leukemia itu sendiri?Perlu diketahui, beberapa jenis kemoterapi, radiasi, terapi target, dan imunoterapi bisa menyebabkan atau memperparah tekanan darah tinggi, detak jantung abnormal, serangan jantung dan bahkan gagal jantung.Simak penjelasan dr. Chan Wan Xian, dokter jantung dari Asian Heart & Vascular Centre – AHVC Singapura, dalam video berikut.Punya pertanyaan tentang penyakit jantung, atau masalah jantung akibat pengobatan kanker? Tuliskan di kolom komentar. dr. Chan akan menjawabnya untuk Anda.===dr. Chan Wan Xian mendapat pelatihan di layanan Women’s Heart Health, Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, Amerika Serikat dan Ottawa Heart Institute, Ottawa, Kanada. Dia merupakan mantan konsultan senior dan co-direktur layanan Women’s Heart Health di National University Heart Centre, Singapura.Ingin tele-konsultasi dengan dr. Chan atau dokter jantung lain dari Asian Heart & Vascular Centre? Isi form di tautan berikut https://www.smarterhealth.id/event/facebook-live-cara-melindungi-jantung-selama-pengobatan-kanker-bersama-dr-chan-wan-xian/Kami akan bantu hubungkan Anda dengan dokter.

Posted by Smarter Health Indonesia on Wednesday, September 23, 2020

Apakah Risiko Masalah Jantung dapat Disembuhkan?

Beberapa masalah jantung yang ditimbulkan oleh pengobatan kanker tentu saja dapat disembuhkan. Contohnya kondisi tekanan darah tinggi yang mungkin disebabkan oleh obat kemoterapi tertentu. Setelah menghentikan konsumsi obat tersebut, tekanan darah bisa kembali normal.

Namun ada juga kondisi yang tidak bisa disembuhkan. Misalnya gagal jantung yang bisa disebabkan oleh obat Anthracycline. Jika dokter mendeteksi gagal jantung pada pasien, penanganan harus segera dilakukan.

Apakah Sakit Jantung Karena Pengobatan Kanker Bisa Disembuhkan?

Beberapa jenis kemoterapi, radiasi, terapi target, dan imunoterapi bisa menyebabkan atau memperparah tekanan darah tinggi, detak jantung abnormal, serangan jantung dan bahkan gagal jantung.Lalu, apakah sakit jantung karena pengobatan kanker bisa disembuhkan?Simak jawaban dari dr. Chan Wan Xian, dokter jantung dari Asian Heart & Vascular Centre – AHVC Singapura dalam video berikut.Punya pertanyaan tentang penyakit jantung, atau masalah jantung akibat pengobatan kanker? Tuliskan di kolom komentar. dr. Chan akan menjawabnya untuk Anda.===dr. Chan Wan Xian mendapat pelatihan di layanan Women’s Heart Health, Mayo Clinic, Rochester, Minnesota, Amerika Serikat dan Ottawa Heart Institute, Ottawa, Kanada. Dia merupakan mantan konsultan senior dan co-direktur layanan Women’s Heart Health di National University Heart Centre, Singapura.Ingin tele-konsultasi dengan dr. Chan atau dokter jantung lain dari Asian Heart & Vascular Centre? Isi form di tautan berikut https://www.smarterhealth.id/event/facebook-live-cara-melindungi-jantung-selama-pengobatan-kanker-bersama-dr-chan-wan-xian/Kami akan bantu hubungkan Anda dengan dokter.

Posted by Smarter Health Indonesia on Thursday, September 24, 2020

Tidak semua obat kanker mempunyai efek samping masalah jantung. Semua tergantung pada jenis obat yang digunakan. Dan peluang kesembuhannya bergantung pada jenis masalah jantung yang ditimbulkan.
Demikian penjelasan seputar kemoterapi dan beberapa risikonya terhadap masalah jantung. Jika Anda masih perlu menanyakan beberapa hal terkait masalah kanker atau masalah jantung karena kemoterapi, Anda dapat menanyakan melalui telekonsultasi bersama dokter Chan Wan Xian di Smarter Health Indonesia.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?