Depresi

Daftar Isi

Apa Itu Depresi?

Dalam dunia medis, depresi diistilahkan sebagai Clinical Depression (Depresi Klinis) atau Major Depression Disorder (Gangguan Depresi Mayor). Seseorang terdiagnosa Depresi Klinis apabila mengalami kesedihan atau suasana hati buruk selama lebih dari sekadar berhari-hari.

Kesedihan dalam diri penderita depresi umumnya diikuti dengan sejumlah perasaan buruk lainnya, seperti: putus asa, kehilangan motivasi/semangat, sulit tidur, sulit konsentrasi, dan kehilangan nafsu makan. Menurut data resmi Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, jenis penyakit yang menyerang kondisi mental ini menjangkiti lebih dari 300 juta manusia di dunia. Centers for Disease Control and Prevention mencatat ada 1,9 juta anak-anak usia 3 hingga 17 tahun di Amerika Serikat yang mengalami depresi.

akibat depresi

Penyakit depresi bisa mendorong munculnya berbagai gangguan kesehatan lain. Salah satu yang paling umum adalah gangguan makan, gangguan konsentrasi, dan gangguan tidur. Ketiganya dapat membuat penderita tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari dengan optimal. Dalam kondisi terparahnya, depresi bisa mendorong seseorang terjerumus pada penyalahgunaan narkoba, ketagihan minuman keras, hingga nekat bunuh diri.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Penyebab Depresi

Depresi disebut sebagai penyakit yang sangat kompleks karena tidak ada yang tahu persis apa penyebabnya. Umumnya, depresi muncul sebagai akibat dari berbagai faktor yang dialami seseorang, misalnya:

penyebab depresi
  • Faktor keturunan 

Merujuk pada berbagai hasil riset klinis, seseorang dengan riwayat penyakit depresi dalam pohon keluarganya sangat berpotensi untuk terjangkit penyakit yang sama.

  • Faktor kepribadian diri

Beberapa kepribadian dalam diri bisa membuat seseorang rentan depresi. Kepribadian yang dimaksud, antara lain: rendah diri, terlalu kritis dengan diri sendiri, kesulitan beradaptasi, dan tidak mudah puas.

  • Perubahan besar dalam fase kehidupan

Orang cenderung mengalami depresi ketika harus beradaptasi dengan perubahan drastis dalam kehidupannya. Misalnya saja: pindah tempat tinggal, lulus sekolah, berganti pekerjaan, di-PHK, menikah, dan pensiun.

  • Trauma masa lalu 

Kejadian buruk di masa lalu, seperti kehilangan orang yang disayangi (meninggal, bercerai, atau berpisah), konflik dalam hubungan, menjadi korban kekerasan dan/atau perundungan, terisolasi secara sosial, serta kecelakaan dapat memicu munculnya depresi dalam diri seseorang.

  • Penyakit lain 

Depression and Bipolar Support Alliance (DBSA) menjabarkan sejumlah data statistik dari berbagai sumber yang menyimpulkan adanya sejumlah penyakit kronis yang sangat umum memicu depresi. Penyakit tersebut, antara lain: kanker, stroke, serangan jantung, jantung koroner, parkinson, gangguan makan, HIV, dan diabetes. Konsumsi obat-obatan tertentu juga dapat mendorong kemunculan depresi.

Konsultasi Dokter Tentang Depresi

Ketika gejala depresi terasa mulai mengganggu keseharian, maka seseorang wajib untuk segera mencari pertolongan profesional. Ahli yang tepat untuk menangani penyakit ini adalah dokter spesialis kesehatan jiwa atau psikiater (psychiatrist).

Dalam konsultasi profesional, psikiater akan mengawali sesi dengan melakukan sejumlah evaluasi medis dalam bentuk tanya jawab antara dokter dengan pasien. Beberapa hal yang umumnya ditanyakan adalah kehidupan personal pasien, latar belakang dan riwayat keluarga, kondisi kesehatan pasien, dan bagaimana perasaan pasien terhadap kondisi kejiwaannya. Pada sesi ini, sangat penting bagi pasien untuk rileks, terbuka, dan jujur selama memaparkan setiap jawaban.

Selain itu, dokter sangat mungkin untuk melakukan tes urine atau tes darah terhadap pasien. Hal ini diperlukan apabila dokter mencurigai adanya kemungkinan depresi pasien disebabkan oleh penyakit lain ataupun akibat konsumsi zat tertentu (misalnya alkohol dan/atau narkotika).

Pendapat Dokter Kedua (Second Opinion)

Ketika memutuskan untuk menjalani pengobatan, pasien yang terindikasi depresi harus mendapatkan penanganan yang tepat. Karena berkaitan dengan kejiwaan, maka kenyamanan pasien dengan dokter menjadi hal utama. Selain itu, penting juga bagi pasien untuk mengetahui informasi medisnya selengkap mungkin.

Oleh karena itu, pasien sebaiknya mencari pendapat dokter kedua (second opinion) sampai menemukan hasil yang meyakinkan dan penanganan yang cocok. Salah satu negara yang memiliki tenaga profesional dan fasilitas kesehatan jiwa terbaik adalah Malaysia dan Singapura. Penderita depresi yang ingin mencari pendapat dokter kedua di negara tersebut dapat meminta rekomendasi dokter spesialis terpercaya dari Smarter Health.

