Tips Menjelaskan Virus Corona Kepada Anak

Penting! Ini Tips Menjelaskan Virus Corona kepada Anak

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Penyebaran virus Corona masih terus berlanjut. Tidak hanya orang tua, tapi anak-anak di usia yang lebih besar juga mesti sadar bagaimana bahaya penyebaran virus COVID-19 terhadap kesehatan. Sebab itu, Anda sebagai orangtua sebaiknya mencari cara terbaik untuk menjelaskan apa itu virus Corona, seberapa berbahaya virus tersebut, dan bagaimana pencegahannya. Namun, pastikan penjelasan Anda tidak membuat anak menjadi khawatir dan panik berlebihan. Berikut ini Smarter Health ingin membagikan tips menjelaskan virus corona kepada anak dengan memastikan mereka mendapatkan informasi yang akurat dan mudah dipahami. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Apa Saja Pertanyaan yang Sering Anak Tanyakan?

Sama seperti orang dewasa, anak-anak pasti memiliki banyak pertanyaan seputar virus Corona. Ini mungkin cukup melelahkan dan membuat Anda kebingungan untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi saat ini. 

Dilansir dalam Lingokids, berikut ini sejumlah pertanyaan yang sering diajukan oleh anak-anak seputar virus Corona:

  1. Apa itu virus Corona?
  2. Apa yang terjadi jika saya tertular?
  3. Apakah saya perlu memakai masker?
  4. Mengapa virus Corona tidak ada obatnya?
  5. Apakah aman jika saya bermain dengan anak lainnya?
  6. Apa yang bisa saya lakukan untuk menjaga keamanan semua orang?

Dengan mengetahui apa saja pertanyaan yang sering ditanyakan oleh anak-anak seputar virus Corona, Anda akan lebih mudah untuk menjawabnya.

Tips Menjelaskan Virus Corona kepada Anak

Anak-anak juga perlu tahu seberapa berbahaya penyebaran virus Corona dan bagaimana cara mencegah penyebaran virus tersebut. Berikut ini tips menjelaskan virus Corona kepada anak yang bisa Anda terapkan. 

1. Biarkan Anak Bertanya

Dengan membiarkan anak aktif bertanya akan ada banyak hal yang tidak terduga. Anak-anak pasti memiliki pertanyaan yang mungkin tidak pernah mereka tanyakan sebelumnya. Mulai dari yang sangat serius seperti “Apakah Kakek (penderita COVID-19) baik-baik saja?” hingga pertanyaan ringan seperti “Apakah kedai es krim favorit saya masih berjualan (di masa pandemi COVID-19)?”. 

Dorong anak untuk bertanya apa pun pertanyaan yang ingin mereka ajukan. Cobalah untuk menanggapi rasa penasaran dan kekhawatiran anak Anda dengan serius. Ingatlah bahwa tujuan Anda untuk membantu anak-anak mendapatkan informasi berdasarkan fakta yang lebih meyakinkan daripada apa pun yang mereka dengar dari teman atau berita di media massa. 

2. Jangan Menghindari Pertanyaan

Walaupun tidak bisa menjawab, jangan sampai Anda menghindari pertanyaan anak Anda. Mengingat bahwa terkadang ada ketidakpastian berita tentang COVID-19, cobalah untuk merasa yakin saat menjawab bahwa Anda tidak tahu. Ini jauh lebih baik daripada memberikan informasi palsu kepada anak Anda. 

Mungkin Anda ingin meyakinkan anak Anda bahwa keadaan akan segera membaik, bahkan ketika Anda sendiri tidak yakin. Namun, mengajari anak-anak memaklumi ketidakpastian adalah kunci untuk membangun mental mereka saat mendengar informasi dari teman atau berita di media massa. 

3. Menyaring Berita untuk Anak

Anggap percakapan antara Anda dan anak Anda menjadi kesempatan untuk menyampaikan fakta seputar COVID-19.

Menurut Jannie Domingues, PhD, seorang psikolog anak di Child Mind Institute, Anda yang menerima berita dan Anda pula yang dapat menyaring berita untuk anak Anda. Dengan kata lain, Anda harus pintar menyaring berita apa saja yang layak untuk anak Anda dengan memastikan keakuratannya. 

