pendarahan saat hamil

Penyebab Pendarahan Saat Hamil di Trimester 1 Hingga 3

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Pendarahan saat hamil bikin panik. 

Spekulasi muncul di kepala mencari penyebabnya. 

Tenang… pendarahan saat hamil tidak selalu menandakan ada masalah kehamilan. 

Namun, mirip mual saat hamil, yang berbahaya jika disepelekan, ada perbedaan yang perlu Anda pahami antara pendarahan normal dan pendarahan yang harus ditangani dokter spesialis kandungan

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Penyebab Pendarahan Saat Hamil

Pendarahan saat hamil atau vaginal bleeding adalah hal umum yang kerap terjadi pada ibu hamil, biasanya di trimester pertama, dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan. 

Meski begitu, ada beberapa kasus perdarahan menjadi pertanda sesuatu yang serius. 

Sebagai ibu hamil, sangat penting untuk mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang menjadi penyebabnya. Akan lebih baik lagi jika memeriksakan diri ke dokter guna memastikan Anda dan bayi Anda sehat. 

Jika Pendarahan Terjadi di Trimester Pertama

Sekitar 20% wanita hamil mengalami pendarahan di 12 minggu pertama kehamilan

Beberapa kemungkinan yang menjadi penyebab pendarahan pada trimester pertama, yaitu:

Pendarahan Implantasi

pendarahan implantasi - penyebab berdarah saat hamil

Keluar bercak darah antara 6 hingga 12 hari pertama kehamilan sangat mungkin Anda alami. Hal ini terjadi ketika sel telur yang sudah dibuahi akan menanamkan dirinya di dinding rahim. 

Pada masa itu, beberapa wanita sering tidak menyadari bahwa mereka sedang hamil. Mereka malah mengira bahwa perdarahan ini merupakan bagian dari periode menstruasi karena perdarahan yang masih sangat ringan dan berlangsung selama beberapa jam hingga beberapa hari. 

Keguguran

keguguran - penyebab berdarah saat hamil

Keguguran adalah kematian janin saat berada di dalam kandungan yang biasanya terjadi sebelum usia kehamilan 20 minggu. Terjadi pendarahan pada trimester pertama bisa jadi karena Anda mengalami keguguran, karena keguguran paling sering terjadi saat 12 minggu pertama kehamilan. 

Namun, mengalami pendarahan saat hamil trimester pertama tidak selalu berarti Anda mengalami keguguran dan kehilangan bayi Anda. 

Berikut beberapa gejala keguguran:

  • Kontraksi.
  • Berat badan turun.
  • Adanya cairan keluar dari vagina.
  • Kram dan rasa sakit di bagian perut.
  • kepala pusing bahkan sampai mau pingsan.
  • Adanya jaringan atau gumpalan dari vagina.
  • Sakit dan nyeri punggung ringan sampai berat.

Kehamilan Ektopik

kehamilan ektopik - penyebab berdarah saat hamil

Kehamilan ektopik adalah fenomena implan embrio yang dibuahi berkembang di luar kandungan atau rahim, biasanya terjadi di tuba falopi. 

Jika embrio terus tumbuh, hal ini dapat berdampak pada pecahnya tuba falopi yang dapat mengancam jiwa ibu hamil. Kehamilan ektopik tentu berbahaya, tetapi hanya terjadi pada 2% kehamilan. 

Mungkin Anda akan sulit melihat perbedaan kehamilan ektopik dengan kehamilan normal. 

Ada beberapa gejala kehamilan ektopik yang patut Anda waspadai, seperti:

  • Pusing kepala.
  • Tubuh terasa lemah.
  • Sakit dan nyeri bahu.
  • Perdarahan atau bercak dari vagina.
  • Sakit perut di bagian bawah yang amat parah, terutama di satu sisi.

Kehamilan Molar

kehamilan molar - penyebab berdarah saat hamil

Kehamilan molar atau hamil anggur adalah kondisi yang sangat langka karena adanya jaringan abnormal yang tumbuh di dalam rahim. Alih-alih bayi, kehamilan molar sama sekali tidak memengaruhi adanya perkembangan embrio. 

Kehamilan molar bisa menjadi berbahaya ketika jaringan bersifat kanker dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya. 

Berikut beberapa gejala kehamilan molar atau hamil anggur:

  • Sakit dan nyeri di pinggul.
  • Mual dan muntah yang amat parah.
  • Pembesaran rahim yang terjadi sangat cepat.
  • Perdarahan atau bercak dari vagina berwarna merah terang hingga coklat tua pada trimester pertama. 

Selain beberapa penyebab pendarahan saat hamil yang disebutkan di atas, hubungan seksual dan pap smear atau pap test dapat menyebabkan perdarahan. Hal ini terjadi karena melakukan kontak dengan serviks sehingga memicu infeksi ringan.