Selain menghimpun rekomendasi dokter yang cocok untuk pasien, Smarter Health siap membantu booking janji konsultasi dokter dan menghitung perkiraan biaya konsultasinya. 

Gejala Depresi

Apabila seseorang mengalami lima atau lebih gejala berikut selama dua minggu berturut-turut, sebaiknya segera konsultasi ke Psikiater.

gejala depresi
  1. Merasa lelah berlebihan setiap hari meski tidak melakukan banyak aktivitas
  2. Merasa bersalah, tidak berarti, dan pesimis
  3. Kesulitan tidur atau tidur terlalu lama
  4. Kehilangan minat dan semangat dalam hampir semua aktivitas harian
  5. Afeksi dan emosi berkurang
  6. Selera makan berubah (kehilangan nafsu makan atau ingin makan terus-menerus)
  7. Berat badan berubah drastis (naik atau turun sekitar 5% dalam satu bulan)
  8. Kesulitan berkonsentrasi dan mengingat
  9. Sering merasa cemas, sedih, dan kosong
  10. Gangguan pencernaan (mual, mulas, dan muntah)
  11. Kerap berpikir tentang kematian atau bunuh diri

Cara Mengobati Depresi

Dewasa ini, depresi sudah tergolong sebagai penyakit serius yang membutuhkan pengobatan secara profesional. Seseorang perlu mendatangi dokter ahli kejiwaan untuk mendapatkan penanganan yang sesuai dengan kondisinya. Umumnya, dokter spesialis akan memberikan pengobatan berikut kepada pasien depresi:

mengobati depresi
  • Pemberian antidepresan 

Psikiater akan meresepkan sejumlah obat yang berfungsi mengurangi gejala depresi. Obat tersebut bekerja mengatur kandungan zat kimia dalam otak untuk mengendalikan suasana hati pasien. Konsumsi antidepresan dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga bertahun-tahun, tergantung tingkat keparahan dan kerentanan pasien.

  • Psikoterapi

Psikiater akan mengajak pasien berbicara dari hati ke hati (konseling). Terapi dikondisikan sedemikian rupa agar pasien nyaman dalam menyampaikan pikiran, perasaan, dan emosinya. Dari percakapan tersebut, psikiater akan memahami kondisi pasien dan memformulasikan cara-cara tertentu untuk membantu pasien melakukan manajemen stres hingga bisa sembuh. Sesi terapi biasanya berlangsung terjadwal dan reguler.

  • Terapi Elektrokonvulsif (ECT) 

Disebut juga terapi elektro-syok. Terapi ini diberikan dengan cara mengalirkan listrik ke tubuh pasien yang telah dibius dan diberikan penenang otot. Listrik kecil dialirkan ke otak untuk menyembuhkan gejala depresi. Terapi ECT biasanya berlangsung dalam beberapa sesi, selama empat minggu.

Estimasi Biaya Berobat Depresi

Besaran biaya berobat depresi umumnya meliputi biaya konsultasi, obat, dan terapi. Untuk mengetahui besaran ini, Anda dapat menghubungi Smarter Health.

Selain itu, Smarter Health bisa membantu mencarikan dokter spesialis jiwa dan rumah sakit yang sesuai dengan bujet Anda.

Mencegah Depresi

Setiap insan memang tidak mungkin terhindar sama sekali dari depresi. Namun, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk menekan kemunculannya, seperti:

mencegah depresi
  1. Mengetahui dan menghindari hal-hal yang rentan membuat stres
  2. Menjaga pola makan dan mengonsumsi makanan sehat
  3. Menjaga pola tidur dan mengurangi konsumsi kafein dan alkohol
  4. Rajin berolahraga dan meditasi
  5. Membaca buku pengembangan diri
  6. Mengikuti aktivitas yang sesuai bakat dan minat

Perawatan Pasien Depresi

Perawatan pasien depresi menyesuaikan pada tingkat keparahan penyakitnya. Meski demikian, ada sejumlah perawatan yang umum dijalani pasien selama fase penyembuhannya.

  • Obat

Pasien wajib mengonsumsi obat secara rutin. Antidepresan harus diminum sesuai anjuran psikiater terkait dan tidak boleh dihentikan sendiri karena bisa menyebabkan kondisi yang semakin parah.

  • Olahraga

Olahraga merupakan antidepresan alami yang dapat membantu tubuh memproduksi hormon yang baik untuk otak (serotonin dan endorfin).

  • Nutrisi

Perhatikan dan jaga asupan nutrisi yang masuk ke tubuh. Biasakan makan teratur dengan porsi cukup, demi menjaga stabilitas energi dan suasana hati.

  • Istirahat

Pastikan pasien beristirahat teratur dan cukup setiap hari. Waktu tidur ideal adalah 6 – 9 jam setiap malam.

  • Pihak pendukung

Temukan orang lain untuk mendukung dan menyemangati pasien dalam menjalani perawatan. Bisa keluarga sendiri, teman, atau support group dari sesama pasien.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?