GERD (Asam Lambung)

Daftar Isi

Gastroesophageal mengacu pada perut atau esofagus. Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau asam lambung, terjadi saat asam lambung naik ke esofagus dan menimbulkan rasa terbakar di dada. 

Dalam proses pencernaan normal, sfingter esofagus bawah akan terbuka untuk memudahkan makanan bergerak masuk ke dalam perut dan menutup kembali untuk menghindari makanan dan asam lambung bergerak kembali ke esofagus. Saat sfingter esofagus bawah melemah atau tidak berfungsi dengan baik, maka GERD akan terjadi.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Penyebab GERD

penyebab gerd

GERD bisa muncul sebagai dampak dari makanan yang dikonsumsi. Saat makan, sfingter esofagus bawah, yang berfungsi seperti katup, akan bergerak. Ketika katup tersebut tidak berfungsi dengan baik, asam dari makanan yang dikonsumsi akan bergejolak dan bocor sampai ke esofagus, memunculkan rasa terbakar di dada.

Katup esofagus berpotensi mengalami gangguan atau tidak dapat bekerja dengan sempurna karena beberapa faktor, beberapa di antaranya obesitas, kehamilan, dan usia lanjut.

Konsultasi Dokter Spesialis Tentang GERD

dokter spesialis gerd

Diagnosa GERD akan dilakukan oleh dokter dengan menanyakan gejala yang dialami penderita. Pasien GERD akan ditangani oleh dokter spesialis saluran pencernaan (gastroenterologi). Setelah itu, untuk memastikan GERD yang diderita, ada serangkaian pemeriksaan fisik yang mungkin dilakukan, seperti:

  • Gastroskopi, yaitu pemeriksaan untuk mendeteksi masalah pada sistem pencernaan bagian atas. Proses gastroskopi menggunakan alat khusus berupa selang dengan kamera untuk mengambil sampel dari jaringan esofagus dan diperiksa dengan menggunakan mikroskop.
  • Elektrokardiogram (EKG), berupa teknik merekam aktivitas listrik yang dihasilkan otot guna mengevaluasi fungsi saraf dan otot. EKG tidak sepenuhnya digunakan untuk mendeteksi GERD secara langsung, melainkan mendeteksi penyakit lainnya yang memungkinkan munculnya GERD.
  • Rontgen saluran pencernaan atau lambung. Rontgen adalah pengambilan gambar dalam tubuh menggunakan radiasi. Hasil dari rontgen ini akan memperlihatkan kondisi lambung dan melihat apakah terjadi pembengkakkan atau peradangan pada lambung.

Gejala GERD

Gejala GERD yang paling umum terjadi adalah rasa terbakar di sekitar dada. Rasa terbakar ini biasanya muncul setelah makan dan bisa berlangsung selama beberapa jam. Rasa terbakar ini bisa semakin parah ketika berbaring atau membungkuk.

Beberapa gejala GERD akut juga memungkinkan adanya cairan dengan rasa asam di bagian belakang tenggorokan dan menyebabkan kesulitan menelan. Terkadang, gejala juga menyebabkan rasa adanya makanan yang tersangkut di dada atau tenggorokan. 

Selain itu, pada beberapa kasus tertentu, GERD bisa menimbulkan gejala asma atau batuk berkepanjangan. 

Cara Mengobati GERD

Untuk menyembuhkan GERD, ada beberapa upaya yang bisa dilakukan. Salah satunya adalah dengan konsumsi obat-obatan. 

  • Antasida, yaitu obat yang digunakan untuk menetralkan kadar asam dalam lambung. Obat ini memiliki efek cepat, sehingga bisa meredakan rasa terbakar di dada secara cepat pula, namun tidak bersifat jangka panjang. Konsumsi antasida yang berlebihan bisa menimbulkan efek samping berbahaya.
  • Antagonis H2, yaitu golongan obat untuk menangani kelebihan asam di lambung. Berbeda dengan antasida yang meredakan nyeri seketika namun berjangka pendek, obat antagonis H2 memiliki jangka panjang karena bekerja dengan mengontrol asam di dalam lambung secara langsung. Obat jenis ini juga baik untuk dikonsumsi 30 menit sebelum makan. 
  • Penghambat pompa proton, yaitu golongan obat maag untuk menghambat produksi asam lambung. Obat ini lebih efektiF dari antagonis H2.

Selain itu, GERD juga bisa disembuhkan dengan upaya penyembuhan di rumah dengan menjaga pola makan yang sehat dan bersih.

Estimasi Biaya Pengobatan GERD

Biaya pengobatan GERD beragam, tergantung gejala yang diderita dan seberapa sering gejala tersebut menyerang.

Untuk menghitung estimasi biaya pengobatan GERD di dalam atau luar negeri, tanyakan pada Smarter Health. 

Mencegah GERD

Cara paling efektif untuk mencegah GERD adalah dengan mengubah pola konsumsi dan gaya hidup. 

