Diabetes

Daftar Isi

Di Indonesia, penyakit diabetes dikenal juga dengan sebutan penyakit kencing manis. Diabetes termasuk dalam kategori jenis penyakit kronis, yaitu penyakit jangka panjang yang terjadi akibat ketidakmampuan pankreas dalam memproduksi insulin sesuai kebutuhan tubuh. Insulin sendiri dibentuk di dalam pankreas dan berfungsi sebagai hormon yang mengendalikan kadar gula dalam darah. Ketika seseorang terserang penyakit diabetes, kadar gula atau glukosa di dalam tubuhnya meningkat hingga melebihi angka normal. 

Terdapat dua jenis kategori penyakit diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. 

Diabetes tipe 1, kadar gula meningkat karena proses kerja pankreas yang tidak maksimal. Pankreas tidak berhasil dalam memproduksi insulin dalam kadar yang cukup dan sesuai bagi tubuh. 

Sementara, diabetes tipe 2, peningkatan kadar gula terjadi akibat hal yang berbeda. Pankreas telah berhasil memproduksi insulin yang cukup, namun insulin tersebut tidak digunakan secara efektif oleh tubuh. 

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Penyebab Diabetes

1. Kebiasaan Makan yang Tidak Sehat

Di tengah rutinitas yang padat, tidak sedikit orang yang mengabaikan pola makan bergizi demi menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Mengonsumsi makanan cepat saji sangat berpotensi memicu penyakit diabetes dan juga penyakit-penyakit lainnya. 

Selain makanan cepat saji, makanan ringan (snack) yang dikonsumsi di sela-sela waktu juga bisa menyebabkan penyakit diabetes. Contohnya keripik, kue kering atau manis yang mengandung hidrat tinggi dan tergolong glikemik indeks tinggi, yaitu golongan makanan yang bisa menyebabkan diabetes. 

2. Malas Berolahraga

Aktivitas fisik penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh menjaga kesehatan tubuh. Seseorang yang malas bergerak, apabila ditambah dengan pola makan yang tidak sehat, memiliki kecenderungan untuk terkena penumpukan lemak berlebih atau obesitas. Orang penderita obesitas tidak jarang terserang pula oleh penyakit diabetes.

Rutin melakukan kegiatan fisik seperti olahraga akan meningkatkan kepekaan otot dalam tubuh untuk memanfaatkan insulin dalam mengendalikan kadar gula. Dengan begitu, insulin dapat dimanfaatkan secara efektif oleh tubuh dan menyeimbangkan kadar gula yang terdapat di dalam darah.

3. Stres dan Depresi

Stres dan depresi merupakan gejala psikologis yang berdampak juga pada kesehatan fisik tubuh. Ketika seseorang sedang mengalami stres, hormon epinephrine dan kortisol diproduksi oleh tubuh lebih banyak dari biasanya. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan gula darah sebagai cadangan energi saat beraktivitas. 

Apabila hal itu terus terjadi, kadar gula darah dalam tubuh akan terus diproduksi secara berlebih hingga menyebabkan seseorang terkena diabetes. 

Oleh sebab itu, mengatasi stres juga penting tidak hanya secara mental, tapi juga secara fisik. Rutin berolahraga bisa menjadi solusi untuk mengurangi stres sekaligus menjaga kesehatan tubuh dan terhindar dari penyakit diabetes.

Selain ketiga faktor di atas, faktor keturunan pun bisa menjadi penyebab seseorang terkena penyakit diabetes.

Konsultasi Dokter tentang Diabetes

Ketika melakukan konsultasi untuk mengatasi penyakit diabetes, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh penderita. Langkah pertama bisa dilakukan dengan menyampaikan keluhan mengenai gejala yang dirasakan ke dokter umum. 

Setelahnya penderita perlu mencari dokter spesialis lainnya yang lebih berpengalaman dalam mengatasi penyakit diabetes, antara lain:

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Pada awalnya, dokter umum akan melakukan tes urin (air kencing) untuk mengetahui penyakit yang diderita. Setelah ditemukan bahwa penderita mengalami diabetes, maka dokter umum akan mengarahkan ke dokter spesialis penyakit dalam

Dokter spesialis akan membantu meresepkan obat dan memberi saran mengenai cara penyembuhan yang paling sesuai. Apabila diabetes telah mencapai tahap yang lebih kompleks, seperti menyerang ginjal atau jantung, dokter spesialis penyakit dalam akan bekerjasama dengan dokter spesialis lainnya.

Dokter Podiatrist dan Fisioterapis

Ketika terserang diabetes, umumnya penderita akan mengalami penyakit vaskular atau penyakit pembuluh darah dimana aliran darah ke pembuluh kecil terhambat. Sebagai dokter spesialis bedah kaki, podiatrist juga banyak membantu penderita diabetes. Apabila kaki mengalami bisul atau infeksi lainnya akibat diabetes, podiatrist akan memantau dan memberikan arahan yang sesuai untuk penyembuhan.

Sementara, seorang fisioterapis adalah seorang profesional yang memiliki pengetahuan terkait aktivitas fisik yang dibutuhkan oleh seseorang, termasuk oleh seorang penderita diabetes. 