Jika Pendarahan Terjadi di Trimester Kedua atau Ketiga

Sedikit berbeda dari trimester pertama, pendarahan yang terjadi pada trimester kedua dan ketiga merupakan masalah yang lebih serius, apalagi jika terjadi perdarahan yang tidak normal. Ini bisa menandakan adanya masalah pada ibu atau bayi di dalam kandungan. 

Anda bisa langsung hubungi dokter spesialis kandungan jika mengalami perdarahan pada trimester kedua atau ketiga. 

Ada beberapa kemungkinan yang terjadi mengapa pendarahan terjadi:

Plasenta Previa

Plasenta previa dapat terjadi ketika plasenta atau ari-ari berada di bagian bawah rahim dan menutupi hampir seluruh permukaan jalan lahir. Kelainan ini termasuk jarang terjadi, hanya sekitar 1 dari 200 kehamilan. 

Meski plasenta previa berdarah, tapi tidak menimbulkan rasa sakit. Sebaiknya Anda segera memeriksakan kandungan Anda ke rumah sakit. 

Vasa Previa

Kondisi vasa previa sangatlah langka. Ini terjadi ketika pembuluh darah bayi yang berkembang di tali pusar atau plasenta, kemudian melewati lubang ke jalan lahir. 

Kelainan vasa previa sangat berbahaya bagi ibu dan bayi di dalam kandungan, karena pembuluh darah bisa robek kapan saja dan menyebabkan bayi berisiko mengalami perdarahan hebat hingga kehilangan oksigen.

Solusio Plasenta

Solusio plasenta adalah terjadinya komplikasi kehamilan dengan plasenta yang terlepas dari dinding rahim sebelum proses persalinan. Komplikasi ini terjadi sekitar 1% dari kehamilan. 

Meski begitu, solusio plasenta sangat berbahaya bagi ibu dan bayi yang ada di dalam kandungan. 

Berikut tanda-tanda terjadinya solusio plasenta:

  • Rahim menjadi lunak.
  • Nyeri di bagian perut.
  • Nyeri di bagian punggung.
  • Keluar gumpalan dari vagina.

Persalinan Prematur

Jika terjadi perdarahan dan gejala persalinan yang dimulai sebelum minggu ke-37 kehamilan, segera hubungi dokter spesialis kandungan karena mungkin Anda akan melakukan persalinan prematur

Darah yang keluar dari vagina di akhir kehamilan mungkin menjadi tanda bahwa tubuh Anda sedang siap-siap untuk melahirkan. 

Beberapa hari atau beberapa minggu sebelum persalinan dimulai, lendir (disebut air ketuban) yang menutupi permukaan rahim akan keluar dari vagina dan biasanya diikuti darah di dalamnya.

Penanganan Dokter Kandungan 

Untuk mengetahui penyebab perdarahan, sebaiknya Anda melakukan pemeriksaan vagina atau tes darah untuk memeriksa kadar hormon di dalam tubuh Anda. 

Dokter kandungan akan menanyakan apa saja gejala yang Anda rasakan, seperti kram, nyeri, dan pusing.

Jika gejala yang Anda alami tidak parah dan bayi di dalam kandungan anda masih baik-baik saja, biasanya Anda hanya diminta untuk rawat jalan. 

Namun, dalam beberapa kasus yang parah, Anda mungkin akan diminta untuk rawat inap di rumah sakit supaya dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Rawat inap dibutuhkan agar mempermudah petugas medis bertindak cepat jika terjadi masalah lebih lanjut.

Lakukan Ini Ketika Terjadi Pendarahan Saat Hamil

Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan sebagai penanganan awal saat terjadi perdarahan, yaitu:

Memakai Pembalut

Kenakan pembalut supaya Anda dapat mengetahui seberapa banyak Anda mengalami perdarahan dan catat warna darahnya, seperti merah terang hingga coklat tua. Usahakan untuk tidak menggunakan tampon dan berhubungan seks selama Anda masih mengalami perdarahan.

Pergi ke Rumah Sakit

Apabila Anda mengalami perdarahan hebat yang diikuti dengan sakit di bagian perut, sebaiknya Anda segera pergi ke rumah sakit untuk mendapat penanganan di IGD. Karena hal ini bisa menjadi tanda-tanda keguguran atau masalah serius lainnya.

Melakukan USG

Setelah konsultasi ke dokter, biasanya Anda akan diminta melakukan ultrasonografi (USG) demi mengidentifikasi apa sebenarnya yang menjadi penyebab perdarahan. Dengan melakukan USG, dokter menjadi lebih mudah untuk melihat kondisi kandungan Anda.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email
Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?