Kenali Penyebab Ejakulasi Dini Agar Seks Lebih Memuaskan

Penting, Ketahui Penyebab Ejakulasi Dini Berikut Ini

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Ditinjau oleh: dr. Qanissa Afianti Razzqy
Publish tanggal: Feb 2, 2021
Update terakhir: Feb 2, 2021

Ada banyak faktor penyebab ejakulasi dini, termasuk faktor psikologis, biologis, hingga kondisi medis yang mendasarinya. Dengan mengetahui penyebabnya, Anda akan lebih mudah untuk mengatasinya dan berhubungan seks dengan pasangan terasa lebih memuaskan. 

Di artikel ini, Smarter Health akan membahas tentang penyebab ejakulasi dini, risiko, dan komplikasi yang mungkin muncul. 

Hubungi dokter spesialis andrologi melalui Smarter Health jika Anda memiliki gejala ejakulasi dini. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Penyebab Ejakulasi Dini

Penyebab pasti ejakulasi dini belum sepenuhnya terjawab. Dulu, anggapan ejakulasi dini hanya masalah psikologis, tapi sekarang dokter tahu bahwa ejakulasi dini melibatkan interaksi yang kompleks antara faktor psikologis dan biologis. Berikut ini penyebab ejakulasi dini, baik dari segi psikologi maupun biologis pria. 

Penyebab Psikologis

Faktor psikologis yang mungkin menyebabkan ejakulasi dini antara lain:

  • Masih pemula dalam berhubungan seks.
  • Depresi.
  • Pelecehan seksual.
  • Citra tubuh yang buruk.
  • Khawatir tentang ejakulasi dini.
  • Perasaan bersalah yang meningkatkan kecenderungan Anda untuk terburu-buru melakukan hubungan seksual.

Faktor lain yang dapat berperan termasuk:

  • Disfungsi ereksi. Pria yang cemas untuk mendapatkan atau mempertahankan ereksi selama hubungan seksual mungkin membentuk pola terburu-buru untuk ejakulasi. Kondisi ini mungkin sulit berubah.
  • Kegelisahan. Banyak pria yang mengalami ejakulasi dini juga memiliki gangguan kecemasan, baik tentang kinerja seksual atau terkait dengan masalah lain.
  • Masalah hubungan. Jika Anda pernah memiliki hubungan seksual yang memuaskan dengan pasangan lain di mana ejakulasi dini jarang terjadi atau tidak terjadi sama sekali, kemungkinan masalah interpersonal antara Anda dan pasangan Anda saat ini berkaitan pada masalah tersebut.

Penyebab Biologis

Sejumlah faktor biologis dapat menyebabkan ejakulasi dini, termasuk:

  • Warisan sifat.
  • Tingkat hormon yang tidak normal.
  • Peradangan dan infeksi pada prostat atau uretra.
  • Tingkat bahan kimia otak yang tidak normal atau neurotransmitter.

Masalah Medis Juga Menyebabkan Ejakulasi Dini

Meskipun kasusnya lebih jarang, mungkin penyebab ejakulasi dini terjadi karena masalah medis yang mendasarinya. Berikut ini kemungkinan penyakit yang menyebabkan ejakulasi dini pada pria:

1. Diabetes

Diabetes mellitus mengacu pada sekelompok penyakit yang memengaruhi cara tubuh Anda mengontrol gula darah (glukosa). Glukosa sangat penting untuk kesehatan Anda, karena merupakan sumber energi yang penting untuk sel-sel yang membentuk otot dan jaringan Anda, serta sebagai sumber bahan bakar utama otak Anda.

Penyebab diabetes tergantung jenisnya, tapi apa pun jenis diabetes dapat menyebabkan kelebihan gula di dalam darah. Terlalu banyak gula dalam darah dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Kondisi diabetes kronis termasuk diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Kondisi diabetes yang berpotensi reversibel termasuk prediabetes dan diabetes gestasional. Prediabetes terjadi ketika kadar gula darah Anda lebih tinggi dari biasanya, tetapi tidak cukup tinggi untuk diklasifikasikan sebagai diabetes. Sedangkan Diabetes gestasional terjadi selama kehamilan, tetapi bisa sembuh setelah bayi dilahirkan.

2. Sklerosis Ganda

Multiple sclerosis atau sklerosis ganda adalah penyakit yang berpotensi melumpuhkan otak dan sumsum tulang belakang (sistem saraf pusat). 

Sistem kekebalan menyerang selubung pelindung (mielin), yang menutupi serabut saraf dan menyebabkan masalah komunikasi antara otak dan seluruh tubuh. Penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan permanen atau kemunduran saraf.

