Kanker

Daftar Isi

Kanker adalah kondisi saat sel-sel di bagian tubuh tertentu mengalami pertumbuhan dan berkembang biang secara tidak terkendali. Kondisi ini dapat menyerang dan menghancurkan jaringan sehat di sekitarnya, termasuk organ dalam tubuh. 

Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki sel-sel sehat yang secara rutin membelah diri secara terkendali. Kondisi kanker dimulai saat sel-sel tersebut mengalami perubahan dan bereproduksi secara berlebihan. Kelompok sel-sel abnormal tersebut disebut tumor. 

Tumor dalam tubuh memiliki potensi untuk berkembang menjadi kanker. Meski begitu, tidak seluruh tumor bersifat kanker. Tumor yang jinak atau tumor non-kanker tidak akan menyebar ke bagian tubuh lain dan tidak akan memunculkan tumor baru.

Sebaliknya, tumor yang ganas dan bersifat kanker akan mengerumuni sel-sel sehat dan mengganggu fungsi tubuh, hingga mengambil nutrisi dari jaringan tubuh yang sehat. 

Kanker menjadi penyakit penyebab kematian nomor dua di dunia. Meski begitu, seiring berjalannya waktu, pengobatan dan pemeriksaan kanker telah semakin berkembang dan maju. Oleh sebab itu, tingkat kelangsungan hidup bagi pasien penderita kanker pun semakin meningkat.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Jenis-Jenis Kanker

Berikut beberapa jenis kanker yang sering terjadi di Indonesia:

Penyebab Kanker

Kanker disebabkan oleh mutasi atau perubahan gen di dalam sel. Gen dalam sel dikelompokkan ke dalam sejumlah besar gen individu, yang masing-masing berisi serangkaian instruksi untuk mengarahkan sel menjalankan fungsinya serta melakukan pertumbuhan secara normal. 

Saat terjadi kesalahan dalam pemberian instruksi sel, sel akan berhenti berfungsi secara normal dan memungkinkan sel bertumbuh menjadi kanker. 

Mutasi atau perubahan gen di dalam sel dapat menyebabkan: 

  • Pertumbuhan sel yang membelah diri secara cepat, menghasilkan sel-sel baru dengan kemampuan pembelahan yang cepat pula.
  • Sel-sel yang normal gagal mengontrol pertumbuhan sel yang tidak terkendali, sehingga sel kanker akan terus bertumbuh dan terakumulasi.
  • Gen melakukan kesalahan saat mencoba memperbaiki sel-sel abnormal. Kesalahn yang dilakukan gen akan berujung pada kesalahan-kesalahan lain yang apabila tidak diperbaiki akan menjadi kanker.

Perubahan atau mutasi gen dapat terjadi karena: 

  • Warisan genetik yang menyebabkan seseorang mengalami mutasi gen sejak lahir. Kondisi ini menjadi sebagian kecil faktor penyebab kanker.
  • Mutasi gen yang terjadi setelah lahir dan tidak diwariskan. Hal-hal yang menyebabkan mutasi gen ini meliputi kebiasaan merokok, paparan radiasi, virus, obesitas, hormon, peradangan kronis, dan kurang olahraga.

Mutasi gen sering terjadi pada pertumbuhan sel normal. Namun, sel-sel sehat seringkali memiliki kemampuan untuk mengenali apabila pertumbuhan sel terjadi kesalahan dan memperbaikinya. Sel kanker bisa tumbuh apabila kesalahan tersebut terlewat dan tidak berhasil diperbaiki oleh sel-sel tubuh yang sehat.

Konsultasi Dokter Spesialis Tentang Kanker

Kondisi kanker bisa dikonsultasikan dengan dokter spesialis kanker (onkologi). Semakin dini kanker dideteksi, semakin besar pula kemungkinan kanker untuk disembuhkan. 

Dalam beberapa kasus, dokter akan mendeteksi kanker saat pasien melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, baik pemeriksaan kesehatan secara keseluruhan ata pemeriksaan khusus kanker. Pemeriksaan kanker hanya direkomendasikan untuk orang-orang dalam golongan faktor resiko tinggi. 

Untuk mendiagnosis kanker, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan berupa:

  • Pemeriksaan fisik dan riwayat medis. Dokter akan merasakan area pada tubuh pasien yang mungkin mengalami benjolan menyerupai tumor. Selain itu, dokter akan memperhatikan apabila pasien mengalami perubahan warna kulit serta pembesaran organ yang merupakan ciri-ciri dari kanker. 
  • Tes laboratorium berupa tes darah dan tes urin untuk mengidentifikasi ketidaknormalan sel yang menyebabkan kanker. 
  • Tes pencitraan seperti X-ray, CT Scan, MRI, dan ultrasonografi (USG), memungkinkan dokter untuk memeriksa tulang dan organ dalam tubuh tanpa melakukan pembedahan. 
  • Biopsi, dilakukan dengan pengambilan sampel untuk kemudian diuji di laboratorium. Pada sebagian besar kanker, biopsi merupakan satu-satunya metode yang bisa mendiagnosis kanker secara pasti. 

