pengobatan leukemia

Penting! Pengobatan Leukemia ini Perlu Anda Tahu

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Leukemia menjadi salah satu penyakit kanker yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory 2018 oleh World Health Organization (WHO), kasus leukemia di Indonesia mencapai 13.498 atau 3,9% kasus dengan angka kematian mencapai 11.314 atau 5% kasus. Ada banyak jenis leukemia yang berkembang pada seseorang. Setiap jenis bergantung pada sel darah putih yang terpengaruh dan beberapa faktor lainnya. Leukemia mencegah sel darah putih melawan infeksi dan menyebabkannya berkembang biak secara tidak terkendali. Pertumbuhan infeksi yang signifikan dapat menyebabkan kepadatan berlebih pada sel-sel darah sehat dan menyulitkan proses pengobatan leukemia.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Apa Itu Leukemia?

Leukemia adalah penyakit kanker pada jaringan pembentuk darah di dalam tubuh, termasuk sumsum tulang dan sistem limfatik. Terdapat beberapa jenis leukemia di mana penyakit ini paling sering diderita oleh anak-anak dan bentuk leukemia lainnya diderita oleh orang dewasa.

Terjadinya penyakit leukemia biasanya melibatkan sel darah putih yang merupakan penangkal infeksi yang paling ampuh. Sel darah putih biasanya tumbuh dan membelah secara teratur sesuai kebutuhan tubuh Anda. Namun, pada penderita leukemia, sumsum tulang menghasilkan sel darah putih abnormal yang tidak mampu berfungsi dengan baik.

Perawatan untuk leukemia bisa sangat kompleks. Ini tergantung jenis leukemia dan sejumlah faktor lainnya. Hubungi dokter spesialis hematologi melalui Smarter Health untuk mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi leukemia Anda. 

Jenis-jenis Leukemia

Jenis utama leukemia meliputi:

  • Leukemia limfositik akut (LLA) adalah jenis leukemia yang paling umum terjadi pada anak-anak, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa.
  • Leukemia mieloblastik akut (AML) adalah jenis leukemia yang tergolong umum. Biasanya diderita oleh anak-anak dan orang dewasa, tapi umumnya diderita oleh orang dewasa. 
  • Leukemia limfositik kronis (CLL) adalah leukemia kronis yang paling umum. Anda mungkin merasa sehat selama bertahun-tahun tanpa memerlukan pengobatan.
  • Leukemia myelogenous kronis (CML). Jenis leukemia ini menyerang orang dewasa. Penderita CML mungkin memiliki sedikit atau tanpa gejala selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun, sebelum akhirnya sel-sel leukemia tumbuh lebih cepat.
  • Jenis lainnya. Jenis leukemia lain yang lebih jarang terjadi yaitu leukemia sel berambut, sindrom mielodisplasia, dan gangguan mieloproliferatif.

Gejala Leukemia

Gejala leukemia sangat bervariasi, tergantung jenis leukemia yang diderita. Umumnya, tanda dan gejala leukemia yaitu:

  • Nyeri tulang.
  • Demam atau menggigil.
  • Infeksi yang sering atau parah.
  • Kelelahan yang terus-menerus.
  • Berat badan menurun tanpa sebab. 
  • Tubuh mudah berdarah atau memar.
  • Mimisan yang terjadi secara berulang.
  • Keringat berlebihan, terutama di malam hari.
  • Bintik merah kecil di permukaan kulit (petechiae).
  • Pembengkakan kelenjar getah bening, pembesaran hati atau limpa.

Umumnya gejala leukemia samar dan tidak spesifik. Gejala awal leukemia biasanya terabaikan karena menyerupai gejala flu dan penyakit umum lainnya. Jika kondisinya mengkhawatirkan dan Anda memiliki tanda atau gejala leukemia secara konsisten, buatlah janji konsultasi dengan dokter.

Jenis Pengobatan Leukemia

Pemilihan jenis perawatan untuk leukemia bergantung pada banyak faktor. Dokter akan menentukan pilihan pengobatan leukemia berdasarkan usia dan kesehatan Anda secara keseluruhan, jenis leukemia yang diderita, dan kemungkinan leukemia sudah menyebar ke bagian lain tubuh lainnya, termasuk sistem saraf pusat.

Perawatan umum yang dianjurkan oleh dokter untuk melawan penyakit leukemia antara lain:

