Penting! Ini Faktor Bullying pada Anak

Penting! Ini Faktor Bullying pada Anak

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Ditinjau oleh: dr. Qanissa Afianti Razzqy
Publish tanggal: Mar 3, 2021
Update terakhir: Mar 3, 2021

Bullying adalah masalah sosial serius yang memiliki efek jangka panjang bagi korban dan penindas. Mengenali dan mengetahui bagaimana menangani perundungan adalah langkah pertama untuk mencegah anak menjadi pelaku atau korbannya. 

Di artikel kali ini, Smarter Health akan membahas tentang faktor bullying pada anak, cara mencari tahu apakah anak Anda menjadi pelaku atau korban bullying, serta ciri-ciri anak yang menjadi korban bullying

Hubungi psikolog anak melalui Smarter Health jika anak Anda menjadi penderita atau korban bullying agar dapat penanganan sejak dini. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Faktor Bullying pada Anak

Siapa pun bisa menjadi korban perundungan atau penindasan, namun beberapa anak berisiko lebih tinggi mendapatkan bullying daripada anak yang lain. Anak-anak yang kurang populer dan memiliki lebih sedikit teman cenderung menjadi korban penindasan, sedangkan anak-anak yang populer lebih cenderung menjadi penindas. 

Faktor risiko lain yang terkait dengan penindasan meliputi:

  • Memiliki ciri fisik yang berbeda dari teman, misalnya kelebihan berat badan atau kekurangan berat badan, memakai kacamata atau kawat gigi, cacat fisik, berasal dari kelompok ras yang berbeda, atau mengenakan pakaian yang tidak keren bagi anak-anak lain.
  • Memiliki cacat kognitif.
  • Dianggap mengganggu anak-anak yang lain. 
  • Dianggap canggung secara sosial dan memiliki sedikit teman.
  • Mengidentifikasi diri sebagai lesbian, gay, biseksual atau transgender.
  • Dipandang lemah atau tidak berdaya dan tidak mungkin untuk melawan.

Namun, memiliki salah satu dari karakteristik di atas tidak secara otomatis bahwa seorang anak akan menjadi korban bullying. Gangguan yang meningkatkan risiko penindasan, baik sebagai pelaku intimidasi atau korban, yaitu:

  • Sindrom Tourette.
  • Penyandang disabilitas.
  • Oppositional defiant disorder (ODD).
  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).
  • Gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder/ASD).

Siapa yang Akan Terpengaruh oleh Bullying?

Perundungan dan penindasan dapat memengaruhi korban dan orang yang melihat kejadian tersebut. Korban bullying berisiko mengalami gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, gejala psikosomatis, gangguan makan, dan penyalahgunaan obat-obatan. 

Memburuknya perasaan terisolasi dan depresi dapat berpengaruh pada perilaku bunuh diri dan bentuk menyakiti diri lainnya (self harm).

Bullying juga memiliki efek negatif yang serius pada orang yang melihat kejadian tersebut. Mereka mungkin menganggap sekolah atau lingkungan mereka tidak aman. Mereka juga berpotensi mengalami gangguan kecemasan atau depresi, karena menyaksikan korban di-bully dan mulai menghindari datang ke sekolah.

Cara Mencari Tahu Anak Menjadi Pelaku atau Korban Bullying

Ada banyak cara yang dilakukan oleh seseorang yang dengan sengaja mencoba menyakiti orang lain. Bullying bisa menyerang fisik (mendorong, meninju, menendang) dan meninggalkan bekas luka. Juga menyerang secara verbal (menyebut nama, bergosip, menyebarkan desas-desus) yang bisa dilakukan melalui media sosial, seperti Facebook, Twitter, atau Instagram. 

Ketika pelaku memiliki kekuatan yang lebih besar dan korban memiliki kekuatan yang lebih sedikit, maka bullying akan lebih mudah terjadi. Sering mengobrol dengan anak sambil menanyakan kegiatan mereka di sekolah dapat menjadi salah satu cara untuk mencari tahu apakah anak Anda menjadi pelaku atau korban bullying.

Pahami juga ciri-ciri dan tanda anak yang menjadi korban bullying agar bisa mendapatkan penanganan sejak dini. Jangan biarkan anak Anda terjebak terlalu dalam di dalam lingkaran bullying, karena berisiko merusak mental anak di kehidupan mendatang jika tidak mendapat perawatan yang tepat. 

Ciri-ciri Anak yang Menjadi Korban Bullying

Ketahuilah bahwa terkadang seorang anak mungkin tidak menunjukkan tanda apa pun bahwa mereka sedang di-bully. Untuk tetap mengetahui apa yang terjadi dengan anak Anda di sekolah, bicarakan dengan mereka secara teratur. 