Gejala Kanker

Gejala pada kanker berbeda-beda, tergantung pada lokasi sel kanker berkembang. Beberapa ciri atau gejala yang paling umum terjadi adalah:

  • Kelelahan.
  • Suara serak.
  • Kesulitan menelan.
  • Demam yang terus menerus.
  • Batuk terus menerus dan kesulitan bernapas.
  • Pendarahan dan memar tanpa sebab yang diketahui.
  • Benjolan yang terasa di bagian bawah permukaan kulit.
  • Perubahan kebiasaan buang air besar dan buang air kecil.
  • Nyeri otot dan sendi yang terus menerus tanpa bisa dijelaskan.
  • Perubahan warna kulit, menjadi kemerahan, menggelap, atau menguning.

Pendarahan sering kali terjadi saat penderita melakukan aktivitas tertentu, seperti saat buang air kecil dan batuk. Terkadang, pendarahan berlebihan juga terjadi di tengah masa menstruasi. Hal ini bisa menjadi salah satu pertanda seseorang terkena kanker.

Gejala batuk terus menerus dan kesulitan bernapas tidak selalu menandakan seseorang menderita kanker. Gejala ini serupa dengan penyakit pernapasan lainnya, seperti pneumonia. Oleh sebab itu, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk memastikan apakah gejala tersebut merupakan gejala dari kanker atau bukan.

Perubahan kebiasaan buang air besar pada penderita kanker dapat dirasakan saat pasien mengalami diare dan sembelit secara tiba-tiba atau rasa kembung yang persisten.

Cara Mengobati Kanker

Pengobatan kanker yang paling utama adalah operasi. Tujuan utama dari operasi adalah untuk mengangkat tumor, jaringan, atau area-area ditumbuhi oleh sel kanker. Pada sebagian kasus, operasi pengangkatan kanker menjadi metode pengobatan yang paling efektif untuk menyembuhkan kanker sepenuhnya, khususnya apabila kanker belum menyebar ke area-area lain di dalam tubuh. 

Operasi memiliki potensi untuk menyebabkan komplikasi berupa infeksi. Oleh sebab itu, pasien kanker yang menjalani operasi biasanya akan diberikan obat antibiotik untuk dikonsumsi sebelum dan sesudah operasi. 

Metode operasi yang biasanya dilakukan oleh dokter untuk mengangkat sel kanker adalah:

  • Laser Surgery, operasi pengangkatan jaringan yang terkena kanker dengan menggunakan laser. 
  • Electrosurgery, operasi menggunakan arus listrik untuk memotong jaringan dalam tubuh. Metode ini dapat mengurangi kemungkinan pasien mengalami kehilangan darah.
  • Cryosurgery, metode pemusnahan jaringan yang terkena kanker dengan menggunakan suhu dingin yang ekstrim. Metode ini seringkali dilakukan untuk pasien penderita kanker atau tumor kulit.

Selain operasi, ada dua metode lain yang sering dilakukan untuk mengobati kanker, yaitu kemoterapi dan radioterapi. 

Kemoterapi adalah metode pengobatan menggunakan obat-obatan untuk membunuh sel kanker. Biasanya, obat-obatan ini disuntikkan melalui pembuluh darah. 

Efek samping dari kemoterapi berbeda-beda untuk setiap orang. Terkadang, metode ini juga bisa menyebabkan efek samping jangka panjang, seperti infertilitas dan kerusakan saraf. Oleh sebab itu, metode ini dilakukan dengan sangat berhati-hati dan berdasarkan pertimbangan dokter. 

Umumnya, kemoterapi diterapkan untuk pasien kanker rawat jalan. 

Radioterapi adalah metode terapi radiasi menggunakan sinar energi tinggi, seperti X-ray, untuk membunuh sel kanker. Beberapa pasien penderita kanker hanya perlu menjalani pengobatan dengan radioterapi. Namun, sebagian besar pasien menjalani radioterapi bersamaan dengan kemoterapi dan operasi. 

Terapi radiasi tidak menyebabkan rasa sakit. Akan tetapi, usai terapi, biasanya pasien akan mengalami rasa lelah dan ruam pada kulit yang terkena radiasi. 

Estimasi Biaya Pengobatan Kanker

Biaya pengobatan kanker berbeda-beda, tergantung pada jenis kanker, lokasi kanker, tingkat keparahannya, dan metode pengobatan yang dilakukan. 

Untuk menghitung estimasi biaya pengobatan kanker di dalam atau luar negeri, tanyakan pada Smarter Health. 

Mencegah Kanker

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko seseorang terkena kanker, yaitu dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti:

  • Berolahraga secara rutin.
  • Menghentikan kebiasaan merokok.
  • Lebih banyak mengonsumsi makanan yang sehat.
  • Mengonsumsi alkohol dalam jumlah normal, tidak berlebihan.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan atau pemeriksaan kanker secara rutin.

Perawatan Pasien Kanker di Rumah

Pasca operasi, pasien penderita kanker akan diperbolehkan kembali ke rumah. Selama di rumah, pasien akan menjalani masa pemulihan dengan mengonsumsi obat-obatan khusus untuk mengurangi resiko infeksi. 

Pasien kanker bisa membiasakan diri untuk rutin mengonsumsi obat antibiotik pemberian dokter agar tidak terjadi infeksi setelah operasi. 

Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk melakukan perubahan pola hidup menjadi lebih sehat agar kondisi dapat pulih dengan baik.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?