  • Pengobatan Leukemia dengan Kemoterapi. Kemoterapi adalah pengobatan utama untuk leukemia. Perawatan yang melibatkan obat-obatan ini menggunakan bahan kimia untuk membunuh sel leukemia. Bergantung pada jenis leukemia yang diderita, Anda mungkin menerima satu atau beberapa kombinasi obat. Obat-obatan diberikan dalam berbentuk pil atau disuntikkan langsung ke pembuluh darah.
  • Pengobatan Leukemia Terapi biologis. Terapi biologis menggunakan serangkaian perawatan yang membantu sistem kekebalan tubuh Anda mengenali dan menyerang sel leukemia.
  • Pengobatan Leukemia dengan Terapi target. Terapi target menggunakan obat-obatan yang menyerang bagian rentan tertentu di dalam sel kanker Anda. Misalnya obat imatinib (Gleevec) yang membantu mengendalikan penyakit.
  • Terapi radiasi. Terapi radiasi memanfaatkan X-ray atau sinar berenergi tinggi lainnya untuk merusak sel leukemia dan menghentikan pertumbuhannya.  Anda mungkin menerima terapi radiasi di satu area tertentu di tubuh Anda yang merupakan lokasi sel leukemia atau di seluruh tubuh Anda.
  • Transplantasi sel induk. Transplantasi sel induk adalah prosedur untuk mengganti sumsum tulang yang bermasalah dengan sumsum tulang yang lebih sehat. Sebelum dimulai, Anda harus menjalani kemoterapi atau terapi radiasi dosis tinggi untuk menghancurkan sumsum tulang yang bermasalah. Kemudian menerima infus sel induk pembentuk darah yang membantu membangun kembali sumsum tulang Anda. Ini sangat mirip dengan transplantasi sumsum tulang.
Billy Lantang menceritakan pengalamannya mencari dan menjalani pengobatan leukemia.

Efek Samping Pengobatan Leukemia 

Para peneliti menemukan bahwa penderita kanker tidak hanya menua lebih cepat, tetapi perkembangan masalah kesehatan jangka panjang yang berkaitan dengan penuaan bahkan saat mereka masih muda juga mungkin terjadi. 

Sebuah studi melaporkan bahwa anak-anak yang selamat dari kanker memiliki harapan hidup 30% lebih rendah daripada populasi umum. Apalagi anak-anak memiliki 3 hingga 6 kali kemungkinan terkena kanker kedua. 

Ditemukan bahwa ada efek samping yang mungkin dirasakan setelah menjalani pengobatan leukemia, seperti:

  • Penerima transplantasi sumsum tulang 8 kali lebih lemah daripada orang yang sehat.
  • Obat hormon tamoxifen untuk melawan kanker payudara kerap dikaitkan dengan penyebab katarak.
  • Terapi radiasi dikaitkan dengan gangguan demensia, hilang ingatan, pengerasan arteri, dan kanker sekunder.
  • Kemoterapi, terapi radiasi, dan perawatan kanker lainnya menyebabkan penuaan genetik dan sel, serta mendorong DNA dan sel mati terurai lebih cepat.
  • Pengobatan steroid jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko katarak, tulang rapuh, kerusakan saraf, gangguan penyembuhan luka, dan penurunan respons imun.
  • Obat kanker dikaitkan dengan gangguan pendengaran, penurunan kadar tiroid, tekanan darah tinggi, gagal jantung, kelemahan otot, arthritis, infertilitas, sembelit, penyakit ginjal, dan hati.

Harapan Hidup Penderita Leukemia Berdasarkan Usia

Dilansir dalam National Cancer Institute, pada tahun 2010-2016 menunjukkan bahwa angka kelangsungan hidup untuk semua subtipe leukemia adalah 63,7%. Leukemia paling sering terjadi pada orang berusia di atas 55 tahun, dengan usia rata-rata diagnosis adalah 66 tahun.

Leukemia juga merupakan salah satu jenis kanker paling banyak diderita oleh orang yang berusia di bawah 20 tahun. Berikut ini persentase kematian menurut kelompok umur yang dibagikan oleh National Cancer Institute:

  • Di bawah 20 tahun yaitu 2,2%.
  • Rentang usia 20-34 tahun yaitu 2,6%.
  • Sekitar usia 35-44 tahun yaitu 2,4%.
  • Diantara 45-54 tahun yaitu 5,5%.
  • Antara usia 55-64 tahun yaitu 12,6%.
  • Pada usia 65-74 tahun yaitu 23,1%.
  • Di usia 75-84 tahun yaitu 30%.
  • Di atas 84 tahun yaitu 21,4%.

Faktor yang Memengaruhi Tingkat Harapan Hidup Penderita Leukemia

Ada penderita leukemia yang mampu bertahan hidup dan kembali menjalani aktivitas normal. Ini berkaitan dengan beberapa faktor yang memengaruhi peluang seseorang dapat selamat dari penyakit leukemia, di antaranya:

  • Usia.
  • Jenis leukemia.
  • Waktu diagnosis.
  • Jumlah sel darah.
  • Mutasi kromosom.
  • Penggunaan tembakau.
  • Tingkat kerusakan tulang.
  • Paparan bahan kimia tertentu.
  • Respons tubuh terhadap pengobatan.
  • Perkembangan dan penyebaran kanker.
  • Paparan kemoterapi dan terapi radiasi tertentu.
  • Riwayat keluarga dengan kondisi darah dan leukemia.

Punya pertanyaan seputar penyakit leukemia? Hubungi dokter spesialis hematologi di dalam dan luar negeri melalui Smarter Health.

Smarter Health siap membantu Anda dalam mencari rekomendasi rumah sakit, dokter spesialis, membuat janji temu dengan dokter, telekonsultasi, hingga menghitung estimasi biaya berobat.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?