Lupus

Serba - Serbi Lupus

Daftar Isi

Apa itu Lupus

Lupus adalah peradangan kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh atau sistem imun menyerang jaringan atau organ tubuhnya sendiri.

Peradangan bisa terjadi di seluruh kulit, sendi dan organ dalam, seperti ginjal, sel darah, paru-paru, otak dan jantung.

Jenis penyakit seperti lupus juga dikenal dengan autoimun (autoimmune disease).

Lupus dapat dialami oleh siapa saja. Namun, sebagian besar penderitanya adalah wanita.

Penyakit ini seringkali tidak menimbulkan gejala pada awalnya, sehingga lupus seringkali baru terdeteksi antara usia 15-40 tahun.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Jenis Penyakit Lupus

Penyakit lupus dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Lupus eritematosus sistemik

(systemic lupus erythematosus) atau SLE, termasuk jenis lupus yang umum terjadi. Biasanya terjadi di kulit, sendi dan ginjal.

  • Lupus eritematosus kutaneous

(cutaneous lupus erythematosus), jenis lupus yang menyerang kulit.

  • Lupus eritematosus neonatal

(neonatal lupus erythematosus), biasanya terjadi pada bayi yang baru lahir.

  • Lupus akibat penggunaan obat

(drug-induced lupus erythematosus), terjadi akibat konsumsi obat tertentu dalam jangka panjang dan sifatnya sementara.

Penyebab Lupus

Penyebab lupus belum diketahui secara pasti. Beberapa faktor atau kombinasi faktor berikut ini diduga menjadi pemicu seseorang terkena lupus:

  • Faktor lingkungan

Paparan asap rokok dan bahan kimia berbahaya, seperti debu silika, berpotensi menyebabkan lupus.

  • Faktor genetika

Pasien yang memiliki riwayat lupus di keluarganya, tinggi risikonya mengidap lupus.

  • Faktor hormonal

Ada dugaan, kadar hormon estrogen dalam tubuh menjadi pemicu terjadinya penyakit lupus.

  • Faktor penyakit infeksi

Beberapa penelitian menyebut ada kaitannya antara lupus dengan penyakit infeksi akibat virus, seperti cytomegalovirus, Epstein-Barr, dan hepatitis C.

  • Faktor obat-obatan

Jenis obat seperti procainamide dan quinidine, diduga menjadi penyebab lupus, jika digunakan terus-menerus dalam jangka panjang.

Konsultasi Dokter Tentang Lupus

Segera temui dan konsultasikan dengan dokter spesialis alergi dan imunologi jika Anda merasakan gejala yang diduga penyakit lupus. 

Dokter spesialis imun akan memeriksa riwayat kesehatan Anda dan keluarga, serta melakukan pemeriksaan terhadap ruam kulit yang muncul. 

Untuk memastikan diagnosis, bukan tidak mungkin dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan seperti: 

1. Pemeriksaan laboratorium

Beberapa jenis pemeriksaan laboratorium yang dilakukan dalam proses diagnosis penyakit lupus adalah sebagai berikut:

  • Tes darah

Untuk menghitung jumlah sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit, serta mendeteksi anemia yang sering dialami oleh penderita lupus. Selain itu, tes darah juga digunakan untuk memeriksa fungsi ginjal dan hati yang mungkin mengalami gangguan akibat lupus.

  • Tes urine

Untuk mendeteksi adanya peningkatan kadar protein atau sel darah merah dalam urine akibat gangguan ginjal yang disebabkan lupus.

  • Tes ANA (antinuclear antibody)

Untuk memeriksa keberadaan antibodi tertentu dalam darah.

2. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang umumnya dilakukan untuk mengukur sejauh mana lupus telah menyebabkan gangguan pada organ tubuh lain. Jenis pemeriksaan penunjang yang dilakukan, yaitu:

  • Foto Rontgen

Untuk memeriksa apakah ada penumpukan cairan di paru-paru akibat peradangan organ paru yang disebabkan lupus.

Untuk memeriksa kondisi dan mendeteksi kelainan yang mungkin terjadi pada jantung akibat lupus.

3. Biopsi

Dalam prosedur ini, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap sampel jaringan ginjal atau kulit lalu dianalisis ke laboratorium.

Pendapat Dokter Kedua (Second Opinion)

Lupus merupakan salah satu penyakit yang sulit dideteksi. Konsultasi dengan dokter lain perlu dilakukan untuk meyakinkan Anda terkait diagnosis dan langkah pengobatan terbaik yang dapat dilakukan.

Selain melalui dokter dalam negeri, tidak sedikit pasien lupus yang mencoba melakukan konsultasi dengan dokter spesialis imun di Malaysia atau Singapura. Alasannya adalah biaya yang lebih pasti dan terjangkau, serta fasilitas kesehatan yang lebih berkualitas.

Manfaatkan layanan gratis Smarter Health untuk mendapat:

  • Rekomendasikan dokter spesialis
  • Cek jadwal dokter
  • Hitung perkiraan total biaya
  • Atur antar-jemput bandara

Gejala Lupus

Lupus seringkali tidak menimbulkan gejala ketika masih dalam tahap awal, sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya sedang terkena lupus. Gejala lupus dapat muncul pelan-pelan, namun terkadang muncul secara tiba-tiba.