4. Hindari Terlalu Banyak Informasi dalam Satu Waktu

Sebaiknya jangan memberikan terlalu banyak informasi dalam satu waktu, karena ini bisa membuat Anda kewalahan. Cobalah sebisa mungkin untuk menjawab pertanyaan anak Anda dengan jujur dan jelas. Tidak masalah jika Anda tidak bisa menjawab semuanya, yang penting Anda bisa menjadi seseorang yang selalu ada kapan pun anak membutuhkan Anda. 

5. Mencari tahu Informasi yang Diketahui Anak Anda

Dorong anak Anda untuk memberi tahu kepada Anda tentang apa pun yang mungkin pernah mereka dengar seputar virus Corona dan tanya bagaimana perasaan mereka. Berikan mereka kesempatan untuk aktif bertanya dan sebaiknya Anda sudah siap untuk menjawabnya meskipun ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Ini dilakukan untuk menghindari anak Anda memiliki fantasi yang menakutkan tentang virus Corona. 

6. Mengatasi Kecemasan Diri Sendiri

Dr. Domingues memperingatkan bahwa ketika Anda merasa sangat cemas atau panik, itu bukanlah waktu yang tepat untuk berbicara dengan anak Anda tentang virus Corona. Jika Anda baru saja mengetahui berita yang membuat Anda panik dan khawatir juga akan memicu kepanikan anak Anda, sebaiknya luangkan waktu untuk menenangkan diri sebelum mencoba berbicara dan menjawab pertanyaan anak Anda. 

7. Bersikap Meyakinkan

Anak-anak cenderung egosentris, yaitu menilai segala sesuatu berdasarkan sudut pandang diri sendiri. Ketika anak mendengar tentang meningkatnya jumlah kematian akibat virus Corona di berita, itu dapat membuat mereka sangat khawatir dan merasa bahwa mereka akan tertular. 

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya Anda bersikap meyakinkan saat menyampaikan informasi seputar virus Corona. Ini akan sangat membantu untuk meyakinkan anak Anda bahwa korban anak-anak sangat sedikit dan kemungkinan anak-anak tertular virus Corona sangat kecil.

8. Mengajarkan Cara Mencegah Virus Corona

Cara terbaik untuk meyakinkan anak Anda adalah dengan menekankan tindakan pencegahan yang Anda lakukan dan orang lain di sekitar Anda agar terhindar dari infeksi virus Corona.

Jamie Howard, PhD, seorang psikolog anak di Child Mind Institute mengatakan bahwa anak-anak merasa diberdayakan ketika mereka tahu apa yang harus mereka lakukan untuk menjaga diri mereka tetap aman.

Langkah pertama yang paling sederhana adalah mengajarkan anak cara mencuci tangan dengan sabun. Ingatkan anak Anda bahwa mencuci tangan dapat membantu meminimalisir penyebaran virus Corona.

9. Merasa Stres Adalah Hal yang Wajar

Anak-anak dan remaja cenderung lebih mengkhawatirkan keluarga dan teman daripada diri mereka sendiri. Mengizinkan mereka menelepon atau video call dengan kerabat yang lebih tua dapat meyakinkan mereka tentang keadaan orang yang disayang. 

Jelaskan kepada anak Anda bahwa terkadang merasa stres adalah hal yang wajar dan setiap orang pernah merasakannya. Mengenali perasaan ini dapat membantu anak mengetahui bahwa masa yang membuat stres sudah berlalu dan kembali hidup normal untuk membangun ketahanan mental. 

10. Mendorong Percakapan Non-Berita

Gunakan pembicaraan tentang virus Corona sebagai cara untuk membantu anak Anda mempelajari tentang tubuh mereka sendiri, seperti bagaimana cara sistem kekebalan tubuh melawan penyakit dan lain sebagainya. 

Bicarakan kejadian terkini dengan anak Anda sesering mungkin. Ajukan pertanyaan yang mendorong percakapan non-berita, seperti menanyakan apa pendapat mereka tentang peristiwa ini. 

Jika Anda mengalami kesulitan saat menjelaskan tentang virus Corona kepada anak Anda, sebaiknya minta bantuan dokter spesialis anak atau penyedia layanan lainnya. 

Buat janji temu dengan dokter dari rumah sakit di dalam dan luar negeri lewat layanan gratis di Smarter Health. Anda juga bisa melakukan tele-konsultasi dengan dokter tanpa perlu keluar rumah di masa pandemi seperti saat ini.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?