Tertarik dengan hari sekolah mereka dan ajukan pertanyaan khusus tentang intimidasi. Misalnya, “Apakah ada anak-anak yang jahat di kelasmu? Siapa yang cenderung mereka pilih? Apakah ada yang jahat kepadamu?”. Pertanyaan sederhana seperti itu mungkin akan sangat membantu anak untuk mulai bercerita. 

Mengetahui ciri-ciri anak menjadi korban bullying akan sangat membantu Anda sebagai orangtua. Melihat ciri-ciri yang nyata mungkin dapat menjawab semua kecurigaan Anda. Beberapa tanda peringatan bahwa anak menjadi korban bullying yaitu:

  • Anak enggan pergi ke sekolah atau langsung menolak untuk pergi.
  • Buku pelajaran atau barang-barang lain miliknya hilang atau hancur.
  • Mengalami gangguan tidur dan sering mimpi buruk sepanjang malam. 
  • Nilai di sekolah menurun, karena sepertinya anak mulai tidak tertarik pada sekolah.
  • Anda melihat luka yang tidak bisa dijelaskan di tubuh anak saat mereka pulang sekolah. 
  • Menunjukkan sedikit minat untuk bergaul dengan teman-temannya dan menghindari situasi sosial. 
  • Anak Anda tampaknya memiliki harga diri yang rendah, menutup diri di kamarnya, dan mudah tersinggung.
  • Anak sering mengeluh sakit kepala, sakit perut, atau mual, tetapi tampaknya tidak ada alasan medis yang mendasarinya.
  • Nafsu makan menurun, bahkan terkadang melewatkan sarapan atau makan malam, atau justru sebaliknya dengan makan berlebihan.

Cara Mencegah Bullying

Meskipun tidak ada cara untuk menjamin bahwa anak Anda tidak akan pernah ditindas atau menjadi penindas, beberapa tindakan telah terbukti sangat efektif dalam mengurangi bullying dalam skala yang lebih luas, yaitu:

  • Orangtua harus mulai berbicara dengan anak mereka tentang bullying, termasuk mengapa hal itu salah dan menyakitkan, dan apa yang harus dilakukan jika mereka melihat orang lain di-bully pada usia yang sangat dini.
  • Orangtua harus berusaha untuk menciptakan suasana toleransi, rasa hormat, dan kasih sayang di rumah.
  • Lembaga sekolah harus meningkatkan pengawasan orang dewasa, terutama di taman bermain, di bus, dan di lorong antar kelas.
  • Sekolah harus melibatkan orangtua dalam diskusi dan inisiatif pencegahan bullying.
  • Sekolah dan legislator harus bekerja sama untuk membuat dan menegakkan  kebijakan anti-bullying yang jelas dan ketat. 

Bagaimana prospek jangka panjang untuk anak yang di-bully?

Bullying dapat menyebabkan efek sosial, psikologis, dan kesehatan yang membekas pada korban. Anak-anak yang terus menerus mengalami bullying berisiko lebih besar untuk mengalami:

  • Depresi dan pikiran untuk bunuh diri saat masa dewasa.
  • Gangguan kecemasan, termasuk gangguan panik dan agoraphobia (takut tempat umum) saat masa dewasa.
  • Masalah dengan aktivitas fisik seperti berjalan, berlari, atau berpartisipasi dalam olahraga.
  • Kesehatan fisik yang lebih buruk. Terkadang sebagai akibat dari aktivitas berbahaya seperti makan yang tidak teratur atau menggunakan obat-obatan.
  • Putus sekolah yang kemungkinan memiliki efek negatif jangka panjang pada pendidikan dan karier anak di masa depan.
  • Upah yang lebih rendah di kemudian hari.
  • Pengangguran di masa depan atau berkurangnya partisipasi kerja.

Hubungan suportif dengan keluarga, teman sebaya, dan mentor dapat membuat perbedaan dan mengurangi efek negatif dari faktor bullying pada anak. Hubungi psikolog anak melalui Smarter Health jika anak Anda menjadi pelaku atau korban bullying

Smarter Health memungkinkan Anda untuk mengakses layanan kesehatan kapan pun Anda membutuhkannya, karena menyediakan layanan telekonsultasi, konsultasi offline, membantu mencari rekomendasi rumah sakit, mencari dokter spesialis, dan menghitung estimasi biaya pengobatan di dalam dan luar negeri.

Referensi:
Boston's Children Hospital. Bullying.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?