  • Konsumsi makanan sehat dan bersih. Beberapa makanan dipercaya memicu GERD dengan membawa tambahan asam ke dalam perut. Makanan dengan kandungan asam itu termasuk tomat, bawang, cokelat, buah-buahan asam, dan makanan cepat saji. 
  • Menghindari alkohol dan kafein. Alkohol dan kafein memiliki potensi lebih tinggi untuk memicu GERD dibandingkan dengan jenis minuman lainnya. Akan tetapi, jenis minuman ini tidak harus selalu dihindari karena tidak merusak jaringan esofagus secara langsung. Selain itu, jus dari buah-buahan asam seperti jeruk juga berpotensi menyebabkan GERD.
  • Olahraga teratur. Tidak semua bentuk olahraga baik untuk mencegah GERD. Beberapa kegiatan olahraga meningkatkan tekanan pada perut dan berakibat pada resiko peningkatan kadar asam pula. Beberapa kegiatan olahraga yang perlu dihindari seperti yoga dengan posisi kepala terbalik dan sit-up.
  • Menggunakan bantalan kepala yang tinggi. Penderita GERD yang mengalami gejala di malam hari dapat mencegah serangan GERD dengan menggunakan bantalan kepala yang tinggi. Cara ini dilakukan guna menjaga asam lambung tetap berada dalam daerah perut yang seharusnya.
  • Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat. Menggunakan pakaian yang terlalu ketat di area perut, misalnya dengan menggunakan tali pinggang, bisa mengakibatkan tekanan yang memicu peningkatan kadar asam dalam perut. Hal ini memungkinkan terjadinya gejala GERD. 

Perawatan Pasien GERD di Rumah

mengobati gerd di rumah

GERD biasanya bisa diobati dengan mengonsumsi obat-obatan dan mengubah pola makan dan hidup sehat. GERD paling sering terjadi saat kehamilan, khususnya pada trimester kedua dan ketiga. Hal ini disebabkan oleh perubahan hormonal.

Perubahan kadar hormon dalam tubuh berpengaruh pada peningkatan tekanan perut dan memicu rasa terbakar di dada. Untuk ibu hamil, perawatan GERD dilakukan dengan konsumsi obat khusus yang aman bagi janin dan pola olahraga khusus untuk ibu hamil.

Dalam mengobati GERD di rumah, langkah utama yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah pola hidup, seperti:

  • Mengatur porsi makan

Makanan yang mengandung banyak lemak bisa memicu gejala GERD. Hal ini disebabkan tubuh membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencerna makanan berlemak. 

Selain itu, konsumsi makanan pedas, kafein, cokelat, dan alkohol juga bisa menimbulkan gejala GERD. Saat makanan-makanan tersebut dikonsumsi, katup esofagus menjadi terlalu rileks dan memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan.

  • Memakai pakaian yang longgar

Gejala GERD bisa diatasi dengan mengenakan pakaian yang longgar, terutama di bagian perut. Pakaian yang terlalu ketat bisa menimbulkan tekanan pada bagian perut. Tekanan ini menyebabkan isi lambung naik ke kerongkongan.

  • Tidur cukup

Kurang tidur memicu stres, dan stres memicu refluks asam lambung. Selain memicu gejala GERD, stres pun bisa menimbulkan komplikasi. Karena itu, pola tidur yang baik secara tidak langsung juga berpengaruh pada penurunan resiko gejala GERD.

  • Menggunakan bantal tidur yang tinggi

Tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi efektif mencegah gejala GERD timbul saat beristirahat. Untuk meninggikan posisi kepala, gunakan bantalan yang cukup tinggi hingga tubuh bagian atas, termasuk dada, menjadi lebih tinggi dari tubuh bagian bawah.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

7 pemikiran pada “GERD (Asam Lambung)”

  1. Untuk biaya sendiri berapa ya dok ? Karena asam lambungsaya suka naik dan sering dg sendawa, dan skrng untuk yg kedua kalinya kapan tidur agak susah cz ngerasa asa yg nyangkut didada, entah kek dahak putih dkit, tp jika di minuminair biasa dahak it bs keluar dok, bagaimana apa tanda ini termasuk kategori gerd? Mohon informasi harganya dok

    Balas
  2. Dok, Saya sudah 3 tahun belakangan bau mulut + bau nafas dari hidung. Disertai dada/kerongkongan terasa terbakar hampir setiap hari. Saya sering insecure krn nafas hidung+mulut saya bau. Bahkan saya diam pun bau. Kira kira apakah itu gejala gerd?

    Balas
  3. Dok,saya sudah 3 minggu dada sesek dok. Sendawa terus, ditenggorokan kaya ada yg ganjel, dada kadang perih, nelen kaya ada yg ganjel , kadang saya panik dok dan paniknya berlebihan , saya sakit apa ya dok?

    Balas
  4. Selmat malam,,, saya mau menanyakan ibu saya terkena gerd ciri*nya udh jlas dada terasa panas dn tenggorokn berasa penuh padahal gk ada masuk makanan,,, saya ingin bertanya,, saya sblmnya udh konsultasi ke dr umum hanya di kasih ranitidine dn ondan injek skrng ibu saya masih mual dna Bab skrng berdarah,, itu gmna ya???

    Balas

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?