Untuk mengatasi penyakit diabetes, penderita bisa mencoba untuk meningkatkan aktivitas fisik dengan lebih banyak berolahraga. Konsultasikan pola olahraga yang sesuai untuk penderita diabetes kepada fisioterapis yang lebih berpengalaman.

Pendapat Dokter Lainnya (Second Opinion)

Tidak ada salahnya bagi penderita diabetes untuk berkonsultasi dengan lebih dari satu dokter.

Mau cari pendapat lain dari dokter spesialis di Malaysia, Singapura atau Indonesia? Smarter Health bisa bantu:

  • Rekomendasikan dokter spesialis
  • Cek jadwal dokter
  • Hitung perkiraan total biaya
  • Atur antar-jemput bandara

Minta bantuan Smarter Health, gratis.

Gejala Diabetes

1. Sering Haus dan Buang Air Kecil

Mudah merasa haus dan keinginan untuk buang air kecil secara terus menerus bisa menjadi pertanda bahwa seseorang terserang diabetes. Hal ini merupakan ciri-ciri yang paling utama terlihat pada penderita diabetes. 

Ginjal pada penderita diabetes tidak mampu menyerap semua gula yang ada karena kadarnya yang terlalu tinggi. Akibatnya, kelebihan gula darah tersebut dikeluarkan oleh ginjal melalui urine (air kencing).

Setelah ginjal bekerja sangat keras untuk menyaring gula darah dan mengeluarkannya melalui urine, kadar air dalam tubuh akan menurun secara drastis. Penderita pun akan lebih mudah terserang rasa haus.

2. Penurunan Berat Badan Secara Drastis

Ketika terserang diabetes, penderita akan mengalami penurunan berat badan secara drastis, melebihi 5% dari berat badan total. Penurunan ini terjadi akibat pemecahan otot dan lemak yang dilakukan oleh tubuh sebagai pengganti insulin. Apabila Anda tidak sedang diet tetapi merasa berat badan turun drastis tanpa alasan yang jelas, bisa jadi ini disebabkan oleh penyakit diabetes.

3. Luka Sulit Sembuh

Penderita diabetes akan memiliki dinding pembuluh darah arteri yang menyempit dan mengeras. Akibatnya, aliran oksigen melalui darah menjadi terhambat. Luka menjadi sulit sembuh karena tidak menerima oksigen yang cukup yang ada di dalam darah. 

Cara Mengobati Diabetes

Untuk bisa pulih dari penyakit diabetes, penderita harus mengubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan lebih banyak mengonsumsi makanan bergizi. 

Penderita diabetes tipe 1 perlu terapi insulin untuk mengatur gula darah sehari-hari. 

Terapi insulin dilakukan sesuai anjuran dokter, melalui suntikan 3-4 kali sehari ke lapisan bawah kulit. Selain itu, penderita juga perlu memeriksa kesehatan mata dan merawat kondisi kaki untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

Bagi penderita diabetes tipe 2, umumnya dokter akan memberikan resep obat untuk diminum. 

Obat minum yang paling umum adalah metformin yang berfungsi untuk menurunkan kemampuan hati memproduksi glukosa. Selain itu, perubahan pola makan juga perlu diatur sedemikian rupa untuk mengobati diabetes tipe ini.

Estimasi Biaya Berobat Diabetes

Estimasi biaya berobat pasien diabetes bervariatif, tergantung jenis tindakan medis yang direkomendasikan dokter.

Jika Anda sudah tahu tindakan medis yang perlu dilakukan, Smarter Health bisa bantu hitung estimasi biayanya, tanpa biaya tambahan. Minta bantuan Smarter Health, gratis.

Mencegah Diabetes

Sebelum terserang, lebih baik Anda mencoba untuk mencegah penyakit diabetes menyerang tubuh Anda. 

Sayangnya, untuk diabetes tipe 1, belum diketahui penyebabnya dan tidak bisa dilakukan pencegahan.

Untuk diabetes tipe 2, pencegahan bisa dilakukan dengan menjaga pola makan agar lebih teratur, sehat, dan sesuai kebutuhan tubuh. Hindari juga mengonsumsi makanan atau minuman yang terlalu manis. Selain itu, aktivitas fisik seperti olahraga juga penting dilakukan. Bagi Anda yang merokok, hindari kebiasaan tersebut untuk terhindar pula dari penyakit diabetes.

Perawatan Pasien Diabetes

Bagi pasien penderita diabetes, perawatan yang dilakukan beragam tergantung dengan tipe diabetes yang diderita dan seberapa kompleks diabetes tersebut. Umumnya, perawatan pertama yang dilakukan adalah dengan mengonsumsi obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter.

Dokter akan memberikan resep obat yang sesuai dengan diabetes yang diderita oleh pasien. Ada obat yang dikonsumsi, ada juga obat yang disuntikkan langsung ke dalam tubuh. Konsumsi ini akan terus diperhatikan perkembangannya.

Selain itu, perawatan juga bisa dilakukan dengan memperbaiki kebiasaan dan pola hidup. Mengatur konsumsi makanan dan menjadwalkan waktu rutin untuk berolahraga bisa menjadi langkah awal untuk mengobati pasien penderita diabetes. Banyak beristirahat dan menghindari kegiatan yang terlalu banyak mengasah otak juga perlu dilakukan untuk merawat pasien diabetes. 

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?