Physical Distancing Anak

Physical Distancing untuk Anak, Berikut Tipsnya

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Daftar Isi

Masa pandemi COVID-19 yang menyebabkan perubahan di berbagai sektor kehidupan membawa banyak tekanan dan stres. Selain kecemasan ketika kita harus pergi ke luar rumah, keadaan yang tidak menentu juga membuat beban pikiran bertambah. Biarpun begitu, kita tetap harus mengikuti protokol kesehatan physical distancing dan tidak pergi ke luar rumah jika tidak diperlukan, terutama untuk physical distancing anak.

Bukan hanya orang dewasa yang harus mempelajari dan mempraktikkan hal-hal tersebut, namun anak-anak juga sama pentingnya. Bicara mengenai jaga jarak fisik (physical distancing) pada anak, Anda mungkin takut bahwa anak akan lebih sulit memahami konsep tersebut. Namun, ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan untuk membantu mereka mengerti, seperti beberapa cara di bawah ini.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Pakai layanan gratis Smarter Health.

Mengajarkan Physical Distancing pada Anak

Pertama-tama, ingatlah untuk tidak salah menyebut antara “physical distancing” dan “social distancing”. Ketika menyebut social distancing, hal ini berarti memberi jarak dalam berkomunikasi dengan orang lain. Sedangkan, pada masa-masa seperti ini, kita perlu terus bersosialisasi dengan orang-orang yang kita sayangi. Sebab, kita belum dapat bertemu dengan mereka dalam waktu dekat.

Istilah yang benar adalah physical distancing, di mana kita harus menjaga jarak fisik dengan orang lain sebanyak minimal satu meter ketika sedang berada di luar rumah. Jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak Anda.

Mulailah dengan membahas mengenai virus Covid-19, yaitu komponen yang sangat kecil sehingga tidak dapat terlihat dengan mata telanjang, namun dapat terlihat dengan bantuan mikroskop. Jelaskan bahwa virus dapat membuat kita sakit ketika virus tersebut masuk ke dalam tubuh kita. Bahkan, terkadang kita dapat menghirup virus secara tidak sengaja. Kadang, kita juga menyentuh hidung, mulut, dan mata setelah menyentuh permukaan kotor atau orang yang sedang sakit.

Jika ada orang di dekat kita yang memiliki virus ini, mereka bisa saja bersin atau batuk dan menyebarkan virus tersebut melalui udara. Virus tersebut dapat terhirup oleh kita. Tidak hanya itu, jika kita menyentuh orang yang sedang sakit lalu menyentuh wajah, kita juga dapat terjangkit. Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk selalu mencuci tangan.

Jelaskan keadaan yang terjadi sekarang dengan jujur agar anak mengerti urgensi dari physical distancing. Setelah Anda menjelaskan keadaan secara perlahan, berilah mereka waktu untuk menyerap informasi. Bertanyalah pada anak untuk memastikan mereka mengerti apa yang telah Anda sampaikan.

Jika anak Anda merasa sedih karena tidak bisa bertemu atau bersentuhan dengan orang-orang yang ia sayangi, jelaskan bahwa setelah pandemi ini selesai, anak akan bisa bertemu kembali dengan orang-orang tersebut.

Beberapa Cara untuk Membantu Anak Mengerti

Anda dapat melakukan hal-hal ini sambil menjelaskan mengenai physical distancing. Perlu diingat bahwa kegiatan ini lebih baik dilakukan bersama anak-anak usia sekolah.

  • Menggunakan tali ukur atau meteran yang memiliki panjang lebih dari satu meter. Letakkan tali atau meteran di lantai sehingga anak dapat melihat sejauh apa jarak tersebut. Hal ini dapat membantu anak memahami bahwa jarak tersebut adalah jarak yang harus ia jaga dengan orang lain
  • Membuat “orang-orangan” dengan memotong halaman dari majalah atau menggunakan boneka dan mainan yang anak miliki. Anda bisa menggambarkan suasana di luar rumah pada sebuah kertas, lalu posisikan “orang-orangan” tersebut pada gambar. Beritahu pada anak bahwa ia harus menjaga jarak seperti contoh yang Anda berikan. Dengan hal ini, Anda dapat menggambarkan apa itu physical distancing

Kegiatan yang Bisa Dilakukan Bersama Anak Selama di Rumah

Anda tentu merasa cemas bahwa anak Anda akan mengalami stres. Apalagi, masa-masa pertumbuhan adalah masa yang seharusnya paling menyenangkan untuknya. Sebab, di masa ini anak biasanya aktif bermain dan belajar, baik di sekolah maupun di lingkungan sekitarnya.