Tanda dan gejala sklerosis ganda sangat bervariasi, tergantung jumlah kerusakan saraf, dan saraf mana yang terpengaruh. Beberapa penderita sklerosis ganda yang parah mungkin kehilangan kemampuan untuk berjalan sendiri atau lumpuh total, sementara yang lain mungkin mengalami remisi dalam waktu lama tanpa gejala baru.

Tidak ada obat untuk mengatasi sklerosis ganda. Namun, perawatan dapat membantu mempercepat pemulihan dan mengelola gejala.

3. Gangguan Prostat

Kelenjar prostat adalah organ sistem reproduksi pria. Ukurannya kira-kira sebesar biji kenari dan terletak di dasar kandung kemih. Uretra memungkinkan urine dan air mani keluar dari penis mengalir melalui kelenjar prostat. Cairan kelenjar prostat membantu menyehatkan sperma dan meninggalkan uretra saat ejakulasi. 

Tiga bentuk penyakit prostat yang paling umum adalah peradangan (prostatitis), pembesaran prostat jinak (benign prostatic hyperplasia atau BPH), dan kanker prostat. Seorang pria mungkin mengalami satu atau lebih dari kondisi ini.

4. Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid adalah kondisi medis ketika tiroid tidak menghasilkan jumlah hormon yang tepat. Tiroid biasanya memproduksi hormon yang membuat tubuh Anda berfungsi normal. Ketika tiroid membuat terlalu banyak hormon tiroid, tubuh Anda menggunakan energi terlalu cepat (hipertiroidisme). 

Menggunakan energi terlalu cepat tidak hanya membuat Anda lelah, tetapi membuat jantung berdetak lebih cepat, menurunkan berat badan, dan membuat Anda merasa gugup. 

Di sisi lain, tiroid dapat menghasilkan terlalu sedikit hormon tiroid (hipotiroidisme). Ketika terlalu sedikit hormon tiroid di dalam tubuh, Anda akan merasa lelah, mungkin bertambah berat badan, dan mungkin tidak dapat mentolerir suhu dingin.

5. Penggunaan Obat-obatan Terlarang

Sebuah penelitian National Library of Biotechnology Information menunjukkan hasil bahwa disfungsi seksual dapat menjadi faktor risiko kekambuhan penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Disfungsi seksual tidak seharusnya dengan penyalahgunaan obat-obatan, karena dapat memicu kekambuhan. 

6. Konsumsi Alkohol yang Berlebihan

Minum alkohol dalam jumlah besar dapat membuat Anda sulit mendapatkan atau mempertahankan ereksi (disfungsi ereksi). Alkohol mengganggu pembawa pesan di otak yang memberi tahu penis untuk mengalirkan darah. 

Ini juga bisa terjadi karena alkohol dapat menurunkan produksi testosteron, yakni hormon yang mengontrol fungsi seksual pria. Disfungsi ereksi biasanya hanya masalah sementara yang bisa terobati. 

Alkohol dapat mengganggu kemampuan Anda untuk merasakan rangsangan seksual. Setelah minum alkohol dalam jumlah besar, Anda mungkin merasa kesulitan ejakulasi atau mungkin ejakulasi terlalu cepat.

Risiko Ejakulasi Dini

Berbagai faktor dapat meningkatkan risiko ejakulasi dini, di antaranya:

  • Disfungsi ereksi. Anda mungkin berisiko lebih tinggi mengalami ejakulasi dini jika sesekali atau secara konsisten mengalami kesulitan ereksi. Rasa takut kehilangan ereksi dapat menyebabkan Anda secara sadar atau tidak sadar terburu-buru melakukan hubungan seksual.
  • Mental tertekan. Ketegangan emosional atau mental dapat berperan dalam ejakulasi dini, karena membatasi kemampuan Anda untuk rileks dan fokus selama hubungan seksual.

Komplikasi 

Ejakulasi dini dapat menimbulkan masalah dalam kehidupan pribadi Anda. Komplikasi umum dari ejakulasi dini adalah stres saat berhubungan. Terkadang ejakulasi dini dapat mempersulit pembuahan bagi pasangan yang mencoba memiliki anak jika ejakulasi tidak terjadi secara intravaginal.

Jika gejala ejakulasi dini tidak kunjung membaik setelah olahraga, sebaiknya hubungi dokter spesialis andrologi melalui Smarter Health supaya mendapat penanganan yang tepat. Smarter Health memungkinkan Anda untuk mengakses layanan kesehatan kapan pun Anda membutuhkannya, karena menyediakan layanan telekonsultasi, konsultasi offline, membantu mencari rekomendasi rumah sakit, mencari dokter spesialis, dan menghitung estimasi biaya pengobatan di dalam dan luar negeri.

Referensi:
Better Health (2018). Prostate Disease.
Mayo Clinic (2020). Premature Ejaculation.
Markus MacGill (2017). Medical News Today: How to treat premature ejaculation.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?