Gejala yang muncul pun bervariasi tergantung jenis lupus dan organ tubuh yang terkena lupus.

Gejala utama lupus adalah munculnya ruam di kedua pipi dan batang hidung. Gejala ini dikenal dengan sebutan ruam kupu-kupu (butterfly rash). Ruam tersebut bisa terasa nyeri, gatal, dan mengalami peradangan, terutama ketika terpapar sinar matahari. Ruam kulit juga dapat muncul di tangan dan pergelangan tangan.

Selain gejala utama, lupus juga memiliki beberapa gejala tambahan yang meliputi:

  • Tubuh terasa sangat lelah
  • Nyeri sendi
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mata kering
  • Napas pendek
  • Nyeri dada
  • Penurunan daya ingat

Gejala lain dapat muncul ketika peradangan terjadi pada organ ginjal dan menyebabkan gangguan fungsi ginjal (lupus nephritis). Gejala yang muncul, yaitu tekanan darah tinggi, bercak darah dalam urine, dan warna urine menjadi gelap.

Cara Mengobati Lupus

Metode pengobatan yang efektif untuk menyembuhkan penyakit lupus belum ditemukan hingga saat ini.

Langkah pengobatan yang bisa dilakukan hanya bertujuan untuk mengurangi tingkat keparahan gejala, mencegah kerusakan organ tubuh, dan membantu penderita lupus dalam menjalani aktivitas sehari-hari dengan meminimalkan dampaknya.

Obat Untuk Pasien Lupus

Jenis obat penyakit lupus yang umum digunakan:

  • Anti-inflamasi nonsteroid (OAINS)

Jenis obat OAINS, seperti naproxen dan ibuprofen, digunakan untuk meredakan nyeri, demam, dan pembengkakan yang disebabkan oleh lupus.

  • Anti-malaria

Obat anti-malaria, seperti hydroxychloroquine, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan menurunkan risiko munculnya ruam lupus. Selain itu, obat ini juga digunakan untuk meredakan nyeri sendi dan otot akibat lupus.

  • Kortikosteroid

Jenis obat kortikosteroid, seperti prednisone, digunakan untuk mengobati peradangan yang disebabkan oleh lupus.

  • Imunosupresan

Obat imunosupresan, seperti methotrexate dan cyclophosphamide, digunakan untuk meredakan gejala lupus dan menghambat risiko kerusakan pada organ tubuh.

  • Rituximab

Rituximab digunakan ketika obat-obatan lain tidak lagi efektif untuk menangani gejala lupus atau saat gejala lupus yang muncul sudah cukup parah. Obat ini diberikan melalui infus.

Estimasi Biaya Pengobatan Lupus

Total biaya yang dikeluarkan pasien pengidap lupus tergantung pada apa saja pemeriksaan dan obat-obatan yang direkomendasikan dokter. 

Namun, sebelum mengetahui jenis pemeriksaan dan obat yang diperlukan, Anda harus lebih dulu konsultasi dengan dokter. 

Estimasi biaya konsultasi dokter spesialis imun di Indonesia, mulai dari Rp200.000, sedangkan konsultasi dokter spesialis imun di Malaysia atau Singapura, berkisar Rp350.000.

Manfaatkan Layanan gratis Smarter Health untuk hitung estimasi biaya pengobatan lupus lebih rinci.

Mencegah Lupus

Hingga saat ini, belum ditemukan metode yang efektif untuk mencegah penyakit lupus. Hal ini dikarenakan penyebab lupus yang belum diketahui secara pasti dan masih dalam tahap penelitian. Namun, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan ketahanan tubuh dari gejala lupus, salah satunya adalah dengan menjalani pola hidup sehat.

Pola hidup sehat dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan tubuh, mengonsumsi makanan bernutrisi, berolahraga secara teratur, cukup istirahat, dan menghentikan kebiasaan merokok atau minum beralkohol secara berlebihan. Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Perawatan Pasien Lupus

Lupus memang menyebabkan penderitanya harus menjalani berbagai jenis pengobatan untuk mengatasi gejala yang muncul. Namun dengan langkah pengobatan yang tepat, pasien lupus tetap dapat beraktivitas secara normal.

Berikut ini beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pasien lupus dalam menjalani kehidupan sehari-hari:

  • Cuci tangan secara rutin, terutama sebelum dan setelah makan, atau setelah dari kamar mandi, untuk mencegah risiko infeksi.
  • Konsumsi makanan bergizi dan bernutrisi.
  • Perbanyak istirahat.
  • Berolahraga secara teratur, terutama jalan kaki atau berenang.
  • Lakukan meditasi atau yoga untuk menenangkan pikiran dan mengendalikan stres. Stres dapat memicu gejala lupus makin memburuk.
  • Hindari paparan sinar matahari secara langsung, terutama pada jam 10 pagi hingga 4 sore. Sinar matahari dapat menyebabkan ruam lupus muncul kembali. Gunakan tabir surya serta kenakan baju lengan panjang dan celana panjang ketika beraktivitas di luar rumah.
  • Hentikan kebiasaan merokok, jika Anda perokok pasif. Merokok dapat menghambat proses penyembuhan dan menyebabkan gejala makin memburuk.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memantau kondisi lupus dan penanganan yang dapat dilakukan.

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?