Namun, ada beberapa kegiatan menyenangkan yang dapat Anda lakukan dengan anak, seperti:

  • Memasak bersama, seperti camilan atau makanan ringan lainnya. Pastikan alat yang digunakan anak tidak tajam dan tidak mudah pecah. Anda bisa mengajarkan anak untuk mencuci sayur, menghaluskan bahan makanan yang lunak, atau mengambilkan bahan makanan untuk Anda
  • Bermain gelembung sabun. Hal ini dapat dilakukan baik di dalam ruangan maupun jika Anda memiliki halaman di rumah. Anak dapat berlarian sambil mengejar gelembung yang Anda tiup. Hal ini membantunya tetap bergerak aktif
  • Anda juga bisa mengajak anak melukis untuk membantu mereka mengekspresikan apa yang mereka rasakan. Anda dapat menggunakan tangan secara langsung maupun menggunakan kuas
  • Buatlah permainan rintangan sederhana, misalnya menggunakan kursi, bantal, selimut, dan barang-barang yang ada di dalam rumah. Anda dapat merancang arena yang memungkinkan anak untuk belajar merangkak, melompat, merunduk, dan sebagainya
  • Melihat-lihat album foto lama, seperti foto-foto mereka ketika baru lahir, foto Anda sebelum menikah, dan sebagainya. Anda juga dapat bercerita tentang apapun agar hubungan Anda dan anak semakin dekat
  • Berolahraga ringan, seperti lari-lari kecil keliling rumah, lompat tali, hulahoop, atau squat jump

Cara Bersekolah dari Rumah yang Menyenangkan untuk Anak

Anak-anak harus beradaptasi dengan bersekolah dari rumah, yaitu menggunakan layar handphone, laptop, dan gadget lainnya. Bagi beberapa anak, hal ini sulit dilakukan sebab mereka telah terbiasa dengan interaksi langsung atau tatap muka.

  • Anda dapat menjaga suasana belajar tetap menyenangkan untuk anak dengan cara:
  • Menyediakan ruangan atau sudut khusus untuk sekolah. Dengan membedakan area khusus belajar dan area bermain, Anda dapat membantu anak mengerti bahwa ketika berada di area belajar, mereka harus fokus mengikuti materi atau mengerjakan pekerjaan rumah
  • Mengajak anak memilih perlengkapan sekolah sendiri dengan berbelanja bersama lewat online shop
  • Jika Anda harus bekerja di kantor ketika anak sekolah dan anak tidak bisa belajar sendiri, pastikan ada yang dapat menggantikan Anda
  • Jika anak harus kembali bersekolah, siapkan cairan disinfektan dan masker yang dapat anak gunakan
  • Agar proses belajarnya tetap lancar, usahakan untuk menyediakan tabungan dana sekolahnya untuk 6-12 bulan kedepan

Jangan lupa untuk selalu membersihkan dan membereskan mainan dan barang-barang milik anak. Anda bahkan dapat mengajaknya untuk membereskan barangnya bersama-sama, bisa dengan menghitung bersama mainan yang ia letakkan dalam keranjang, atau membedakan keranjang mainannya sesuai dengan kategori.

Pada mainan berbahan plastic keras, Anda sebaiknya menggunakan pembersih yang memiliki kandungan alkohol sebanyak 70%, baik dengan direndam selama 10-20 detik atau dengan digosok perlahan. Alternatif lainnya, Anda juga dapat menggunakan air hangat dan sabun. Akan lebih baik jika air mengalir.

Jika mainannya berbahan kain, Anda dapat mencucinya secara rutin. Pastikan juga cara mencuci Anda tepat agar tidak merusak mainan milik anak. Setelah membersihkan semua mainannya, simpanlah pada wadah yang bersih. Wadah ini juga sebaiknya dibersihkan bersamaan dengan pembersihan mainan.

Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek kisaran biaya?​

Layanan kami 100% gratis!

Sebarkan info ini:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Info Kesehatan Terkait

Tinggalkan komentar

Layanan Gratis Kami

Mau berobat atau check up?

Isi form agar kami bisa menghubungi Anda

Your compare list

Compare
REMOVE ALL
COMPARE
0
Hubungi Kami
1
Butuh bantuan berobat?
Smarter Health
Butuh rekomendasi, buat janji dokter atau cek biaya berobat di dalam dan luar negeri?